Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adrian Sanjoyo
Komentar para netizen sudah heboh mengejek Yuna, "lihat singa betina ini, dia terdiam hanya karna mendengar harga anggur," "kesombongannya yang tadi seketika hilang, digantikan ketakutan, hahahah," "sungguh sangat lucu melihat ekspresi wajah lnya itu."
Berbagai macam komentar ejekan, membuat Yuna geram dan marah, yang seketika sifat gilanya keluar.
"Kalian mengejek ku?, huh!!.. Kalian ini seperti tanaman parasit, hanya bisa menumpang hidup pada orang lain. Tidak heran kalau hidup kalian tidak maju-maju. Kalian hanya sampah masyarakat, tidak berguna dan beban negara doang!!," teriak Yuna.
Melihat Yuna yang memaki-maki mereka, para penonton tidak kesal, mereka malah semakin bersemangat mengejek Yuna.
"Hahaha... Singa betina sudah menunjukkan sifat aslinya."
"Aku kasihan sama suaminya, apakah masih bisa hidup sampai besok."
"Kalau kalian sudah bercerai, beritahu yah, aku mau jadi pengganti mu."
Melihat komentar-komentar yang semakin ngawur, dan bahkan ada yang sampai mengharapkan dia bercerai dengan suami tercintanya.
Yuna hanya bisa geram dan memilih diam, dia tidak ingin reputasinya terlalu anjlok di depan suaminya.
Jika suaminya tidak ada di sini, dia sudah pasti melawan netizen ini, sampai titik darah penghabisan.
Melihat Yuna yang sedang kesal, Liam hanya menyodorkan gelas kecil berisi anggur.
Ternyata saat Yuna sedang sibuk berdebat dengan netizen tadi, Liam sudah selesai membuka anggur Romanee conti itu.
Meski banyak penonton yang berdebat dengan Yuna, banyak juga yang menyaksikan saat Liam membuka dan menuangkan anggur itu kedalam gelas.
Dia membuka botol anggur dengan penuh perhatian, kemudian menuangkannya kedalam gelas putih bening. Ia mengangkat gelas itu, membiarkan cahaya menembus cairan merah tua itu. Warna anggur itu, pikirnya, seperti darah bangsawan yang telah lama berdiam dalam peti mati. Aroma yang menguar dari gelas itu memenuhi ruang kerja dengan simfoni yang kompleks. Ceri hitam yang matang, mawar yang layu, sedikit aroma tanah hutan yang lembap, dan sentuhan rempah-rempah eksotis. Adrian menutup matanya, membiarkan aroma itu membawanya ke kebun anggur di Burgundy, tempat anggur ini dilahirkan.
Dia menyerahkan gelas pertama kepada ayah mertuanya. Sedangkan ayah mertuanya masih bengong melihat semua tindakan dan ekspresi Liam.
Lalu dia mengambil segelas lagi untuk dirinya sendiri. Dengan perlahan, ia menyesap anggur itu. Cairan itu menyentuh lidahnya seperti beludru halus, memberikan sensasi yang luar biasa. Rasa buah merah yang intens, diikuti dengan sentuhan rempah-rempah dan mineral yang halus. Keasaman yang sempurna menyeimbangkan rasa manis, menciptakan harmoni yang sempurna di dalam mulutnya.
Liam menelan anggur itu, dan sensasi itu terus berlanjut. Aftertaste-nya panjang dan kompleks, meninggalkan kesan ceri yang matang, truffle hitam, dan sedikit aroma kayu cedar. Ia merasakan kehangatan yang menjalar di dadanya, bukan hanya karena alkohol, tetapi juga karena keindahan dan keagungan anggur ini.
"Luar biasa," bisiknya, nyaris tanpa suara. "Ini bukan hanya anggur, ini adalah sebuah karya seni."
Liam duduk kembali di kursinya, memandang botol Romanée-Conti itu dengan rasa hormat. Ia tahu bahwa ia sedang menikmati sesuatu yang istimewa, sesuatu yang langka dan berharga. Ia merasa beruntung bisa merasakan keajaiban anggur ini, sebuah keajaiban yang hanya bisa diciptakan oleh alam dan keahlian manusia.
Ia menyesap anggur itu lagi, kali ini lebih perlahan, lebih menghargai setiap tetesnya. Ia membiarkan anggur itu membawanya ke dalam dunia rasa dan aroma yang tak terbatas, sebuah dunia yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki selera dan penghargaan yang tinggi.
Tindakan Liam saat mencicipi anggur itu, serta apresiasi nya yang dalam terhadap anggur itu, membuat semua orang terkagum-kagum menatap betapa elegannya dia.
Sementara itu, Yuna hanya meminum anggur itu sembarang, tanpa tau apa bedanya anggur itu dengan anggur yang lain.
Semua penonton hanya bisa menelan ludahnya, karna tidak ada yang bisa mereka lakukan. Saat semua orang sedang fokus menatap ke arah layar, tiba-tiba banyak roket beterbangan di arah layar.
Itu menandakan bahwa ada seseorang yang sedang memberikan hadiah, dan untuk hadiah roket yang jumlahnya sudah sampai sepuluh biji, saya tidak tahu pasti, yang jelas itu sudah sangat mahal.
Dibarangi dengan roket yang beterbangan, sebuah komen muncul. "Nona muda nan cantik dan elegan, bisa kah anda membujuk suami anda untuk menjual botol anggur itu kepada saya?," komentar yang penuh jilatan itu membuat para netizen heboh.
"Siapa sultan yang buta ini?."
"Apakah sebegitu berharga nya botol anggur itu, hingga dia rela menjilati si singa betina ini."
Komentar mengejek yang bermunculan, membuat orang yang memberikan roket itu kesal.
"Kenapa?, apakah ada yang tidak suka dengan saya?, saya adalah Adrian Sanjoyo, pewaris perusahaan Sanjoyo. Apa ada yang tidak suka dengan saya?," komentarnya terpampang jelas menantang para penonton lain.
Setelah mengetahui siapa orang yang menjilat itu, komentar sarkasme yang tadinya masih bermuculan, seketika menghilang dan diam.
Keluarga Sanjoyo adalah salah satu keluarga konglomerat di kota Neo Tech City. Dan Adrian Sanjoyo adalah putra paling berpengaruh di keluarga, dan orang yang memiliki peluang paling tinggi, untuk menjadi seorang pewaris yang akan memimpin keluarga Sanjoyo di masa depan.
Melihat bahwa pewaris keluarga Sanjoyo sedang menonton live streaming nya, membuat Yuna terkejut.
Tapi, melihat dia mengeluarkan kata-kata pujian, membuat Yuna senang juga.
Jadi tanpa membuang kata-kata, dia langsung bertanya kepada Liam.
"Sayang, ada seseorang yang ingin membeli botol anggur ini, apa kamu mau membelinya?," tanyanya dengan lembut.
"Terserah mu saja," ucap Liam dengan santai.
"Tidak!, ayah mau mengoleksinya, jadi kamu tidak boleh menjualnya," sahut Arya Wiguna tiba-tiba.
Mendengar itu, Liam tidak terlalu terkejut. Dia tahu bahwa bukan hanya Anggur yang ada di botol ini yang berharga, tapi botolnya juga sangat berharga.
"Ayah biarkan saja, saya masih punya lagi empat botol penuh. Jika ayah menyukainya, nanti ayah bisa ambil," ucap Liam dengan santai.
Mendengar itu, Arya Wiguna terkejut. "Apa!!!?.. Empat botol lagi?," ucapnya dengan wajah yang melongo. Bukan hanya dia, Yuna, Mulan, dan Alisia juga terkejut.
Semua orang yang ada di internet juga terkejut, satu botol sembilan miliar. Lima botol berarti empat puluh lima miliar.
Hanya dari ini saja, orang-orang akan tahu bahwa Liam bukanlah orang biasa.
Bahkan Adrian Sanjoyo, sudah tercengang tanpa kata-kata.
Bahkan dengan status keluarganya, mereka tidak bisa mendapatkan anggur ini. Sekarang, dia malah melihat seorang pria yang sebaya dengannya, memiliki lima botol anggur yang tak dapat dimiliki oleh keluarganya.
"Omong-omong, siapa yang mau membeli botol anggur itu?," tanya Liam dengan penasaran.
"Adrian Sanjoyo," jawab Yuna spontan, tapi wajahnya masih melongo dengan perkataan Liam soal empat anggur yang dia miliki.
"Ohh?, putra putra Doherman Sanjoyo?," ucap Liam dengan heran.
"Ohh kamu mengenal ayah ku?," sebuah komentar muncul lagi di layar hp.
Yuna yang membacanya mengatakan pada Liam.
"Dia bertanya apakah kamu mengenal ayahnya?," ucapnya.