NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Pertempuran Dua Takdir

Salju yang turun di Lembah Kematian tidak lagi berwarna putih. Di bawah pengaruh aura Ling’er yang korup dan hawa membeku dari Permaisuri Phoenix Es, kepingan salju itu berubah menjadi abu abu kehitaman yang tajam seperti silet. Xiao Yuan berdiri di mulut gua, membelakangi Yun’er dan sang Permaisuri yang baru terbangun. Di hadapannya, wanita yang pernah ia cintai lebih dari nyawanya sendiri, Ling’er, melayang dengan keanggunan seorang dewi kematian.

"Kau tahu, Yuan-er," Ling’er memulai, suaranya mengalun merdu namun menusuk seperti duri. "Setiap kali aku melihatmu, aku selalu bertanya-tanya. Kenapa kau harus begitu sulit untuk mati? Jika kau mati di jurang itu, kau akan tetap menjadi kenangan indah di hatiku. Tapi sekarang? Kau hanya menjadi noda yang harus kuhapus dari sejarah kesuksesanku."

Xiao Yuan terkekeh, sebuah tawa kering yang terdengar sangat menyakitkan. "Kenangan indah? Kau mencabut tulangku saat aku masih memanggil namamu dengan penuh kasih, Ling’er. Kau memberikan sisa hidupku kepada pecundang seperti Lu Chen. Dan sekarang kau bicara soal sejarah? Sejarahmu akan ditulis dengan darahmu sendiri malam ini."

"Bicara yang besar untuk seseorang yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri tanpa bantuan wanita tua di belakangmu," Ling’er melambaikan tangannya.

Seketika, ratusan pemanah elit Sekte Awan Langit melepaskan anak panah mereka. Anak panah itu tidak terbuat dari kayu, melainkan dari tulang binatang iblis yang telah dimantrai untuk menghisap energi kehidupan. Angkasa lembah mendadak gelap tertutup oleh ribuan proyektil maut.

"Jangan bergerak," sebuah suara dingin dan berwibawa terdengar di telinga Xiao Yuan.

Tangan sang Permaisuri Phoenix Es mendarat di pundak Xiao Yuan. Hawa dingin yang begitu murni menyambar masuk ke dalam meridian Xiao Yuan, namun anehnya, energi itu tidak membekukannya. Sebaliknya, energi es itu membungkus api naga hitam di dalam tubuhnya, menciptakan sebuah sinergi yang belum pernah ada sebelumnya.

"Kuasai ini, wahai putra Naga Langit," bisik sang Permaisuri.

Xiao Yuan merasakan ledakan kekuatan yang tak terbayangkan. Ia mengangkat Pedang Keruntuhan Abadi secara horizontal. "Teknik Gabungan: Taring Naga Phoenix Badai Es Abadi!"

BOOM!

Sebuah gelombang kejut berwarna biru-hitam meledak dari tubuh Xiao Yuan. Ribuan anak panah yang sedang meluncur di udara membeku seketika dan pecah menjadi debu kristal sebelum sempat menyentuh targetnya. Ledakan itu tidak berhenti di sana; gelombang itu terus merambat di tanah, membekukan dan menghancurkan para pemanah elit yang berdiri di garis depan.

Ling’er mengernyit. Wajah cantiknya sedikit berubah karena amarah. "Sialan! Beraninya kau menghancurkan pasukanku!"

Ia mengangkat jantung mekanis di tangannya. Pria bertopeng naga emas yang sempat terikat oleh benang Hong Yue kini mengamuk. Tubuhnya membesar, otot-ototnya dialiri oleh cahaya emas yang dipaksakan. Dengan raungan yang menyerupai naga yang tersiksa, boneka itu menerjang Xiao Yuan.

"Boneka itu... dia adalah sisa-sisa diriku yang dulu," batin Xiao Yuan. "Lemah, naif, dan mudah dikendalikan."

Xiao Yuan tidak menghindar. Ia melompat maju, menabrak pria bertopeng itu di udara. Pertarungan itu bukan lagi sekadar pertukaran jurus, melainkan benturan dua takdir. Setiap pukulan pria bertopeng itu memancarkan aura emas suci, sementara setiap tebasan Xiao Yuan membawa kehampaan yang dingin.

"Mati!" Ling’er berteriak, menyalurkan energi gelapnya ke dalam alat pengendali.

Pria bertopeng itu melepaskan ledakan energi dari dadanya. Xiao Yuan terlempar menghantam pilar es raksasa. Namun, sebelum pria itu sempat menyerang lagi, Xiao Yuan menghilang dalam kilatan cahaya perak.

Langkah Bayangan Naga: Fase Cahaya!

Xiao Yuan muncul tepat di depan Ling’er. Pedang hitamnya mengarah langsung ke leher wanita itu. Namun, sebuah perisai cahaya emas mendadak muncul, menahan serangan Xiao Yuan.

"Kau pikir semudah itu?" Ling’er tersenyum licik. Ia memegang sebuah belati perak belati yang sama yang ia gunakan untuk menusuk Xiao Yuan di malam pernikahan. "Aku sudah melampaui Ranah Inti Emas, Yuan. Aku telah menyerap esensi dari ribuan kultivator demi hari ini."

"Maka aku akan menjadi orang terakhir yang kau serap!" raung Xiao Yuan.

Pedang hitam dan belati perak beradu, menciptakan percikan api yang membakar salju di sekitar mereka. Mata mereka bertemu. Di mata Ling’er, Xiao Yuan hanya melihat ambisi dan kegelapan. Di mata Xiao Yuan, Ling’er melihat neraka yang ia ciptakan sendiri.

"Kenapa, Ling’er? Kenapa kau melakukannya?" tanya Xiao Yuan di tengah adu kekuatan senjata mereka. "Aku akan memberikanmu dunia jika kau memintanya."

"Karena aku tidak ingin kau memberikannya padaku, Yuan," desis Ling’er. "Aku ingin mengambilnya sendiri. Aku benci melihatmu selalu menjadi yang nomor satu, selalu menjadi pahlawan. Aku ingin menjadi satu-satunya matahari di benua ini!"

Dengan sentakan kuat, Ling’er menendang dada Xiao Yuan dan mengirimkan gelombang api suci yang membakar jubahnya. Di saat yang sama, boneka naga emas kembali menyerang dari belakang.

Xiao Yuan terjepit. Namun, di saat itulah, ia teringat kata-kata Kakek Gu tentang ibunya. Ia teringat akan penderitaan ibunya di Alam Atas. Ia tidak boleh mati di sini, di tangan seorang wanita ular.

"Dua Jiwa Naga... Satukan!"

Tubuh Xiao Yuan mendadak diselimuti oleh aura dua warna yang berputar spiral. Sisi kiri tubuhnya memancarkan api naga hitam yang melahap cahaya, sementara sisi kanannya memancarkan cahaya naga perak yang membelah kegelapan. Penyatuan ini menciptakan tekanan gravitasi yang luar biasa hingga tanah di bawah mereka amblas sedalam beberapa meter.

"Apa?! Teknik penyatuan jiwa?!" Ling’er terbelalak.

Xiao Yuan meluncur. Bukan lagi sebagai manusia, melainkan sebagai personifikasi dari kehancuran itu sendiri. Ia melewati boneka naga emas begitu saja, dan dalam satu gerakan, tubuh boneka itu terpotong menjadi ratusan bagian kecil yang membeku dan terbakar secara bersamaan.

Ling’er panik. Ia mencoba melarikan diri, namun Xiao Yuan sudah mencengkeram lehernya.

"Sakit, Ling’er? Rasa takut ini... apakah kau merasakannya?" bisik Xiao Yuan tepat di telinganya.

"Lepas... lepaskan aku!" Ling’er mencoba menusukkan belatinya ke lengan Xiao Yuan, namun kulit Xiao Yuan kini sudah sekeras sisik naga purba.

Xiao Yuan mengangkat Ling’er tinggi-tinggi. Ia siap untuk mengakhiri segalanya. Namun, tiba-tiba sebuah suara terompet surgawi bergema dari langit. Awan di atas lembah terbelah, dan sebuah tangan raksasa yang terbuat dari cahaya murni turun untuk menghalangi Xiao Yuan.

"Cukup, keturunan terlarang!" suara itu begitu berat hingga membuat telinga semua orang berdarah.

Itu adalah utusan dari Alam Atas yang jauh lebih kuat dari Panglima Langit sebelumnya. Mereka tidak bisa membiarkan Ling’er mati, karena Ling’er adalah kunci penting dalam rencana mereka di dunia rendah.

Cahaya itu menghantam Xiao Yuan, memaksanya melepaskan Ling’er. Ling’er terlempar ke arah pasukan bantuan yang baru muncul dari balik kabut.

"Kau beruntung hari ini, Ling’er," Xiao Yuan berdiri, menyeka darah di bibirnya. Meskipun ia terluka oleh serangan dari langit, matanya tetap menyala dengan api dendam yang tak padam. "Lari saja ke pelukan tuan-tuan langitmu. Tapi ingat ini... tidak ada tempat di sembilan alam ini yang bisa menyembunyikanmu dariku."

Ling’er, dengan wajah yang penuh ketakutan dan dendam, ditarik oleh cahaya surga menuju kereta perang yang melayang. "Xiao Yuan! Aku akan kembali dengan seluruh kekuatan Sekte Awan Langit dan Aliansi Dewa! Kau akan menyesal karena tetap hidup!"

Kereta perang itu menghilang ke dalam awan, meninggalkan Lembah Kematian dalam keheningan yang mencekam. Xiao Yuan jatuh berlutut, napasnya tersengal-sengal. Penyatuan dua jiwa naga barusan telah memberikan beban yang luar biasa pada organ dalamnya.

Yun’er berlari menghampirinya, memeluknya dengan erat. "Yuan, jangan bicara dulu. Kau sangat terluka."

Sang Permaisuri Phoenix Es mendekat, menatap ke arah langit yang kini tertutup kembali. "Waktunya telah dimulai, Nak. Mereka telah menyadari keberadaanmu. Kita tidak bisa tinggal di dunia rendah lebih lama lagi. Kita harus menuju Hutan Kuno Para Dewa untuk memulihkan kekuatanmu sebelum mereka mengirim pasukan yang lebih besar."

Xiao Yuan menatap Yun’er, lalu menatap tangannya yang masih gemetar. Perjalanan panjang untuk membalas dendam baru saja memasuki babak yang lebih berbahaya. Musuhnya bukan lagi sekadar sekte manusia, melainkan penguasa langit itu sendiri.

"Hutan Kuno Para Dewa..." gumam Xiao Yuan. "Ke mana pun itu, asalkan aku bisa mendapatkan kekuatan untuk merobek langit itu sendiri,

Saat mereka bersiap untuk pergi, Xiao Yuan menyadari bahwa liontin ibunya kini retak. Retakan itu mengeluarkan asap hitam yang menunjukkan lokasi ibunya sedang berada dalam bahaya besar di Alam Atas. Sementara itu, Hong Yue yang tadinya menghilang, muncul kembali di kejauhan dengan senyum misterius, memegang kepala boneka naga emas yang telah hancur. "Potensi yang menarik," gumamnya. "Tapi apakah dia akan bertahan di Hutan Kuno yang dihuni oleh monster-monster dari zaman penciptaan?" Di sisi lain, Ling'er yang terluka parah di dalam kereta surga, diberikan sebuah pil berwarna darah oleh utusan langit. "Minumlah, dan kau akan memiliki kekuatan untuk membunuh naga itu, namun harganya adalah jiwamu."

Bersambung...

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!