"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Iya,kabarnya wanita itu putri dari tuan Santo pemilik perusahaan yang terkenal itu." jawab wanita itu yang mulai menerangkan siapa wanita itu.
"Lalu bagaimana reaksi dari Pak Manager kita?" tanya Nina yang penasaran apa yang selanjutnya yang terjadi.
"Reaksi Pak Manager hanya terdiam seperti tidak tergoda dengan wanita si landak itu." jawab salah satu dari mereka.
Nina diam-diam tersedikit tersenyum sinis setelah mendengar pengakuan dari mereka.Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
Siang hari
Nina pergi menemui Manager di ruangannya,sontak saja Pria itu berdiri.
"Nina." sapa Pria itu yang terkejut melihat kehadiran Nonanya.
"Duduk." perintah Nina pada pria itu yang tak lain anak buahnya sendiri.Mereka pun duduk saling berhadapan.
"Sepertinya setelah aku tinggal sebentar di tempat ini sudah ada beberapa masalah yang bermunculan." ucap Nina dengan tatapan serius.
"Maaf Nona,hanya masalah kecil." jawab Pria itu yang masih menyembunyikan apa yang terjadi.
"Maksudmu masalah dengan seorang wanita." seketika suasana semakin dingin.
"Seperti Nona sudah mengetahuinya." ucap pria itu yang tak lain Managernya sendiri,yang jujur menceritakan apa yang terjadi.
Nina terdiam menyimak apa yang anak buahnya katakan,"Jadi seperti itu alasannya?" tanya Nina sekali lagi.
"Iya Nona,tidak ada maksud lain dari apa yang sebenarnya yang terjadi." jawab Raffi yang mengatakan jujur apa yang terjadi.
"Putri dari tuan Santo." ucap lirih Nina yang belum mengetahui siapa nama wanita itu.
"Baiklah,aku pun tak ingin memikirkan hal sesuatu yang tak begitu penting." Nina pun tak menghiraukan kejadian.
Nina melanjutkan pekerjaannya,dan seperti biasa ia mengerjakan beberapa pekerjaan.
Siang hari
Nina masih sibuk mengerjakan pekerjaan, tiba-tiba saja Nina disuruh untuk mengantarkan menu makanan di ruang VIP,"Ini semua kamu antarkan di ruangan VIP sekarang." Nina langsung membalasnya dengan anggukkan kepala.
Saat Nina masuk keruangan VIP reaksi Nina langsung berubah menjadi lebih dingin,"Papa." ucap lirih Nina yang melihat langsung kehadiran sosok yang ia kenali.
"Dasar anak nakal." ucap pria itu dengan tatapan kesal.
"Untuk Papa datang kesini?" tanya Nina pada Papanya yang tiba-tiba datang di tempat kerjanya.
"Hanya untuk melihatmu,dasar anak nakal beraninya kamu kabur dari rumah." ucap tuan Danzel yang kesal pada putrinya.
"Angel pergi karena ada urusan yang harus Angel selesaikan."
"Berani juga kamu menyamar dengan nama Nina, apa ini sudah rencanamu dari awal melakukan itu di belakang Papa." ucap tuan Danzel yang tak habis pikir dengan cara pikir putrinya.
Nina menghela nafas,"Sepertinya Papa diam-diam mengawasi ku,sampai tahu namaku." jawab Nina dengan nada ketus.
"Papa sengaja melakukan itu,Memang Papa salah.Justru kamu yang membuat masalah pergi tanpa izin Papa."
"Sudahlah Pa,Angel sudah besar jangan menganggap Angel ini anak kecil." jawab Nina yang terlihat kesal dengan ulah Papanya.
"Jika tidak Papa kontrol kamu,kamu akan melakukan sesuatu yang membuat gempar bahkan beberapa orang dari mereka akan menyerang mu." jawab tuan Danzel yang tahu betul apa yang sedang di hadapi oleh putrinya itu.
"Terserah Papa saja, yang penting Angel akan tetap melakukannya." jawab Angel yang tak akan berhentikan.
"Bukannya kamu sudah mengetahui siapa dalangnya, untuk apa kamu masih bertahan .Apa mungkin ada alasan lain,atau..."
"Atau apa?"
"Apa mungkin pria itu?" tanya balik tuan Danzel yang seketika membuat Angel penasaran.
"Pria siapa lagi yang Papa maksudkan?" Nina masih bertanya perihal itu."
"Andra."Seketika kedua mata Nina langsung melotot.
"Kenapa Papa bisa tahu." batin Nina yang tak habis pikir jika semaunya sudah diketahui oleh Papanya.
"Tak perlu kamu tutupi,Papa pun tak akan mempermasalahkan hal itu.Karena Papa mengetahui semuanya tentang pria itu." Seketika Nina menatap tajam kearah Papanya.
"Jangan pernah ikut campur." ucap Nina dengan nada menekan.
Tuan Danzel tersenyum sinis,"Baiklah,tapi ingat, jika tugasmu selesai cepatlah pulang." Tuan Danzel dengan santai menanggapinya.
Pada akhirnya tuan Danzel pergi dari tempat itu,tampak ekspresi kesal nampak di wajah Nina.
"Sepertinya orang suruhan Papa diam-diam sudah mengawasi ku." batin Nina yang tak habis pikir Papanya akan bertindak seperti itu di belakang dirinya.
Sore hari
Waktu kerja Nina sudah habis,kini Nina bersiap-siap untuk segera pulang.Saat Nina hendak akan keluar dari luar ada sosok pria yang sedang menunggu.
"Kenapa dia disini." batin Nina yang kaget melihat kehadiran Andra di tempat kerjanya.
Nina segera mendekati Andra yang sudah menunggu dirinya di area parkiran.
"Ada apa kamu kesini?" tanya Nina yang terlihat kesal dengan kehadiran Andra .
"Hanya sekedar lewat saja." jawab Andra yang hanya sekedar alasan,dirinya sebenarnya ingin bertemu dengan Nina.
"Alasan." jawab singkat Nina yang langsung pergi meninggalkan Andra,Nina pergi mengambil sepeda motor miliknya.
Mereka pun pulang bersama,Nina masih terlihat kesal kenapa juga Andra datang di tempat kerjanya juga.
"Ayo kita mampir disana." Andra mengajak Nina mampir di sebuah cafe di pinggir jalan.
"Tidak mau,aku ingin pulang sekarang." Nina langsung menolaknya.
"Kita mampir sebentar disana, sekalian kita duduk istirahat." Andra berusaha mengajak Nina, Nina terlihat begitu kesal kenapa tiba-tiba ia mengajak mampir di tempat itu.
Sekali lagi Nina harus mengikuti apa keinginan dari Andra itu,keduanya duduk di luar cafe yang tentunya Nina duduk sembari menikmati Coffee yang ia pesan.
"Kenapa kamu mengajakku disini." Nina langsung mencecar langsung pertanyaan itu.
"Hanya ingin mengajak duduk santai saja." Andra sengaja beralasan seperti itu hanya untuk mendekati Nina, Andra
Nina pun tak langsung mempercayai hal itu,"Alasan ." gumam lirih Nina yang tak begitu mempercayai hal itu
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" tanya Andra yang mulai membuka pembicaraan mereka.
"Baik ." jawab singkat Nina yang lebih fokus dengan minuman miliknya.
"Kalau ada waktu,nanti malam kamu bisa keluar tidak." Andra mulai memberanikan diri bertanya pada Nina.
"Keluar?" tanya lagi Nina pada Andra.
"Iya,aku ingin mengajakmu keluar ke suatu tempat." Nina terdiam dengan tatapan fokus kearah Andra.
"Entahlah." jawab Nina yang masih dingin pada Andra.
"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan malam itu saja." Andra mencoba menyakinkan Nina.
Nina hanya menghela nafas melihat begitu usahanya dia mendekati dirinya,"Bagaimana?" tanya lagi Andra.
"Baiklah." jawab Nina yang pada akhirnya menuruti apa permintaan Andra,Andra membalasnya dengan senyuman.
"Nanti malam aku tunggu." ucap Andra yang terlihat begitu bahagia akhirnya ia dapat menyakinkan Nina.Berbeda dengan Nina yang tak habis pikir dengan cara pikir Andra sendiri.