NovelToon NovelToon
Tentangga 365

Tentangga 365

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Wajah Fabian berubah menjadi bingung, sungguh ia tak mengerti maksud dari perkataan sang Papah.

" Kenapa Pah ? "

" Ya karena kamu itu masih seperti anak kecil Fabian, kenapa harus pakai cara seperti itu coba. "

" Ya karena ga ada cara lain Pah, coba Papah jadi Fabian. Papah marah ga kalau ada orang yang ngerendahin Mamah ? "

" Ya marah dong, beraninya merendahkan kesayangan Papah "

" Nah itu Papah tau "

Kedua orangtuanya saling bertukar tatapan, sedangkan Fabian ia kini masih tersulut emosi.

" Kenapa kalian belum pacaran? " tanya sang Mamah

" Dia.. Dia masih trauma sama hubungan yang sebelumnya Mah. "

" Yang Fabian dengar dari ceritanya, mantannya ini selingkuh beberapa kali, sampai tidur sama perempuan lain, belum lagi kekerasan. Ya Fabian juga ga bisa maksain buat terima Fabian "

" Sekarang dia sendirian Mah Pah, kedua orangtuanya bercerai dari dia masih kecil. Bahkan saat kemarin dia sakit pun cuma ada Fabian yang nemenin dia "

" Dia selalu tersenyum, bahkan Fabian tau kalau senyum dia itu pura pura Mah "

Fabian mulai menunduk, ia kembali teringat akan Nadila.

" Jadi kamu sayang sama dia karena kasihan atau emang kamu sayang Fabian ? " tanya sang Mamah dengan lembut

" Fabian nyaman Mah sama dia, aku tuh ngerasa dia itu beda gitu Mah. Bukan karena kasihan, tapi emang aku sayang sama dia Mah Pah "

" Kalau memang begitu kamu harus tunjukkan kalau kamu itu beneran serius Fabian "

" Iyah Mah "

" Gimana kalau kamu ajak kerumah, Mamah pengen liat deh pengen kenal "

" Hmm, nanti Fabian ajak ya Mah "

" Fabian juga minta maaf karena bertengkar semalam "

" Ga apa apa, cuma yaa temen Papah itu ada yang liat jadi Papah cuma nanya aja ke kamu "

Fabian pun merasa lega untuk saat ini, ia berharap jika kedua orangtuanya menyukai Nadila nanti.

....

Nadila berdiri sambil menatap kearah jalan, ia terus memperhatikan setiap kendaraan yang lewat .

Setalah puas melihatnya Nadila pun memutuskan untuk kembali masuk, namun saat ia berbalik badan ia melihat Fabian yang sudah berdiri di belakangnya.

" Bian.. "

" Lo belum makan kan ? Ini, gue bawa makanan ayo kita makan "

" Hmm " Nadila mengangguk

Nadila mengajak Fabian untuk masuk, segera Fabian menyusun makanan yang sudah ia bawa

" Orangtua lo sehat semua Bian ? "

" Sehat Dil "

" Gue bingung Bian, lo kenapa harus tinggal sendiri sedangkan lo masih ada orangtua ? "

" Emang kenapa ? Ga boleh emangnya ya ? "

" Ya boleh sih, cuma aneh aja gitu "

" Udah ayo makan dulu, gue laper nih "

" Iyah Iyah Bian "

Nadila pun mulai menyantap makanan yang Fabian bawakan, entah kenapa Fabian merasa tubuh Nadila yang semakin kurus dari pertama mereka bertemu.

" Makan yang banyak Dil, liat tuh badan lo kurus banget "

" Emang Iyah ? Engga ah "

" Iyaah, kan gue yang liat "

" Liat apa ? "

" Ya liat badan lo Nadila, maksud gue ya lo kurusan gitu "

" Ga usah diet diet Dil, gue sayang sama lo apa adanya ko. Kalaupun lo gemuk gue ga masalah, jadi aman aja "

Nadila hanya tersenyum, kemudian ia meletakkan sendok yang ia gunakan untuk makan.

" Lo kenapa bisa suka sama gue Bian ? bukan karena kasian kan sama gue ? "

Fabian menunduk, sambil ia tertawa kecil.

" Kasian ? Apa yang harus gue kasianin dari lo Dil ? "

" Ya karena apa yang gue udah ceritain ke lo Bian "

" Lo tau ga Dil, kapan gue suka sama lo ? "

" Engga, emang kapan ? "

" Dari awal gue liat lo Nadila, gue suka sama lo. Apa saat itu gue tau tentang lo? Engga kan ? "

" Kalau gue cuma suka karena kasian, buat apa semalem gue bela belain ketemu sama Ernest ? Itu semua buat lo Dil, karena gue pengen lindungi lo "

" Lo lanjutin makan dulu aja, gue mau balik ke kamar dulu "

Fabian pergi begitu saja meninggalkan Nadila, entah kenapa saat ini Fabian merasa sensitif mengenai perasaannya.

Mengapa semua orang mengira jika ia hanya kasian kepada Nadila ? Padahal sudah jelas jika ia memang benar mencintai Nadila.

Fabian menyandarkan tubuhnya pada sofa, ia memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya.

" Bian.. "

Fabian membuka mata, melihat Nadila yang sudah masuk mengikuti dirinya.

" Jangan marah Bian "

" Gue ga marah Nadila, gue agak sensi aja tadi "

" Sama aja, yaudah gue minta maaf ya "

" Hmm, lo ga salah Dil "

Nadila duduk disamping Fabian, ia menarik tangan Fabian dan menggenggamnya.

" Bian.. "

" Iya Nadila, kenapa ? mau minta maaf lagi ? Atau mau ngomong makasih ? "

" Gue mau jadi pacar lo Bian "

Fabian dengan cepat menoleh kearah Nadila.

" Jangan di paksa kalau belum siap Dil "

" Gue udah siap Bian, gue udah siap buat jalanin hubungan ini. Kenapa ? Apa lo yang ga siap buat pacaran sama gue ya Bian ? "

" Engga, justru gue seneng dengernya. Berarti sekarang kita resmi pacaran ? "

" Hmm " Nadila mengangguk

Fabian langsung memeluk Nadila dengan erat, entah kenapa ia sangat merasa bahagia.

" Makasih ya Dil "

" Iyaah, yaudah ayo makan lagi tadi katanya laper "

" Iyah Iyah "

Nadila menarik tangan Fabian untuk kembali makan bersama, entah kenapa rasanya Fabian sangat senang sekali.

.

Setelah selesai makan, Nadila dan Fabian pun menikmati waktu bersama diruang tv.

" Dil.. "

" Ya kenapa Bian ? "

" Gimana udah jauh lebih baik kan sekarang ? "

" Udah Bian, aku udah baik baik aja "

" Syukurlah, gue ah maksudnya aku seneng "

Nadila menyadarkan kepalanya pada pundak Fabian, Nadila juga melingkari tangannya pada pinggang Fabian.

" Mamah sama Papah mau ketemu sama kamu Dil "

" Ko bisa ? Emang kamu ngomongin aku ya Bian ? "

" Iya, bilang kalau aku jatuh cinta sama perempuan yang bawel namanya Nadila "

" Bohong.. "

" Beneran sayang, kamu mau kan ketemu sama Mamah dan Papah ? "

" Hmm, kalau mereka ga suka sama aku gimana ? "

" Suka ko suka, gimana ? Kamu mau kan ? "

" Iyah Bian "

" Okee, besok kita ketemu sama Mamah dan Papah aku ya "

" Hmm " Nadila mengangguk dan menjeda ucapannya.

" Bian.. "

" Apa sayang ? "

" Engga apa apa, ga jadi. Aku mau bikin minum dulu sebentar "

Nadila pergi ke dapur untuk membuat minuman, namun saat Nadila tengah berpikir minuman apa yang akan ia buat, Fabian datang menghampirinya dan memeluk Nadila dari belakang.

" Mau bikin apa Dil ? "

" Belum tau nih, kamu mau juga ? "

" Engga "

Nadila berbalik badan, hingga kini keduanya saling berhadapan.

Fabian mendaratkan ciumannya dibibir Nadila, Nadila pun langsung membalas ciuman Fabian.

Nadila melepaskan ciumannya, kemudian ia menarik tangan Fabian untuk ke kamarnya.

Dikamar Nadila kembali mencium bibir Fabian, perlahan Fabian mendorong tubuh Nadila hingga terjatuh diatas ranjang

Nadila melepaskan jaket yang masih melekat pada tubuh Fabian, tak lupa ia juga melepaskan kos hitam milik Fabian.

" Dila " ucap Bian dengan lembut

" Ya Bian.. "

" Aku sayang kamu Nadila "

" Aku juga Bian "

1
Rian Moontero
mampiiirrr😍
Mia Camelia
jadi so sweet banget yaa🥰
Mia Camelia
cie...cie...udah mulai nyaman nih🥰
Mia Camelia
jeremy atau ernest sih pacar nya nadila🤔🤔🤔
Mia Camelia
hahaaha jdi panas sendiri yas🤣
Mia Camelia
cerita nya bagus kak, episode pertama aja udh seru begini😄🥰
lanjut ya thor👍😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!