Novel ini kelanjutan dari Novel. " Cinta Gadis Tangguh Dari Desa."
Luna Haifa Adhitama putri sulung dari Kavindra Adhitama dengan Freya Pratiwi Adhitama. Luna mempunyai adik kembar yang bernama Aryan Zaidan Adhitama dan Aryana Zaidah Adhitama.
Luna seorang Dokter spesialis Anak. Karena pembawaannya yang lembut dan ramah. Dia menjadi Dokter yang diidolakan sama semua pasiennya.
Pada saat dia pergi ke rumah kumuh yang sudah menjadi kebiasaannya satu bulan sekali. Membantu orang-orang yang disana untuk memberikan perobatan gratis disana.
Dia bertemu dengan anggota TNI yang juga lagi membantu menyalurkan bantuannya ke orang-orang yang ditinggal di bawah Jembatan.
Akankah Luna mengenali salah satu dari anggota TNI tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
SELAMAT MEMBACA !!!
Pertandingan lomba anak memindahkan belut sudah selesai, tinggal memanggil para peserta siapa ya akan menang.
"Baiklah, kita lihat siapa yang banyak memindahkan belut ke ember lain. Kita lihat peserta no satu mendapatkan dua ekor belut. Peserta kedua mendapatkan satu ekor belut. Peserta ketiga juga mendapatkan dua ekor belut. Peserta keempat wah dia mendapatkan empat ekor belut. Peserta kelima berikan tepuk tangan dia mendapatkan tujuh ekor belut. Untuk selanjutnya peserta keenam mendapatkan dua ekor belut. Peserta ke tujuh mendapatkan tiga ekor belut. Peserta kedelapan mendapatkan lima ekor belut, wah lumayan juga. Peserta kesembilan dan sepuluh mendapatkan dua ekor belut."
"Dan pemenangnya adalah Peserta kelima yang sudah memindahkan tujuh ekor belut!" seru panitia lagi.
Tepuk tangan menggema dihalaman Villa.
"Juara kedua peserta kedelapan mendapatkan lima ekor belut. Dan peserta ketiga adalah peserta keempat dengan mengumpulkan empat ekor belut. Untuk para peserta yang menang dimohon untuk ke depan. Adik namanya siapa?" tanya Panitia kepada Rena.
"Namanya Rena," jawab Rena dengan mata yang berbinar senang karena mendapatkan juara satu.
Rena berlari menuju ke keluarganya tapi dia minta izin untuk mandi dulu, karena tangannya kotor sekali.
Setelah mandi Rena ikut bergabung dengan yang lainnya.
"Selamat, Sayang. Kamu mendapatkan juara satu!" seru Freya sambil mengusap kepalanya Rena yang sedang duduk di sebelahnya.
Rena tersenyum dan menganggukan kepalanya. Dia sangat senang sekali bisa diterima di keluarganya Adhitama.
**********
Di Batalyon tempatnya Nathan bekerja, agak sepi mungkin anggotanya sedang ada tugas keluar Batalyon.
"Maaf, saya mau mengambil surat pindah tugas kemarin!" seru Nathan atau Kapten William kepada petugas administrasi.
Petugas itu langsung menyerah amplop kepada Nathan, lalu dia izin pulang untuk langsung pergi ke Bandara untuk berangkat ke Jakarta. Sebelum pulang ke rumah Opanya, dia juga harus lapor ke Batalyon pusat.
Sampainya di rumah sudah disambut Bunda dan Ayahnya yang rencana ingin mengantarkan dirinya ke Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali.
"Sudah selesai, Sayang?" tanya Bundanya.
"Sudah, Bun. Kita harus berangkat sekarang, satu jam lagi, pesawat akan terbang!" ajak Nathan kepada Bunda dan Ayahnya.
Nathan langsung mendorong kopernya menuju ke bagasi mobil. Bunda Nafisah langsung masuk kebagian belakang di sebelah ayahnya. Sedangkan Nathan dia yang akan membawa mobilnya.
Tiga puluh perjalanan mobil mereka sampai ke parkiran bandara. Mereka bertiga turun dari mobil, Nathan menurunkan kopernya.
"Aku berangkat dulu ya, Bun, Yah," pamit Nathan kepada kedua orang tuanya.
"Ya hati-hati, Sayang. Nanti kalau sudah sampai rumah Opa kasih kabar ke kami ya, Sayang," pesan ibunya sambil memeluk tubuh putra sulungnya. Sedih yang dirasakan Bunda Nafisah. Mungkin ini juga yang dirasakan Bunda Amel dulu waktu melepas suaminya tugas di Bali.
Nathan melambaikan tangannya setelah cek in dan masuk ke dalam pintu yang menuju ke Pesawat.
Dia duduk disebelah jendela kaca pesawat.
Tiga jam telah berlalu, Nathan pun tiba di depan Markas Besar Komando TNI. Markas Komando terbesar dan terpusat di Jakarta, tepatnya terletak di kawasan cilangkap, Jakarta timur.
"Maaf, siap melapor. Saya Nathan William Abraham dari Batalyon Kodam IX/Udayana, Bali. Mohon izin bertemu dengan Jendral TNI Agus Prasetyo."
Sebelum masuk ke dalam Markas, Nathan melapor dulu dibagian pos satpam yang bertugas di pintu depan Markas.
"Siap, mohon tunggu sebentar," jawab petugas itu sambil langsung menelpon ke bagian dalam Markas.
Petugas itu mengatakan bahwa di bagian depan Markas ada seseorang yang bernama Nathan izin menghadap Jendral Agus Prasetyo, dia mengatakan Nathan dari salah satu Batalyon yang berada di Bali.
"Maaf! Silahkan masuk ke Bagian Administrasi terlebih dahulu, serahkan surat perpindahan tugasnya. Nanti pihak Bagian Administrasi yang akan mengantar anda menghadap Jendral Agus!" seru petugas jaga di depan gerbang.
"Siap, izin menuju Bagian Administrasi," jawab Nathan dengan tegas. memberi hormat kepada petugas itu.
Nathan berjalan dengan tegap menuju ke dalam Bagian Administrasi. Kopernya ditinggal di pos satpam depan.
Sampainya di dalam, lalu mencari dimana Bagian Administrasinya. "Maaf, saya ingin menyerahkan surat Perpindahan tugas dari Batalyon Kodam IX/Udayana, Bali!" seru Nathan sambil menyerah amplop yang dibawanya tadi.
Petugas Bagian Administrasi, lalu mengambil amplop yang diberikan oleh Nathan. Membuka dan memeriksa kelengkapan data, mengarsipkan semua data. Setelah terverifikasi data masuk ke dalam sistem. Baru salah satu petugas Bagian Administrasi akan mengantar Nathan menghadap Jendral Agus Prasetyo.
"Kapten William, silahkan ikuti rekan saya! Untuk mengantar anda menghadap Jendral Agus. Beliau sudah menunggu anda di dalam ruangannya!" seru petugas itu.
"Siap, laksanakan," jawab Nathan, jiwa militernya sudah melekat di dalam sanubari hatinya.
Nathan mengikuti salah satu dari mereka yang mengantarkan dirinya menghadap Jendral yang akan memberikan tugas kepada dirinya.
Tok tok tok
Pintu diketuk dari luar.
"Masuk..!" jawab dari dalam ruangan itu.
"Izin melapor, Jendral. Di Luar ada Kapten William yang ditugaskan perpindahan dari Batalyon Kodam IX/Udayana, Bali. Sudah datang Jendral," ucap petugas itu.
"Siap, suruh menghadap segera kehadapan saya," jawab tegas Jendral Agus.
Petugas itu lalu keluar untuk mempersilahkan Nathan masuk menghadap sang atasan. "Kapten Willian! Silahkan masuk ke ruang Jendral Agus!" perintah petugas itu kepada Nathan.
"Siap, izin saya langsung menghadap Jendral Agus Prasetyo," jawab Nathan lalu mengetuk pintu yang berada di depannya.
"Masuk..!" seru dari dalam. Nathan membuka pintu dan langsung memberikan hormat secara militer terhadap Jendral Agus Prasetio.
"IZIN MENGHADAP, JENDRAL. SAYA KAPTEN WILLIAM DARI BATALYON KODAM IX/ UDAYANA, BALI. MENERIMA PERPINDAHAN TUGAS DARI LETNAN KOLONEL RIAN DENGAN IKHLAS DAN SIAP MENJALANKAN TUGAS BERIKUTNYA," ujar Nathan dengan tegas.
Jendral Agus kagum dengan kepribadiannya Nathan. Prajurit itu menerima perpindahan tugas ikhlas, meskipun harus ditempatkan jauh dari keluarganya. Terlebih lagi dari catatan silsilah keluarganya diketahui bahwa ayahnya pun adalah seorang prajurit aktif di TNI sebelum akhirnya memasuki masa pensiunnya.
"Siap, diterima izinnya. Silahkan duduk, Kapten William. Anda nanti akan ditugaskan di Kodam Jaya. Saya mohon anda bisa memperbaiki nama baik Kodam Jaya dengan semua prestasi yang anda dapatkan, saya berharap nama baik Kodam Jaya kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat. Sebelumnya petinggi Kodam Jaya kena kasus yang sangat memalukan," ucap Jendral Agus mendadak lesu kalau mengingat orang yang memiliki posisi sangat bagus, punya jiwa yang memalukan.
"Siap, Jendral. Saya akan bekerja dengan keras untuk mengembalikan nama baik Kodam Jaya. Dan saya izin, Jendral. Seandainya saya tidak menempati Asrama apa diperbolehkan. Karena rumah keluarga saya di dekat Perusahaan Abraham?" tanya Nathan kepada Jendral Agus.
"Mohon maaf sebelumnya Kapten William! Apa anda, ada hubungan dengan Perusahaan Abraham, Kapten William?" tanya Jendral Agus. Kenapa bawahannya malah meminta izin tidak menempati Asrama yang diperuntukkannya dan mengatakan keluarganya tinggal di dekat Perusahaan Abraham.
Mohon maaf sebelumnya kalau ada penulisan dan penyebutan namanya tidak sesuai.