NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:561
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Ama Onderdil Bodol

Malam sudah cukup larut saat Ana terpaksa harus terbangun karena aroma busuk

Memenuhi kamar nya. Dengan sedikit ngantuk Ana mengecek bokong sang pasien, dan benar saja hadiah tengah malam dari onderdil bodol yang sudah penuh kotoran.

Ana membangunkan ama nya pelan, sangat pelan meski tetap saja omelan yang pertama ia dapat karena di anggap mengganggu tidurnya.

''Heh! Kenapa!'' Hardik Ama.

Ana menghela nafas berat, kamu BAB. " Sahut Ana sedikit galak.

Rasa nya emosi sekali tengah malam saat sedang enak-enaknya tidur harus berperang

dengan kotoran. Tapi mau bagaimana, itu sudah bagian dari pekerjaannya.

Beruntung dia mendapatkan pasien yang hanya lumpuh dan onderdilnya doll saja, salah satu temannya saat proses dulu ada yang mendapat pasien Demensia alias pikun. Dimana setiap hari kerjaannya hanya mengamuk terkadang juga sering mengajak jalan-jalan tengah malam. Ana masih beruntung bukan, selalu berada di dalam rumah setiap hari ya ....Meski kejutannya ada saja.

Sebelum kembali tidur Ana menyempatkan melihat ponsel nya, puluhan pesan cinta namun penuh dusta dari Roy memenuhi notifikasi nya, setelah sebelumnya ia mengirim uang 100.000 untuk laki-laki itu. Rasanya iba jika hanya mengirim 50.000, entah iba atau bodoh.

*

*

Pagi datang begitu cepat, rasa nya baru sekejap Ana menutup mata tapi dunia sudah kembali membangunkan nya, masih bersyukur di bangun kan kembali dari pada ....' Naudzubillah.

Seperti biasa rutinitas paginya sebelum beberes dan senam, mengecek onderdil.

Beruntung pagi ini tidak ada kejutan, Ana bersiap dengan sapu dan kain pelnya, setelah

Sebelum nya ia memutar mesin cuci, mencuci sprei, selimut dan beberapa lembar pakaian hasil pertarungan dengan kotoran tadi malam .

Baru pukul 8.30 Ana sudah menyelesaikan kegiatannya, awalnya dia ingin melihat drama korea yang sedang di ikutinya sampai pesan dari Danu anak sulungnya masuk di notifikasi ponsel.

''Selamat pagi ibu ku yang cantik'' bunyi pesan Danu.

Ana tersenyum simpul, anak sulungnya itu memang paling pintar mengambil hati, sweet nya terkadang mengalahkan ribuan ton gula.

Ana mengetik balasan masih dengan dengan senyum yang mengembang, '' selamat pagi anak ku, kok pagi-pagi sudah pegang Handphone, apa nggak sekolah?'' balas Ana .

Ceklist biru langsung terlihat begitu pesan itu terkirim, pertanda Danu di sebrang sana

Sedang standby dengan layar ponsel nya. beberapa menit Ana menunggu balasan, melihat notif mengetik yang bergoyang-goyang pertanda balasan dari Danu sedang di kirimkan.

''Ting.

Satu pesan Ana terima.

'' Hari ini libur sekolah ibu ku tersayang, jadi bebas pegang handphone kan?" di susul dengan emotikon love an wajah berseri.

Senyum Ana kembali mengembang, bahagia sekali jika pagi-pagi sudah menerima pesan cinta seperti ini, apalagi saat keadaan sedang lelah-lelah nya. Sebenarnya itu rutinitas pagi yang selalu Danu lakukan, terkadang pesan teks atau note voice dari si ceplas-ceplos Raka yang sweetnya juga sama, atau lebih spesialnya terkadang celoteh dan tingkah lucu Aidar kiriman dari Mbak Asih yang menyapanya.

Ana kembali mengetik balasan dengan cepat karena jam kerja nya hampir tiba,

'' Ya sudah, ibu kerja dulu yaa, nanti kalau sudah selasai mengurus nenek, ibu telfon.''

balasan pesan Ana dengan cepat di jawab oleh puluhan emoticon penuh cinta dari Danu .

Ana beranjak dari duduk nya berniat membangunkan Ama dari tidur nya, dan ya seperti pagi-pagi sebelumnya, kotoran menyapa terlebih dahulu. Tapi kali ini Ana tidak membawa ama ke kamar mandi, hanya membersihkan dengan beberapa lembar tissu basah, karena onderdil bodolnya kali ini tidak seberapa dasyat bekerja, mungkin karena tadi malam sudah cukup, waw.

Seperti biasa semangkuk nasi hangat dengan abon babi Ana suguhkan untuk Ama, kali ini pasien nya itu tidak menunjukan rasa kantuk dan malas seperti biasa, malah terlihat kesakitan. Membuat Ana sedikit khawatir.

''Kenapa Ama ?' Ada yang tidak nyaman ? ' tanya nya.

Ama meringis sembari memegangi pangkal paha sebelah kanan nya,'' Kaki ku sakit sekali.'' Keluh nya kemudian.

Ana berfikir sejenak, perlu kah menelfon sang majikan atau biar saja, karena ini bukan yang pertama terjadi, dan sang majikan mengatakan itu tidak perlu di khawatirkan.

Majikan nya sendiri berpesan untuk tidak menelfon ya, kecuali memang keadaan urgent, misal sang nenek jatuh atau demam.

Ana kemudian mengambil beberapa obat yang memang boleh di berikan saat nenek nya itu kesakitan, ''sudah cepat sarapan, setelah itu aku kasih minum obat,'' ucap Ana mencoba menenangkan. '' Aku di belakang menjemur pakaian, kalau butuh sesuatu pencet bell.'' imbuh nya.

Majikan nya memang menyediakan sebuah bel untuk berjaga saat Ana tidak ada di samping pasiennya, takut kalau hanya di panggil dengan mulut mungil Ana tidak mendengar.

Ana menyelesaikan sesi menjemur spreinya dengan cepat, karena di dengarnya pasien nya terus-terusan berteriak kesakitan. Makanan di mangkuk nya hanya berkurang beberapa suap.

''Aku tidak sanggup makan, Ana. Kaki ku sakit sekali.'' keluh sang nenek kembali.

''Kau harus makan, Ama. Kalau tidak makan kau tidak boleh minum obat. sini aku bantu.'' Tawar Ana. Tapi seperti biasa pasiennya itu selalu tidak mau kalau di bantu makan atau di suapi memilih makan sendiri meski dengan mulut yang sesekali berteriak karena kesakitan.

Kali ini sesi makan Ama jauh lebih cepat dari biasanya, mungkin karena ia ingin cepat-cepat minum obat pereda sakit. Sesuai yang di katakan Ana memberi beberapa butir tambahan untuk obat pereda sakit, yang syukurnya itu efektif terbukti neneknya tidak lagi berteriak-teriak, hanya sesekali meringis saja.

Tapi Ana tidak bisa bernafas lega, karena kaki sakit nya berkurang tapi onderdil bodol nya semakin dasyat bekerja, Ana sampai harus mematikan kompor berkali-kali saat sedang masak untuk makan siang, karena sang ama terus saja berteriak dia buang kotoran meski baru saja Ana bersih kan.

Hal itu berlangsung sampai sore hari bahkan mendekati malam, membuat Ana curiga,

Ama nya itu pasti meminum obat di luar dosis yang Ana berikan.

Dan ....' Ana hanya bisa menghela nafas, pasrah .

____Bersambung.

Perluas lah kesabaran mu Ana .............

__IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!