NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Tantangan

Latihan pertama langsung dimulai.

Mereka akan menghadapi simulasi pertarungan melawan entitas energi yang diciptakan Kharos.

Jumlah musuh: dua puluh.

Kekuatan masing-masing setara Transformasi Jiwa Lapisan Kelima.

Formasi mereka dibagi menjadi empat posisi.

Khor'sal berada di garis depan sebagai penahan serangan utama.

Mira'tok bergerak di sisi kanan sebagai penyerang cepat.

Lin Tian berada di belakang untuk mendukung dan mengendalikan medan.

Sementara Zhen'ar berdiri di tengah sebagai koordinator formasi.

Kharos menatap mereka tajam.

"Komunikasi adalah inti."

"Koordinasi adalah segalanya."

"Jika formasi pecah, kalian akan kalah."

"Jika berhasil bekerja sama, kalian akan menang."

Tatapannya berubah ganas.

"Sekarang, mulai!"

Dua puluh entitas energi langsung menyerbu bersamaan.

Khor'sal meraung keras sambil maju paling depan.

"Aku menahan garis depan! Biarkan mereka menyerangku!"

Pedang raksasanya menghantam tanah dan menciptakan gelombang energi besar yang menarik perhatian sebagian besar musuh.

Di sisi kanan, Mira'tok bergerak seperti kilat.

"Aku mengambil sisi kanan!"

"Lima musuh mengejarku!"

Dua pedang melengkungnya berkilat cepat sambil terus mengganggu formasi lawan.

Sementara itu, Zhen'ar tetap tenang di tengah kekacauan.

Tombaknya berputar perlahan sambil matanya terus membaca seluruh medan perang.

"...Lin Tian. Tiga musuh di sisi kiri."

"Habisi sekarang."

Lin Tian langsung mengangguk.

"Mengerti!"

"Hujan Panah Sembilan Naga!"

Puluhan panah energi muncul di udara sebelum menghujani sisi kiri medan pertempuran.

Tiga entitas langsung hancur seketika. Namun tepat setelah itu, Masalah muncul.

Khor'sal maju terlalu jauh.

Alih-alih mempertahankan posisi depan, ia justru terus menyerbu ke tengah kerumunan musuh sendirian.

Formasi langsung mulai kacau.

Zhen'ar segera menyadarinya.

"...Khor'sal, kembali. Formasi mulai pecah."

Namun Khor'sal sama sekali tidak mendengarkan.

Ia malah tertawa keras sambil terus menyerang.

"Formasi lemah seperti ini tidak diperlukan, Aku bisa menghancurkan mereka sendiri!"

Detik berikutnya, Seluruh entitas langsung mengalihkan serangan ke arahnya.

Dan untuk pertama kalinya, ekspresi Khor'sal berubah.

"Apa? Jumlahnya terlalu banyak!"

Ia mulai terdesak.

Mira'tok langsung mengutuk pelan sebelum bergerak membantu.

"Aku datang!"

Namun semuanya sudah terlambat.

Begitu Mira'tok meninggalkan posisinya untuk membantu Khor'sal, formasi mereka langsung runtuh total.

Entitas-entitas energi segera memanfaatkan celah tersebut.

Serangan datang dari segala arah.

Zhen'ar mencoba mengatur ulang posisi mereka, tetapi koordinasi sudah hancur. Dalam hitungan detik, seluruh tim dikepung dan simulasi pertarungan berakhir dengan kekalahan telak.

Kharos langsung menghentikan latihannya.

Keheningan berat memenuhi arena.

Tatapan emasnya menyapu keempat muridnya sebelum akhirnya berhenti pada Khor'sal.

"Gagal." Suaranya dingin dan tajam. "Gagal total."

Tekanan besar langsung memenuhi area latihan.

"Formasi hancur."

"Koordinasi tidak ada."

"Instruksi diabaikan." Tatapan Kharos semakin tajam. "Dan penyebabnya adalah dirimu, Khor'sal." Khor'sal langsung mengerutkan dahinya.

"Kebanggaanmu menguasai penilaianmu. Kau masih berpikir sebagai petarung tunggal, dan itu menghancurkan seluruh tim."

Suasana menjadi semakin berat.

"Pertarungan kelompok membutuhkan kepercayaan. Ego harus ditekan dan kerja sama harus diprioritaskan."

Kharos melangkah mendekat. "Sekarang jelaskan alasan kegagalanmu."

Khor'sal terlihat kesal. "Formasi itu lemah. Aku lebih kuat bertarung sendiri, dan aku sudah membuktikannya berkali-kali."

Begitu kalimat itu selesai, aura Kharos langsung berubah lebih mengerikan.

"Dan itulah masalahmu." Tatapannya membuat udara terasa membeku.

"Ya. Kau kuat sendirian. Tapi empat petarung kuat yang bekerja sama akan jauh lebih mematikan."

Ia menunjuk langsung ke arah dada Khor'sal.

"Kebanggaanmu adalah kelemahanmu."

"Kau menolak tim. Dan itu membatasi kekuatanmu sendiri."

Khor'sal menggertakkan giginya tetapi tidak membalas.

Lalu Kharos mengucapkan sesuatu yang langsung membuat suasana berubah.

"Jika tidak mau belajar bekerja sama… kau akan dikeluarkan dari pelatihanku."

Mata Khor'sal langsung melebar. Jelas sekali ancaman itu bukan main-main.

Beberapa detik kemudian, ia akhirnya menundukkan kepala sedikit.

"Aku mengerti, aku akan mencoba."

Meski terdengar terpaksa, setidaknya itu sudah cukup untuk sementara.

Lin Tian diam memperhatikan semuanya.

Khor'sal memang kuat. Namun kebanggaannya terlalu besar.

Dan itu bisa menjadi masalah serius dalam pertarungan nyata.

Latihan langsung diulang.

Namun kali ini, Zhen'ar mengambil kendali penuh terhadap strategi.

Tatapan peraknya langsung tertuju pada Khor'sal.

"Kau hanya menahan garis depan. Jangan maju terlalu jauh."

"Coba pertahankan posisi."

"Jelas?"

Khor'sal tampak tidak senang menerima perintah, tetapi tetap menjawab.

"Jelas."

Pertarungan dimulai lagi. Dan kali ini semuanya jauh lebih baik.

Khor'sal tetap berada di garis depan dan menahan serangan tanpa menerjang membabi buta.

Mira'tok bergerak cepat di sisi kanan sambil terus mengganggu musuh.

Lin Tian memberikan dukungan dari belakang dengan serangan elemen yang presisi.

Sementara Zhen'ar mengatur ritme seluruh pertarungan dengan ketenangan luar biasa.

Koordinasi mereka perlahan mulai terbentuk.

Dan hasilnya langsung terlihat.

Dua puluh entitas energi berhasil dihancurkan satu per satu tanpa membuat formasi pecah.

Saat entitas terakhir lenyap, seluruh arena menjadi sunyi beberapa detik.

Lalu Kharos mengangguk puas.

"Lebih baik. Formasi berhasil dipertahankan dan koordinasi mulai terbentuk."

Tatapannya beralih pada Khor'sal.

"Dan akhirnya kau mulai belajar."

Khor'sal hanya mendengus kecil, tetapi tidak membantah.

"Percobaan kedua berhasil, Itu perkembangan yang bagus."

Kharos lalu menyeringai tipis. "Sekarang ulangi lagi."

Keempat murid itu langsung merasa lelah secara mental. Namun tidak ada yang berani mengeluh.

Setelah beberapa sesi latihan tambahan, mereka akhirnya diberi waktu istirahat.

Keempat murid duduk bersama di area batu dekat arena latihan.

Namun suasananya terasa canggung.

Tidak ada yang tahu harus memulai pembicaraan seperti apa.

Sampai akhirnya Mira'tok memecah keheningan.

"Lin Tian!" Ia tersenyum lebar sambil menunjuknya. "Pertarungan tadi bagus, Seranganmu sangat presisi."

Tatapannya penuh rasa penasaran. "Kau belajar dari siapa?"

Lin Tian menjawab dengan tenang. "Kakekku yang mengajariku."

"Aku mempelajari pengendalian sembilan elemen darinya."

Mira'tok langsung membelalak. "Sembilan elemen?!"

"Itu gila."

"Asura biasanya hanya fokus pada satu elemen utama."

"Kau menguasai semuanya sekaligus." Ia tertawa kecil. "Itu benar-benar unik."

Namun sebelum suasana menjadi terlalu santai, Khor'sal mendengus sinis.

"Menguasai banyak elemen memang terlihat mengesankan. Tapi penguasaan satu elemen secara sempurna tetap lebih unggul."

Nada meremehkannya sangat jelas. Namun Lin Tian tidak tertarik berdebat.

"Pendekatan kita hanya berbeda. Keduanya mungkin sama-sama benar."

Jawaban tenang itu justru membuat Khor'sal sedikit kesal.

Sementara itu, Zhen'ar yang sejak tadi diam tiba-tiba berbicara.

"...Kakekmu." Tatapan peraknya menatap langsung ke arah Lin Tian. "Apa yang dia ajarkan nya?"

"Filosofinya mirip dengan Kepala Perang."

Lin Tian langsung menyadari bahwa Zhen'ar selalu memperhatikan hal-hal penting.

Ia bukan tipe yang berbicara tanpa alasan.

Lin Tian menjawab perlahan.

"Kakekku mengajarkan bahwa pelayanan lebih penting daripada kemuliaan."

"Belas kasih lebih penting daripada kekuatan."

"Dan karakter adalah fondasi segalanya."

"Kekuatan hanyalah alat."

Zhen'ar terdiam beberapa detik sebelum mengangguk kecil.

"Ajarannya sama dengan Kepala Perang...Kakekmu orang bijaksana."

Tatapan peraknya tetap tenang.

"Aku masih mengamatimu...Fondasimu terlihat kuat, dan potensimu juga nyata."

Itu mungkin pujian terbesar yang bisa diberikan Zhen'ar.

Kemajuan kecil.

Tetapi nyata.

Namun suasana damai itu tidak bertahan lama.

Khor'sal tiba-tiba berdiri.

"Filosofi membosankan." Ia mengangkat pedang raksasanya.

"Kekuatan dibuktikan melalui pertarungan." Tatapannya langsung tertuju pada Lin Tian. "Aku menantangmu."

"Lapisan Keempat melawan Lapisan Kelima puncak. Kalau kau memang pantas berada di sini… buktikan."

Lin Tian tidak terlalu terkejut.

Ia sudah memperkirakan hal seperti ini akan terjadi cepat atau lambat.

Dan menolak hanya akan membuat situasi lebih buruk.

"Aku menerimanya."

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!