NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:187.1k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang Bisnis

Mobil mewah berwarna hitam pekat itu melaju lambat. Cassia menarik sedikit tepi blazernya. Max duduk di belakang, sedangkan Cassia, sang sekretaris, di depan bersama sopir seperti biasa.

Pemisah kaca buram yang biasanya dipasang saat Max ingin privasi kali ini tidak diaktifkan, tapi itu tak mengubah apapun.

Pria itu sangat jarang mengajak Cassia mengobrol, mungkin karena Cassia pendiam dan di matanya begitu membosankan.

Mereka biasanya hanya bicara seputar pekerjaan saja.

Sopir bernama Mark itu sesekali melirik Cassia melalui kaca spion dan tersenyum kecil. Cassia membalas dengan anggukan samar.

Mark tahu Cassia bukan tipe sekretaris yang banyak tingkah. Dia datang, bekerja, pulang. Suaranya hampir tak pernah terdengar di ruang kantor yang luas itu. Hanya bicara seperlunya saja, dan itu lebih banyak pada sang bos.

"Hujan mulai turun, Tuan," ujar Mark melihat tetesan di kaca depan.

"Tidak apa-apa. Tetap ke restoran," jawab Max tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

Cassia menatap jendela samping. Rintik hujan selalu menenangkan hatinya. Dia melihat kilasan pantulannya di kaca jendela.

Ia tahu penampilannya biasa saja. Tidak seperti wanita-wanita di sekitar Max, dia tidak pernah memakai lipstik merah atau sepatu hak stiletto.

Dan mungkin itulah mengapa Max seolah tak pernah benar-benar melihatnya.

*

*

Setibanya di restoran, mereka langsung masuk. Cassia duduk di samping Max, tepat di sisi kiri, dengan tablet catatan terbuka di pangkuannya.

Edward datang sepuluh menit kemudian, seorang pria paruh baya dengan perut buncit tapi memiliki wajah sumringah, penuh senyum.

Di belakangnya mengikuti seorang wanita muda berambut panjang, berkacamata tanpa bingkai, yang diperkenalkan sebagai Sasha, asisten pribadinya, yang penampilannya sangat modis.

"Max, senang bertemu lagi!" Edward mengulurkan tangan, dan Max menjabatnya dengan erat.

"Edward. Mari kita langsung ke inti."

Mereka duduk. Cassia diam mengamati. Edward berbicara tentang kerja sama dan angka-angka yang bagi Cassia terdengar biasa saja. Dan dia mencatat semuanya dengan rapi.

"Kami butuh komitmen dari pihak Anda soal tenggat waktu pengiriman," kata Sasha tiba-tiba.

Cassia melirik Max. Pria itu mengangkat alis. "Komitmen saya tidak perlu diragukan." Max menoleh ke Cassia. "Halaman 23, tolong bacakan."

Cassia membuka proposal revisi dengan cepat. Suaranya terdengar jernih meski pelan.

"Bagaimana dengan masa tenggang pembayaran?" tanya Edward.

Max tersenyum. "Net 60 hari, tidak bisa ditawar."

Sasha dan Edward bertukar pandang. Tapi Max tahu, perusahaan Edward tidak punya banyak pilihan selain menerima.

Cassia melihat kerutan di kening Edward mengendur setelah Max menambahkan satu klausul tambahan tentang potongan 5% jika pembayaran dilakukan di bawah 30 hari. Sebuah taktik kuno yang selalu berhasil.

Saat menu makanan diantar, percakapan beralih ke topik yang lebih ringan. Edward bercerita tentang liburannya ke Swiss, sementara Sasha sesekali melirik Max. Seperti biasa—Max tak akan bisa diabaikan dan selalu memikat perhatian pria.

"Ngomong-ngomong, Max, ada yang baru di kehidupan pribadimu?" tiba-tiba Edward bertanya sambil menyuap salmon panggang.

Cassia melihat jari Max yang memegang garpu berhenti sesaat.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan."

Edward tertawa. "Kau seharusnya sudah memilih satu di antara mereka. Sudah waktunya kau serius, anak muda.”

Max menatap Edward dengan tatapan santai. “Aku sangat pemilih. Dan aku tak mau memilih yang salah. Sejauh ini, aku belum menemukan yang bisa masuk ke dalam hidupku.”

Cassia menunduk, tapi dia memperhatikan setiap ucapan Max. ‘Jadi, dia belum menemukan wanitanya? Apa yang dia cari?’

"Kau benar. Harus wanita yang tepat,” kata Edward.

1
HR_junior
ni kalo dah di kasih visual menghaylnya lebih kemana2 ya...max n cassi dah saling pelukan aja ya...jantung kalian aman ap gak ya
HR_junior
belum bisa membayangkan deh..max kan pasti tinggi besar trs berisi ya ..cln kolor max di pakai cia kok muat katat Brati cassi semok ya bokongnya😁😁😁
HR_junior: max2 smapi km gak tau apa2 ma sekretaris pribadimu ya..biasane si box tau apa pun Lo soal sekretaris..la ni gak BLAS .km cuwek banget sich..JD sekrng biasakan tau soal sekretaris km ya max
total 1 replies
Kar Genjreng
tenang Cass pasti nanti Kamu di pecat dari sekretaris. menjadi pendamping hidup Max dan menjadi Ibu dari Anak Anak nya kelak. ,,,,kayanya benih yang di sembuhkan lagi proses sekarang Cass jadi biar lah terpenting Max tanggung jawab 🏃🏃jangan ngabur,,,
Shee_👚
gak sadar² juga max, pa nunggu cia hilang dulu baru kau sadar😒
Shee_👚
kesepian amat hidupmu max harusnya beli aja meja bulet satu kursi, percuma itu meja makan hanya jadi pajangan🤭
Shee_👚
biarin aja orang dia yang mau kamu gak nyuruh ko cia🤭
Nonie Hlm
kirain ada up lagi malam.....bangun pagi² buka NT kirain ada up ternyata blm ada 😕hiks
Ratna Komala
max....kamu SDH tertarik oleh sekertaris mu tp hati mu TDK mengakuinya....kamu cemburu lihat pesan dr Bryan apalagi dr ayahnya Cass akan mengenalkan dia dgn seorang pria...makanya gercep ungkapkan rasa yg ada di hatimu itu pada cassia semangat max 😍😍😍💪💪💪
maret
aduh aduh aduh..
bayangin bang max berotot tapi tingkah nya gemesinnnnn.. bucin 😅🥰🥰🥰
Dew666
💝💝💝💝
Daneen
Up lg yg banyak thor
Renie yuliani
mereka ni lucu yaaa.. dgn 2 pikiran yg berbeda🤣🤣, max jadi pria baik"🤣🤣
Renie yuliani
max bakal nempel trs, mski di kantor nantinya, jdi normal kan gara" cass🤣
Renie yuliani
max bisa sangat perduli dan manis juga yaa trnyata🤣🤣, jdi normal diaaa🤭🤣
Bu sry Devi
Cass besuk klo kerja dandan yg cantik jangan culun lagi
RARA
cie cie bang max 😍😍😍
Bu sry Devi
tumben Thor ,adenganya GK ketagihan cuma 1 ronde tok 🤭🤭 biasa kilaf sampe pagi😄😄
Lia siti marlia
c max takut yang tak karuan 🤭 sementara cassia malah takut di pecat sama max 🤣🤣🤣sungguh sungguh pasangan yang unik kalau nanti mereka berjodoh🤣🤣🤣😍😍
Bu sry Devi
betul max ,Cass tau batasan nya ,jadi takut perasaan nya tak terbalas
Kar Genjreng
ternyata gadis polos nan lugu bisa membuat sang Bos klepek-klepek ,, cassia nurut ya jangan gerak gerak nanti bengkak loe itu nya🤭 ayo istirahat besok ga usah kerja ya sayang,,, rasanya dunia cassia saat bagai dalam dongeng,,,jangan pnggil tuan paka Max Max 😂 asiap Bos lanjut,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!