NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak Detektif

Wajah Nino nampak tegang dan nafasnya terengah setelah pemuda itu kembali ke situasi sekarang. Dia melihat ke sekeliling ruangan. Sekarang Nino sudah kembali ke kelas bersama dengan Asep dan Maya.

“Kenapa berhenti?” tanya Nino bingung. Menurutnya apa yang dilihatnya tadi belum selesai. Tapi dirinya sudah tertarik ke situasi semula.

“Ingatan ku berhenti sampai di sana.”

“Apa maksud mu?”

“Aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.”

“Emangna maneh ningalin naon? (Emangnya lo lihat apa?),” tanya Asep penasaran.

“Gue lihat waktu pas Maya meninggal.”

“Serius? Kumaha kitu?”

“Maya meninggal dibunuh.”

“Nyaan? (Beneran?).”

“Iya, lo mau tahu siapa yang udah bunuh Maya?”

“Saha? (Siapa?).”

“Pak Anton,” bisik Nino pelan.

Mata Asep sontak membelalak mendengar nama yang disebut Nino. Pemuda itu melihat pada sang sahabat untuk lebih meyakinkan dan hanya dijawab dengan anggukan kepala.

Maya hanya memandangi dua pemuda di depannya yang masih terkejut dengan kenyataan dirinya yang mati dibunuh oleh Anton.

“May, kamu jadi simpanan Pak Anton?” lagi-lagi Nino memelankan suaranya. Jangan sampai ada yang mendengar percakapan mereka.

Asep sontak melihat pada Maya. Setelah dibuat terkejut begitu mendengar Anton yang membunuh Maya. kini dia mengetahui hal yang tak kalah mengejutkan. Maya menjawab dengan anggukan kepala.

“Kenapa mau jadi simpenan Pak Anton? Di kampus ini kan banyak cowok ganteng, salah duanya, urang jeung Nino.”

“Tapi kan kalian ngga punya duit. Masih dapet duit dari orang tua.”

“Jirrr.. jujur banget. Dasar matre.”

“Biarin. Kalau ngga matre, ngga hidup.”

“Eh.. udah-udah, malah debat. May, lo kan dibunuh sama Pak Anton, terus kenapa lo malah nakutin gue? Harusnya lo datengin Pak Anton. Bukan gue,” sewot Nino.

“Aku takut bertemu Pak Anton.”

“Lah kocak. Maneh nu hantu, maneh nu takut ka Pak Anton. Yang ada Pak Anton yang takut ka maneh.”

Nino semakin dibuat pusing mendengar jawaban Maya. Hantu wanita itu dengan gagah berani menakutinya, tapi dia justru takut mendatangi orang yang sudah membunuhnya. Di film-film horror yang sering ditontonnya, biasanya hantu gentayangan akan menghantui orang yang sudah membunuhnya.

“Terus lo minta bantuan apa dari gue sama Asep?”

“Aku mau kalian bantu aku, cari di mana mayat ku dikubur sama Pak Anton.”

“Eh buset, lo pikir kita Sherlock Holmes?”

“Aku mohon. Arwah ku ngga tenang sebelum jasad ku ditemukan.”

“Orang tua kamu tahu ngga kalau kamu udah meninggal?”

“Orang tua ku udah meninggal. Aku punya tiga Kakak, mereka semua tinggal di Bekasi. Tapi mereka belum tahu kalau aku udah meninggal. Sebenarnya Kakak ku udah ngga peduli sama aku. Makanya aku pilih kuliah di Bandung, karena aku udah dianggap ngga ada sama mereka.”

Mendengar cerita Maya, baik Nino maupun Asep merasa sangat beruntung. Mereka masih memiliki orang tua lengkap. Kedua Kakak Nino sangat menyayanginya. Begitu pula dengan Asep yang sangat akur dengan adiknya.

“Mendingan kita pulang dulu. Nyari di mana mayat Maya dikubur kan ngga gampang. Apalagi yang tahu cuma Pak Anton,” ujar Nino.

“Iyalah, kita pulang dulu aja. Maneh ngga usah ikut pulang ke kost-an.”

Nino dan Asep segera keluar dari kelas sambil menggendong tas masing-masing. Keduanya langsung menuju parkiran untuk mengambil motor.

Hanya butuh setengah jam untuk mereka sampai di kost-an. Setelah menaruh tasnya di kamar, Asep segera menuju kamar Nino. Dia masih penasaran ingin tahu bagaimana cara Maya meninggal. Nino pun menceritakan apa yang dilihatnya tadi.

“Jadi si Maya hamil?”

“Iya. Pak Anton ngga mau tanggung jawab. Terus dia bunuh Maya, gokil kan?”

“Terus cara kita tahu mayatnya Maya dikubur di mana gimana caranya? Maenya kudu nanya ka Pak Anton.”

“Kalau kita laporin ke polisi aja gimana? Biar polisi yang cari tahu di mana Maya dikubur.”

“Maneh rek laporannya kumaha? Pak lapor, dosen saya sudah melakukan pembunuhan pada salah satu mahasiswi di kampus saya belajar. Namanya Maya, nama dosen saya Pak Anton. Tolong bantu temukan mayat Maya, Pak. Kalau ngga, saya didatengin terus sama hantunya Maya. Kitu? Nu aya, maneh disebut nu gelo (Begitu? Yang ada elo disebut gila).”

Nino menggaruk kepalanya yang tak gatal. Memikirkan tugas kuliah yang harus dikumpulkan minggu depan saja sudah membuat kepalanya pusing. Sekarang ditambah dengan persoalan Maya. Ingin rasanya dia mengabaikan permintaan Maya, tapi pemuda itu juga tidak tega.

Selain itu, bahaya juga kalau Maya terus-terusan menghantuinya. Bisa-bisa dia tidak akan konsentrasi mengikuti perkuliahan.

“Lo punya ide ngga, Sep?”

“Euweuh. Blank urang mah (Ngga ada. Gelap gue mah).”

Untuk sesaat keduanya hanya diam. Masing-masing memikirkan cara bagaimana menemukan di mana mayat Maya dikuburkan. Dengan status mereka sebagai mahasiswa, rasanya mustahil bisa menemukan mayat Maya.

“Gimana untuk sementara, kita awasi aja dulu Pak Anton. Kita ikuti kemana dia biasa pergi. Siapa tahu dari ngikutin dia, kita bisa tahu di mana Maya dikubur.”

“Ide maneh alus oge (Ide lo bagus juga). Hayulah, gass.”

Setelah mendapatkan ide sebagai langkah awal untuk menemukan mayat Maya, Asep segera kembali ke kamarnya. Mulai besok mereka akan menjalani profesi terbaru sebagai detektif.

***

Pukul delapan pagi, Nino dan Asep sudah berada di kampus walau mereka tidak ada jadwal kuliah hari ini. sebagai langkah awal penyelidikan, mereka akan mendatangi petugas Tata Usaha. Mereka akan mencari tahu status Maya di kampus ini. Apa masih terdaftar sebagai mahasiswi atau sudah keluar.

Keduanya segera menuju kantor TU jurusan Administrasi Niaga. Suasana masih cukup sepi dari lalu lalang mahasiswa, jadi keduanya lebih leluasa untuk bertanya pada petugas TU. Baru ada satu petugas di kantor TU. Dengan cepat Nino dan Asep mendekati pegawai wanita itu.

“Pagi, Bu.”

“Pagi.”

“Punten Bu, saya mau tanya kalau mahasiswi Maya Indira, apa masih terdaftar di kampus ini?”

“Kalian siapanya?”

“Saya dititipin pesan sama Kakaknya Maya buat cari tahu soal Maya. Soalnya udah lima bulan ngga pulang ke rumah.”

“Berapa NIM nya?”

Nino segera menyebutkan nomor induk mahasiswa milik Maya. Petugas itu segera memasukkan NIM Maya. Data wanita itu pun langsung terbuka.

“Statusnya masih terdaftar sebagai mahasiswi, tapi dia mengajukan cuti lima bulan lalu. Dia juga sudah membayar biaya cuti untuk setahun ini.”

Sontak Nino dan Asep saling berpandangan. Otak pintar mereka langsung menebak kalau Anton yang sudah membayar biaya cuti. Bisa jadi Anton sengaja membayar agar kematian Maya tidak terungkap ke publik.

“Ada lagi?” tanya petugas itu.

“Ngga, Bu. Makasih.”

Keduanya bergegas meninggalkan kantor TU tersebut. Agar aman, Nino dan Asep memilih berunding di pinggir lapangan basket.

“Kayanya Pak Anton yang bayar biaya cuti Maya.”

“Pasti. Terus ayeuna kumaha? (Terus sekarang gimana?)”

“Kita ke apartemen Pak Anton aja gimana?”

“Dimana? Maneh nyaho? (Lo tahu?).”

“Ngga tahu. Tanya Maya dulu lah.”

“Mana? Si Maya ne ge euweuh (Si Mayanya juga ngga ada).”

“Kalian nyariin aku?”

Tiba-tiba saja Maya sudah ada di antara mereka. Penampilannya masih sama seperti kemarin.

“May, nama apartemen tempat lo sama Pak Anton terakhir kali di mana?”

“Apartemen Grand Harmony yang ada di Pasteur. Unit 911 yang ada di lantai 11. Kalian mau ke sana?”

“Iya.”

Setelah mendapatkan informasi dari Maya, Nino dan Asep segera berangkat menuju apartemen Grand Harmony. Walau tidak bisa masuk ke dalam unit milik Anton, tapi mungkin saja mereka bisa menemukan petunjuk.

Dalam waktu setengah jam, mereka sudah tiba di apartemen Grand Harmony. Setelah memarkirkan mobil, keduanya segera masuk ke gedung apartemen tersebut. Dua pria itu muda itu berkeliling di sekitar apartemen.

Awalnya mereka hendak menuju lantai sembilan, tapi ternyata untuk sampai ke sana, harus memiliki kartu akses. Alhasil, mereka hanya berputar di lantai dasar dan seputar gedung.

Di saat Nino dan Asep sedang berkeliling, mata Asep menangkap sosok Anton sedang berjalan menuju parkiran basement. Dengan cepat keduanya segera mengikuti Anton. Pria itu nampak menaiki kendaraan roda empatnya.

Buru-buru Nino dan Asep kembali ke parkiran motor. Mereka bergegas keluar dari parkiran basement, mengikuti mobil Anton yang sudah keluar lebih dulu.

***

Semangat detektif Upin Ipin💪🏻

1
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dikiranya bakal bisa menutupi kejahatannya gak tau aja Serapi dan serapat apapun suatu kejahatan pasti terkuak juga
Zuhril Witanto
yah lolos ..ayo Miko semangat
tehNci
Iya ih..lama gak nongol tuh duo kancing cetet Upin ipin😂
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!