Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Kamu seharusnya pulang kerumah suamimu Luna, hadapi suamimu buat dirinya jatuh ketanganmu jangan malah menghindar seperti ini tunjukkan bahwa dirimu layak mendapatkan Akbar. "gumam Edward sambil memegang map penting ditangannya.
Edward sengaja menyuruh Luna dan Adam makan malam lebih dulu, dirinya ada urusan penting. Urusan penting itu, mendapat laporan dari orang suruhannya kalau Akbar suami Luna sudah kembali ke jakarta dan saat ini sedang menghabiskan waktunya dengan wanita sialan itu.
"Kamu awasi wanita sialan yang berada dekat suami Luna, cari tahu semua hal tentang wanita sialan itu!"ucap panggilan Edward di telpon dengan orang suruhannnya.
Panggilan telpon pun terputus, tatapan mata tajam menghunus kearah luar jendela kamar Edward berada.
"Tak akan kubiarkan wanita sialan itu menghancurkan pernikahan gadis kecilku, meskipun diriku sebenarnya tak rela."gumam Edward.
Setelah itu Edward keluar, bergabung dengan Luna dan Adam yang lebih udah makan malam dimeja makan.
"Kapan kamu pulang adikku?"tanya Edward
Edward yang sudah duduk dikursi ujung dan menatap kearah Luna yang asik sedang makan.
"Besok aku berencana pulang ke jakarta, Adam akan mencarikan tiket buatku besok katanya dirinya juga akan pulang bersamaku."jawab Luna disela-sela makan.
"Enggak perlu mencari tiket, besok kalian berdua kakak antar pulang kejakarta pakai pesawat pribadi kakak sekalian kakak ada urusan bisnis disana."ucap santai Edward sambil mengambil makanan yang ada dimeja makan.
"Beneran kak, baiklah. Adam besok jadi kita bisa berhemat uang kita kalau begitu."ucap gemas Luna.
"Baiklah kak, besok Adam ikut dengan kak Edward aja kalau begitu urusanku juga disini sudah selesai."kata Adam.
"Luna, kakak hanya berpesan hadapi urusan rumah tanggamu jika enggak mau berakhir sia-sia dan dirimu akan menyesal nantinya. Tunjukkan kalau dirimu emang pantas memiliki suamimu ada kakak yang mendukungmu jika butuh bantuan."ucap tegas Edward pada Luna.
Luna hanya menunduk kebawah, dirinya sebenarnya bingung menghadapi suaminya takut langkah yang diambil ini akan berdampak kedirinya nantinya.
"Baik kak, Luna akan memikirkannya dengan serius tapi jangan paksa Luna untuk kembali pada laki-laki itu saat ini."kata Luna dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kalau udah selesai kalian kembali ke kamar masing-masing, besok pagi kakak antar kalian pulang."ucap Edward.
Setelah makan malam mereka bertiga selesai Luna , Adam dan Edward kembali masuk kekamar masing-masing. Didalam kamar Luna sendiri sedang memikirkan perkataan yang disampaikan kakaknya Edward tadi padanya.
"Setelah nanti kita bertemu, akan aku tanyakan lebih jelas lagi pada laki-laki itu."gumam Luna sambil memejamkan matanya.
- -
Luna, Adam dan Edward sudah berada diatas pesawat pribadi milik Edward. Mereka bertiga kembali menuju Jakarta waktu saat ini sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Perjalanan yang kurang lebih memakan waktu satu jam lamanya akan tiba di Jakarta.
"Akhirnya sampai juga di Jakarta, aku sudah lapar sekali ini."ucap Luna sambil memegang perutnya.
"Ayo makan siang dulu kita, baru kakak antar kamu Luna pulang kerumah suamimu."ucap Edward.
Adam, Luna dan Edward berjalan jalan menuju lobby bandara yang sudah ada beberapa mobil jemputan khusus untuk mereka dan membawa ke salah satu restoran yang cukup terkenal di Jakarta untuk makan siang bersama.
"Aku pesan ramen ayam dan lemon tea ice aja kak. Aku lagi enggak mau makan terlalu berat saat ini."ucap Luna setelah memilih makanan di menu book.
"Orderanku samakan aja dengan Luna kak, aku juga sedang tak ingin makan banyak."kata Adam.
"Pesankan mereka sesuai dengan yang dikatakan barusan, dan bawakan saya wine tahun 1970."ucap Edward pada salah pelayan yang berada disana.
Tak lama kemudia makanan yang sudah order Luna dan Adam sudah tiba diatas meja, Luna melihat makanan yang dipesankan terlihat menggugah seleranya.
"Ternyata enak ramen ini, kakak sepertinya lebih mengerti restoran dengan makanan lezat dijakarta."ucap Luna memuji rasa makanannya.
Sedangkan salah satu sudut meja makan yang tak jauh dari tempat mereka bertiga ternyata ada laki-laki dan wanita yang sedang menikmati makan siang akan tetapi Luna tak terlalu memperhatikan justru Adam yang melihat dengan jelas siapa yang berada disana.
"Ternyata dirimu juga berada disini."gumam Adam sambil menatap tajam pada pasangan yang berada disana.
Pasangan yang dilihat Adam tentu aja suami Luna, jam makan siang seperti ini Akbar mengajak Dita untuk makan siang bersama disalah restoran yang ternyata ditempat yang sama Luna cs makan siang.
Akbar yang merasa ada seseorang sedang memperhatikannya dari jauh mulai melihat disekitanya dan tatapannya tampak terkejut dengan melihat istrinya sedang bersama dua orang laki-laki yang salah satu laki-laki itu cukup dikenal oleh Akbar dan yang satunya dirinya tak mengenal sama sekali.
"Luna, kamu disini ternyata sedang sama siapa dirinya disana aku mengenal Adam tapi tak mengenal laki-laki yang tepat duduk disebelah istrinya."gumam Akbar dalam hati dengan melihat kearah istrinya.
"Sayang, apa yang kamu lihat? ayo habiskan dulu makan siang ini setelah itu temenin aku belanja ke mall ada salah satu butik lagi ngeluarin produk terbarunya."ucap Dita memperhatikan Akbar yang terlihat diam ditempat duduknya.
"Iya sayang, aku udah selesai ini lebih baik sekarang aja ketempat tadi dirimu bilang."ucap Akbar mengalihkan pembicaraan Dita yang tadi ditanyakannya.
Akbar tak ingin Luna melihat dirinya lagi bersama wanita lain saat ini, belum saatnya ini semua kebongkar tak ingin istrinya akan semakin jauh darinya. Akhirnya Akbar dan Dita meninggalkan restoran itu.
"Ternyata kamu takut juga akan perselingkuhanmu Akbar, untung Luna tidak melihat suami brengseknya."ucap Adam yang melihat Akbar dan Dita keluar meninggalkan restoran.
"Udah selesai Lun?"tanya Adam.
"Udah Dam, aku udah kenyang sekali ramen disini sungguh enak. Next time bakal kesini."ucap balas Luna.
"Kak, lebih baik sekarang kita anterin Luna kerumah suaminya. Hari sudah siang begini aku juga ada janji dengan klienku setelah ini."kata Adam pada Edward.
Edward sedari tadi fokus melihat laporan perusahaan ditablet yang berada ditangannya sehingga dirinya tak tau kalau ternyata suami Luna tadi ada ditempat sama dengannya.
"Baiklah, kakak antar kalian lebih dulu setelah kakak akan langsung ke salah satu cabang perusahaan disini."kata Edward.
Setelah itu Edward mengantar Luna lebih dulu kerumah suaminya dan lalu mengantar Adam ke firma hukumnya.
"Terima kasih kak Edward sudah mengantar Luna, nanti kita bertemu lagi kak."kata Luna sambil memeluk Edward.
"Ingat pesan kakak, hadapin masalahmu dengan suamimu dan selesaikan dengan kepala dingin jika butuh bantuan bilang padaku nanti kakak siap membantumu."ucap Edward dengan mengelus kepala gadis kecilnya.
"Bye Adam, terima kasih sudah menyusul ke Bali."pamit Luna.
"Tak masalah Lun."jawab Adam yang masih berada didalam mobil Edward.
Mobil membawa Edward dan Adam berjalan menjauh dari rumah suami Luna, dan Luna masuk kedalam rumah dengan perasaan was-was.
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦