NovelToon NovelToon
Aku Diculik Mafia Tampan

Aku Diculik Mafia Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Sinopsis – Aku Diculik Mafia Tampan

Alya, gadis sederhana yang bekerja keras demi menghidupi ibunya, tak pernah menyangka hidupnya berubah hanya karena satu kecelakaan kecil. Saat menabrak mobil mewah di tengah hujan, ia justru diculik oleh pemilik mobil itu—Kael Lorenzo, pria tampan, kaya raya, dan pemimpin mafia paling ditakuti di kota.

Dibawa ke mansion megah bak penjara emas, Alya dipaksa tinggal bersama pria berbahaya yang dingin dan kejam itu. Kael seharusnya menyingkirkannya, tetapi ada sesuatu pada Alya yang membuatnya tak mampu melepaskan.

Semakin Alya melawan, semakin Kael terobsesi.

Ia melarang Alya pergi.
Ia menghancurkan siapa pun yang mendekat.
Ia rela menumpahkan darah demi menjaga gadis itu tetap di sisinya.

Namun saat rahasia masa lalu Kael mulai terbongkar dan musuh-musuh mafia mengincar Alya, keduanya terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya.

Bisakah Alya kabur dari pria yang menculiknya…
atau justru jatuh cinta pada mafia tampan yang menganggapnya milikny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percobaan Kabur Pertama

Bab 3 – Percobaan Kabur Pertama

Pagi hari di mansion Kael Lorenzo terasa sangat sunyi. Terlalu tenang.

Alya membuka matanya perlahan. Selama beberapa detik, ia sempat lupa di mana dirinya berada. Kasur yang empuk, aroma ruangan yang bersih, dan tirai putih tinggi yang menjulang.

Namun, ingatan kejadian semalam langsung menghantam pikirannya.

Kael. Penculikan. Mansion mewah ini sebenarnya hanyalah penjara emas.

Alya langsung bangkit dari tempat tidur.

“Ya Tuhan…”

Ia berlari menuju pintu dan mencoba memutar gagangnya.

Terkunci rapat.

“Dasar psikopat!” umpat Alya kesal.

Ia menendang pintu itu sekali lagi, lalu mulai berjalan mondar-mandir sambil berpikir keras. Ia tidak mungkin diam saja menunggu nasib entah akan dibawa ke mana.

Matanya tertuju pada balkon.

Senyum kecil muncul di wajahnya.

“Kalau pintu tidak bisa dibuka… berarti harus cari jalan lain.”

Alya menyeret sebuah kursi besar ke dekat pagar balkon. Ia melihat-lihat, dan ternyata di sebelah sana ada pohon besar yang cabangnya cukup dekat, hampir menyentuh teras.

“Aku bisa turun lewat situ.”

Ia melepas sandalnya, naik ke atas kursi, dan mulai memanjat pagar besi itu dengan susah payah. Angin pagi bertiup cukup kencang menerpa wajahnya.

“Sedikit lagi…”

Tangannya berhasil meraih dan memegang kuat cabang pohon itu.

Berhasil!

Wajah Alya langsung berseri-seri.

“Aku jenius!”

Perlahan-lahan ia memindahkan berat tubuhnya ke arah pohon, berpegangan sekuat tenaga sambil menahan rasa takut dan gemetar. Baru sadar ternyata mansion ini jauh lebih tinggi dari perkiraannya.

Jangan lihat bawah… jangan lihat bawah…

CRAAK!

Terdengar suara aneh dari cabang yang ia pegang.

“Astaga—”

CRAAK! BRUK!

Tubuh Alya terjatuh… tapi tidak membentur tanah keras.

Seseorang menangkapnya di udara dengan sangat mudah.

Alya membuka matanya lebar-lebar, kaget setengah mati.

Kael Lorenzo berdiri tegap, menggendong tubuhnya seolah Alya tidak ada beratnya sama sekali. Pria itu mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing atas terbuka, dan rambutnya sedikit berantakan. Penampilan santai ini justru membuatnya terlihat jauh lebih berbahaya di pagi hari.

Tatapan dinginnya menusuk tepat ke wajah Alya.

“Kau sedang apa?”

Alya masih syok. “Turunkan aku!”

Kael menurunkannya perlahan ke tanah, tapi tangannya masih mencengkeram pinggang gadis itu agar tidak jatuh.

“Kau mencoba kabur… dari lantai tiga?”

“Aku lebih memilih patah kaki daripada tinggal bersama kamu!” sentak Alya dengan keras.

Kael mengangkat sebelah alisnya. “Sayang sekali. Kau tidak patah.”

Alya mendorong dadanya sekuat tenaga. “Lepaskan!”

Kael melepaskan pegangannya, lalu menatap pohon yang cabangnya baru saja patah itu.

“Pohon itu justru lebih menderita daripada aku.”

“Kamu lucu ya?”

“Kadang.”

Alya mendelik kesal. “Kenapa kamu ada di sini pagi-pagi buta?”

“Aku sedang berjalan-jalan.”

“Bohong.”

Kael menatapnya dengan tenang. “Aku tahu kau pasti mencoba kabur begitu bangun tidur.”

Jantung Alya berdegup kencang, campur aduk antara marah dan takut.

“Jadi kau mengawasi aku?”

“Ya.”

“Kamu benar-benar sakit.”

“Dan kau tetap ada di rumahku.”

Alya rasanya ingin menjerit frustrasi. Beberapa bodyguard berdiri berjauhan, pura-pura tidak melihat tapi jelas-jelas mendengar. Rasa malu membakar pipinya.

Kael melangkah mendekat lagi.

“Mulai hari ini, akan ada dua penjaga tetap di depan kamarmu.”

“Aku bukan tahanan!”

“Kau mencoba kabur hanya lima menit setelah bangun tidur.”

“Itu hak asasi manusia!”

Kael menyeringai tipis, senyum yang terasa sangat mengerikan.

“Lucu. Kau pikir di tempat ini ada yang peduli soal hak asasi?”

Alya terdiam. Pria itu mengucapkan hal semengerikan itu dengan nada yang sangat santai dan datar.

Kael menunduk, menatap kaki Alya yang lecet dan berdebu.

“Kau terluka.”

“Bukan urusanmu!”

Alya hendak berjalan pergi, tapi tiba-tiba Kael mengangkat tubuhnya lagi ke dalam gendongan.

“Apa lagi sih?!” teriak Alya sambil meronta.

“Kau tidak bisa jalan dengan baik.”

“Aku bisa!”

“Kau berisik.”

“Aku gigit lho!”

“Silakan.”

Alya benar-benar menggigit bahu pria itu dengan kesal. Tapi Kael sama sekali tidak bereaksi, hanya menatapnya datar.

“Kau ini seperti kucing liar.”

“Dan kau iblis kaya raya!”

Ia dibawa masuk ke dalam mansion sambil terus meronta. Para pelayan hanya menunduk takut, tak ada satu pun yang berani menengok.

Kael membawanya ke ruang makan yang luas dan mewah. Ia mendudukkan Alya di kursi, lalu berlutut di hadapannya.

Alya membelalakkan mata. “Kamu mau apa?”

Tanpa menjawab, Kael memegang pergelangan kaki Alya. Tubuh gadis itu langsung menegang kaku.

“Diam.”

Dengan gerakan tenang dan terampil, Kael membersihkan luka lecet di kaki Alya lalu mengoleskan obat antiseptik.

“Aduh! Perih!”

“Bagus.”

“Kok bagus?!”

“Biar kau ingat, mencoba kabur itu menyakitkan.”

Alya menatap pria di depannya dengan terpaku.

Pemimpin mafia yang ditakuti seluruh kota… sedang mengobati lukanya sendiri dengan tangan telanjang.

Pria ini benar-benar makhluk aneh.

Setelah selesai membalut kaki Alya, Kael berdiri tegak.

“Makan.”

“Aku tidak lapar.”

PRUTTT…

Suara perut Alya berbunyi nyaring lagi, mengkhianati omongannya sendiri.

Kael menatapnya datar. “Tubuhmu pembohong.”

Alya langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan, malu setengah mati.

Kael duduk di seberang meja, menyeruput kopi hitamnya.

“Aku mau pulang,” ucap Alya pelan, suaranya terdengar lemah.

Kael meletakkan cangkirnya perlahan.

“Belum.”

“Sampai kapan?”

“Sampai aku yakin kau benar-benar aman.”

Alya mengerutkan kening bingung. “Aman dari apa?”

Kael terdiam sejenak. Sorot matanya berubah menjadi tajam dan gelap.

“Semalam, orang yang mengejarku melihat wajahmu.”

Alya menelan ludah dengan susah payah. “Maksudnya… musuhmu?”

“Ya.”

“Jadi aku diculik hanya karena kamu punya musuh?!”

“Sebagian.”

“Sebagian lagi apa?!”

Kael menatapnya lurus, menembus jiwa.

“Karena… aku menginginkannya.”

Napas Alya tercekat di tenggorokan.

Belum sempat ia memproses arti kalimat itu, suara ledakan dan tembakan terdengar keras dari luar.

DOR!

DOR! DOR!

Seluruh mansion menjadi gempar. Teriakan para pelayan dan langkah kaki para pengawal terdengar berlarian ke sana kemari.

Alya berdiri kaget. “Apa itu?!”

Kael bangkit dari duduknya dengan wajah yang berubah total—dingin, mematikan, dan tanpa emosi.

“Musuhku datang… lebih cepat dari dugaanku.”

Ia menatap Alya tajam.

“Naik ke kamarmu. Sekarang.”

“Aku—”

Belum selesai bicara, kaca jendela besar tiba-tiba pecah berantakan terkena peluru.

BRAAK!

Alya menjerit ketakutan.

Kael secepat kilat menarik Alya ke belakang tubuhnya untuk melindungi, lalu memeluk kepala gadis itu erat-erat.

Dan untuk pertama kalinya…

Alya sadar, hidup bersama mafia berarti kematian bisa datang mengetuk pintu kapan saja.

1
Erna sujana Erna sujana
lanjut Thor,suka dgn CRT nya
wiwi: tunggu update bsok yah kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!