Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15: Kekacauan!
***
Hari itu, matahari belum sempat mengeluarkan sinarnya, namun Istana Kekaisaran Dinasti Zhang sudah gempar.
Seorang utusan dari Kediaman Pangeran Rui, masuk ke dalam Istana dengan wajah pucat pasi.
"Hamba ingin bertemu dengan Yang Mulia Kaisar sekarang! Ini sangat penting! Darurat!" seru utusan itu dengan napas terengah-engah.
Para penjaga Istana itu saling menoleh dengan wajah bingung.
"Ada urusan penting apa? Jangan ganggu Yang Mulia Kaisar!" ujar salah satu penjaga.
"Eh, bukankah dia itu orang dari Kediaman Pangeran Rui, ya? Sepertinya benar-benar urusan darurat ..." ujar rekannya sambil bersiap untuk melapor.
Utusan itu benar-benar marah karena dihentikan, jika bukan keadaan Kediaman yang porak-poranda akibat penyerangan, dia juga tidak ingin datang untuk menghadap Kaisar Agung.
"Laporkan segera, Sin-Chan dari Kediaman Pangeran Rui, ingin menghadap Yang Mulia Kaisar Agung!"
♨
Di dalam Aula Naga Emas, Kaisar Zhang Long baru saja menyelesaikan meditasi paginya.
Tidak beberapa lama, terdengar suara Kasim Utama yang ada disampingnya.
"Yang Mulia Kaisar Agung ... Pangeran Rui mengutus seseorang bernama Sin-Chan dari Kediamannya untuk melaporkan keadaan darurat ..." ujar Kasim utama dengan kepala tertunduk.
Kaisar Zhang Long membuka matanya perlahan.
"Laporan darurat apa, sampai wajahmu terlihat pucat seperti itu?" tanya Kaisar Zhang Long dengan suara berat.
Kasim utama membawa masuk Sin-Chan ke dalam ruangan, agar dia menjelaskan langsung keadaannya.
Saat melihat Kaisar Zhang menatapnya dengan tatapan tajam, Sin-Chan langsung berlutut dengan tubuh gemetar.
"Apa yang ingin kamu sampaikan kepada Zhen?" tanya Kaisar Zhang Long dengan nada dingin.
"Ampuni hamba, Yang Mulia ... Kediaman Pangeran Rui semalam diserang!" jawab Sin-Chan dengan kepala menyentuh lantai.
Brak!
"APAAAA?!!! Siapa badjingan yang berani menyerang Kediaman Pangeran?! Apa dia sudah tidak sayang dengan kepalanya?!" seru Kaisar Zhang Long sambil menggebrak meja.
"Kami tidak tahu identitasnya, Yang Mulia. Pangeran Rui sekarang luka parah karena pukulan, dan Selir Bai ... Selir Bai ..." lapor Sin-Chan dengan nada ragu.
"Bicara yang jelas!! Jika tidak, Zhen penggal kepalamu itu!!" bentak Kaisar Zhang Long dengan wajah emosi.
"Ampun Yang Mulia ... Selir Bai dalam keadaan sekarat sekarang. Hamba diperintahkan oleh seseorang untuk memberikan kotak ini kepada Yang Mulia Kaisar, dengan jaminan keluarga hamba. Ampuni hamba, Yang Mulia ... ampuni hamba ..." jawab Sin-Chan dengan tubuh gemetar ketakutan.
Siapa yang tidak takut berhadapan dengan pria ini?
Dia adalah Kaisar Tiran yang terkenal kejam, bukan tukang beras di pasar, oke?
Salah bicara, kepala langsung hilang dari raga!
Sin-Chan segera mengangkat sebuah kotak yang terbuat dari kayu berwarna hitam, agar Kasim Utama mengambilnya.
Kasim Utama Kaisar yang bernama Kasim Chun segera mengambilnya, lalu dia menyerahkannya kepada Kaisar Zhang Long.
"Buka Kotak itu, Kasim Chun!" perintah Kaisar Zhang Long.
"Baik, Yang Mulia ..."
Ctak!
Kotak hitam itu terbuka ...
Dan isinya adalah sekumpulan surat-surat rahasia, Peta pasukan Kekaisaran, daftar nama para pejabat, dan sebuah segel Kekaisaran yang palsu.
Melihat semua itu, mata Kaisar Zhang Long langsung membeliak lebar dan wajahnya memerah karena emosi.
"I--ini ... ini bukti makar! Nama Pangeran Rui tercantum di dalam semua dokumen ini, Yang Mulia ..." ujar Kasim Chun dengan suara bergetar.
Brak!
"Mustahil!! Pangeran Rui adalah anak yang paling Zhen sayang dan banggakan, kenapa dia ingin melakukan makar terhadap kekuasaan Zhen?!" ujar Kaisar Zhang Long sambil memukul sandaran tangan kursinya.
Kasim Chun juga tidak akan mempercayainya begitu saja, jika tidak melihat segel asli milik Pangeran Rui disana.
"Segel ini asli milik Pangeran Rui, dan tulisan tangan ini ..."
Kaisar Zhang Long menatap tulisan tangan itu dengan perasaan yang rumit.
"Ini adalah tulisan tangan ... Pangeran Rui ..."
♨
Suasana pagi itu terasa berat, para Pejabat Utama Kekaisaran dipanggil masuk dengan perintah masuk darurat ke dalam Istana.
Ketika mereka berhadapan dengan Kaisar Zhang Long, mereka langsung diberikan bukti-bukti yang dia dapat dari Utusan Sin-Chan.
"Bagaimana pendapat kalian? Zhen masih tidak percaya, jika anak yang Zhen besarkan dengan penuh kasih sayang, akan bertindak seperti ini ..." ujar Kaisar Zhang Long dengan suara berat.
Menteri Kiri memberanikan diri untuk maju ke depan, dan menjawab pertanyaan itu.
"Menjawab, Yang Mulia ... semua bukti-bukti ini terlihat lengkap dan nyata, sampai rute suplai untuk pasukan kita pun tercatat dengan jelas."
Menteri Kanan langsung maju untuk membela Pangeran Rui.
"Semua itu bisa saja sebuah 'Rekayasa', demi menjatuhkan nama besar Pangeran Rui! Yang Mulia Kaisar Agung, jangan percaya dengan semua ini ... Pangeran Rui tidak mungkin ..."
"CUKUP!!! Zhen tidak buta!!" bentak Kaisar Zhang Long, murka.
Kaisar Zhang Long berdiri dari atas singgasananya dengan perlahan, wajahnya dipenuhi dengan rasa kecewa yang sangat dalam.
"Dimana Pangeran Rui sekarang?" tanya Kaisar Zhang Long.
"Pangeran Rui masih berada di dalam Kediamannya, Yang Mulia. Dia sedang menunggu keputusan Yang Mulia ..." jawab Kasim Chun.
Kaisar Zhang Long tertawa pahit ...
"Hahahaha ... Dia masih berani menunggu, setelah dia menyiapkan semua ini? Hebat sekali!"
Kaisar Zhang Long mengepalkan tangannya dengan erat, mengumpulkan semua kepahitan yang diberikan oleh anak kesayangannya itu.
"PENGAWAL!"
"Kami disini, Yang Mulia!"
"Tangkap dan bawa Pangeran Rui kehadapan Zhen sekarang! Segel Kediamannya, dan jaga dengan ketat! Tidak boleh ada seorang pun yang keluar dan masuk ke dalam sana!" perintah Kaisar Zhang Long dengan nada tegas.
"Perintah diterima!"
♨
Di dalam Kediaman Pangeran Rui, dia terlihat sedang duduk sendirian di dalam Aula dengan wajah babak-belur.
Sikapnya terlihat tenang ... malah terlihat sangat tenang, untuk seseorang yang akan menerima hukuman berat.
Drap ... Drap ... Drap.
Suara langkah pasukan khusus Kekaisaran terdengar mendekat ke arah Aula.
Brak!
Pintu Aula terbuka, dan seorang Pemimpin Pasukan Khusus Kekaisaran langsung masuk dengan aura dingin.
"Akhirnya kalian datang juga ..." ujar Pangeran Rui dengan nada lirih.
Pemimpin itu membuka sebuah surat perintah penangkapan dihadapan Pangeran Rui.
"Atas perintah langsung Yang Mulia Kaisar Agung, Pangeran Rui ditangkap atas tuduhan ingin melakukan makar terhadap Kaisar! Harap Anda menyerah tanpa perlawanan!" ujar sang pemimpin dengan suara tegas.
Pangeran Rui menatap pemimpin pasukan itu dengan senyuman sinis diwajahnya.
"Apa kalian tidak melihat luka-luka yang aku derita ini, hah?! Bagaimana mau melawan, jika tubuhku saja sudah terluka sangat parah? Benar-benar buta ..." ujar Pangeran Rui dengan nada mengejek.
"Lagi pula, aku memang tidak berniat untuk melakukan perlawanan. Aku sadar, dari awal aku sudah salah langkah ..."
"Tangkap dan bawa dia!"
"Baik!"
♨
Sementara itu, di dalam kediaman Anggrek Putih, Selir Bai yang terikat diatas ranjang, tubuhnya mengejang kesakitan.
"Arrrgh! Sakit ... sakit sekali! Bunuh saja aku! Arrghh!"
Dua anggota Ashura Neraka yang menyamar, melihatnya dengan tatapan datar dari sudut kamar itu.
Selir Bai terisak ...
Dia mulai menyesali semuanya ...
"Bunuh saja aku ... bunuh saja ..."
"Jangan siksa aku seperti ini ..."
Semuanya sia-sia, jika Anlian sudah berkata 'Siksaan Neraka Dunia', maka sang korban harus menjalaninya sampai ... mati.
Sekarang dia harus merasakan rasa sakit itu sampai ajal menjemputnya.
♨
Mari kita kembali lagi ke Istana ...
Pangeran Rui langsung dibawa ke Aula Pengadilan, dimana para Pejabat dan Bangsawan terpilih berkumpul.
Kali ini, pengadilan itu ditangani langsung oleh Kaisar Zhang Long, didampingi oleh Kasim Chun dan Hakim Kepala.
Brak!
Kaisar Zhang Long melemparkan semua bukti itu ke depan wajah Pangeran Rui.
"Katakan pada Zhen, jika semua ini bohong, Pangeran Rui!" ujar Kaisar Zhang Long dengan nada dingin.
Pangeran Rui yang sedang berlutut langsung mengangkat kepalanya, wajahnya terlihat sangat tenang.
"Menjawab pertanyaan Ayahanda Kaisar, itu semua benar ..."
Ruang pengadilan itu langsung ricuh, terutama para bangsawan yang berada dipihak Pangeran Rui.
"Apaaa?! ternyata dia benar-benar melakukan itu!"
"Sungguh mengecewakan ... sangat-sangat mengecewakan!"
"Berani-beraninya dia ingin melakukan pemberontakan! Yang Mulia Kaisar masih segar bugar, loh!"
Brak!
"DIAM SEMUANYA!!" bentak Kaisar Zhang Long dengan wajah emosi.
"Badjingan sia-lan! Anak tidak berbakti! Sia-sia Zhen menaruh harapan terhadapmu jika begini!!" ujar Kaisar Zhang Long, sambil menunjuk wajah Pangeran Rui.
"Aku memang ingin merebut takhta itu dari tanganmu, Ayahanda Kaisar. Aku ingin menguasai dunia! Hahahaha! Ayahanda sudah hidup lama di atas takhta, waktunya untuk dilengserkan! Hahahaha!" sahut Pangeran Rui sambil tertawa.
"Dia sudah gila! Berani sekali!"
"Hukum dia dengan berat, Yang Mulia Kaisar!"
"Hukum dia!!"
Kaisar Zhang Long mengangkat tangannya, tanda meminta mereka semua untuk diam.
"Mengapa? Mengapa kamu melakukan semua ini, Pangeran Rui?" tanya Kaisar Zhang Long dengan suara bergetar.
"Zhen tidak pernah memperlakukan kamu dengan buruk ..."
Pangeran Rui tertawa gila ...
"Hahahahaha! Itu karena Ayahanda Kaisar selalu bersikap adil kepada semua anak-anak Anda! Sehingga aku tidak pernah menjadi yang paling ... Istimewa!" jawab Pangeran Rui.
"Jadi, karena Zhen sangat adil, maka kamu ingin membunuh Zhen, ayahmu sendiri?" tanya Kaisar Zhang Long dengan nada tidak percaya.
"Benar! Aku hanya ingin naik takhta ... dan aku akan melakukan itu dengan cara apapun juga ..." jawab Pangeran Rui dengan nada santai.
Kaisar Zhang Long memejamkan matanya, hatinya diliputi oleh sebuah penyesalan yang sangat dalam.
"Apakah Hua Zhen termasuk dalam rencanamu? Kamu fitnah dia, dan membuat Zhen mengasingkan dirinya?" tanya Kaisar Zhang Long.
"Benar! Dia adalah bagian awal rencanaku dan Selir Bai ..." jawab Pangeran Rui.
"Badjingan!!! Kamu membuat Zhen melakukan kesalahan, dengan mengirim dia ke wilayah Terkutuk, padahal dia benar-benar tidak bersalah!!" raung Kaisar Zhang Long, murka.
Dengan perasaan menyesal, Kaisar Zhang Long pun akhirnya mengambil keputusan yang sangat berat.
"Pengawal!"
"Bawa Pangeran Rui dan masukkan dia ke dalam penjara air sampai ajal menjemputnya! Gelar Pangeran Rui dicabut, dan semua kekayaannya disita Istana! Dia sekarang adalah rakyat jelata!" perintah Kaisar Zhang Long dengan nada berat.
"Perintah diterima!"
"Hidup Yang Mulia Kaisar!"
"Hidup Yang Mulia Kaisar!"
"Yang Mulia Kaisar sungguh sangat bijaksana dan adil!"
♨
Setelah menerima keputusan itu, sudah tidak ada lagi yang bernama Pangeran Rui dalam Dinasti Zhang Agung.
Pengkhianat Negara tidak layak dicatat namanya dalam silsilah Kerajaan, sehingga namanya dihapus begitu saja dari buku silsilah Kerajaan.
Anlian tersenyum sinis diatas atap, saat mendengar semua pengakuan Pangeran Rui.
Kematian pemilik raga ini ternyata sia-sia ...
Dia hanyalah sebuah 'Bidak' untuk pencapaian seorang pria badjingan yang haus akan kekuasaan.
"Hukuman yang setimpal ... Sekarang tinggal membuat kekacauan untuk Kaisar an-jing itu, agar dirinya semakin merasa menyesal ... Hahahaha!" gumam Anlian dalam hatinya.
"Apakah Anda puas, Nona?" tanya Yaoyao.
"Belum ... Sudah saatnya permainan yang lebih besar dimulai ... hehehehehe!"
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖