NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

Koridor sepi di bagian belakang The Velvet Eclipse mendadak terasa menyusut, memerangkap sisa udara hangat yang dipenuhi detak jantung yang berpacu liar.

Pengawal berjaket kulit hitam yang tadinya dikunci oleh Issabelle perlahan bangkit berdiri atas isyarat halus dari mata Navarro.

Pria besar itu membungkuk hormat sekilas kepada tuannya sebelum melangkah mundur dengan langkah tanpa suara, meninggalkan sepasang manusia itu dalam konfrontasi yang jauh lebih mematikan.

Identitas rahasianya, perlindungan palsu yang dibangun dengan darah dan air mata di Frankfurt, kini menguap tak berbekas di bawah temaram neon merah bar malam.

Kartu As Sekop dan mahkota kecil di balik telinganya bukan lagi sekadar tato, melainkan vonis yang ditarik keluar dari kegelapan oleh seorang remaja bernama Navarro Von-riccardo.

Menyadari tidak ada lagi gunanya memakai topeng kepatuhan atau berpura-pura menjadi anak tiri Harrison Wadde’ yang malang, seluruh pembawaan Issabelle berubah dalam sekejap.

Sifat aslinya sebagai putri tunggal dari dinasti militer Eropa Tengah bangkit sepenuhnya.

Sepasang mata abu-abunya berkilat tajam layaknya belati titanium yang baru diasah.

Ia menegakkan tubuhnya dengan keanggunan yang dingin, menatap Navarro dengan tatapan membunuh yang sanggup membekukan darah orang biasa.

"Pergi!!" desis Issabelle, suaranya rendah namun sarat akan otoritas yang tajam. "Beraninya kau mengganggu ranahku, Brengsek!!!"

Mendengar makian murni yang keluar dari bibir tipis gadis di depannya, Navarro tidak menunjukkan kemarahan sedikit pun.

Bukannya menjauh atau merasa terintimidasi oleh aura mematikan yang dipancarkan Issabelle, pria itu justru melangkah maju satu tapak lagi.

Sepatu bot kulitnya mengetuk lantai beton dengan ritme yang lambat dan penuh kemenangan.

Ia menundukkan kepalanya sedikit, mengunci pandangan mereka hingga jarak di antara hidung mereka hanya tersisa beberapa sentimeter.

"Kenapa aku harus pergi dari ranah milik seseorang yang sudah menjadi bagian dari teritoriku?" tanya Navarro, sebuah senyuman miring yang begitu tampan namun gila terukir di wajahnya.

"You're already mine, Issabelle. Sejak kau menjejakkan kakimu di sekolah itu, kau sudah berada di dalam genggamanku."

DEG.

Kata-kata mutlak itu menghantam sistem saraf Issabelle, memicu kombinasi antara kemarahan murni dan rasa muak yang luar biasa.

Mine? Klaim sepihak dari seorang Von-riccardo benar-benar terdengar seperti lelucon paling menjijikkan yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya.

Issabelle menarik sudut bibirnya, membentuk seulas senyuman sinis yang luar biasa dingin.

"Mine? Ouh, manis sekali," sahut Issabelle, nadanya penuh dengan sarkasme yang kental.

Ia melipat kedua tangannya di depan dada, mencoba membangun benteng pertahanan terakhir.

"Kau pikir dengan mengetahui nama klanku, kau bisa mendikte jalannya hidupku, Tuan Muda Riccardo yang terhormat?"

Navarro tidak langsung menjawab.

Senyuman miringnya melebar, menampilkan binar mata gelap yang berkilat berbahaya di bawah remang lampu koridor.

Melihat perubahan ekspresi dan senyuman misterius itu, insting taktis Issabelle seketika berteriak waspada.

Tubuhnya menegang. Ia sudah bersiap dengan apa maksud dari senyuman gila itu—apakah bajingan gila di depannya ini akan menggunakan kekuatan fisiknya untuk menciumnya lagi seperti di koridor dispenser siang tadi?

Namun, alih-alih langsung meraup bibirnya, Navarro justru memajukan wajahnya lebih dalam, menempelkan bibirnya tepat di depan daun telinga kiri Issabelle, tepat di atas posisi tato mahkota Dark Dubois yang tersembunyi.

"Ada baiknya kau diam dan jangan melawan, Mawar Kecil," bisik Navarro, suaranya begitu rendah, berat, dan dipenuhi oleh racun ancaman yang terstruktur dengan sangat rapi.

"Karena kalau kau mencoba melawan atau melarikan diri...Aku hanya perlu melepaskan satu koordinat satelit, dan perlindunganmu selesai."

DUARRR!

Kalimat pendek yang dibisikkan dengan nada santai itu terasa seolah-olah ada bom yang meledak tepat di dalam kepala Issabelle.

Seluruh tubuhnya mendadak terdiam kaku, membeku di tempatnya berdiri dengan mata yang membelalak sempurna.

Ancaman itu nyata.

Kehancuran klan Dark Dubois di Frankfurt berarti seluruh musuh-musuhnya sedang menyisir belahan bumi untuk memutus garis darah terakhir mereka.

Jika Navarro menggunakan jaringan intelijen klan Von-riccardo untuk membocorkan keberadaannya di Chicago kepada aliansi pemberontak di Jerman, maka malam ini juga tempat penyamarannya akan berubah menjadi ladang pembantaian bersenjata.

Napas Issabelle memburu pendek, amarahnya mencapai titik didik tertinggi.

"Kau... kau mencoba mengancamku, Brengsek?" desis Issabelle dengan gigi yang mengatup rapat, tangannya yang tersembunyi di balik lipatan gaunnya mengepal begitu keras hingga kuku-kukunya memutih.

Navarro tidak memberikan jawaban verbal atas pertanyaan itu.

Detik berikutnya, sebelum logika Issabelle sempat menyusun taktik bertahan baru, tangan kekar Navarro bergerak secepat kilat.

Jemarinya menyusup ke belakang leher Issabelle, mencengkeramnya dengan kelembutan yang memaksa, lalu menarik wajah pucat itu maju dengan satu sentakan dominan.

Navarro kembali menciumnya.

"Mpphhh... lepas...!" rintihan tertahan Issabelle langsung tenggelam di dalam lumatan agresif yang dilayangkan Navarro tanpa ampun.

Issabelle mencoba mendorong dada bidang pria itu dengan kedua telapak tangannya, mencoba memutar poros kakinya untuk melakukan bantingan fisik seperti yang ia lakukan pada pengawal tadi.

Namun, semuanya sia-sia.

Jika menyangkut pria gila di depannya ini, kekuatan fisiknya seolah-olah lumpuh.

Navarro mengunci pergerakan tubuh rampingnya dengan begitu sempurna, memerangkapnya di antara dinding beton koridor dan dada bidangnya yang sekeras batu.

Lumatan itu benar-benar nyata, dalam, dan dipenuhi oleh gelombang obsesi yang mematikan.

Navarro meraup bibir tipis Issabelle dengan ritme yang menuntut, menghisap sisa napas gadis itu hingga dada Issabelle terasa sesak luar biasa.

Rasa sakit yang samar dari bekas luka gigitan siang tadi di bibir Navarro bergesekan dengan bibir lembut Issabelle, menciptakan sensasi terbakar yang aneh di dalam indra perasa mereka.

Issabelle benar-benar tidak bisa melepaskan diri, terjebak di dalam pusaran kendali seorang penguasa Pantai Barat yang kurang waras.

Beberapa detik berlalu dalam ketegangan yang mencekam sebelum akhirnya Navarro perlahan menarik kepalanya kembali, melepaskan kuncian bibirnya namun tetap membiarkan ibu jarinya mengusap sudut bibir Issabelle yang kini tampak memerah basah.

Napas pria itu memburu pendek, dadanya naik turun dengan kasar.

"Sialan..." umpat Navarro rendah, suaranya terdengar serak dan frustrasi oleh perasaannya sendiri.

Ia menatap lekat-lekat pada sepasang mata abu-abu Issabelle yang kini tampak sayu dan dipenuhi amarah yang tertahan.

"Kenapa bibirmu bisa secandu itu, Issabelle?!"

Issabelle benar-benar tidak berkutik.

Ia berdiri bersandar pada dinding koridor yang dingin dengan napas yang terengah-engah, membiarkan dadanya naik turun dengan cepat untuk meraup oksigen yang sempat hilang.

Sepanjang hidupnya yang dipenuhi oleh latihan taktis, ia tidak pernah berada di posisi selemah dan sefrustrasi ini.

Ia belum tahu bagaimana kabar kepastian dari Daddy-nya di Frankfurt akibat pemutusan sirkuit teleponnya, situasi klannya di Jerman masih terombang-ambing di ambang kehancuran, dan di sini—di sebuah koridor bar malam yang asing di Chicago—ia malah dipertemukan dan dikunci pergerakannya oleh pria kurang waras seperti Navarro Von-Riccardo yang sudah mengetahui seluruh identitas aslinya dari klan Dark Dubois.

Labirin malam ini kini terasa semakin gelap, mengikat takdirnya ke dalam lingkaran obsesi gila seorang predator yang tidak akan pernah melepaskannya hidup-hidup.

1
Game Semut
semoga happy ending issabele dan navvaro serta putri nya Cassandra
Game Semut
ini cerita gmna ending nya nih thor kasian bngt kisah percintaan asmara antara issabele dan Navarro...semoga bs bersatu.
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Game Semut: ini udh tamat apa msh lanjut thor
total 1 replies
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!