NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan kotor

“Terima kasih, Honey.”

Citra tersenyum manja.

“Iya, Om,” balasnya dengan nada lembut.

Tubuh Citra tampak lemas di atas ranjang setelah sesi panas mereka.

Permainan pria yang biasa ia panggil Om itu benar-benar membuat Citra melayang.

Pria itu tersenyum puas.

“Lebih enak mana, Om atau suami kamu itu?”

“Tentu Om dong,” jawab Citra tanpa keraguan.

Pria itu tersenyum semakin puas, lalu mengecup singkat bibir Citra.

“Om ke kantor dulu, nanti orang-orang curiga.”

Citra hanya membalas dengan anggukan pelan.

Ia benar-benar kelelahan.

Pria itu keluar dari apartemen dengan senyum puas.

Ia kembali memulai aktivitasnya.

Tubuhnya terasa jauh lebih segar setelah melampiaskan hasrat bersama Citra.

°°••°°

“Mama mau ke mana?”

Bayu menatap heran istrinya yang sedang berkemas.

“Mama akan ke Velmora, Pa,” jawab Iren tanpa menoleh.

Ia masih sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.

Bayu mengerutkan keningnya.

“Untuk apa, Mah?” tanyanya sambil mendekat ke arah ranjang.

“Mama akan memberi peringatan pada wanita kampung itu, Pa,” jawab Iren dengan nada kesal.

Bayu terdiam sejenak, mencerna ucapan istrinya.

“Diana ada di Velmora?”

Iren mengangguk.

“Iya, Pa. Papa tahu? Di sana dia bekerja di sebuah toko terkenal dan mengeluarkan kue yang hasilnya banyak disukai orang.”

Tatapan Iren berubah tajam.

“Mama tidak menginginkan itu.”

“Mama akan membuat dia hancur,” jawab Iren dengan penuh amarah.

Bayu terdiam sesaat melihat emosi istrinya yang sudah memuncak.

“Terus apa rencana Mama?” tanyanya dingin.

Iren menatap suaminya dengan rahang mengeras. “Mama akan membuat dia kehilangan pekerjaannya.”

Bayu menyipitkan mata. “Lalu?”

“Kalau perlu...” Iren menjeda, sorot matanya berubah dingin. “Mama akan memastikan dia diusir dari kota itu.”

Bayu langsung menatap tajam istrinya.

“Jangan bertindak gegabah.”

Iren mengerutkan kening. “Maksud Papa?”

Bayu melangkah mendekat dengan wajah serius.

“Kalau Samuel sampai tahu Diana berada di Velmora, semua yang sudah kita bangun bisa berantakan.”

Tatapannya berubah tajam.

“Papa tidak ingin putra kita kembali terobsesi mencari wanita itu.”

Iren terdiam sesaat, tetapi amarah di wajahnya belum memudar.

“Lalu Papa mau aku diam saja melihat wanita itu sukses di atas kehancuran tokoku?”

Bayu mengembuskan napas pelan.

“Papa tidak bilang Mama harus diam.”

Ia menatap istrinya lurus-lurus.

“Lakukan apa pun yang Mama mau... asal bersih.”

Sudut bibir Iren perlahan terangkat.

“Artinya Papa mengizinkan?”

Bayu mengangguk pelan.

“Tapi jangan tinggalkan jejak.”

Tatapannya berubah dingin.

“Dan pastikan Samuel tidak mengetahui apa pun.”

Iren mengangguk setuju.

Bayu menatap istrinya cukup lama.

Lalu perlahan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

“Sepertinya Mama sudah memikirkan semuanya.”

Iren mengangkat dagunya penuh percaya diri. “Tentu saja.”

Bayu merapikan rambut istrinya yang sedikit berantakan.

“Papa akan tetap memantau Samuel dari sini.” Tatapannya berubah dingin. “Dan Mama... selesaikan urusan wanita itu.”

Senyum puas langsung terukir di bibir Iren.

“Tenang saja, Pa.”

Ia menutup koper miliknya dengan keras.

“Setelah ini, wanita kampungan itu tidak akan punya tempat untuk berdiri lagi.”

Bayu menatap istrinya tanpa ekspresi.

“Jangan tinggalkan jejak.”

Iren tersenyum miring.

“Mama tahu caranya.”

Tatapan keduanya sama-sama dingin.

Tanpa mereka sadari, Diana tidak pernah sekali pun berniat merusak kebahagiaan keluarga mereka. Justru putra merekalah yang membuat Diana pergi meninggalkan kota kelahirannya.

Beberapa jam telah berlalu.

Iren akhirnya menginjakkan kakinya di Kota Velmora.

Ia melepas kacamata hitamnya, lalu tersenyum dingin.

“Jadi ini tempat wanita itu bersembunyi.”

Iren melangkah keluar dari bandara dengan anggun.

Tas branded menggantung di lengannya, sementara tatapannya menyapu sekitar dengan sorot meremehkan.

Baginya, Kota Velmora tidak memiliki hal yang istimewa.

Tak lama, seorang pria berpakaian formal menghampirinya.

“Nyonya Iren?”

Iren mengangguk.

Ia sudah tahu pria ini.

Salah satu pengawal suaminya yang akan menemaninya selama berada di Kota Velmora.

Pria bernama Syam itu mengajak Iren masuk ke dalam mobil.

“Nyonya, kita ke hotel?” tanya Syam sambil fokus mengemudi.

Iren langsung menggeleng.

“Tidak. Saya ingin kita ke Castella Cake.”

“Baik, Nyonya.”

Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.

Beberapa saat kemudian, mobil berhenti tak jauh dari Castella Cake.

Iren sengaja mengambil jarak yang agak jauh.

Ia tidak ingin keberadaannya diketahui.

Iren menatap toko tersebut.

Ramai, pikirnya.

Area parkir penuh, beberapa driver online tampak mengantre.

Dari luar, ia bisa melihat suasana toko yang begitu padat pengunjung.

Pemandangan itu semakin memperkuat kekesalannya.

“Syam.”

“Iya, Nyonya?”

Iren memberikan sebuah serbuk putih kepada Syam.

“Ambil ini.”

Syam menerima benda itu lalu menatapnya bingung.

“Ini untuk apa, Nyonya?”

Iren langsung mendekat lalu membisikkan sesuatu pada Syam.

Mata Syam langsung melebar.

“Nyonya...?”

“Kerjakan! Kalau tidak, saya akan melaporkanmu pada suami saya,” ancam Iren.

Syam menelan ludah dengan kasar.

“Tapi, Nyonya... saya tidak berani.”

Iren mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.

“Saya tahu kamu pasti butuh uang untuk biaya rumah sakit anakmu.”

Deg!

Tangan Syam langsung bergetar saat melihat lembaran uang yang jumlahnya tidak sedikit itu.

“Nyonya...” suaranya melemah. “Anak saya memang sedang dirawat, tapi saya tidak bisa melakukan hal berbahaya seperti ini.”

Tatapan Iren berubah tajam.

“Berbahaya?” ulangnya sinis. “Saya hanya ingin memberi pelajaran kecil pada toko itu.”

Syam menggeleng panik.

“Kalau sampai terjadi sesuatu, saya bisa masuk penjara, Nyonya.”

Iren mendekat, tatapannya menusuk.

“Kalau kamu menolak...” ia menjeda sengaja. “Saya akan pastikan suami saya tahu kalau kamu tidak becus menjalankan perintah.”

Wajah Syam langsung pucat.

“Tapi—”

Iren menyelipkan uang itu ke tangan Syam secara paksa.

“Anakmu butuh biaya rumah sakit, bukan?” bisiknya dingin. “Pikirkan keluargamu.”

Syam mengepalkan uang itu dengan tangan gemetar.

Di satu sisi, ia takut kehilangan pekerjaannya.

Di sisi lain, ia juga takut menghancurkan hidup orang lain.

Syam akhirnya mengangguk patuh.

Hal itu membuat Iren tersenyum puas.

Syam turun dari mobil dengan mengenakan topi dan masker agar tidak dikenali.

Ia lalu memasuki toko kue tersebut.

Di depan etalase, ia menatap kue yang sedang viral.

Tatapannya menyapu sekitar.

Para pengunjung tampak sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.

Baginya, ini adalah kesempatan untuk menjalankan rencana.

Syam perlahan mengeluarkan bubuk putih pemberian Iren dari sakunya.

Tangannya sedikit bergetar saat hendak menjalankan aksinya.

“Apa yang sedang kamu lakukan?”

Deg!

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!