harap bijak memilih bacaan.
Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.
Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.
ikuti ceritanya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Kerja sambil olahraga.
"Maksud saya,saya mungkin akan pergi ke luar negeri bersama kamu, selamanya, dan tidak akan bertemu Anggi."
Shara bernapas lega, Ia pikir calon suaminya ini menyukai Anggi.
Suara deringan telpon terdengar, dan itu berasal dari Hazard, Hazard langsung mengangkatnya, setelah mendengar suara di seberang sana, Hazard berdiri.
"Ma, Anggi."
Shara mengerutkan kening saat nama Anggi di sebut lebih dulu darinya.
"Shara,saya nggak akan pulang malam ini."
Setelah berkata demikian Hazard melenggang pergi meninggalkan mereka.
Shara diam saja, mulai curiga dengan Hazard dan Anggi.
"Apa ini perasaan aku aja, atau emang akunya yang prosesif sama Hazard," batin Shara.
******
SERANG!
seruan dari asisten mafia itu mulai terdengar nyaring, sekumpulan orang-orang mulai saling memukul, menendang, terus berkelahi tanpa henti.
Hazard sendiri hanya menonton, kalian mau tahu penghasilan Hazard dari mana? yaitu dari tubuh para musuhnya, setiap ada yang menantang,ia tentu senang, jika mereka mati maupun hidup, itu sangat menguntungkan untuknya.
"Siapa ketua mereka?" tanya Hazard di dalam mobil pada Gadi.
"Wollfblack, itu nama ketuanya,saya tidak tahu, nama aslinya tuan." jawab Gadi.
"Jangan keluar, saya ingin olahraga sebentar,sudah lama saya tidak merenggangkan otot,"titah Hazard turun dari mobil hanya menggunakan kemeja, yang lengannya Ia gulung sebagai siku.
Dua kancing Hazard buka memperlihatkan bulu halus dadanya yang kekar.
Semua anak buahnya memberi jalan, langkah Hazard berhenti pada seorang pria yang jauh lebih tinggi darinya.
"Ayo kita duel Bro."
Anak buahnya menahan tawa mendengarnya,sudah lama sekali ketua mafia itu tak mengatakan itu.
Pria yang badanya tinggi dan bertubuh pas-pasan, tertawa pelan. "Pria pendek seperti kamu, melawan saya? hahahha, sungguh pengecut ketua kalian," ejek nya.
Anak buah Hazard hanya mengangguk membenarkan saja, karena mereka sering kali bertemu dengan pria seperti ini.
"humm benar sekali,ketua kami sangat pengecut,"kata Hazard membenarkan.
Pria itu merasa di ejek, langsung melayangkan pukulan pada Hazard.
Tapi Hazard dengan cepat menghindar, suara angin yang menampar tangan terdengar. Hazard tak langsung menyerang, Ia terus menghindar, dari pukulan dan tendangan yang di layangkan padanya.
Hazard memasukkan tangan ke saku celana, aroma yang awalnya menjadi perang, kini lebih pantas di sebut arena tinju, karena mereka semua hanya menonton pergerakan Hazard yang begitu lincah menghindari serangan pria yang lebih tinggi darinya.
"Abim! target kakinya aja!" teriak pria yang tingginya sama seperti Hazard.
"goblok," gumam Hazard.
Saat Abim mengincar kaki Hazard untuk di senggol, tentunya Hazard melompat, karena ia mendengar aba-aba dari teman Abim.
Anak buah Hazard kompak tertawa,membuat lawan mereka semakin kesal.
"Hah bacot, serang mereka!"
"Bukannya lebih bagus, kalau kalian hanya menonton saja, dari pada kelelahan,ayolah, biarkan pertarungan kami yang menentukan siapa yang menang dan kalah," ujar Hazard tersenyum tipis.
Di bayangan outhor dia ganteng banget deh🤤
"Betul itu, bagaimana kalau kita menonton saja," kata salah satu anak buah Hazard.
"Ayo kita lanjutkan Bro," kata Hazard.
Abim kembali menyerang, lebih cepat dan kuat, tapi Hazard semakin lincah, dan super cepat, terus menghindar tanpa henti.
"Apa kamu sepengecut itu, sampai tak bisa melawan, kamu terus menghindar!" bentak Abim.
"Saya hanya takut, kamu akan kerumah sakit," kata Hazard terkekeh.
"heh, yang ada kamu yang ke rumah sakit sialan!" Abim kembali melayangkan kakinya yang panjang meninju pipi Hazard.
Tapi dengan sigap Hazard menunduk, dan menjauh terus menjauh.
"Ck, nggak asik, dia nggak ngelawan sama sekali, malah ngelawak nih orang," kata salah satu anak buah lawan.
Pihak musuh tertawa, sedangkan anak buah Hazard tersenyum manis, menghilangkan tawa pihak musuh, mereka mengerutkan kening melihat senyum anak buah Hazard.
"Ya... kalau itu mau kalian, why not." Hazard melompat setinggi mungkin dan melayangkan kakinya yang berurat itu ke rahang Abim.
Abim yang belum siap membulatkan mata, tak sempat menghindar, dirinya jatuh ke samping bergeser cukup jauh dari tempatnya berdiri.
Darah mengalir dari mulut Abim, rasa kebas dan sakit menjadi satu.
Hazard tak berhenti sampai di situ, kakinya yang jenjang terus melayangkan tinju pada dada bidang Abim yang tak sempat berdiri, lututnya menerjang dagu Abim kala Ia berhasil bangun langsung mendongak dan terjungkal ke belakang.
Darah berterbangan ke atas wajah Abim sampai akhirnya jatuh membasahi wajahnya.
Tangannya meraih rambu Abim, memaksa pria itu untuk duduk, tangannya memutar kepala Abim, suara geseran tulang, dan patahnya tulang terdengar nyaring, membuat pihak lawan speechless menyaksikan betapa keji pria yang mereka remehkan.
Mata Abim membulat seperti akan keluar dari tempatnya, mulutnya terbuka, pria itu kehilangan kepalanya tanpa perlu benda tajam.
Hazard mencopotnya seperti mencopot Ubi dari tanah, sangatlah mudah.
Semua anak buahnya berseru sambil bertepuk tangan, mereka menertawakan muka pucat pasi lawan mereka.
"Bagaimana, ketua kami hebat bukan."
Mendengar kata ketua, mereka semua langsung gemeteran, apalagi melihat Hazard yang datang sambil membawa kepala Abim menghadap mereka.
Tak perlu di ragukan lagi kekuatan Hazard bila soal membunuh, dialah jagonya.
"Sekarang, saya lah, yang menang, tapi tenang saja, kalian akan saya bebaskan,"ujar Hazard, anak buahnya kompak berteriak.
Tak suka dengan ucapan Hazard.
Anak buah lawan merasa senang." Terima kasih, maaf kami meremehkan Tuan,"kata salah satu dari mereka.
"Iya, tak apa, saya sudah menyediakan kendaraan untuk kalian, silahkan."
sebuah mobil truk yang besar datang, dan mereka kompak langsung naik begitu saja.
Hazard berbalik pada anak buahnya."Ikuti mereka sampai ke tujuan, jangan ada yang protes."
Mereka semua dengan malas mengikuti truk itu.
Hazard masuk ke dalam mobil langsung menghempaskan tubuhnya di kursi."Kita pulang sekarang, dan menginaplah sebentar di kastil, dan ya, urus Shara, saya tidak peduli kalian pernah selingkuh sebelumnya, tapi sekarang, saya ingin kamu menikah dengan Shara, apapun caranya,"titah Hazard tak ingin di ganggu gugat.
Gadi yang mendengarnya sungguh terkejut,Jantungnya terasa ingin copot, untunglah Hazard tak melepaskan kepalanya dari tempatnya, untungnya wanita yang di sukainya bukan wanita yang Hazard sukai.
Mobil sampai ke kastil Hazard, di jam 3 malam.
Hazard sangat yakin Anggi akan tidur di kamar tamu lagi.
"Kamar Shara ada di sana, pastikan dia membatalkan pernikahan ini, tanpa perlu memutuskan kerja sama." titah Hazard berlalu pergi, tapi yang membuat Gadi merasa heran, Hazard tak pergi ke kamarnya.
Disisi lain, Anak buah lawan merasa senang bisa pulang dengan selamat.
"Apa kamu yakin, mereka mengawal kita hanya untuk pulang?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku yakin," jawab satunya.
Mereka sekitar 150 orang.
Tanpa mereka sadari, mereka berada di sebuah pabrik yang berwarna merah menyala, tapi karena malam, jadi warna maroon.
Anak buah Hazard kompak tertawa.Sungguh kejutan luar biasa dari sang ketua, bayangkan saja, mereka akan bersenang-senang selama 1 minggu ke depan.
HAYO LOH😑ketahuan silent readers, ih kalian jahat banget deh😤minta like sama kasih bunga mawar aja nggak mau😩pelit ih.
Bab berikutnya bakalan panas nih, kalian jangan lupa like yah, masa suka nggak confess sih, confess dong, cuman like juga😤👊
Sini kiss dulu kalau udah like💋