NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut Mencintaimu

Dariush mengajari Bella cara berkuda. Keduanya berada di satu kuda yang sama. Sean mengekor dari belakang.

"Aish... kalian ini mau berkuda atau bermesraan hah? Menyebalkan sekali." Keluh Sean saat melihat kakak dan kakak iparnya tertawa didepannya.

Pasangan yang dikeluhan menoleh ke belakang. "Menikahlah Sean! Jangan bermain wanita terus! Kau sudah dewasa." Celetuk Dariush tanpa dosa.

Sean menyusul di sebelahnya. Ketiganya berjalan pelan menyusuri lapangan nan luas itu. "Hei kakak ipar. Apa kau punya adik seperti dirimu? Kenalkan padaku."

"Tidak, aku anak tunggal. Tapi aku punya sahabat, Natasha namanya. Nanti ku kenalkan pada mu."

"Ok aku mau hahaha bye aku duluan kalian lama sekali." Sean melajukan kudanya agak sedikit cepat.

Dariush dan Bella masih setia jalan dengan tempo pelan. "Seru yah, aku tidak pernah berkuda. Ini pertama kalinya." Tutur Bella.

Bibir Dariush mengecup pipi cantik istrinya. "Hmm kamu bisa kesini kapan pun. Kuda ini milikmu sayang."

Bella menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Tangan Dariush masih memegang tali pengait kuda.

"Sejuk sekali disini. Tapi jauh dari rumah. Oh iya kita jadi kan pulang ke negaraku? Dan ke Inggris bagaimana?"

"Iya sayang, Fabio akan mengurusnya. Kita selesaikan pekerjaanmu dulu. Setelah itu baru kita pulang."

-

-

-

Dariush menepati janjinya pada istrinya. Hari ini ia akan menemani istrinya ke Inggris. Beberapa pegawai Arabella sudah berada di sana. Mereka sudah ada di dalam pesawat pribadi. Milik Dariush.

"Perjalanan akan panjang, kamu tidur duluan. Aku masih ada sedikit pekerjaan." Ucap Dariush yang menyelimuti istrinya.

Namun Bella tak menjawabnya, ia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Dariush merangkulnya dan mencium kening istrinya.

Pemilik mata indah ini lama kelamaan terpejam, Dariush membetulkan posisi Bella di pinggirnya. Ia mengecup bibir istrinya sekilas dan melanjutkan lagi pekerjaannya.

Dariush sedikit menguap, rasa kantuknya sudah datang. Namun ketika ia ingin tidur, ponselnya bergetar.

"Rosaline"

Dariush berjalan keluar kamar dan menjawab telepon dari wanita itu. "Kenapa?" Ucapnya, datar.

"I miss you, babe! Dariush, kita harus bicara!"

"Tidak ada yang perlu di bicara kan! Lanjutkan hidup mu, jika kau masih ingin berkarir!" Tegas Dariush.

"Kamu salah paham, aku di jebak sungguh!"

"Jangan pernah menghubungi ku lagi." Dariush menutup teleponnya. Ketika ia membalikkan badannya, rupanya Arabella sudah ada di hadapannya.

Bella menatap suaminya dengan tatapan yang tak terbaca. Ia mendekati suaminya dan mengambil ponsel yang di pegang.

"Siapa yang telepon? Kamu selingkuh?" Ketus Bella.

"Bukan siapa siapa! Ayo kembali tidur, aku lelah!"

"Aku tidak suka di bohongi, Dariush! Menyesal aku sudah menyerahkan segalanya untuk mu! Brengsek !!" Bella sangat marah pada suaminya ini.

Bella masuk ke kamar lagi dengan membanting pintunya. Dariush menyusul istrinya. "Aku akan jelaskan." Ucapnya datar. Tak ada rasa takut dalam diri Dariush menghadapi kemarahan istrinya ini.

Kaki Dariush perlahan melangkah mendekati istrinya yang sedang marah. Bella memalingkan wajahnya ke jendela pesawat itu.

Dariush menjelaskan siapa Rosaline. Wanita itu adalah wanita yang pernah di cintai oleh Dariush. Namun belum juga keduanya berhubungan, Rosaline sudah membuat Dariush kecewa. Mungkin cinta Dariush pada Rosaline hanya cinta sesaat. Karena pada waktu itu umur keduanya masih remaja.

Pasalnya Dariush memergoki Rosaline tengah bercinta dengan sahabatnya sendiri. Sungguh ia sangat jijik pada Rosaline. Ia bersumpah tak akan pernah menemui Rosaline lagi.

Namun sampai sekarang Rosaline tetap mengejar ngejar cinta Dariush. "Begitu." Ucap Dariush.

Bella menoleh menatap Dariush dengan sendu. "Bagaimana jika aku mulai jatuh cinta dengan mu? Ini yang aku takutkan. Aku takut kamu akan meninggalkan ku dan mengkhianati ku!" Lirihnya.

Dariush tercengang mendengar pengakuan istrinya. Ia membelai pipi merah Bella yang semakin cantik di matanya.

"Jadi kamu sudah mencintai ku?"

"Belum!" Jawab Bella ketus.

Dariush mengecup bibir istrinya sekilas. Ia menatap bola mata nan indah itu. "Kamu sudah mencintai, ku. Akui saja kalau kamu cemburu." Ucap Dariush dengan mencolek ujung hidung istrinya.

"Ck... Anda terlalu percaya diri tuan Dariush yang terhormat." Jawab Bella sinis sambil mendelik tajam.

"Oh iya... Kamu benar, aku memang percaya diri. Karena pria sepertiku tidak akan bisa kamu tolak."

"Ka_hmmpt_"

Bibir Dariush membungkam bibir istrinya. Ia menyesap melumat dan melahap bibir s*ksi istrinya. Satu tangannya menelusup ke dalam baju istrinya.

"Da_ahhh..." Suara desahan lolos dari bibir Bella.

Keduanya melakukan penyatuan di atas awan. "Ssh.. Ahhh... Ahh.. Aku_ahh!"

"I love you Arabella."

-

-

-

Berjam-jam menempuh waktu di udara menuju Inggris. Tubuh Bella benar benar pegal ditambah lagi kelakuan suaminya yang terus menj*mahnya. Tangan Dariush terulur mengelus kepala istrinya.

"Kita dimana?" Tanya Bella.

"Sebentar lagi kita sampai bandara. Mau makan dulu?"

Kepala Bella menggeleng pelan ia sudah sangat kenyang sedari tadi hanya makan tidur dan bergelut di atas kasur dengan suaminya.

Dariush memeluk erat wanita yang sangat ia cintai ini. Wajahnya yang tenang membuat hati Bella berdesir saat ini. Ia akan membawa istrinya untuk honeymoon setelah Bella membereskan pekerjaannya.

"Hmm.. Atur saja! Aku tidak bisa membantah kan?" Celetuk Bella.

"Good girl." CUP

Pesawat mereka akhirnya sampai juga di landasan terbang. Fabio asistennya sudah mengeluarkan koper koper majikannya. Tangan Dariush menautkan jemarinya di jemari istrinya.

Bella memakai kacamata hitam menutupi mata kantuknya. "Ayooo kerja... Padahal aku masih mengantuk." Keluh Bella.

"Kau sendiri yang meminta ke sini nona."

"Terima kasih suami ku yang kaya raya."

Dariush mengulas senyum hangatnya. Keduanya berjalan berdampingan menuju mobil yang menjemputnya. Beruntungnya Bella mendapatkan suami seperti Dariush, walaupun pria berjambang tipis ini seorang mafia, tapi hanya pada Bella ia akan melakukan segalanya.

Sayangnya, hati Bella masih ragu atas perasaannya. Ia takut sesuatu yang buruk akan menimpanya jika dirinya mencintai suaminya. Terlebih yang ia tahu jika suaminya seorang mafia.

Mobil mereka sudah dalam perjalanan menuju hotel yang sudah Dariush booking untuk satu minggu ke depan. Mata Bella memandang keindahan kota ini, London.

Sudut mata Dariush melirik istrinya yang mengagumi pusat kota ini. "Mau tinggal di sini?" Celetuk Dariush.

"Heuh? Tidak! Aku ingin liburan saja di sini setelah bekerja nanti. Aku_"

"Kenapa honey?"

"Aku ingin bersama mu." Ucap Bella dengan jelas.

Ucapan Bella jelas saja membuat hati Dariush membuncah. Sepertinya benar dugaannya, jika Bella sudah mulai membuka hati untuknya. Ia mencium bibir Bella sekilas.

"Kenapa cium aku? Malu kan?"

"Kita di London, dan itu hal yang wajar. Kecuali di negara mu mungkin."

Bella baru terpikirkan, ia menggigit bibir bawahnya. Dan mengangguk pelan. Bibir Dariush menyambar lagi bibir sang istri. Kali ini tak ada protes dari mulut istrinya.

Fabio yang duduk di belakang kedua bossnya ini merasa jengkel harus melihat adegan v*lgar.

"Boss... syalan! Kalian pikir aku nyamuk apa? Huft!"

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!