NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Kenapa kau ke sini? Dan kenapa kau bawa Luna!" sentak Lily saat mendapati Leon datang menjemputnya bersama Luna.

Lily menarik Luna merapat di tubuhnya, sembari menatap Leon dengan tatapan jengkel.

"Sekarang sedang hujan. Tinggalkan saja motormu di sini, dan pulang bersama kita dengan mobil. Bukannya kamu juga gampang sakit jika hujan dan suhu dingin begini," tutur Leon dengan lembut.

Lily mendelik, dan berdecak pelan. "Jangan bersikap begitu. Itu sangat menjijikkan!" sahutnya dengan tegas.

"Ibu," panggil Luna dengan lembut membuat Lily menunduk.

"Iya sayang," tutur Lily.

"Aku yang minta, Ayah ... ah maksudku Paman Leon menjemput Ibu. Aku tidak mau Ibu sakit," sahut Luna memberikan penjelasan, menatap Lily dengan mata lebar yang tampak polos.

Lily menghela nafas pelan. Kata ayah yang ditujukan itu, membuat hatinya terasa nyeri. Ia lalu berlutut menyamai tinggi.

"Luna sayang, Ibu akan terus baik-baik saja selama Luna senang. Jadi Luna tidak perlu khawatir," tutur Lily lembut.

Luna mengangguk. "Luna mengerti. Luna sayang Ibu," ucapnya lalu mendongak menatap Leon sesaat lalu menatap Lily lagi. "Ibu jangan marahi Paman Leon lagi. Paman Leon hanya bantu Luna."

Lily mengulum senyum paksa. Tatapan polos Luna yang jelas mengharapkan Leon dalam hidupnya, membuatnya hanya bisa menahan rasa sakit di hatinya.

Ia mengusap lembut puncak kepala Luna. Lalu bangkit, kembali berhadapan dengan Leon yang menunggu.

"Leon, aku tau kamu ayahnya. Tapi, kesalahanmu sangat fatal. Aku tidak bisa memaafkanmu," ucap Lily berusaha membuat Leon menyerah.

Leon tersenyum, dan mengangguk kecil. "Kamu tidak bisa. Bukan berarti aku harus diam. Setidaknya biarkan aku sedikit berperan pada hidup Luna."

Lily memejamkan mata sembari menghela nafas panjang. Ia lalu memalingkan wajah, dan tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Axton yang menatapnya tajam di depan pintu utama perusahaan.

Lily menunduk, menggerakkan pandangannya ke arah lain. "Axton menjeratku kembali, dan Leon ingin kita punya hubungan demi Luna, yang jelas sangat mustahil setelah apa yang terjadi."

Lily menghela nafas, ia lalu mendongak, menatap tetes hujan yang berlomba jatuh ke dasar. Semakin ia menatap semakin jauh pandangannya.

"Aku harus menghapus mereka berdua dalam hidupku dan Luna. Mereka berdua sama-sama tak pantas jadi bagian hidup kita," batinnya sembari mengusap lembut puncak kepala Luna.

Lily menghela nafas panjang, kembali menatap Leon. "Ya sudah ayo pulang," sahutnya membuat Leon mengulum senyum lebar.

"Ayo," jawabnya segera melebarkan payung di tangannya.

Leon menarik tangan Luna agar berjalan di depannya, lalu ia merapatkan pundaknya dengan Lily. Satu tangannya merangkul pundak Lily, dan membawanya melewati hujan.

Lily hanya diam menerima sentuhan Leon, dalam benaknya ia berucap. "Ini bukan memberi kesempatan pada Leon, tapi untuk memukul mundur Axton."

Dalam pikiran Lily. Ia harus membuat pria utama yang bisa mengobrak-abrik hidupnya mundur lebih dulu.

Dan apa yang dilakukan Lily, jelas membuat darah Axton mendidih. Tangannya mengepal dan sorot matanya tajam, seolah ingin menerkam.

Aline yang sebagai sekertaris setia berada di sebelahnya cuma bisa cemberut keheranan.

"Apa sih istimewanya wanita itu? Cantik juga masih cantikan aku. Tapi, kenapa sikap Pak Axton sangat berbeda dengannya?" batin Aline menggerutu.

"Dia baru beberapa hari, tapi sudah beberapa orang yang dipecat karenanya," batin Aline semakin penasaran meski ia juga semakin kesal.

Aline menengok jam tangannya dan melihat waktu yang ditujukan. Ia lalu berdehem, "Em, maaf Pak. Apa kita jadi menghadiri undangan pembukaan hotel Green?" tanya Aline memperingatkan jadwal mereka.

"Kau saja yang datang. Aku mau pulang," jawab Axton kemudian berbalik memasuki mobil yang sejak tadi menunggunya, tanpa menunggu respon Aline.

"Jalan! Kita pulang!" perintah Axton dengan dinginnya.

"Baik Pak," jawab supir.

Mobil bergerak dengan kecepatan sedang melewati hujan yang semakin deras.

Axton menghela nafas panjang dengan tangan mengepal, menatap ke arah luar jendela. Seberapa ia berusaha menghapus. Namun, bayang wajah Lily justru semakin jelas.

"Anak itu benar-benar mirip denganmu Lily. Aku pergi 7 tahun, dan kamu punya anak 5 tahun. Apa kamu begitu tidak bisa sabar menungguku?" batin Axton, dengan tubuh gemetar karena marah.

"Aku pergi baik-baik, aku pamitan denganmu. Tapi, kenapa kamu mengkhianatiku?" batin Axton diikuti air matanya yang mengalir tanpa mampu ia kendalikan.

Beberapa saat menempuh perjalanan. Mobil yang membawa Axton memasuki komplek perumahan mewah, dan berhenti di antara rumah mewah dengan pekarangan luas di sana.

Axton menghela nafas kasar, berjalan tanpa rasa semangat memasuki rumahnya itu. Ia melihat sekitar sembari bergumam.

"Andai saja kamu tidak mengkhianatiku. Kamu sudah tinggal di sini selama tiga tahun, dan setiap aku pulang, kamu akan menyambut ku," batin Axton membayangkan bagaimana kehidupan yang diingin seharusnya terjadi.

Ia kecewa, namun ia tak bisa menyingkirkan mimpi indah yang selalu terbayangkan.

Lily yang datang menyambut kepulangannya, dengan senyuman manis dan pakaian seksi yang akan menghapus lelahnya.

Axton menghela nafas pelan. Ia melanjutkan langkahnya, menuju lift. Saat ia akan menekan tombol buka, pintu lift itu terbuka sendiri, dan memperlihatkan seseorang di dalam sana.

Mata Axton langsung melebar tajam, melihat seorang gadis kecil berkepang dua di dalam sana.

Begitupun gadis kecil itu yang langsung mundur merapat pada dinding lift, dengan ekspresi ketakutan, memeluk erat boneka kelinci di tangannya.

"Kau! Anak haram! Kenapa kau di rumahku!" bentak Axton membuat gadis kecil itu tersentak dan mencebik ingin menangis.

"Di mana ayahmu sialan!" Lanjutnya memaki.

Dengan tangan gemetar, gadis itu menunjuk keluar, lalu membuat gerakan tangan yang berupa bahasa isyarat, yang mengatakan 'di halaman belakang.'

Axton mendengkus. Ia langsung menarik gadis itu keluar dari lift. Menariknya paksa, membuat gadis itu berlari kecil menyamai langkahnya sembari menangis kecil.

"Dasar tua bangka sialan. Berapa kali ku bilang jangan pernah pulang ke rumahku. Kalian orang-orang busuk, hanya mengotori rumahku!" Dumel Axton terus melangkah tanpa peduli bagaimana gadis kecil itu kesusahan menyamai langkahnya.

Sampai di halaman belakang, ia melihat seorang pria paruh baya sedang menghisap rokok dengan santainya.

Axton semakin emosi. Ia membuka pintu dengan gerakan kasar menimbulkan suara yang mengalihkan perhatian pria paruh baya itu.

"Roy Fernando! Ambil anak harammu, dan pergi dari rumahku!" Sentak Axton mendorong gadis kecil hingga pria paruh baya itu harus menangkapnya.

"Axton! Berapa kali harus ku katakan, jangan bersikap kasar dengan Alin!" sahut pria itu sembari memeluk gadis kecil yang terisak itu.

Axton berkacak pinggang, mendengkus mendengarnya, dengan ketus ia menyahut. "Bawa anakmu pergi dari sini. Jangan mengotori rumahku!" Usirnya dengan penuh penekanan.

"Aku adalah ayahmu Axton! Sikapmu sangat tidak hormat!" sahut Roy dengan tegas.

Axton berdecih, "Maaf Pak Roy, saya tidak punya Ayah! Ayah saya sudah mati!"

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!