NovelToon NovelToon
DI UJUNG NAFASKU

DI UJUNG NAFASKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:349
Nilai: 5
Nama Author: Dina Sen

Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.


Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.


Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan Zian

Balkon dan Keputusan

Malam turun perlahan di rumah besar itu.

Zian berdiri di balkon lantai dua, kedua tangannya bersandar pada pagar besi yang dingin. Lampu taman menyala temaram di bawah sana, angin malam berembus pelan membawa aroma tanah basah sisa hujan sore tadi.

Biasanya, pikiran Zian teratur. Tertata. Fokus.

Tapi malam ini tidak.

Entah kenapa, wajah Raya muncul begitu saja.

Bukan Raya di ruang tamu dengan mata berkabut dan suara gemetar itu.

Melainkan Raya yang ia kenal di hotel berdiri rapi di balik meja front office, senyum sopan yang selalu sedikit ditahan, dan caranya menunduk kecil setiap kali berbicara padanya, seolah menjaga jarak yang tak kasatmata.

Zian menghela napas panjang.

“Kenapa jadi serumit ini…” gumamnya pelan.

Ia teringat bagaimana Raya mengambil cuti satu hari, di tengah masa training. Raya bukan tipe yang lari dari tanggung jawab. Itu artinya… gadis itu benar-benar sedang berusaha berdiri di tengah sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya.

Dan entah sejak kapan, Zian merasa ia tidak seharusnya membiarkan Raya menghadapinya sendirian.

Ia berbalik masuk ke kamar, langkahnya mantap meski dadanya masih bergejolak.

Di ruang keluarga, ayah dan mamahnya masih terjaga. Mamah Zian sedang membuka ponsel, sementara ayahnya membaca koran malam.

“Mah. Yah.”

Keduanya menoleh bersamaan.

“Ada apa?” tanya Mamah Zian lembut.

Zian berdiri tegak. “Aku mau ke rumah Raya.”

Hening sejenak.

Ayah Zian menurunkan korannya perlahan. “Sekarang?”

“Iya,” jawab Zian tanpa ragu. “Aku cuma ingin bicara. Menjelaskan posisiku. Supaya tidak ada yang merasa berjalan sendiri.”

Mamah Zian saling pandang dengan ayahnya. Lalu… tersenyum.

Bukan senyum lega yang berlebihan. Tapi senyum orang tua yang akhirnya melihat anaknya memilih dengan kesadaran penuh.

“Kami justru menunggu kamu mengatakan itu,” ujar Mamah Zian pelan.

Ayah Zian mengangguk. “Pergilah. Laki-laki yang baik tidak bersembunyi di balik keputusan orang tua.”

Zian menatap mereka, sedikit terkejut. “Mamah dan ayah … tidak keberatan?”

Mamah Zian mendekat, merapikan kerah kemeja putranya seperti dulu saat ia masih remaja.

“Kami lega, Zian,” katanya lirih. “Karena kamu tidak hanya menerima takdir… tapi juga mau menjaganya.”

Ada sesuatu yang menghangat di dada Zian.

Ia mengangguk satu kali. “Aku akan pulang tidak terlalu malam.”

Ayah Zian tersenyum tipis. “Hati-hati di jalan.”

Zian melangkah keluar rumah dengan perasaan yang berbeda.

Untuk pertama kalinya sejak sepuluh hari terakhir, langkahnya terasa ringan.

Di sisi lain kota, Raya duduk di kamar lamanya, memeluk bantal, menatap langit-langit dengan pikiran yang belum juga tenang.

Ia tidak tahu…

Bahwa seseorang yang namanya memenuhi kepalanya hari ini, sedang melaju ke arahnya.

...

Gerbang rumah Raya berderit pelan saat dibuka.

Jam di dashboard mobil Zian menunjukkan hampir pukul sembilan malam. Lingkungan itu tenang, hanya beberapa lampu rumah yang masih menyala. Tidak mewah. Tidak megah. Tapi terasa… hidup.

Zian mematikan mesin mobilnya, duduk sejenak tanpa bergerak. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ia merasa gugup dengan cara yang aneh. Bukan gugup saat presentasi miliaran rupiah. Bukan gugup saat mengambil keputusan besar.

Ini berbeda.

Ia turun, merapikan jasnya, lalu melangkah ke pintu pagar.

Bel rumah ditekan.

TING.

Beberapa detik berlalu sebelum pintu terbuka.

Ibu Raya berdiri di sana, sedikit terkejut melihat tamu malam itu.

“Nak Zian?” ujarnya ragu.

Zian menunduk sopan. “Assalamu’alaikum, Bu. Maaf mengganggu malam-malam. Saya… ingin bertemu Raya, kalau berkenan.”

Ibu Raya terdiam sesaat, lalu senyumnya mengembang lembut.

“Wa’alaikumsalam. Silakan masuk, Nak.”

Raya yang sedang duduk di kamarnya tersentak saat mendengar suara tamu dari ruang depan.

Suara itu…

Ia mengenalinya.

Jantungnya berdegup keras.

Langkah kaki mendekat. Pintu kamar diketuk pelan.

“Raya,” suara ibu terdengar dari balik pintu. “Zian datang.”

Raya membeku.

"Zian? Datang? Sekarang? E.... Mau apa?"

Ia berdiri perlahan, menarik napas dalam-dalam sebelum membuka pintu.

Dan di sana, berdiri beberapa langkah dari pintu kamarnya…

Zian.

Tanpa jas formal hotel. Tanpa aura bos yang dingin. Hanya kemeja gelap, lengan digulung sedikit, dan wajah yang terlihat… lelah. Tapi sungguh-sungguh.

“Maaf,” ucap Zian pelan begitu mata mereka bertemu. “Aku datang tanpa janji.”

Raya menelan ludah. “Kenapa … kamu ke sini?”

Zian melirik sejenak ke arah ruang tamu, memastikan mereka diberi ruang. Ibu Raya tersenyum kecil lalu berlalu, memberi privasi tanpa perlu diminta.

Zian kembali menatap Raya.

“Karena aku tidak ingin kamu merasa sendirian,” katanya jujur. “Dan karena aku sadar… diamku kemarin bukan sikap yang adil.”

Raya menggenggam ujung lengan bajunya.

“Aku izin cuti hari ini,” ucapnya lirih. “Aku takut kalau ke hotel… semuanya terasa tidak nyata.”

Zian mengangguk. “Aku tahu. Dan itu salah satu alasan aku datang.”

Ia menarik napas panjang.

“Apa pun yang terjadi di antara keluarga kita… aku ingin kamu tahu satu hal. Aku tidak datang sebagai kewajiban. Dan tidak juga sebagai atasan.”

Raya menatapnya, matanya bergetar.

“Lalu sebagai apa?”

Zian diam sejenak. Lalu menjawab dengan suara rendah, mantap.

“Sebagai laki-laki yang ingin mengenalmu… dengan jujur.”

Hening menyelimuti lorong kecil itu.

Raya menunduk, air mata menggenang tanpa ia sadari.

“Aku takut, Zian,” katanya akhirnya. “Takut kalau semua ini terlalu besar buat aku.”

Zian melangkah satu langkah lebih dekat, menjaga jarak tetap sopan.

“Aku juga,” jawabnya pelan. “Tapi mungkin… kita tidak harus kuat sendirian.”

Raya mengangkat wajahnya.

Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat bos yang dingin.

Ia melihat seorang pria… yang memilih berdiri di depannya.

“Kalau begitu,” katanya lirih, “tolong… jangan pergi tanpa bicara lagi.”

Zian mengangguk.

“Aku tidak akan.”

Di ruang tamu, Ayah dan Ibu Raya saling pandang, membaca suasana tanpa harus mendengar kata-kata.

...

Sementara di rumah besar di seberang kota, Mamah Zian menatap jam dinding, lalu tersenyum pelan.

“Anak itu akhirnya melangkah,” gumamnya lega.

1
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian dan Raya bertunangan😄😄
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄

di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy ☺
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Waduhhh Zian dan Raya mau lamaran ciiieee akhirnya mau lamaran juga...
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy tetap semangat🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
ciieee Derry godain Raya terus 😄😄
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Derry goda Zian mulu yaa 😅😅
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry gangguin Zian mulu yaa 😅😅😅
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
Sharah ArpenLovers Khan
siapa yaa seseorang yg di balik topeng mengikuti Zian
untungnya Zian baik baik Saja...

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Zian mau kenal Raya dong, pasti nya Zian mau kenal Raya lbh lama lagi 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh Raya ambil cuti sehari sampai para staf penasaran...
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau


tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Akhirnya Zian nerima Raya 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄

di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
Duhhh pasti kaget dong Raya sama Zian bakalan di jodoh kan 😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Siapa tuh yg menghubungi Zian? apa masa lalu Zian?.
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan
wadawww Derry jahil banget sama Raya 😄😄😄
Sharah ArpenLovers Khan
Ciieee Raya dan Zian saling memikirkan😆😆😆
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy di tunggu 😆😆😆
di tunggu juga Derry yg kocak 😆😆😆
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Derry bisa saja jahil nya sama Raya dan Zian, bilang Zian naga 🤣🤣🤣
Sharah ArpenLovers Khan
Bener kata Derry, Zian harus bangkit 😄😄
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee Zian perhatian sama Raya 😄😄
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?

l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Ciiieee kata² Zian ada di pikiran Raya...
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆

Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayyy 🤗
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
Raya masih ingat ya kejadian kemarin itu🥲🥲
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??

penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
Sharah ArpenLovers Khan: Okeyy Sayy tak tunggu lbh lagi si Derry Peak nya 🤣🤣🤣
gmn kocak nya ntar 🤣🤣
total 2 replies
Sharah ArpenLovers Khan
duhhh untung saja ada Zian yang bantuin Raya klo tidak, entah lah...
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲

penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
Sharah ArpenLovers Khan
Derry suka usilin Zian ajak bercanda😄😄
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄
Dinar Sen: 🤣udah up lagi ya yg ini sama yg sebelah 😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!