NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Tiga Hati

Lana mencondongkan tubuhnya ke depan. Kedua matanya membola. "Hamil, dok?"

"Selamat ya. Kamu jadi ibu sekarang."

Lana malah bingung harus bersikap apa. Dokter itu sampai meraih tangannya memberi selamat. Lana tentu saja bingung karena kembali ia ingat posisinya, hanya sebagai istri kontrak. Ia tak pernah memikirkan bila suatu saat akan hamil. Jadi, apa Fian akan senang mendengar hal ini?

Dengan pelan ia melangkah ke luar ruangan. Kertas resep obat berada di tangan. Ia bimbang. Sejauh ini Fian memang baik padanya tapi sejauh ia patuh. Hubungan mereka sejauh ini malah mirip dengan teman dibanding dengan pasangan suami istri pada umumnya. Haruskah ia mengatakan ini pada Fian? Apakah pria itu akan senang atau tak peduli? Tanpa sadar Lana telah meremmas kertas resep di tangannya.

"Tidak, dia pasti senang. Dia pasti ...." Lana kemudian ragu. Bagaimana kalau Fian marah dan minta menggugurkan kandungan ini karena sesungguhnya dirinya hanyalah istri kontrak? Pernikahan kontrak mereka tinggal beberapa bulan lagi tersisa. "Tidak, Fian bukan pria seperti itu walaupun aku tidak pernah tahu yang dipikirkannya. Dia memang gampang marah dan suka memerintah, tapi dia bakal senang kalau aku hamil 'kan?" Lana berusaha menghibur dirinya.

Terdengar ponselnya berbunyi. Ternyata dari Fian. "Lana, kamu gak papa?"

"Ngak papa, Mas."

"Aku nunggu di rumah, aku gak jadi ke kantor. Ayo, pulang."

"Iya, Mas." Lana menutup teleponnya. Ia berusaha menguatkan tekad bahwa ia akan baik-baik saja. Bahwa Fian pasti mau menerima bayi ini karena dialah ayah dari bayi yang dikandungnya. Ia pun bergegas ke apotik.

Pulangnya, ia bergegas masuk ke dalam rumah. Ini mungkin kejutan yang mungkin tidak disangka-sangka. Ia tak sabar ingin melihat wajah suaminya saat mengatakan ini. "Mas ...."

"Halo ...."

Wajah Lana terkejut seketika. Wanita itu telah kembali. Lynda telah kembali. Lynda duduk di ruang tengah bersama Fian.

"Bagaimana?" Fian menoleh pada Lana.

"Eh, tidak apa-apa, kata dokter. Sudah dikasih obat," ucap Lana sambil menunjuk tas sandangnya. Ia berusaha tersenyum walau sudah terlanjur kecewa.

"Syukurlah."

"Mas ...." Lynda berusaha mencuri perhatian Fian. "Maaf ya, aku telat pulang. Soalnya ada penambahan sesi foto lagi sampai-sampai jadwalnya padat dan susah pulang. Kontrakku memang setahun tapi aku rindu kamu ...," sahutnya manja pada Fian. "Aku seneng banget karena kamu ternyata sudah sembuh."

Sekilas ia melirik Lana yang masih terpaku berdiri di sana. Kemudian ia pindah tempat duduk dan duduk di sebelah Fian. Ia merangkul lengan suaminya dengan mesra. "Aku rindu kamu, Mas. Bagaimana kalau kita membangkitkan lagi semangat kebersamaan kita di kamar. Aku sudah tak sabar ingin merasakan tangan kekarmu menjelajahi tubuhku ini, Mas," ucapnya genit. "Pasti kali ini kamu sanggup memuaskanku di ranjang," ucapnya sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Fian dan melirik Lana.

Lana terpaku tak bergerak. Ia seketika tak tahu harus berbuat apa.

"Ayo, Mas, kita main di kamarku saja, lebih seru." Lynda berdiri dan menggandeng Fian.

Pria itu melirik Lana. "Kalau kurang sehat, kamu istirahat di kamar saja." Fian pun mengikuti Lynda menaiki tangga.

Hati Lana serasa teriris. Ia bergegas masuk ke dalam kamar. Saat itu sebenarnya Fian tampak begitu khawatir, padahal Lynda merasa senang telah membuat Lana terbakar cemburu. Lynda tersenyum melihat Lana bergegas ke kamarnya.

Sebenarnya Fian masih bingung. Kenapa ia mengikuti Lynda sementara pikirannya hanya pada Lana. Tapi ia ingin membuktikan pada Lynda kalau ia masih perkasa, bukan? Kenapa ketika ingin balas dendam akan pengkhianatan Lynda, ia tidak bahagia? Kenapa hati dan pikirannya kini malah tertuju pada Lana?

Di kamar, Lana menghempas bokkongnya dengan kesal ke atas ranjang diikuti dengan tas sandangnya di samping. Betapa boddoh dirinya. Pria itu pasti kembali dengan istrinya. Istri pertamanya. Bukankah dari awal ia ada untuk membantu Fian untuk kembali sehat? Sekarang setelah Lynda kembali, tak ada gunanya lagi dirinya di sini. Bukankah memang itu komitmen awal mereka?

Satu tahun. Rasanya tak perlu menunggu selama itu karena Fian tak perlu tahu tentang kehamilan dirinya. Bisa saja 'kan pria itu minta ia menggugurkan kandungannya karena kontrak pernikahan mereka hanya setahun. Sebelum sakit hati lebih dalam, ia harus mengundurkan diri lebih dulu.

Lana menunduk. Dirinya memang tak ada apa-apanya dibanding Lynda. Cantik, model, dan wanita yang Fian cinta. Sudah saatnya ia mengembalikan Fian pada istri pertamanya karena memang itulah yang seharusnya. Toh, Fian sejak awal hanya mencintai Lynda bukan dirinya.

Seketika air matanya mulai jatuh. "Kalau aku jadi Lynda juga pasti sakit. Suaminya menikah lagi. Jadi, aku harus tahu diri. Aku harus mengembalikan suaminya ke tempat yang seharusnya."

Lana mendatangi meja nakas. Lacinya ditarik pelan. Dengan tangan gemetar ia menarik keluar selembar kertas yang sudah lama ia persiapkan. Kertas itu adalah surat cerai. Ia kemudian mengeluarkan pulpen dan menandatangani kertas itu.

"Mas. Kalau kamu menemukan kertas ini, aku telah pergi. Tak seperti dugaanku, aku tak kuat menjadi istri keduamu. Tolong, tandatangani saja surat ini." Lana meletakkan surat itu di atas meja.

Fian menatap langit-langit ruangan. Ia tengah bingung. Saat ia menoleh ke samping, Lynda telah tidur karena kelelahan. Rasanya ada yang aneh dengan perasaannya kali ini. Saat ia berhubungan intim dengan Lynda, ia malah mengingat Lana. Ada apa dengan dirinya? Apa ia khawatir dengan keadaan istri keduanya itu? Tapi kenapa? Lana bukankah hadir demi membantu usahanya untuk balas dendam?

Ia juga kini tak begitu bergaiirah berada bersama Lynda dan dengan sendirinya dendam itu seperti kehilangan rumah. Untuk apa dendam sedang rasanya pada wanita ini tidak lagi sama? Sepertinya, tidak ada perlunya untuk mendendam. Ada apa dengan dirinya kini? Sungguh, ia benar-benar bingung. Bahkan ia hanya mengikuti permainan Lynda saja supaya wanita itu senang.

Setiap kali pikirannya beralih pada Lana, semuanya seperti berubah. Cara wanita berkerudung itu merengut, tertawa dan wajah seriusnya, selalu saja bisa membuatnya tersenyum. Santun dan lembut. Polos tapi menyejukkan. Apa perasaannya kini berubah? Apa bisa seseorang kehilangan rasa cinta dengan begitu cepat?

Fian bangkit dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi sambil memungut pakaiannya satu-satu di lantai. Setelah membersihkan diri ia pun ke luar diam-diam agar Lynda tak terbangun. Ia menatap lagi ke lantai bawah. Apa Lana sudah tidur?

Karena penasaran dengan hasil dokter, pria itu melangkah cepat di tangga dan masuk ke kamarnya. Namun, tak terlihat siapa pun di sana. Ia pun mencari sampai ke kamar mandi. "Ke mana Lana? Kenapa dia tidak ada di sini?" Fian berpikir sebentar. "Apa dia ada di taman belakang?" Kembali ia ke luar, tapi di taman belakang pun wujud istrinya tak terlihat. Ia kemudian bertanya pada para pembantu yang kebetulan lewat tapi tak satu pun dari mereka yang tahu keberadaannya.

Fian bingung. Firasat mengajaknya kembali ke kamar. Di sanalah ia baru sadar ada yang berkilau di atas meja nakas. Ternyata ada selembar kertas yang ditindih oleh kalung berberlian pink yang pernah ia berikan pada Lana. Dahinya berkerut saat melihat kalung itu dari dekat. Lebih terkejut lagi saat membaca judul kertas itu. "Surat cerai?" Dengan cepat ia meraih kertas itu. Surat itu ternyata telah ditandatangani Lana. "Apa-apaan ini!? Siapa yang mengizinkannya untuk bercerai!?" Fian meremmas kertas itu dengan geram dan mengeluarkan ponsel dari saku celana. Ia mencoba menghubungi Lana, tapi tak bisa. Ponselnya telah dimatikan!

Bersambung ....

1
Siti Zaid
Lynda ternyata sangat egois..semoga Fian segera menceraikan lynda dan hidup aman dgn Làna dan anak mereka...🤗
Siti Zaid
Author..lanjut semangat terus nulisnya..ceritanya makin lama makin seru nih👍👍👍
Baby_Miracles: makasih
total 1 replies
Rahma Inayah
kasian Linda skrg di kacangin oleh Fian dl saat Fian lumpuh km sibuk dgn dunia km sendri skrg km seolah olah merasa kesepian .knp GK ktman aja SM brondong km
Siti Zaid
Fian jgn jadi bodoh lagi mahu percaya saja pada lynda yg ternyata hanya berpura2..padahal perangai lynda sama mcm mak lampir🤭
Rahma Inayah
🤣Linda mau Berubah ber hijab mn mkn biasa pakai baju yg terbuka tiba2
mau pakai baju terruutp
Rahma Inayah
lnda semasa JD istri Fian ada kah km mengurus kebutuhan suami mu or nemani mkn GK kan yg ada km si bukd gh dr mu sendri dan dunia mu bahkan bersama selingkhmu
Siti Zaid
Lynda sedar diri dikit kamu..jgn harap Fian akan sama seperri dulu lg..bukan kamu satu2 nya wanita dalam hidup nya sekarang..ada Lana dan bayi yg bakal lahir...
erviana erastus
lana bego lu iya in aza trs pergi yg jauh yaela pergi pake acara utang uang Kantor ya ketauan dong ... siap2 fian tau kamu hamil 🤭🤣
Siti Zaid
Sudah saat nya Linda dibuang jauh2 dari Fian dan Lana...kalau boleh dibuang saja kelaut biar dimakan hiu..bisa2 nya suami terlantar kelumpuhan..linda malah kabur selingkuh😠
Rahma Inayah
pas.di bwknkerumh sakit kathauaj deh klu Lana hamil yg mn dgn Linda istri pertma blm hamil .pastinya Fian akan tmbh syg PD Lana
Rahma Inayah
pilin plan kamu Fian GK bisa peka dgn hati Lana .misi bals dendam mu gagal total hanya dgn rayuan maut Lindy yg maunya km di ajad beradu peluh sedang dia diluar sn SDH berbagi peluh dgn lelaki lain
Rarik Srihastuty
masih aja mau nidurin si Lynda yg bekas orang, plin plan sekali
Siti Zaid
Benci betul pada Fian..memang dasar lelaki tidak sedar dari..perempuan selingkuh yang dipilihnya..padahal perempuan itu sudah selingkuh dan tinggal dia saat dirinya tidak bisa berjalan😠...
Wiwi Sukaesih
Fian pling plan.baru tau kn gmn arasnayi dtnggalim.pemyesalan dtg terlalu Fian
Rahma Inayah
tokcer juga Fian SPT nya Lana hamil pasti Fian akan senang dan cnt nya PD Lana TDK lagi utk bals dendam tp cnt nya tulus
ros
ceritanya menarik 👍
erviana erastus
yes hamidun ... tp istri pertama nya apa kabar
Rarik Srihastuty
Kayaknya Fian dan Lana junior otw
Siti Zaid
Penasaran dengan kisah hidup Fian..
Rahma Inayah
mknkah Adrian tu ayah kandung Fian ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!