NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Bertemu Lagi

"Karena aku lihat, kamulah yang paling sabar menghadapi Fian dibanding karyawan yang lainnya."

Lana meremmas ujung bajunya karena menahan emosi.

Lana menunduk dan berpikir. "Apa aku boleh menolaknya? Tapi sepertinya sulit dan aku sangat butuh pekerjaan ini. Kalau saja Atala tidak kabur dari rumah Tante, aku tidak akan pusing begini. Aku bisa cari pekerjaan lagi, dan ...."

"Bagaimana? Aku hanya ingin Fian ada yang mengurus. Syukur-syukur kalau ternyata kalian saling suka dan perkawinan ini berumur panjang."

Lana mengangkat kepalanya. "Berarti aku akan jadi duri dalam pernikahan mereka. Aku tidak ingin merebut suami orang. Begitu pun aku, tak ingin berbagi suami. Ini pilihan sulit. Lalu, aku harus bagaimana?" Tiba-tiba ia tersadarkan akan sesuatu. "Pak, apa Pak Fian setuju?" Pasti nggak, kan?

"Kalau kamu setuju, ayo kita sama-sama ke rumah Fian," ucap Hawari dengan senyum lebar.

"Eh?" Lana kebingungan. Ia belum bilang iya, tapi sudah diajak pergi. Mau tak mau ia terpaksa mengikuti presdir dan istrinya hingga ke mobil. Ia duduk di depan dengan perasaan resah sambil terus meremmas tangannya dengan gelisah. Fian pasti menolaknya, 'kan?

Mobil akhirnya sampai pada sebuah rumah mewah berlantai dua dengan interior minimalis. Sambil mengagumi rumah besar itu, ia masuk mengikuti pasangan suami istri itu. Seorang pembantu membawa mereka ke ruang tengah dan mereka duduk di sana.

"Oh, Ayah ... Ibu ...." Seorang wanita cantik mengenakan celana jeans ketat dengan kemeja putih tanpa lengan keluar dari kamar di lantai dua. Kakinya yang jenjang melangkah dengan lincah menuruni tangga.

Bukan pertama kalinya Lana melihat istri Fian yang tinggi dan cantik itu, tapi tetap saja ia kagum pada tubuh ramping wanita itu yang sangat terkenal sebagai model papan atas di Indonesia. Wanita indo ini memang sedang menapaki kariernya sebagai model internasional, jadi tidak aneh bila wanita itu mulai sibuk dengan wawancara TV dan kegiatan modelling lainnya.

"Kamu sekarang pindah ke atas?" tanya Sarah, istri Hawari dengan dahi berkerut.

"Oh, aku punya banyak barang, jadi harus punya kamar satu lagi. Lagipula, ini agar Mas Fian bisa istirahat."

Dari sebuah kamar di lantai satu, muncul Fian yang duduk di kursi roda didorong oleh seorang pria yang berpakaian perawat. Lana kaget melihat Fian tampak kurus dengan wajah muram. Walaupun begitu, pria itu berusaha menyambut kedua orang tuanya walau dengan wajah datar.

"Fian." Sarah tampak khawatir.

Di lain pihak, Lynda istri Fian, dengan santainya memilih tempat duduk. "Ibu, ada apa ke sini? Aku sebentar lagi mau pergi, Bu. Kalau ada yang mau dibicarakan, cepat saja karena aku tidak mau terlambat ke studio."

"Ibu tidak ada pembicaraan penting, 'kan? Biarkan saja Lynda pergi, Bu. Dia belakangan lagi banyak kerjaan." Fian membela istrinya.

Sarah bingung harus bilang apa pada Fian. Ia kemudian melirik suaminya agar bisa membicarakan hal ini selagi ada istri Fian di sana. "Yah!"

Fian juga sempat bingung dengan kehadiran Lana di sana. Bukankah Lana pegawai mereka? Kenapa wanita itu ikut dibawa ke rumah ini?

"Fian," sahut Ayah. "Karena istrimu jarang ada di rumah, maka ayah bawa Lana untuk membantumu di rumah."

"Apa?" Fian terkejut dan hampir tertawa. "Ayah ini bagaimana? Aku 'kan sudah bilang itu tak mungkin. Aku bukan muhrimnya."

"Tapi kamu butuh perempuan untuk membantumu juga, kan? Bukankah kemarin-kemarin kamu juga mengeluh tidak nyaman hanya punya perawat laki-laki?"

"Ya, tapi ...."

"Kalau tidak nyaman, menikah saja dengan Lana."

"Apa?" Bola mata Fian melebar. Ia melirik Lana yang tampak berusaha melihat ke arah lain karena takut. Ide ini hampir membuatnya gila. "Ayah ...."

Terdengar tawa Lynda. Semua orang menatap ke arahnya. "Oh, maaf. Teruskan saja, Honey." Ia mulai menutup mulutnya.

"Aku sudah menikah, Ayah. Tak mungkin aku mengkhianati Lynda!"

Entah kenapa hati Lana terluka. Hari ini sudah dua pria yang menolaknya demi pasangan mereka. Apalagi kalau bukan wajahnya yang jelek dan jerawatan ini penyebabnya. Memang tidak ada seorang pria pun yang menginginkan wanita seperti dirinya. Miskin, boddoh, jelek dan yatim piatu.

"Ah, ini hanya nikah kontrak saja selama satu tahun sampai kamu benar-benar pulih kembali. Ayah pun akan membayar Lana untuk mengurusmu. Murni mengurusmu, itu saja. Setelah kau sehat, kalian 'kan bisa bercerai," bujuk Hawari.

"Ayah! Pernikahan itu bukan tempat main-main, Ayah!" sahut Fian kesal.

"Ayah, tahu. Karena itu ayah akan bayar Lana satu milyar sebagai kompensasi sekaligus bayarannya karena mengurusmu. Bagaimana?" Hawari mengucapkannya dengan suara rendah karena tahu, Fian sangat keras kepala. Sangat sulit untuk membujuknya saat ia sudah memutuskan sesuatu.

Fian menatap sang ayah. Ia menentangnya tapi ia juga menghormati kedua orang tuanya. "Ayah lebih baik pulang saja. Tak ada gunanya Ayah bujuk aku. Aku tidak akan menerimanya."

Hawari melirik istrinya yang tampak kecewa. Ia kembali menatap Fian, pria tampan berkulit putih, yang wajah putihnya kini malah membuat Fian tampak pucat.

Tiga bulan ini, Fian tidak pernah keluar rumah hingga warna kulitnya jadi seperti itu.

"Ya, sudah. Ayah, pulang dulu, tapi tolong pikirkan perkataan ayah."

Fian hanya diam karena ia masih kesal. Hanya Lynda yang mengantar kedua orang tua Fian sampai ke mobil. Saat Lynda kembali, Fian menatapnya dengan kecewa.

"Kenapa kamu tidak marah?"

"Marah? Marah kenapa? Toh, kamu sudah menolaknya. Ah, sudahlah. Aku bisa telat kalau tak buru-buru," ucap wanita berambut panjang sampai sikut itu. Ia mengibas rambutnya dengan tengadah dan menggoyang-goyangkan kepala. Rambutnya bergerak bergelombang dan tampak indah terurai. "Bagus 'kan rambutku. Aku dapat iklan shampo lagi seperti tahun lalu, jadi aku harus berangkat sekarang." Lynda bergerak ke tangga tapi kemudian berhenti dan memutar kepalanya ke belakang. "Oya, jangan tunggu aku karena aku pulang malam. Aku mau ketemu manajerku, mau diskusi soal kontrak."

Fian hanya melihat saja istrinya menaiki tangga. Ada rasa gagal sebagai suami karena tak bisa menemani istrinya, juga tak bisa mencari nafkah. Namun, yang lebih menyedihkan lagi, dirinya kesepian karena Lynda tak bisa menemaninya sekalipun saat ia tengah sakit begini, walaupun berulang kali ia katakan pada diri sendiri, ia tidak boleh menghalangi karir sang istri yang sedang cemerlang saat ini.

Di mobil, Lana menengadah menatap ke arah cermin kecil di atasnya. Ia bisa melihat sang presdir bersama istrinya duduk di belakang. "Pak."

"Iya?" Hawari menyahut.

"Eh, Saya boleh pulang sebentar gak, Pak? Saya ada urusan."

"Oh." Hawari yang sempat melamun, kini fokus. "Eh, tentang Fian. Dia belum memutuskan. Kita lihat lagi beberapa hari ini." Pria itu tampak kecewa. Namun, kemudian ingat pertanyaan Lana. "Oya. Biar kamu diantar saja ke rumahmu. Kamu tinggal di mana? Hari ini kamu libur juga tidak apa-apa."

Suasana terlihat kaku. Lana saja sampai bisa merasakan kekhawatiran Hawari pada anaknya. "Eh, iya, Pak. Terima kasih."

***

Seorang pria bule berambut pirang berjalan sendirian ke arah mobilnya. Tiba-tiba ia didatangi seorang pria bule paruh baya bertubuh sedikit gemuk dengan beberapa pria di belakangnya.

"Hei, berhenti!" Pria bertubuh gemuk itu bicara dalam bahasa Itali.

Pria berambut pirang itu kaget. "Tuan Fiore?"

Pria paruh baya itu mengeluarkan pistol dari balik jasnya. "Beraninya kamu menipuku, hah!? Kau memalsukan DNA orang itu, 'kan?"

Bersambung ....

1
Siti Zaid
Lynda ternyata sangat egois..semoga Fian segera menceraikan lynda dan hidup aman dgn Làna dan anak mereka...🤗
Siti Zaid
Author..lanjut semangat terus nulisnya..ceritanya makin lama makin seru nih👍👍👍
Baby_Miracles: makasih
total 1 replies
Rahma Inayah
kasian Linda skrg di kacangin oleh Fian dl saat Fian lumpuh km sibuk dgn dunia km sendri skrg km seolah olah merasa kesepian .knp GK ktman aja SM brondong km
Siti Zaid
Fian jgn jadi bodoh lagi mahu percaya saja pada lynda yg ternyata hanya berpura2..padahal perangai lynda sama mcm mak lampir🤭
Rahma Inayah
🤣Linda mau Berubah ber hijab mn mkn biasa pakai baju yg terbuka tiba2
mau pakai baju terruutp
Rahma Inayah
lnda semasa JD istri Fian ada kah km mengurus kebutuhan suami mu or nemani mkn GK kan yg ada km si bukd gh dr mu sendri dan dunia mu bahkan bersama selingkhmu
Siti Zaid
Lynda sedar diri dikit kamu..jgn harap Fian akan sama seperri dulu lg..bukan kamu satu2 nya wanita dalam hidup nya sekarang..ada Lana dan bayi yg bakal lahir...
erviana erastus
lana bego lu iya in aza trs pergi yg jauh yaela pergi pake acara utang uang Kantor ya ketauan dong ... siap2 fian tau kamu hamil 🤭🤣
Siti Zaid
Sudah saat nya Linda dibuang jauh2 dari Fian dan Lana...kalau boleh dibuang saja kelaut biar dimakan hiu..bisa2 nya suami terlantar kelumpuhan..linda malah kabur selingkuh😠
Rahma Inayah
pas.di bwknkerumh sakit kathauaj deh klu Lana hamil yg mn dgn Linda istri pertma blm hamil .pastinya Fian akan tmbh syg PD Lana
Rahma Inayah
pilin plan kamu Fian GK bisa peka dgn hati Lana .misi bals dendam mu gagal total hanya dgn rayuan maut Lindy yg maunya km di ajad beradu peluh sedang dia diluar sn SDH berbagi peluh dgn lelaki lain
Rarik Srihastuty
masih aja mau nidurin si Lynda yg bekas orang, plin plan sekali
Siti Zaid
Benci betul pada Fian..memang dasar lelaki tidak sedar dari..perempuan selingkuh yang dipilihnya..padahal perempuan itu sudah selingkuh dan tinggal dia saat dirinya tidak bisa berjalan😠...
Wiwi Sukaesih
Fian pling plan.baru tau kn gmn arasnayi dtnggalim.pemyesalan dtg terlalu Fian
Rahma Inayah
tokcer juga Fian SPT nya Lana hamil pasti Fian akan senang dan cnt nya PD Lana TDK lagi utk bals dendam tp cnt nya tulus
ros
ceritanya menarik 👍
erviana erastus
yes hamidun ... tp istri pertama nya apa kabar
Rarik Srihastuty
Kayaknya Fian dan Lana junior otw
Siti Zaid
Penasaran dengan kisah hidup Fian..
Rahma Inayah
mknkah Adrian tu ayah kandung Fian ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!