NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

"Cari tamu undangan!"

Sabi mencegat sepasang kekasih yang cukup dewasa, melihat penampilan mereka hedon, Sabi menduga keduanya akan ke pesta Daniel didepan sana.

Sang pria telah mereka buat pingsan tidak berdaya, sementara yang perempuan mereka ancam dengan belati. "Malam ini kau akan jadi pasangan ku ke pesta, ingat jangan berani mengadu pasangan anda bisa mendapat bahaya. Mengerti?" Perempuan itu mengangguk sambil sesegukan, matanya melirik tempat sang kekasih disembunyikan.

"Berhenti menangis atau aku cium"ancam Botak memajukan wajahnya, perempuan itu menggeleng menjauhkan wajah sambil berusaha keras menghentikan tangis nya.

"Takut dia"

"Bukan takut lagi, jijik kali. Bila aku yang ancam begitu, bisa di sosor" ucap Alex pongah, ia menata penampilannya semanarik mungkin untuk menunjang penyamaran sebagai tamu undangan.

"Alah, tua juga hilang itu wajah kebanggaan oleh kerutan"

"Yang penting pernah ganteng pada masanya, daripada muka dibawah standar, tua iya ganteng tidak pernah." Botak pun mendengus mendengar jawaban itu.

Alex memberi kumis dan brewok tipis untuk mengelabui mata, sebelum mengulurkan tangannya pada perempuan yang diancam. "Manis jangan takut, kami sebenarnya sedang menjalankan misi penyelamatan dan kami butuh bantuan peri manis seperti kau" rayu nya pada perempuan itu.

"Perawakan Sandi dan Irfan cocok mengganti penjaga didepan"

Mengikuti perintah ketua mereka tadi saat mereka dalam perjalanan, Alex menyemprot sebotol bius dihadapan penjaga. "Bukankah wangi? Bagaimana kalian mau beli parfum mahal ini?"

"Wangi apanya, kenapa anda malah jual parfum? lebih baik cepat masuk" ucap penjaga sambil terbatuk-batuk menghirup udara dari semprotan itu.

"Wangi nya memang khas sekali, anda bisa mencoba juga untuk pasangan anda. Bagaimana?" Alex masih menjelaskan panjang lebar pada dua penjaga yang perlahan lunglai sebelum terduduk dilantai.

"Astaga, kenapa malah tidur disini" teriak nya memberi kode pada Sandi dan Irfan untuk melancarkan aksi berikutnya.

Teras dan halaman depan tengah sepi, hanya ada dua tiga orang tamu yang ada diambang pintu dan jelas tidak peduli, sementara semua orang ramai didalam rumah mewah itu, dari tamu undangan, tuan rumah, hingga para penjaga yang memang telah dibagi tugas. "Ayok masuk manis" ucap Alex sembari menggandeng gadis dibelakangnya yang sedari tadi diperintahkan menutup hidung, keduanya masuk meninggalkan Sandi dan Bintang menyelesaikan sisanya.

"Hampir sekarat aku menahan napas " gumam Alex sembari membuang penyumpal hidung, lalu memakan permen.

"Penjaga baru perlu ke bagian belakang mencari bocah ingusan" titah Rain setengah jam yang lalu, memberi penjelasan dari rencana mereka. Karenanya setelah kedua penjaga aman ditangan Botak, Sandi dan Irfan yang sudah memakai seragam penjaga bergegas menuju lokasi Verrel berada.

Lewat penjelasan Rain, dari ruangan yang diduga menyembunyikan Verrel, seorang koko cina baru saja keluar. Keduanya serempak bersembunyi dibalik tembok, lalu Irfan berjalan terlebih dahulu sambil membungkuk memegang perut Kala punggung Daniel sudah tak terlihat lagi.

"Kenapa kamu?" Tanya penjaga didalam ruangan itu pada Irfan yang tiba-tiba datang merintih kesakitan.

"Perut ku sakit, aku tidak tahan lagi menjaga di depan menyambut tamu."

"Kemana teman kamu satunya lagi?" Tanya penjaga.

"Tidak tahu, aku cari-cari tidak ketemu" penjaga mendengus, dengan terpaksa mengganti menjaga depan karena disana lebih penting menurutnya.

"Lekas temui aku didepan kalau urusan kamu sudah selesai! Ada-ada saja" mendengar itu Irfan berlagak kocar-kacir mencari toilet, lalu penjaga menyarankan agar dia memakai toilet yang ada dalam ruangan.

Tentunya kribo dengan senang hati mengikuti, ia melirik ke arah Verrel sebentar yang tampak teler disofa sebelum masuk kedalam toilet.

Disisi yang lain, Sandi bergegas menyusul masuk ke dalam ruangan setelah melihat penjaga itu pergi. Bertepatan dengan masuknya Sandi, Irfan keluar dari toilet. Keduanya saling memberi kode untuk tugas selanjutnya.

Sementara di keramaian berpusat, Rain yang mengawasi kedua gadis berlawan karakter melakukan panggilan pada Haneul. Ia memberitahu apa yang dilihat sekaligus bertanya apa pendapat pemuda itu.

"Daniza bersama Daniel naik ke atas, bagaimana menurut kau?"tidak mendapatkan jawaban yang cepat Rain berubah geram,"Jangan lama Keparat"

"Ikuti Bang" jawaban diseberang membuat Rain menoleh pada Yasmin yang tengah duduk, sambil menggoyangkan gelas jus nya, nampak masih kesal setelah sempat berdebat dengannya.

"Kalau begitu... tolong suruh teman Abang cari Verrel. satu lagi, telanjangi Daniel" ucap Haneul diseberang sana mengingatkan tentang perbincangan mereka tempo lalu, tidak menyia yiakan kesempatan menuntaskan dendamnya.

Dari balik earpiece suara Alex masuk, tatapan ketua dan anak buah itu pun saling bertemu dengan jarak yang cukup jauh diantara keramaian. Dengan memeluk pinggul gadis bersama nya, Alex tersenyum miring kepada ketua nya. "Berisik sekali disini, kebagian apa nih? Naik, atau mengawasi gadis cantik majikan ketua?"

"Awasi bocah genit itu dari sana, biar aku yang naik mengurus kekasih bocah Keparat"

***

Yasmin menengok kesana kemari mencari pengawal yang seingat nya tengah menelepon didekat jendela, cukup jauh dari jangkauan nya namun masih terlihat dari posisi duduk nya. "Kemana dia?" Gumam nya kala tidak menemukan wujud pria itu, Lalu mencebik saat teringat bagaimana Rain sok mengatur dengan berlandasan tugas kerja.

"Dasar jongos ngga tahu diri...kamu juga sih Yas aneh banget segala pengen minta bantu." Gerutu nya pada diri sendiri sembari mengacak-acak rambut nya.

"Tapi sekarang Laura gimana?"Ia mendongak melirik ke arah Laura duduk, dan mendapati gadis itu beranjak dari sana dengan dirangkul oleh du lelaki.

Yasmin terduduk tegak, kegugupan mendadak menerpanya. Sebab rasa takut memikirkan kemungkinan yang akan terjadi kepada Laura selanjutnya, sedangkan ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia lantas berpaling melihat ke dalam gelas nya yang tersisa separuh, hati dan pikirannya berdebat.

Ada perasaan nekat untuk segera bergegas membawa langkahnya mengikuti Laura, yang dibawa rasa bersalah setahun yang lalu. Namun juga terselip keraguan saat memikirkan konsekuensi nya. Lalu bayangan rasa bersalah nya muncul ke permukaan, wajah gadis yang dibully tumpang tindih dengan wajah Laura.

Hingga hatinya memanas dan tanpa berpikir lagi menyusul kepergian Laura yang masih tertangkap pandangannya. Ia melewati kerumunan sambil berusaha tidak terlihat oleh Efa atau yang lainnya. Dan pilihan Yasmin membuat Alex yang ditugaskan mengawasi nya jadi kehilangan jejak, pria berwajah manis itu panik.

"Gawat, celaka, aku mengundang Petaka kalau begini caranya " kalang kabut pria itu mencari di sekitar keramaian, terlalu fokus menggoda gadis bersama nya berakhir terabaikan pekerjaan nya.

"Padahal cuma berpaling sebentar udah tidak tahu kemana tuh calon Taka? seperti penjelasan matika saja"

1
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
Anala.
pelit banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!