Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.
Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.
[Freedom The Continent]
[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.
Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.
Tapi cukup, abaikan tentang mereka.
Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!
Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!
Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.
Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.
Dan aku, adalah penjahat itu.
"... sial, ini mengerikan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28 - Dungeon: Rumah Hantu (8)
Sementara itu diluar. Setelah Baibai menghentikan pergerakan Beary, Joseph dan Burnout berusaha menarik Kiesha dan Clae dari perut Beary.
Keduanya bergerak cukup cemas, namun tidak bisa menarik Clae atau Kiesha keluar.
"Pelan-pelan, jangan sampai dia terluka."
Keduanya membeku sejenak. Kemudian bergerak lebih pelan.
"Tapi, mengapa aku mencium bau yang sangat buruk."
Pinky terdiam sejenak. Manik hitam matanya memandang kosong sejenak. Dia melirik Burnout, lalu mulai bercerita. Ceritanya hampir mirip dengan hal-hal yang dialami Clae.
Hanya saja, Joseph sudah curiga sejak pergi berobat ke ibukota pertama kali. Dia sudah minta bantuan untuk menyelidiki Stephanie.
Dia tidak menyangka kalau Stephanie berani melakukan hal-hal mengerikan di rumahnya.
Setelah mendengarkan semuanya, Baibai melihat Pinky dengan ganas.
"Grrr, MENGAPA KAU MENGIKUTI CARA IBLIS! Apa kau tidak tau itu mereka tabu, tidak bisa diandalkan. Pantas saja anak-anak mu berakhir seperti ini!"
[Aku... Aku hanya tidak ingin mereka meninggalkanku]
"Tuan Kaisha, Tolong jangan salahkan Tuan—"
[Tidak, Burnout. Ini memang kesalahanku.]
"Tuan Joseph."
"Grrr... Maka kau pantas mati, Roar!!"
Praktik pemanggilan jiwa merupakan cara iblis. Jelas setelah kematian anak kecil itu, Joseph dengan paksa memanggil jiwanya. Belum lagi memindahkan jiwa ke objek lain.
Jika dia merelakan kematian anaknya, lalu mengirim anaknya yang lain ke kematian, bagaimana semua bisa menjadi seperti ini.
Meskipun...
Kematian juga merupakan hal yang belum bisa dia terima sampai sekarang. Dia masih harus menghadapinya.
Baibai akan membunuh Joseph dan boneka boneka yang seharusnya sudah mati saat dia merasakan sesuatu dibawahnya. Itu adalah boneka yang dia tekan.
Boneka itu memberontak.
"Grrr..."
Baibai juga merasa tubuhnya melemah. Dia sepertinya sudah mencapai batasnya.
"ROAR!! Sial."
Dia bisa merasakan tubuhnya mengecil perlahan. Sesaat sebelum dia kembali menjadi kucing, boneka itu meludahkan sesuatu dari mulut di perutnya.
Clae keluar dari sana bersama boneka Kiesha.
Melihat Clae keluar dengan sehat dan luka di tubuhnya tidak bertambah, Baibai mengubah tubuhnya dengan tenang.
Ketika Clae membuka matanya, dia telah melihat Baibai ukuran kecil. Kembali menyembunyikan identitasnya.
Clae tidak membuang waktu. Dia menurunkan Kiesha, mengambil Pinky dan menarik satu tangan Pinky hingga terpotong.
"Meow!!"
Meski Baibai membenci Pinky, dan ingin membunuhnya, dia tidak tau apa mengapa Clae melakukan itu.
"Manusia, kamu masih lemah, meow. Biar aku yang membunuhnya. Aku bisa melakukannya, meow."
Clae menghentikan tindakannya sejenak.
'apa yang dikatakan kucing ini.'
"Aku tidak berniat menyakitinya."
"Lalu, meow?"
Clae hanya menunjuk Boneka Kiesha.
"Awasi saja itu."
Setelah dia menarik tangan kanan Pinky, Clae menarik telinga kirinya. Clae mengeluarkan kapas yang ada, mencoba mencari sesuatu.
Dari tangan dan telinga boneka itu, akhirnya Clae mendapatkan dua benda.
Wanita itu memberi petunjuk padanya.
'…. Mereka jahat karena energi jahat. Rosario bisa menahannya. Temukan di tubuh Pinky.'
Clae menghembuskan nafas berat.
Karena ritual mereka menggunakan darah dan daging manusia, mereka termasuk cara jahat, dan tentu saja mereka memiliki energi jahat. Namun, hal itu bukan tanpa solusi.
Item suci Rosario. Sepertinya barang ini banyak dibuat pada jaman itu.
Wanita itu telah meletakkan Rosario pada tubuh Pinky. Itu juga alasan Pinky, atau Joseph bisa berpikir jernih dan normal.
Clae tidak tau apakah wanita itu meramal ke depan, tapi cukup luar biasa menyiapkan banyak Rosario di tubuh Pinky.
Clae berdiri setelah mendapatkan dua Rosario dan melangkah ke Kiesha. Clae tidak berpikir panjang, dia masukkan Rosario ke mulut Kiesha.
Baibai sangat terkejut. Dia bisa merasakan kekuatan ilahi dari benda di tangan Clae. Dia juga melihat energi iblis di tubuh boneka itu perlahan-lahan surut setelah Clae memasukkan Rosario.
Melihat wajah penuh pertanyaan Pinky yang tanpa lengan dan telinga, Clae menjelaskan.
"Seharusnya masih banyak di tubuhmu. Jadi santai saja. Kalau mau, teliti salah satunya."
Kemudian Clae menghadap ke Emma. Ini adalah yang paling sulit.
"Aku akan membantumu, meow."
"Tentu. Dekatkan aku ke salah satu mulutnya."
Baibai menerbangkan Clae, sesekali dia akan menghindar dari tangan Beary. Saat Clae sampai di tangan dengan mulut terbuka lebar, dia merasa aneh.
'kenapa itu berhenti menyerang?'
Clae seketika melihat ke arah lain. Boneka anak kecil-Kiesha, Baibai, Pinky dan Burnout tepat di depan perut dengan mulut paling besar. Tempat dia ditelan sebelumnya.
Clae menggigit giginya dan berbalik.
"Meow!! Manusia, apa yang.…"
Baibai tidak melanjutkan kata-katanya saat Clae dengan cepat melewatinya.
Crack
Baibai berbalik lambat untuk menyadari Clae ada di belakang mereka. Tangannya dimasukkan ke perut boneka beruang. Ada darah mengalir dari sana. Ada juga cahaya yang keluar dari sana.
Saat Clae mengeluarkan tangannya perlahan. Dia tau tangganya tidak bisa lagi digunakan.
'Sakit, lelah, aku mau istirahat....'
"Manusia, meow. Kenapa kamu bodoh. Meow~ meow~ kenapa kamu sangat bodoh."
"…."
'Bukankah itu pertanyaan ku. Bagaimana bisa kamu tidak menyadari serangan itu. Kamu bahkan tidak memasang pelindung!'
Tentu saja, Clae tidak tau kalau Baibai baru saja menggunakan seluruh kekuatannya untuk berubah menjadi besar.
'Sudahlah.'
Clae tidak memiliki cukup banyak tenaga. Dia tiba-tiba jatuh duduk.
"Ini akan segera selesai."
'Terimakasih, ini hadiahmu...'
Suara yang datang bersama angin itu membuat Clae menghembuskan nafas berat. Dia tidak benar-benar ingin melakukannya. Dia hanya harus melakukannya supaya bisa sampai ke pintu keluar atau lantai pertama.
Yah, Clae belum melupakan item yang mungkin ada disini.
Clae perlahan kehilangan kesadaran. Saat dia bangun tangannya sudah bisa digerakkan tanpa rasa sakit. Luka ditubuhnya juga banyak berkurang.
'siapa yang menyembuhkan ku?'
Clae melihat sekeliling yang tenang.
'Mungkinkah suara itu?'
Clae tersenyum lembut untuk pertama kalinya. Dia berbisik, "Terimakasih."
Clae duduk, lalu berjalan keluar. Dia melihat Emma dan Kiesha belum sadar di koridor.
Clae terdiam.
Dia baru saja bangun di tempat tidur, jelas mereka memindahkannya. Tapi, mengapa tidak memindahkan kedua anak itu ke kasur. Abaikan Beary yang besar, Kiesha seharusnya bisa dipindahkan.
"Antar mereka masuk. Dingin di lantai."
Kata-kata Clae membuat kucing, boneka kelinci dan Dullahan yang duduk di sana tercengang. Melihat tubuh boneka yang lembut kedua anak itu, mereka bingung. Bagaimana mereka akan merasakan dingin.
"Manusia, kamu tidak tertolong, meow."
[Terimakasih, nona Clae]
Clae mengerutkan kening. Tapi mengabaikan mereka. Dia dengan baik hati membantu Pinky menyambung tubuhnya.
Dia juga meminta Baibai menemukan Helm Burnout.
Terakhir, dia membantu para tengkorak beristirahat dengan damai. Dia mengubur mereka dengan bantuan anak buah Burnout.
Tidak seperti Burnout yang ada di mansion sesuai keinginannya. Para tengkorak adalah sisa-sisa percobaan Stephanie. Dendam mereka tidak akan pernah terbalas, namun mereka masih bisa di tenangkan.
Sebelum Emma dan Kiesha sadar. Clae memberitahu Joseph semua yang dia tau kecuali wanita itu. Dia akan menyerahkan masalah Emma dan Kiesha ke Joseph.
Sebagai terimakasih, Joseph memberi satu rosario di kakinya pada Clae.
Akhirnya, Clae bisa pergi ke lantai selanjutnya. Dia membawa Baibai di pelukannya.
Saat dia melangkah keluar. Dia mendengar sesuatu. Dua suara yang bicara bersamaan.
"Kakak~ terimakasih~"
'Aku tidak melakukan ini untuk kalian.'