Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. Mayat juga
"Pusing aku di rumah Salsa terus sama marah marah." Davin duduk di dekat batu untuk memancing ikan.
"Maka nya jadi suami itu harus beres dan tidak usah banyak tingkah biar istri tidak marah di rumah." Andi ikut menyahut karena dia juga sudah ada di sana.
"Heh kapan kau ada di situ dan kenapa mancing juga pagi-pagi begini?!" Davin agak kaget.
"Biasa, aku kena marah sama Ria karena menumpahkan sambal yang ada di atas meja." Andi tertawa geli.
"Hahaaaa ada saja masalah dengan istri ini kalau sudah diam di rumah." Davin juga tertawa mengingat pertengkaran yang sering terjadi dalam rumah tangga mereka.
Yang namanya rumah tangga pasti akan ada pertengkaran karena tidak mungkin bila mereka terus aku harus seperti itu, tidak mungkin duluan mereka bertengkar terus sehingga pasti ada selang-seling yang terjadi di dalam hidup mereka ini, sama seperti rumah tangga mereka berdua yang selalu mengalami pasang surut itu.
Meski demikian namun tetap saja mereka aku dan nanti akan berbaikkan saling memaafkan satu sama lain, sebab itulah fungsi rumah tangga yang baik dan kunci adalah dari sama suami itu sendiri agar selalu meminta maaf atas kesalahannya sudah mereka lakukan terhadap istri mereka, bila sampai tidak meminta maaf maka yang ada permasalahan akan semakin panjang.
Ini juga adalah salah satu trik jitu agar permasalahan tidak semakin panjang dan pertengkaran juga semakin sengit, harus ada yang mengalah keluar dari rumah untuk sementara dan nanti bila sudah bertemu lagi maka kepala mereka semua sudah dingin sehingga bisa berbicara dengan nada yang cukup baik.
Semakin bertahan di dalam rumah maka permasalahan akan semakin panjang saja karena mulut wanita tidak akan pernah berhenti mengoceh, justru nanti yang ada para suami akan merasa panas dan mau tidak mau pertengkaran semakin besar walau sebelumnya hanya masalah sepele saja yang terjadi di antara pihak mereka berdua di dalam rumah.
"Itu apa yang mengambang kok seperti besar?!" Andi agak kaget ketika air sungai membawa sesuatu.
"Paling baju orang hanyut jadi terlihat besar seperti itu." Davin menjawab cuek saja.
"Eh tapi itu lengkap dengan celana juga, Vin! coba itu kau lihat ada bagian kaki kok." Andi bergegas untuk melihat apa yang ada di dalam sungai.
"Loh apa mungkin ada orang hanyut ya!" Davin bergerak untuk memastikan apakah itu memang manusia.
"Waduh ada orang meninggal tenggelam ini berarti di desa kita, atau dari desa lain tapi hanya sampai ke tempat ini." Andi segera masuk ke dalam sungai untuk mengambil mayat tersebut.
Davin menunggu di pinggiran karena dia yang akan menarik nanti ketika mayat itu nanti sudah berhasil mereka bawa, walau mereka belum mengenali siapa sosok tersebut namun tetap saja mereka memiliki hati yang besar untuk menolong orang itu karena tidak mungkin membiarkan begitu saja mayat tersebut mengambang entah sampai ke mana nanti.
Ini hanya tinggal membuat laporan kepada Pak RT bahwa mereka telah menemukan mayat di dalam sungai dalam keadaan sudah mengambang, Davin menebak bahwa kemungkinan besar mayat ini tenggelam tadi malam sehingga keadaan sudah membengkak besar dan perutnya juga mengembang karena terlalu banyak meminum air sungai tersebut.
Andi berusaha keras walau dia juga masih menahan rasa mual karena mayat tersebut telah menimbulkan aroma yang sangat tidak sedap sekali, namun sebisa mungkin dia tahan agar tidak ada aroma yang keluar dari mayat tersebut karena dia juga tidak mau bila nanti muntah di depan mayat seolah tidak menghargai walau mayat tersebut juga pasti tidak akan tersinggung.
Susah payah Davin menarik mayat tersebut karena memang memiliki tubuh yang cukup besar dan mereka hanya dua tenaga saja, takut juga bila nanti tubuh si mayat akan lepas Karena bila sudah terendam lama di dalam air maka seluruh sendi manusia akan berubah menjadi lembut sekali.
"Siapa ini, Vin?" Andi tidak mengenali sosok tersebut.
"Entah lah, aku juga sama sekali tidak kenal dengan dia." Davin menggeleng karena dia memang sama sekali tidak tahu.
"Pasti bukan orang dari desa kita sehingga wajah Dia terlihat begitu asing." Andi sangat yakin dan dia melihat kembali.
"Apa dari desa sebelah atau desa mati? kan air sungai ini mengalir dari sana juga ya." Davin tampak memikirkan sosok tersebut.
"Kau kabari Pak RT secepatnya, setelah itu kita bisa mencari tahu siapa dia ini." suruh Andi karena mereka memang harus segera melapor kepada RT desa ini.
"Lupa bawa ponsel, kau tunggu saja di sini biar aku yang mendatangi rumah Pak RT kalau begitu." Davin segera berlari untuk menuju rumah Pak RT.
"Astaga, memang kita berdua sedang pusing sekali sehingga membawa ponsel saja sama sekali tidak ingat." Andi geleng-geleng kepala karena dia juga tidak membawa ponsel sekarang.
Mayat tersebut masih tergeletak begitu saja di atas batu karena Andi tidak tahu harus berbuat apa kepada mayat tersebut, dia juga berusaha untuk mengenali apa memang pernah melihat orang ini atau tidak, tapi sekuat apa saja dia berusaha namun sama sekali tidak mengingat sosok tersebut karena dia merasa tidak pernah melihat atau bahkan berbicara kepada orang ini.
"Tapi kalau di lihat lagi seperti tidak asing, entah di mana aku pernah melihat orang inilah." Andi bingung sendiri.
Tak lama setelah Davin pergi maka dia segera kembali membawa pak RT yang datang tergesa-gesa karena mendengar ada mayat, mereka harus melihat terlebih dahulu bagaimana keadaan mayat ini dan orang dari mana agar bisa mengkonfirmasi kepada desa sebelah.
Namun Pak RT juga sama sekali tidak mengenali karena orang tersebut sangat asing di mata mereka semua, sudah berusaha untuk mengingat tapi mereka memang sama sekali tidak kenal sehingga ini nanti harus menyebarkan pengumuman dari desa ke desa untuk mencari tahu apakah ada keluarga yang sedang kehilangan.
"Apa Pak RT kenal dengan orang ini?" tanya Davin.
"Tidak, saya sama sekali tidak pernah mengingat wajah dia." Pak RT menggeleng dengan sangat yakin.
"Jadi ini gimana kita mau mengembalikan kepada keluarga kalau kita saja tidak kenal dengan dia." Andi berkata dengan nada bingung.
Pak RT juga masih tampak memikirkan apa yang harus dia lakukan setelah ini, memikirkan itu semua dia saja sudah bingung karena setiap hari selalu saja ada masalah di desa mereka, ini malah mendadak saja mereka kedatangan mayat dan mau tidak mau mereka harus mengurus sampai nanti keluarga datang mengambil mayat tersebut.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
suara ledakan itu apa karna adu kekuatan antara Arya dan iblis bayangna ya...
semoga Arya baik2 saja..
aamiin..
selamat malam mak... selamat beristirahat
itu suara ledakan apa yah..apa arya lg bertarung dgn iblis bayangan?