kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.
ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.
semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.
mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.
#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Kiano yang mendengar itu berdiri dan berjalan ke dapur dengan langkah santai tanpa beban, entah apa yang akan ia lakukan.
Mereka hanya menatap apa yang dilakukan oleh kiano dengan tanda tanya dibenak mereka.
Kiano kembali dengan kotak kecil seukuran kotak cincin pernikahan yang entah apa isinya,tak ada yang tau selain ia
Ia mengambil sepiring makanan dan membuka tutup kotak kecil tadi lalu menumpahkan isi bubuk berwarna putih dalam kotak kecil yang tadi ia bawa.
Setelah itu ia mengaduk ratakan semuanya dan mengangkat piring itu menuju Livi dengan tatapan yang semakin dingin.
Mereka semua Masih kebingungan,bubuk apa yang barusan dimasukkan oleh anak itu kedalam makanan barusan.
Ketika berada disamping Livia kiano meletakan piring berisi makanan tersebut lalu mencengkam kuat pipi Livia hingga menimbulkan darah.
"Sialan apa yang Lo lakuin sama adek gue bangsat!"teriak Marvel marah, padahal baru saja ia ingin mencoba untuk dekat dengan adik yang tak ia anggap itu.
Tapi lihat sekarang remaja itu kembali menempati kiano sperti kemaren-kemaren.
"Hiks...s-sakit...hiks... lepas...bang...hiks"tangis Livi berlinang air mata dengan tatapan memohon tidak berdaya.
Kiano tak peduli ia mengambil sesendok makanan itu lalu dengan paksa memasukkan nya kedalam mulut gadis itu.
"K-kiano,hey tenang lepaskan adikmu kasihan Livi"ucap jenan khawatir jika putri kesayangannya kenapa-napa.
Agaseta yang melihat itu ingin mendekat tapi belum sempat ia menyentuh kiano sebuah pisau kecil meleset kearahnya dan menggores wajah nya lalu menancap Kedinding.
Agaseta yang melihat itu terdiam,ia tak menyangka anak yang tak pernah ia anggap ini dengan mudahnya mengancamnya dengan senjata untuk kedua kalinya.
Insiden bahunya yang tertembak tadi sore tidak akan membuat nya akan berdiam diri dirumah sakit,itu hanya satu peluru saja dan ia tidak sekarang.
"Saya ini orang tua kamu tak seharusnya Kamu melempar senjata seperti itu,kamu tidak akan tak bisa melukai saya!"marah agaseta dengan tatapan yang menghunus tajam.
Kiano yang mendengar itu menaikan sebelah alisnya,yang benar saja apa pak tua itu lupa dengan kelakuan iblis nya.
"Kenapa gak bisa,Lo aja bisa nyiksa gue lalu kenapa gue gak bisa?"tanya nya.
"Kamu-
"Saya manusia tapi anda dan keluarga anda menghewani saya,jadi jangan marah ketika saja kembali menghewani anda tuan, hukum tabur tuai itu nyata ",ucap kiano dingin.
"Kalian adalah contoh dari banyaknya manusia tapi berhati iblis ",lanjut kini melihat keterdiaman manusia manusia itu.
Kiano kembali mengalihkan perhatian nya pada Livi ia sedikit terhibur dengan ekspresi
Wajah takut dan tidak berdaya itu.
"Lo tau bubuk yang gue campur itu apa?"tanya kiano dingin.
Livi yang mendengar itu tentu saja menggeleng ia tidak tau apa itu,tapi setelah beberapa menit tubuh gadis itu memerah nafas nya menjadi tak teratur.
"Kacang,Lo alergi kacang bukan,kalau gitu Lo aja deh yang kesakitan,gue gak karena gue benci rasa sakit "ucap kiano menyeringai melihat Livi yang perlahan melemah.
Tanpa perasaan kiano melempar tubuh lemah itu hingga tersungkur, keluarga nya yang melihat itu bergegas menghampiri kesayangan mereka.
"Jika kalian fikir kalian adalah kelemahan gue maka kalian salah"ucap kiano sangat dingin mereka seperti mendapat ac gratis.
"Gue bukan seperti orang diluar sana yang dengan naif nya tidak akan bisa melawan bahkan menyakiti mereka yang berlindung dibalik status keluarga"lanjut kiano dengan aura membunuh nya, tatapan benci ia layangkan pada keluarga yang seharusnya tidak pantas disebut keluarga.
Setelah itu ia pergi meninggalkan mansion untuk menuju rumah sakit menemui Alvin.
See you......