NovelToon NovelToon
Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dulu aku berjanji di depan Tuhan untuk menjaganya, namun dunia seolah memaksaku untuk ingkar."
Tian hanyalah seorang pria sederhana yang dianggap 'tidak berguna' oleh keluarga besar istrinya, Mega. Pernikahan mereka yang didasari cinta suci harus berhadapan dengan tembok tinggi bernama kemiskinan dan penghinaan. Saat Mega divonis mengidap penyakit langka yang membutuhkan biaya miliaran, Tian tidak menyerah.
Ia menjadi kuli di siang hari, petarung jalanan di malam hari, hingga terseret ke dalam pusaran dunia gelap demi satu tujuan: Melihat Mega tersenyum kembali. Namun, saat harta mulai tergenggam, ujian sesungguhnya datang. Apakah kesetiaan Tian akan tetap utuh saat godaan wanita lain dan rahasia masa lalu Mega mulai terkuak?
Ini bukan sekadar cerita tentang cinta, tapi tentang pembuktian bahwa bagi seorang suami, istri adalah surga yang layak diperjuangkan meski harus melewati neraka dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Amarah di Puncak Langit

Pintu lift servis berdenting terbuka di lantai 55. Udara di penthouse ini terasa tipis, bukan karena ketinggiannya, melainkan karena ketegangan yang nyaris meledak. Tian melangkah keluar dengan langkah berat yang bergema di lantai marmer hitam. Bajunya compang-camping, sebagian besar berwarna merah karena darahnya sendiri dan cipratan air sungai yang kotor. Di belakangnya, Jenderal Yudha dan Paman Hasan bersiap dengan senjata di tangan, menjaga akses masuk.

"Kalian jaga di sini. Robert adalah milikku," ucap Tian datar. Suaranya tidak lagi memiliki nada manusia; itu adalah suara badai yang terperangkap dalam tenggorokan.

Di ujung ruangan luas berdinding kaca yang memperlihatkan kerlap-kerlip Jakarta 2026, seorang pria bertubuh tambun dengan setelan jas sutra duduk gemetar di balik meja mahoni. Robert, sang bendahara Aristha, sedang mencoba memindahkan aset digitalnya saat ia melihat bayangan Tian mendekat.

"Jangan mendekat! Aku punya pengawal!" teriak Robert, tangannya gemetar meraih interkom.

Namun, ia hanya mendengar suara desis statis. Tian telah menghancurkan pusat komunikasi di lantai bawah. Dua tentara bayaran Aristha menerjang dari balik pilar, namun Tian bergerak seperti bayangan yang haus darah. Tanpa menggunakan senjata api, ia menghindari terjangan peluru, menangkap lengan salah satu pengawal, dan mematahkannya dengan satu sentakan yang mengerikan. Krak!

Tian tidak berhenti. Ia menghantamkan dahi pengawal kedua ke tepian meja hingga pria itu tumbang tak sadarkan diri. Semuanya dilakukan dalam waktu kurang dari sepuluh detik.

Robert jatuh terduduk dari kursinya. "Tolong... aku hanya menjalankan perintah! Aristha yang mengatur semuanya!"

Tian mencengkeram kerah baju Robert, mengangkat pria itu hingga kakinya menggantung di udara. Ia menyeretnya menuju jendela kaca besar yang menghadap langsung ke jurang maut di bawah sana.

"Lihat ke bawah, Robert," bisik Tian, menempelkan wajah Robert ke kaca dingin. "Ibu saya sedang sekarat karena racun Aristha. Istri saya bernapas dengan bantuan mesin karena keserakahan kalian. Menurutmu, berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuhmu untuk sampai ke aspal jika aku memecahkan kaca ini?"

"Jangan! Aku akan beri tahu semuanya! Kodenya... aku punya akses ke server utama!" ratap Robert dengan tangisan yang menjijikkan.

Tian tidak melepaskan cengkeramannya. Amarahnya sudah mencapai titik di mana ia tidak lagi merasakan takut atau belas kasihan. Di telinganya, masih terngiang erangan sakit ibunya di dalam lift tadi.

"Buka laptopmu. Masuk ke server The Circle. Sekarang!" perintah Tian.

Robert dengan jari gemetar mengetikkan serangkaian kata sandi. Di layar monitor raksasa di ruangan itu, muncullah aliran dana triliunan rupiah, jalur penyelundupan, dan yang paling penting: protokol kendali untuk chip biologis dan bom tekanan.

"Cepat cari protokol penawar untuk Ibu saya!" raung Tian.

"Sedang saya coba... tapi Aristha telah mengunci akses luar. Aku butuh kunci fisik yang ada di jam tangan Aristha untuk mematikan racun itu sepenuhnya," Robert bicara dengan terbata-bata. "Tapi... aku bisa memberikanmu sesuatu yang lain. Aku bisa membekukan seluruh aset pribadinya di Swiss. Dia akan buta secara finansial dalam lima menit!"

"Lakukan!" teriak Tian.

Saat Robert bekerja, Jenderal Yudha masuk dengan wajah tegang. "Tian! Helikopter tempur Aristha sedang menuju ke sini! Mereka tidak akan membiarkan kita mengambil data ini hidup-hidup. Mereka akan meratakan gedung ini!"

Tian menatap ke arah langit malam. Di kejauhan, dua titik cahaya merah bergerak cepat ke arah mereka. Aristha lebih memilih menghancurkan bendaharanya sendiri daripada membiarkan rahasianya terbongkar.

Tian menoleh ke arah Mega yang dibawa masuk oleh Paman Hasan menggunakan kursi roda medis. Mega menatap suaminya dengan mata yang penuh ketakutan namun juga kekaguman. Ia melihat pria yang dulu begitu lembut, kini berdiri seperti malaikat maut di puncak dunia demi dirinya.

"Mas... sudah cukup... ayo pergi," bisik Mega lemah.

"Belum, Sayang. Sedikit lagi," Tian mendekat, mengusap pipi Mega dengan tangannya yang kasar namun mendadak melembut. "Ibu akan selamat. Aku janji."

Tiba-tiba, Robert berteriak, "Selesai! Asetnya beku! Aristha sekarang tidak punya uang untuk membayar tentara bayarannya! Tapi... dia mengaktifkan protokol 'Bumi Hangus'. Seluruh chip di tubuh subjek akan meledak dalam 30 menit jika dia tidak memasukkan kode konfirmasi!"

Tian merasakan dunianya berhenti berputar. 30 menit. Waktu yang tersisa untuk menjangkau Pulau Bidadari Tua dan mengambil kunci fisik dari tangan Aristha.

"Pak Jenderal, apa ada cara tercepat ke pulau itu?" tanya Tian.

Yudha menunjuk ke arah helikopter yang mendekat. "Hanya jika kita bisa membajak salah satu dari mereka."

Tian mengambil senjata dari lantai, menatap lurus ke arah helikopter maut yang kini sudah membidikkan moncong senjatanya ke jendela penthouse. Tidak ada lagi rasa takut. Hanya ada perhitungan dingin di kepala seorang suami yang berjuang demi surganya.

Kaca penthouse pecah berantakan saat rentetan tembakan pertama dari helikopter menghujam ruangan. Robert tewas seketika tertembak peluru nyasar. Tian melindungi Mega dengan tubuhnya, sementara reruntuhan langit-langit mulai berjatuhan. Di tengah kepulan asap, sebuah tali peluncur jatuh dari helikopter yang melayang tepat di depan jendela yang hancur. Pasukan elite Aristha mulai turun. Tian berdiri di tengah puing, memegang dua belati hitam. "Paman, jaga Mega dan Ibu! Biarkan aku yang memberi mereka tumpangan ke neraka!" Tian melompat keluar dari jendela yang pecah, menangkap tali peluncur helikopter di ketinggian 200 meter.

1
grandi
pasti ada harapan
grandi
Tian selalu kuat ya💪
grandi
sesaknya minta ampun dah/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Di novel 2027 udah dateng ya thor🤣 Happy new year Thor/Facepalm/
christian Defit Karamoy: sebenarnya tahunnya emang saya buat begitu agar lebih menyenangkan 😄
trimakasih selalu suport ya 🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Biar makin semangatt ni Aku bagi /Rose/
christian Defit Karamoy: trimakasih kakakku🙏😍
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semoga tian ga kenapa-napa
christian Defit Karamoy: ikuti terus ya qila🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Banyak banget rintangan nya Tian, semoga tetap kuat ya💪
christian Defit Karamoy: iya kak😭
total 1 replies
studibivalvia
penulisan rapi jadi enak banget bacanya 😎 yuk terus lanjutkan kak semangat
christian Defit Karamoy: siap kak trimakasih🙏
total 1 replies
Arceusssxara
💪
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Gas terus thor. Sampai tujuan
christian Defit Karamoy: siap trimakasih kak🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ceritanya bagus, semangat terus up nya thor
christian Defit Karamoy
iya bang/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Si manusia satu itu, sangat kejam sekali huh😤
Kenjiro Dominic
span thor
christian Defit Karamoy: siap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ibumu bohong mega jangan dipercai, kesel banget aku sama nenek tua ini rasanya pengen ku pukul pakai kayu mulutnya 1000×
christian Defit Karamoy: /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
christian Defit Karamoy
amin🙏
Kasychan`●⑅⃝😽
lanjut thor
christian Defit Karamoy: siyap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
yang sabar ya Tian ini ujian
christian Defit Karamoy: /Sob/
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semangat terus Tian, ayo jangan nyerah dulu💪☺
christian Defit Karamoy: siap qila🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
beginilah orang klau sudah cinta dengan seseorang, ia akan melakukan apapun bahkan nyawapun dia pertaruhkan demi orang yang dia cintai, beruntung banget ya mega, btw semangat terus thor up nya, semoga karyanya bisa ramai ya☺
christian Defit Karamoy: amin amin qila🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!