NovelToon NovelToon
Puncak Kultivasi Tertinggi

Puncak Kultivasi Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa Fantasi / Spiritual / Action / Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.

Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.

Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Kabupaten Tian Nan, terbagi menjadi empat sisi utama. Sisi Barat, Sisi Utara, Sisi Timur, dan Sisi Selatan.

Lembah Hitam berada di Sisi Selatan Kabupaten Tian Nan. Setelah Yan Jian bersama Xiao Yu menempuh jarak dua puluh kilometer, mereka tiba di suatu desa yang disebut-sebut sebagai Desa Sungai Panjang. Suatu desa yang berada di perbatasan antara sisi selatan dengan sisi timur.

"Kita beristirahat di desa ini saja, Adik!" ajakan Xiao Yu, menatap Yan Jian yang berada di sampingnya dalam jarak satu sampai dua meter.

Yan Jian pun memalingkan pandangannya, mengarah kepada Xiao Yu, dan menganggukkan kepalanya.

Xiao Yu pun kembali memerintahkan kudanya untuk berjalan tenang, hingga mereka pun tiba di depan gerbang desa; gerbang sederhana yang terbuat dari tiang-tiang kayu, dan di tengahnya terdapat tokoh penting yang merupakan sosok Pelindung Desa Sungai Panjang, yang mereka sebut sebagai Dewa Sungai.

Dewa Sungai adalah sosok pelindung desa sejak seratus tahun yang lalu. Konon katanya, awalanya dia adalah seorang Kultivator yang memiliki kemampuan tinggi. Namun, dengan titah sang Kaisar yang menugaskannya untuk menjadi Pengawas sekaligus Penguasa Sungai Panjang. Dewa Sungai Panjang termasuk Dewa Sungai yang sangat disegani, dan memiliki kekuatan tertinggi di antara para Dewa Sungai lainnya.

Saat itu, Yan Jian bersama Xiao Yu, tiba di depan Gerbang Desa. Di depan mereka, dua penjaga gerbang itu mengenakan pakaian sederhana; layaknya penduduk desa. Namun, kedua penjaga gerbang yang nampak biasa-biasa saja itu, keduanya menyimpan pedang di samping pinggulnya. Dan saat mereka melihat pemuda pemudi yang baru saja tiba, pandangan mereka begitu serius.

"Tunjukan identitas kalian!" salah satu penjaga berjalan ke depan sembari membusungkan dada, lalu dia berbicara seperti itu.

Xiao Yu pun tersenyum, lalu menumpukkan kedua tangannya di depan; sebagaimana seorang seniman bela diri menunjukan rasa hormatnya. Lalu, Xiao Yu pun mengeluarkan satu plat giok, di atas permukaan plat giok itu tertulis; Xiao.

Namun, hanya dengan melihat plat giok itu saja sudah membuat kedua penjaga gerbang itu mengetahui asal usul kedua pemuda pemudi yang berada didepannya.

"Ternyata keluarga Xiao dari Lembah Hitam. Silahkan!" kata seorang penjaga, membungkuk dan membukakan jalan untuk Xiao Yu dan juga Yan Jian.

Xiao Yu pun kembali tersenyum, menunjukan kecantikan wajahnya yang sangat begitu menawan.

"Terimakasih, kedua Senior. Kalau begitu, aku ijin memasuki Desa." ujar Xiao Yu dengan nada yang ramah dan senyuman yang menggantung di bibirnya.

Namun, di saat Xiao Yu hendak menarik tali yang terikat kepada kuda putihnya, para penjaga itu menahannya dan berkata; "Maaf, Nona Muda! Hanya Nona Muda dan rekan saja yang diijinkan untuk memasuki desa, tapi tidak untuk kedua kuda ini." katanya, dengan nada yang sopan.

Dengan begitu, Yan Jian bersama Xiao Yu pun menitipkan kuda mereka kepada kedua penjaga gerbang desa itu, dan kemudian, mereka pun membawanya ke tempat penitipan kuda yang telah disediakan khusus oleh Desa Sungai Panjang.

Di saat Yan Jian bersama Xiao Yu berjalan melewati pintu gerbang desa, mereka langsung di sajikan dengan pemandangan yang sangat spektakuler indahnya. Sungai panjang mengalir melintasi tengah-tengah desa, airnya jernih, bebatuan hitam licin terlihat di dasar sungai yang dangkal, tetapi juga menghilang di antara beberapa titik yang memiliki kedalaman beberapa meter.

Rumah-rumah warganya sederhana, beberapa bangunan terbuat dari tembok batu bata, ada juga yang terbuat dari lapisan tembok kayu dan atap jerami. Penampilan warga desa juga sangat sederhana.

Xiao Yu berdiri di samping Yan Jian, dan pandangannya menatap jembatan bambu yang menghubungkan tanah gerbang desa dengan Desa Sungai Panjang.

"Suasana tenang dan pemandangan indah ini begitu menyejukkan hati." seru Xiao Yu, kemudian menoleh kearah Yan Jian, kemudian mereka pun saling memandang hingga menganggukkan kepalanya, lalu berjalan bersama melewati jembatan bambu.

Di tepi sungai, anak-anak bermain air. Mereka nampak sangat begitu riang gembira. Salah satu anak laki-laki yang nampak berusia enam sampai tujuh tahunan, berulang kali menyiramkan air kepada teman-temannya.

"Terima ini!" anak itu berteriak dan mulai menyerang.

"Shu Fei, kau curang!" anak di tepi sungai nampak kesal, dia terlihat satu tahun lebih muda dari anak yang menyiramkan air.

Anak di tepi sungai itu melangkah mundur, sekitar lima sampai enam langkah menjauh dari tepi sungai. Namun, di saat dia telah siap, dia pun mengerahkan seluruh kekuatannya; berlari, lalu melompat ke tengah sungai.

Byur! Ha haa!

"Dasar bocah sialan! Kalian membuat air tidak tenang, menyingkir dari situ!" maki seorang pria dari kejauhan. Pria itu nampak sangat kuat, tubuhnya besar dan dipenuhi otot-otot kekar, tetapi wajahnya seperti monyet, jenggotnya panjang berwarna putih, serta rambutnya panjang berwarna putih yang basah kuyup.

Tanpa sadar, Yan Jian menjatuhkan air matanya, membuat segaris aliran air yang melintasi sebelah pipinya. Dia benar-benar bersedih, tetapi dia juga tersenyum ketika melihat anak-anak itu bermain. Dia tahu bahwa dia telah melewatkan masa-masa itu, dia tahu bahwa masa kecilnya dipenuhi dengan luka, dan dia tumbuh dewasa dengan dendam. Hal menyenangkan seperti itu, seolah-olah telah lama mati dengan kenangan masa lalu yang terkubur dalam lautan darah pertempuran.

Melihat adik laki-lakinya meneteskan air mata. Xiao Yu pun mengeluarkan sapu tangan berwarna merah, lalu memberikannya kepada Yan Jian.

"Hapus air matamu, seorang Pendekar Pedang harus memiliki keteguhan hati yang kuat." ucap Xiao Yu, sembari menyodorkan sapu tangannya.

Yan Jian pun melihat tangan Xiao Yu yang memegang sapu tangan, kemudian segera melihat wajah Xiao Yu, dan ia pun segera tersenyum.

"Terimakasih, Kak." ucapnya, segaris senyuman masih menggantung di bibirnya, lalu mengambil sapu tangan dari genggaman Xiao Yu.

Setelah itu, mereka pun berjalan di tengah jalan desa. Jalan selebar dua meter dengan permukaan jalan yang terbuat dari tanah coklat; banyak genangan air di jalan yang berlubang.

"Hm! Kedai itu ... bagaimana jika kita singgah sebentar?" Xiao Yu mengangkat tangannya sedang; menunjuk ke arah bangunan kayu, di atasnya tertulis kedai Dewa Sungai.

Yan Jian pun menganggukkan kepalanya, dan mereka pun segera berjalan ke arah kedai tersebut.

Namun, langkah Yan Jian terhenti sejenak, di saat ia merasakan aura niat membunuh yang sangat begitu kuat, hingga pandangannya tertuju ke dalam kedai, menatap tajam terhadap sosok misterius berjubah hitam yang tengah memandang ke arah Yan Jian dan juga Xiao Yu.

1
Suci Nurhanifah
Akhirnya sang MC menunjukan. kekuatannya 👍
APRILAH: /Determined//Hammer//Hammer/
total 1 replies
Zhao Xiang'er
Walah🤭 rupanya Yan Jian memiliki kekuatan tersembunyi 💪💪💪
APRILAH: /Grin//Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Nanang Supriyatna
update lagi Thor semangat Thor 💪💪🔥🔥🔥🌹🌹🌹🌹
APRILAH: Siyap kak
total 1 replies
Nanik S
Mcnya tengil juga... lebih bagus cerita ini jika Mcnya tdk gampang tergoda caewk
APRILAH: wkwkwk, kalo di cerita ini mah beda sama Xiao Chen, kalo Xiao Chen dia friendly, kalo Yan Jian dibikin tengil
total 1 replies
Suci Nurhanifah
Lanjut
APRILAH: siyappp
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerita dimulai dari derita 🐉🌀
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Nanang Supriyatna
update lagi Thor, jgn di potong begitu Tho ceritanya..🔥🔥🔥
APRILAH: siyapp kak Nanang 🙏
total 1 replies
desember
Mantap Jiwa ❤️❤️
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor
APRILAH: Hehehe, terimakasih bintang lima nya kak
total 1 replies
desember
Seru Thor 💪💪 satu vote meluncur 🙏🙏
APRILAH: semoga bisa terus menghibur ya kak
total 1 replies
desember
lanjut
desember
mantap juga nyalinya Yan Jian /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
APRILAH: /Grin//Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
desember
Ayo bangkit Yan Jian 💪💪💪
desember
Muncul lagi dua hama 👊
desember
kasih paham Lang
desember
Puihhhhh!!! busuknya itu pak tua Yan Hong 👊👊 pengen banget kupatahkan lidahnya /Panic//Panic//Panic/
APRILAH: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
desember
Bagus
APRILAH: terimakasih kak
total 1 replies
desember
Seorang bocah kecil harus menanggung pahitnya kenyataan. Kasian banget Yan Jian.
Nanik S
Lanjut
APRILAH: siyap kak nanik
total 1 replies
Nanik S
Yan Jian.... tolak saja Cewek keluarga Liu yang Arogan
APRILAH: mwehehehe
total 1 replies
Wang Yuxiu
lanjutkan ketua
APRILAH: siyapp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!