Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.
Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?
Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.
Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Perasaan Khawatir
Gavin hanya perlu mengulur sedikit waktu dengan mengantar Dr. Ava setidaknya sampai obat itu kembali bekerja. Dengan begitu, meskipun dia kembali Tuannya pasti sudah terjebak pada situasi yang sama seperti sebelumnya.
Dan jika rencananya berhasil, Tuannya akan berakhir menghabiskan malam yang panas bersama Raelynn. Lalu keduanya terpaksa harus menikah dan Tuannya perlahan akan move on dari mantan kekasihnya. Itulah rencana yang tersusun rapi di kepala Gavin hanya untuk membantu Logan menemukan kebahagiaannya.
“Kenapa kau malah bengong begitu?” Ucapan Logan seketika menyadarkan Gavin dari lamunannya.
“Hehehee … Baiklah, Boss! Akan segera aku laksanakan tapi bisakah anda tetap menjaga Nona Raelynn sampai aku kembali dari mengantar Dr. Ava?” pinta Gavin memulai rencananya.
“Oke, pergilah!”
Logan tanpa rasa curiga sedikitpun langsung menyetujuinya, karena dia sangat mempercayai Gavin seperti dia mempercayai dirinya sendiri. Logan sungguh tidak tahu bahwa Gavin telah merencanakan sesuatu yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan seumur hidupnya.
Gavin dan Dr. Ava akhirnya pergi dari kamar itu dengan perasaan bersalah pada Logan dan juga Raelynn. Dimana Gavin sama sekali tidak menyangka bahwa Tuannya akan sangat mempercayai dirinya, bahkan tanpa ada sedikitpun keraguan di matanya.
Ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya, tetapi Gavin juga tidak ingin Tuannya terus terjebak dengan wanita yang telah meninggalkannya begitu saja. Gavin juga merasa bersalah pada Raelynn, karena menggunakan kemalangan wanita itu untuk kepentingannya sendiri. Lebih tepatnya untuk membantu Tuannya melupakan mantan kekasihnya.
Hal yang sama pun Ava rasakan, dia masih memikirkan tentang luka-luka di tubuh Raelynn. Dan kemungkinan adanya penolakan dari Logan, jika malam ini berjalan sesuai dengan apa yang Gavin rencanakan. Jika keduanya benar-benar melewati malam panas bersama, maka artinya Raelynn tidak akan suci lagi. Lalu bagaimana jika Logan tidak bersedia bertanggung jawab?
Bagaimana nasib Raelynn selanjutnya? Sungguh Ava rasanya ingin sekali kembali ke hotel itu dan menghentikan semuanya. Namun, Gavin terus menyakinkan bahwa Logan tidak akan bertindak seburuk itu dengan lepas dari tanggung jawabnya.
Selama perjalanan mengantar Dr. Ava suasana di antara mereka berdua menjadi sangat canggung. Dimana keheningan menyelimuti keduanya, hingga setibanya di rumah sakit.
Ya, mereka terlalu larut dalam pemikiran dan rasa bersalah masing-masing. Dr. Ava yang sudah tidak tahan dengan situasi itu langsung saja membuka pintu mobilnya untuk keluar dari sana.
Sampai perkataan Gavin menghentikan niatnya tersebut, “Bersiaplah! Mungkin besok akan ada orang yang membawamu pergi secara paksa.”
“Maksudmu?”
Jelas Dr. Ava menanyakan itu, sebab bukankah Gavin sudah berjanji tidak akan melibatkan dirinya lagi setelah ini. Firasatnya juga mulai memburuk, entah mengapa sesuatu seakan tidak akan berjalan sesuai yang mereka rencanakan.
Namun, Gavin tidak langsung menjelaskannya. Hal itu membuat Dr. Ava mendengus kesal seraya berkata, “Jangan bilang kalau itu ada hubungannya dengan rencana konyolmu ini?”
“Itu memang benar!”
Gavin tidak memiliki alasan untuk berbohong, memang itulah yang dia takutkan saat ini. Meski nantinya dia akan menjamin bahwa Ava tidak terlibat dalam rencana ini sepenuhnya.
“Kau sudah gila ‘yah? Bukankah kau bilang tidak akan melibatkan aku lagi setelah ini.”
Dr. Ava tidak bisa menyembunyikan kemarahan serta kekesalannya lagi. Sudah cukup perasaan bersalah yang menganggu hati dan pikirannya saat ini karena sudah mengikuti rencananya. Kini dia harus bersiap menanggung kemarahan seorang Logan Asher Dominic, pengusaha paling berpengaruh dimana pun perusahannya berdiri.
“Dari awal sudah aku katakan, bukan—”
“Kalau mereka memang saling menyukai satu sama lain tanpa kita melakukan hal itu pun, mereka berdua pasti akan tetap bersama. Kau pasti telah berbohong padaku? Mereka tidak ada hubungan sama sekali, bukan?” potong Dr. Ava dengan tegas dan menebak dengan benar melihat Gavin yang tak mampu membalas ucapannya lagi.
“Sialan! Kini kau bahkan melibatkan diriku dalam masalah yang sangat besar, Gavin!” sambungnya meluapkan rasa frustasi sekaligus kemarahannya yang sudah semakin memuncak.
Omelan dan makian terus saja keluar dari mulut Dr. Ava, dia sungguh tidak menyangka bahwa keikutsertaannya ini menjadikan dirinya dalam masalah yang sangat besar. Andai saja, dia bisa menebaknya lebih awal mungkin dia tidak akan termakan jebakan Gavin seperti ini.
Sementara, Gavin masih tetap diam membisu, kini dia baru sadar bahwa kali ini keputusannya sudah sangat salah dan sangat melewati batas yang bisa dimaafkan oleh Logan.
Dr. Ava sudah mencapai batas emosinya sekarang. Apalagi melihat sikap Gavin yang hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun akan omelannya.
Dia menjadi sangat frustasi dan mulai berteriak, “Gavino Hudson! Semua ini adalah rencanamu tapi kenapa kau malah melibatkan aku sekarang, Hah! Bagaimana kalau Logan membekukan surat ijin praktikku atau dia langsung membunuhku. Apakah kau akan bertanggung jawab?”
“Iya, aku akan bertanggung jawab! Aku akan melindungimu apapun yang terjadi.” Entah kenapa Gavin malah ikut berteriak, dia juga merasa sangat frustasi sama seperti Dr. Ava sepertinya ada sedikit penyesalan kenapa dia harus bertindak sejauh ini.
“Tenanglah, Logan pasti memang akan sangat marah dan membenci kita berdua tapi dia tidak akan pernah membunuh siapapun.” Gavin sedikit menjelaskan dengan nada bicaranya menjadi lebih rendah dari sebelumnya, “Jadi kau tak perlu khawatir.” Sambungnya lagi.
“Baiklah, anggaplah aku percaya padamu bahwa nyawaku akan aman. Tapi bisakah kau berjanji padaku bahwa Logan tidak akan membuang wanita itu begitu saja setelah malam ini?”
Kali ini Dr. Ava sudah tidak memperdulikan dirinya lagi tapi mengkhawatirkan Raelynn, wanita malang yang Gavin manfaatkan keadaannya.
“Aku dapat melihatnya bahwa dia adalah wanita yang sangat baik. Jadi aku tidak ingin dia kenapa-napa, karena aku juga seorang wanita, Gavin! Jika terjadi sesuatu yang buruk padanya karena perbuatan kita ini, maka selamanya aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri. Dan lagi, hidupnya sepertinya tidak mudah. Melihat banyaknya bekas luka baru maupun luka lama yang memenuhi tubuhnya.” Lanjut Dr. Ava raut wajahnya yang telihat sangat khawatir.
Gavin langsung tersentak mendengar perkataan Dr. Ava yang satu ini. Entah mengapa rasa bersalah Gavin semakin besar setelah tubuh Raelynn yang penuh luka.
Entah mengapa firasat buruk mulai memenuhi hati dan pikirannya. Semakin besar pula rasa bersalahnya, jika pada akhirnya Logan benar-benar menolak bertanggung jawab. Gavin baru sadar bahwa rencananya ini sangat merugikan Raelynn yang seharusnya tidak terlibat dengan mereka.
“Baiklah, setidaknya aku akan memperjuangkan untuk permintaanmu yang satu ini.”
Gavin hanya bisa mengatakan itu, dia sendiri tidak yakin bisa menjamin pertanggung jawaban Logan yang jelas merasa terjebak olehnya.
“Hmm, kau harus melakukannya!”
Dr. Ava akhirnya keluar dari mobil, meninggalkan Gavin yang masih berseteru antara hati dan pikirannya sendiri.
Bersambung ….
Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...
Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
next kk