NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*14

Entahlah. Semakin dibicarakan, kepala Sinta jadinya semakin pusing. Sulit untuknya buat mencerna setiap kata yang Naya ucapkan. Namum begitu, dia sangat tahu kalau saat ini, Naya hanya ingin menikahkan Paris dengan wanita lain. Semua itu karena rasa bersalah yang ada dalam hatinya.

"Mbak."

"Sinta." Wajah Naya kini terlihat penuh dengan harap.

"Baiklah. Aku akan pertemukan mbak Naya dengan Mika nantinya. Setelah pertemuan itu, terserah mbak Naya mau melakukan hal apa. Aku serahkan semua keputusan pada mbak. Tugasku hanya mempertemukan kalian berdua saja."

"Baik, aku akan tunggu kabar baik dari kamu, Sinta."

"Tapi, mbak. Tolong jangan terlalu berharap juga dengan Mika. Karena aku tidak terlalu yakin, Mika akan mau menerima tawaran mbak Naya. Karena Mika ... Mika cukup membenci hal-hal sebagai perusak rumah tangga orang lain."

Pertemuan itupun akhirnya berakhir. Meski Sinta sudah bicara sedikit tentang Mika yang anti pelakor, Naya tetap ingin Sinta membujuk Mika. Jika Mika dikatakan cocok sebagai wanita yang Naya cari, maka dia sangat ingin Mika menjadi madunya.

Hampir setengah hari Sinta hanya terus memikirkan cara untuk menyampaikan niatnya itu pada Mika. Bagaimanapun, dia tahu betul jalan hidup si sahabat. Jika dia salah dalam penyampaian, maka hubungannya dengan Mika akan dipertaruhkan.

Menghabiskan setengah hari hanya untuk berpikir, akhirnya, Sinta memberanikan diri datang ke rumah sakit untuk bertemu Mika. Saat dia datang, hari sudah mau gelap. Baru juga Sinta keluar dari lift untuk menuju kamar rawat mama Mika, dia langsung diperlihatkan dengan kepanikan tim rumah sakit.

Sepertinya, seorang pasien sedang dalam kondisi darurat. Tim medis sibuk memindahkan si pasien ke ruang gawat darurat. Saat itu, Sinta hanya terlihat sedikit terkejut. Namun, matanya membulat ketika dia menemukan sosok yang tidak asing di matanya ada di antara para tim medis.

"Mika."

Ternyata, yang sedang berada dalam kondisi darurat adalah mama Mika. Sinta pun langsung beranjak untuk mengejar Mika dari belakang.

"Mika."

"Sinta."

Mika langsung menghambur ke dalam pelukan sang sahabat. Tangisnya semakin keras terdengar. "Sinta. Mama ku, Sin."

"Mika. Yang kuat, Mik. Mama kamu pasti akan baik-baik saja, Mika. Kuatlah!" Sinta berucap sambil membelai punggung sang sahabat.

Beberapa saat kemudian, dokter yang bertugas merawat mama Mika keluar dari dalam ruang perawatan. Mika segera menghampiri si dokter dengan wajah penuh cemas.

"Dokter, mama saya-- bagaimana keadaannya,Dok? Apa mama saya baik-baik saja?"

Si dokter dengan wajah sedih malah langsung menggelengkan kepalanya pelan. Lalu, kata-kata yang tidak Mika inginkan pun muncul. Kata-kata yang menambah guncangan buat hati Mika yang sedang sangat rapuh.

"Keadaan pasien semakin memburuk. Operasi harus segera dilakukan," ucap si dokter.

Mata Mika yang masih sembab, kini kembali berlinangan. Air mata jatuh lagi tanpa bisa dia tahan. Gadis itu benar-benar putus asa sekarang. Bertahun-tahun berusaha mengobati sang mama, kini harus dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Siang malam Mika bekerja untuk mengumpulkan biaya agar bisa mengobati sang mama. Nyatanya, usaha itu masih tidak seberapa. Masih jauh dari jangkauan Mika.

Mika jatuh merosot. Tangisannya pecah. Sinta yang melihat hal tersebut langsung merangkul sang sahabat. Mendekapnya dengan erat. Meski tidak bisa meringankan beban yang Mika pikul, tapi setidaknya, dia sedang berusaha memberikan kehangatan untuk Mika.

"Mika."

"Sinta. Mama ku, Sin."

"Mama kamu pasti akan baik-baik saja, Mik. Percayalah. Yang maha kuasa pasti akan memberikan pertolongan pada hambanya yang membutuhkan."

Tidak ada kata yang bisa Mika ucap. Hanya isak tangis yang terdengar. Namun, dalam hati, Mika terus berdoa. Mengharap pertolongan dari yang maha kuasa. Takdir memang selalu tidak terduga. Susah berusaha sekuat tenaga juga terkadang hasilnya di luar keinginan. Karena setiap hati dari usaha yang kita lakukan, penentu akhirnya adalah yang maha kuasa, bukan?

Susah payah Sinta berusaha menenangkan Mika. Akhirnya, usaha Sinta berhasil. Sinta pun berniat untuk mengajak Mika bertemu Naya.

"Mika. Sebenarnya, aku punya solusi kecil untuk kamu."

Mata Mika kini bercahaya, penuh dengan harapan. "Solusi? Apa, Sin?"

"Ayo! Ikut aku bertemu dengan seseorang sekarang juga."

"Ke mana?"

"Ikut saja!" Sinta berucap sambil menarik tangan Mika.

Mika beranjak dengan berat hati. Ada banyak pertanyaan muncul ke dalam benaknya. Namun, ketika ia tanya ke mana mereka akan pergi, Sinta selalu menjawab. "Kamu akan tahu sebentar lagi."

Mobil yang Mika tumpangi akhirnya tiba di sebuah cafe. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat yang Sinta maksudkan. Karena tempat tersebut letaknya tak jauh dari rumah sakit.

"Sin."

"Percaya padaku, Mik. Semua akan baik-baik saja."

Masuk ke dalam cafe, Sinta memesan ruangan VIP untuk mereka. Maklum, Naya yang seorang model itu mana suka berada di tempat terbuka. Jika dia berada di tempat umum, dia selalu ingin di tempat tertutup seperti ruangan VIP.

"Kenapa ke sini, Sin? Apa yang akan kita lakukan di sini?"

"Kita ke sini untuk bertemu dengan seseorang."

"Seseorang?" Deg. Jantung Mika mendadak berdetak dua kali lebih cepat. Perasaan curiga tidak bisa ia singkirkan. Bagaimanapun, dia ini adalah manusia biasa yang pasti langsung berpikiran yang buruk di saat-saat genting seperti sekarang. Walaupun Sinta adalah sahabat baiknya sendiri.

1
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!