Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Perpisahan Dua Raga
Shen Long berdiri di puncak tumpukan mayat, tangannya mengepal erat hingga ruang di sekelilingnya retak. Ia berniat melakukan satu serangan terakhir untuk meledakkan planet yang sudah sekarat ini menjadi debu kosmik. Namun, tepat saat ia akan melepaskan energinya, sebuah getaran hebat mengguncang dadanya.
UHUK!
Darah hitam kental menyembur dari mulut Shen Long. Jantungnya berdenyut tidak beraturan, dan penglihatannya mendadak buram.
"Sial... raga ini..." gumamnya parau.
Tiba-tiba, cahaya merah yang menyelimuti tubuhnya meledak tak terkendali. Dengan suara dentuman yang memekakkan telinga, raga yang gagah itu terbelah secara paksa. Sosok Kaisar Iblis yang tinggi besar terlempar ke satu sisi, sementara raga pemuda fana—Shen Long dari keluarga Shen—terlempar ke sisi lain.
Ternyata, peringatan dari jiwanya di dalam peti mati tadi bukan sekadar gertakan. Tubuh aslinya benar-benar telah rusak parah akibat dicuri kekuatannya selama ribuan tahun. Memaksakannya bertarung dengan brutal melawan jutaan pasukan aliansi membuat luka dalam pada raga kuno itu terbuka kembali. Raga fana yang ia tempati sekarang juga tidak mampu lagi menampung esensi yang terlalu besar.
Tubuh utamanya terduduk lemas, auranya meredup drastis. Mata merahnya menatap tubuh fananya sendiri. "Kita terlalu memaksakan diri... Jika terus menyatu dalam kondisi rusak seperti ini, jiwa kita akan hancur bersamaan."
Shen Long (tubuh fana) bangkit dengan susah payah, menyeka darah di bibirnya. Ia melihat ke sekeliling; planet ini sudah hancur, lautan telah menguap, dan atmosfernya dipenuhi debu kematian. Tempat ini adalah pemakaman jutaan makhluk terkuat di galaksi.
"Tempat ini... adalah ladang energi yang luar biasa," ucap Shen Long fana sambil menatap jutaan jiwa yang masih melayang-layang di udara. "Tubuh utama, kau harus tetap di sini. Gunakan sisa-sisa esensi dari jutaan makhluk yang telah kubantai ini untuk memulihkan meridianmu. Berkultivasilah di tengah reruntuhan ini hingga raga kuno ini benar-benar pulih."
Tubuh aslinya mengangguk pelan, ia mulai bersila. "Lalu, bagaimana denganmu?"
"Aku akan pergi ke Alam Kedua," jawab Shen Long dengan tatapan tajam. "Aku harus mencari Esensi Kehidupan Abadi yang kabarnya tersembunyi di sana. Hanya itu yang bisa memperkuat raga fanaku agar bisa menyatu sempurna denganmu kelak, dan hanya itu yang bisa menjadi fondasi untuk membangkitkan Lin Er."
Tanpa membuang waktu, Shen Long fana menggunakan sisa kekuatan Transformasi Esensi-nya untuk menciptakan sebuah ledakan besar di inti planet.
BOOOOOOMMM!
Planet itu hancur berkeping-keping dalam ledakan cahaya yang membutakan. Di tengah puing-puing planet yang melayang di angkasa, tubuh asli Shen Long terbungkus dalam kepompong energi hitam, memulai meditasi panjangnya yang mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun.
Sementara itu, jiwa Shen Long fana melesat menembus gerbang dimensi yang menuju ke Alam Kedua—alam yang dihuni oleh para kultivator yang jauh lebih kuat dan misterius daripada alam sebelumnya.
"Lin Er, tunggu aku... Jalan ini mungkin akan lebih panjang dari yang kukira." bisiknya saat tubuhnya tertelan oleh lubang cacing dimensi.
Shen Long terbangun di sebuah hutan yang asing dengan tubuh yang kembali terasa sangat lemah. Namun, saat ia meraba dadanya, ia merasakan sebuah benda kecil yang ikut terbawa—sebuah jepit rambut milik Lin Er yang kini berpendar redup.
"Alam Kedua... bersiaplah untuk kedatangan sang Kaisar."