NovelToon NovelToon
Musuh Jadi Candu

Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / CEO
Popularitas:331.8k
Nilai: 5
Nama Author: DF_14

Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.

Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.

"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"

Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Sementara itu, di mansion yang megah. Abian sedang sibuk melatih kemampuan menembaknya di ruangan khusus. Suara tembakan bergema beruntun, tajam dan berirama.

DOR!

DOR!

DOR!

Setiap peluru yang melesat tak pernah meleset sedikit pun, semuanya menancap tepat di titik-titik vital pada papan target.

Beep...

Beep...

Beep...

Tiba-tiba ponselnya berdering. Dia menghela nafas saat melihat ada panggilan telepon dari mamanya. Dia segera meletakkan senjatanya, lalu mengangkat telepon itu..

"Ada apa, Ma?"

Bianca langsung mengomeli putranya. "Bian, kamu bilang kamu sengaja kembali ke Indonesia karena akan segera memperkenalkan calon istrimu. Tapi mana? Sampai sekarang kamu belum memperkenalkannya juga. Kamu itu ganteng lho. Sayang banget kalau kegantengannya sampai tidak diwariskan," sambungan Bianca.

Abian hanya menghela nafas. "Aku sangat sibuk, Ma. Belum kepikiran untuk menikah."

"Kalau begitu biar Mama carikan calon istri buat kamu. Mama dan Papamu ingin tahun ini kamu segera menikah."

Bianca merasa sangat khawatir karena sampai kini dia belum pernah melihat putranya memperkenalkan perempuan padanya. Dia takut putranya akan menjadi jomblo abadi.

Abian mulai merasa pusing. Mamanya memang tidak pernah berhenti mendesaknya untuk segera menikah. Jika dia terus menolak, dia yakin mamanya akan mulai menjodohkannya dengan wanita lain.

Dia pun tidak sengaja melihat kartu undangan pernikahan Devina dengan Eliano.

Kartu undangan itu bukan ditujukan padanya. Tapi dia bisa mendapat kartu undangan itu dari salah satu alumni teman SMA.

"Mama tenang saja, sebentar lagi aku pasti akan memperkenalkan calon istri sama Mama." ucapnya sambil memandangi kartu undangan itu penuh arti.

Kemudian, dia mengepalkan tangannya saat melihat foto Eliano di kartu undangan tersebut.

...****************...

Keesokannya harinya, langit tampak cerah, seolah turut merayakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Devina.

Di ruang ganti gedung pernikahan, Devina berdiri di depan cermin. Dia terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun berwarna putih.

Hari ini adalah hari yang telah dia impikan sejak lama. Hari di mana dia akan bersatu dengan Eliano.

Semua persiapan telah matang sepenuhnya. Undangan sudah tersebar, dekorasi ruangan telah selesai dipasang, dan katering sudah siap menyajikan hidangan terbaik

"Kamu sangat cantik, putriku," puji Robert kepada putrinya.

Devina hanya tersenyum mendengar pujian dari papanya.

Jihan dan ibunya pun terpaksa harus pura-pura bersikap baik pada Devina jika sedang berada di dekat Robert.

"Papamu benar, kamu sangat terlihat cantik, Devina sayang," ucap Laras dengan nada dibuat selembut mungkin.

Devina menghela nafas. "Jangan berpura-pura bersikap baik padaku. Aku tahu kamu dan putrimu pasti sangat berharap aku segera keluar dari mansion."

"Devina, jaga ucapanmu!" bentak Robert.

Robert merendahkan suaranya. "Sebentar lagi kamu akan segera menikah. Jadi papa mohon, kamu jangan membuat masalah hari ini."

Devina hanya tersenyum getir. Selalu begitu, papanya selalu membela saudara tiri dan ibu tirinya. Ini yang membuat dia ingin segera menikah dengan Eliano, agar dia bisa segera pergi meninggalkan mansion. Dia sangat berharap bisa hidup bahagia dengan pria yang sangat dicintainya itu.

Namun, tiba-tiba seorang pelayan datang kesana dengan perasaan gelisah.

"Tuan, gawat!" serunya dengan nafas ngos-ngosan.

Robert mengerutkan kening. "Ada masalah apa?"

Pelayan tersebut segera melaporkan, "Ada sekelompok orang datang membuat masalah, sekarang dekorasi dan semua persiapan telah dibuat hancur oleh mereka."

1
Rita
👍👍👍👍👍👍👍👍👍demi kmu
Rita
semoga ngmg kebenaran nya
ken darsihk
Mulai paham kan Dev alasan kenapa Abian waktu dulu memukul Arjuna , alasan nya cuma satu Dev , Abian marah saat ada orang yng menghina kamu
Rita
👍👍👍👍👍👍👍betul
ken darsihk
Aq baca ini dari kemarin tapi NT error , nggak bisa buat ngelike sm tulis komentar
Rohmat Dwi Susanto
next
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Kikuk-kikuk bahasa dari planet mana yaaa, kayak familiar /Sob//Facepalm/
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah akhirnya devina tau kan cerita sebenarnya, abyan nggak sejahat yang kamu liat
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Itu respon positif namanya Dev 😅😅😅...
Reaksi alami tanpa penolakan karena dirimu merasakan nyaman dengan sentuhan Abian /Drool/...
Bu sry Devi
preet kamu Dev yg ada kamu ketagihan 🤣🤣
Mey-mey89
semangat thorrr
Ass Yfa
Dev...makanya cari dulu faktanya...kemakan omngab Eliano seh
Ajeng Sri Pramudya
akhirnya kebaikan abian sedikit2 kebuka di hadapan devina
olyv
nah loh dev ngak mungkin di situuuu 😂
olyv
tak pikir ada tulisannya di balik foto devina 🤣
olyv
abian suka ama devina hanys gengsi doang 🤣
olyv
anjaayyyyy 🔥🔥
Qiqi Maryam
bisa lah dr benci jd cinta cuman beda tipis ko
Felycia Fernandez
nggak mungkin la...
laaaah tau tau kamu bunting noh
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
lope² muncul d'mata DevDev

😍😍😍

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!