NovelToon NovelToon
The Abandoned Wife'S Revenge

The Abandoned Wife'S Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Transmigrasi / Single Mom / Mata-mata/Agen / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Bagi kebanyakan orang, aku adalah penjahatnya. Tapi bagi seseorang, aku adalah pelindungnya.

Clara Agatha, agen pembunuh bayaran kelas kakap di organisasi Blade. Hidupnya yang monoton membuat dia tak memiliki teman di organisasi, sampai pada akhirnya penghianatan dari organisasinya membawa dia ke dalam kematian.

Clara pikir semua sudah selesai, namun dia terbangun di raga orang lain dan menjadi ibu dua anak yang di buang suaminya. Clara tak tahu cara mengurus anak kecil, dia berpikir jika mereka merepotkan.

Namun, pemikiran itu berubah saat kedua anaknya menunjukan kebencian yang begitu besar padanya. Clara merasa aneh, bagaimana bisa anak polos seperti mereka membenci ibunya sendiri? Clara bertekad untuk mencari tahu alasannya, dan menuntut balas pada suami dan juga organisasinya yang telah membuat dia mengalami kejadian menyedihkan seperti itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Mobil melaju dengan kecepatan sedang menyusuri kota Sesilia yang sepi, jalanan sangat lenggang akibat hujan yang mendadak mengguyur kota tersebut tanpa aba-aba.

Di kursi penumpang Aldric memandang keluar jendela dengan pandangan kosong, raut wajahnya tak menunjukan emosi sedikitpun. Seperti benda mati yang tak bisa merasakan apa-apa, dia berkali-kali menarik napas panjang.

"Kau sudah menemukan siapa yang membuat adikku babak belur?" Tanyanya pada asisten pribadinya, Tobias.

"Sudah Tuan, mereka anggota geng motor Black Spider."

Aldric mengangguk. "Kita ke sana sekarang."

"Baik Tuan."

Mobil melaju menuju lokasi yang di ketahui sebagai markas utama Black Spider, nama itu sudah lama hinggap di telinga Aldric namun dia sama sekali tidak menggubrisnya karena menurut pria itu Black Spider tak memiliki masalah dengannya.

Namun, dugaannya salah besar. Entah apa yang sudah di lakukan oleh Calix tanpa sepengetahuannya sampai dia terlibat dengan geng motor sekelas mereka.

"Tuan," suara Toby kembali terdengar.

Aldric memiringkan kepalanya sedikit ke arah samping. "Ada apa?"

"Saya merasa Tuan muda sudah memiliki keahlian bela diri yang cukup baik."

"Kenapa kau mengatakan seperti itu?" Tanya Aldric heran.

Dia tahu dengan jelas jika skill Calix masih jauh di bawahnya, tapi dia masih bisa pulang dalam keadaan hidup setelah berurusan dengan mereka itu saja sudah membuat tanda tanya besar bagi Aldric.

"Bukankah Anda juga tahu, Black Spider tak kenal ampun jika sudah turun ke jalanan. Tapi Tuan muda masih bisa selamat, bukankah itu sebuah keajaiban?"

Aldric menarik sedikit sudut bibirnya ke atas, kata keajaiban seolah baru saja mengejeknya hidup-hidup. Dia membenci kata itu, bahkan dia tak percaya lagi dengan sebuah keajaiban.

"Kau terlalu banyak menonton film, Tob."

"Tidak, saya yakin Tuan muda memang memiliki skill yang sudah lebih baik dari pada sebelumnya."

"Aku juga penasaran, sebaiknya kita buktikan saja nanti di markas Black Spider," kata Aldric dingin.

Beberapa saat kemudian, mobil berhenti tepat di sebuah bangunan tua yang sudah sedikit terbengkalai. Deretan sepeda motor berjajar rapi di depan gedung itu, warna kendaraan yang hitam membuat suasana terasa mengerikan.

"Turun," titan Aldric.

Toby mengangguk, dia segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Aldric di kursi penumpang.

"Tuan, senjata Anda."

Toby menyerahkan pistol yang sudah biasa di gunakan oleh Aldric, mereka berdua melangkah memasuki gedung tempat Black Spider berada. Dari banyaknya kendaraan di luar gedung, sudah bisa di pastikan bahwa geng tersebut memiliki anggota cukup banyak.

Brak!

Aldric menendang pintu utama gedung itu yang terbuat dari kayu hingga engselnya lepas satu, pria itu mengamati sekeliling rungan yang sunyi.

"Sepertinya mereka sedang bersiap menyambut kita, Tob." Kata Aldric.

Toby mengangguk. "Benar Tuan."

Gema sepatu kulit milik Aldric mengisi keheningan di dalam ruangan tersebut, ekor matanya mengintai seperti predator mencari mangsa.

"Wah, wah... Coba lihat siapa yang datang berkunjung malam-malam begini teman-teman," suara nyaring penuh nada mengejek membuat atensi Aldric teralihkan.

Dari arah tangga muncul sesosok pria berkumis dan anggota Black Spider di belakangnya, pria itu menyesap sebatang cerutu di mulutnya.

"Lama tak bertemu Walker," sapa Aldric dingin.

Sorot matanya sangat menusuk seperti sebilah pisau yang siap menikam siapa saja.

"Aldric Salvatore, nama yang sangat agung di dunia bawah ini." Walker berjalan menuruni tangga sampai akhirnya tiba di ujung tangga. "Ada keperluan apa orang penting sepertimu datang ke tempat kumuh ini?"

"Aku butuh orang-orangmu yang sudah menyakiti adikku," jawab Aldric.

Kedua alis Walker bertaut. "Menyakiti adikmu? Kapan?"

"Tadi, aku rasa mereka berada tepat di belakangmu."

Aldric menunjuk ke empat pria yang memiliki luka lebam di wajahnya dengan dagu yang membuat mereka berempat tampak panik.

Walker menoleh ke belakang, dia melihat Gino dan rekan-rekannya. "Apa benar kau menghajar adiknya?"

"Tidak! Aku tidak menghajar adiknya, Bos. Aku bahkan tidak tahu seperti apa rupa adiknya," jawab Gino membela diri.

Walker mengangguk, lalu mengalihkan kembali pandangannya ke arah Aldric. "Sepertinya kau salah oran–"

Dor!

Aldric menarik pelatuknya ke arah kepala Gino sebelum Walker sempat menyelesaikan ucapannya, bagi Aldric tidak ada kata ampun jika sudah menyangkut keluarganya.

"Apa yang kau lakukan, Al?!" Hardik Walker.

"Membunuh orang yang menyakiti anggota keluargaku," Aldric melangkah lebih dekat ke arah Walker. "Berapa kali aku ingatkan, jangan pernah mengusik keluargaku atau kau akan menanggung akibatnya."

Walker menelan ludahnya kasar, aura dominan milik Aldric membuat bulu kuduknya berdiri tegak. Ngeri.

"Kau tidak dengar, tadi Gino mengatakan kalau dia tidak mengenal adikmu!"

"Kau percaya? Atau justru kau yang menyuruh mereka?" Tanya Aldric.

Saat Walker hendak menjawab, salah satu rekan Gino yang sudah kepalang takut segera menjawab dengan gelisah.

"S-sebenarnya bukan kami yang menghajar adik Anda, Tuan." Pria itu mendongak menatap takut ke arah wajah Aldric. "Ada seorang wanita yang menyuruh kami untuk menghabisi adik Anda."

Salah satu alis Aldric terangkat. "Wanita?"

Pria itu mengangguk. "Usianya sekitar 25 tahun mungkin, dan dia memiliki skill yang sangat bagus."

"Haha, kau pikir aku percaya dengan cerita konyol seperti itu?" Aldric beralih menodongkan pistolnya ke arah orang tersebut. "Zaman sekarang tidak ada wanita yang memiliki skill bertarung seperti yang kau katakan."

Aldric sangat tidak mempercayai hal itu, selama dia hidup hanya ada segelintir perempuan yang mampu menekuni bela diri.

"Saya tidak bohong, Tuan. Wanita itu yang menghajar adi–"

Dor!

Peluru kedua bersarang di kening pria itu, Aldric menyunggingkan senyum sinis saat melihat dua jasad tergeletak di belakang Walker.

"Urus anak buahmu dengan benar, Walker. Kalo tidak aku sendiri yang akan mengurus mereka dan mengirim mereka ke neraka," ungkap Aldric.

Setelah mengatakan hal itu Aldric berniat pergi, namun sebuah peluru hampir saja menyentuh belakang kepala Aldric jika tidak di tarik oleh Toby menjauh.

"Kau pikir bisa keluar dari sini hidup-hidup setelah membunuh anak buahku heh!" Ejek Walker.

Pistol di tangannya masih mengepulkan asap tipis setelah melayangkan tembakan pada Aldric meski berujung meleset.

"Ah, sudah kuduga. Kau memang keras kepala." Kata Aldric dan berbalik memandang Walker.

Jemari tangannya menggenggam, lalu sudut bibirnya terangkat sedikit. Sudah lama sekali dia tidak merasakan pertarungan jarak dekat seperti ini, dan kali ini pertama kalinya dia kembali terjun ke jalanan dan menuntaskan emosinya.

"Kau pasti akan menyesal telah datang ke sini Aldric!" Sentak Walker yakin.

"Aku rasa kau akan menjilat lidahmu sendiri."

Detik berikutnya Aldric dan Toby berlari menerjang anggota Black Spider, begitu juga dengan Walker yang memberikan komando pada anak buahnya untuk menghabisi Aldric dan juga Toby.

Namun, dia sangat bodoh karena memilih lawan yang jelas-jelas berada jauh di atasnya.

1
shabiru Al
pendek amat thor,, nungguin nya lama... baru scroll sekali langsung abis aja
shabiru Al
aurora sendiri masih belum bisa menebak siapa mereka,,, apa mungkin pamanya..
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
shabiru Al
siapa yang menyerang aurora,, apa black spider ?
Warni: Kayaknya suruhan si mantan
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bintang⭐⭐⭐⭐⭐ biar lebih semangat up bab nya karena penasaran 🫶
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
idih selain pengen muntah 🤮
shabiru Al
memang benar laki2 spt delvin tdk layak untuk d kenang tpi d buang ke tempat sampah
shabiru Al
akhirnya sidelvin muncul juga,, tpi kok udah mulai muncul lagi pria lain hhhmmm makin menarik...
mustika ikha
uh, siapakah dia, laki2 arogan, dingin, jgn benci2 amatlah mas arogan nnt kamu kepincut ma aurora, buci loh 🤣🤣semangaaaat 💪💪💪
shabiru Al
tdk mudah membuktikan diri bahwa aurora sudah berubah terutama pada riven
Zee✨: udh kepalang sakit hati makanya susah🤭
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
kenapa ya anak-anak aurora g sekolah
Zee✨: hooh sampe lupa tanggung jawab
total 3 replies
shabiru Al
seru x ya kalo aldric ketemj sama aurora...
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semangat rora
shabiru Al
ternyata bukan hanya calix tpi aldric pun sama misterius malah berbahaya....
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
shabiru Al
jadi makin penasaran siapa calix sebenarnya ?
Zee✨: ya kan, masih abu2 pokoknya
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
aurora suka karakter nya
shabiru Al
apa aurora mengenal siapa calix... ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!