NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Kursi Panas dan Piring Penuh Cinta

​Pangeran Yovan berdiri mematung di tengah lapangan panah, busur emasnya masih tergenggam erat, namun harga dirinya baru saja hancur berkeping-keping. Matanya yang tajam menatap Lia dengan kobaran api kemarahan.

​Putri bodoh ini kenapa malah membela Alistair?! Bukankah dia seharusnya mempermalukan pria cacat itu sesuai rencana? batin Yovan penuh emosi.

​Lia, yang menyadari tatapan itu, hanya melirik Yovan sekilas lalu melemparkan senyum mengejek yang sangat tipis.

Oh, jadi ini pangeran yang dulu dipuja-puja Aurellia asli? Ganteng sih, tapi tipe penjahat bermuka dua. Masih mending Alistair, galak-galak tapi aslinya "softie" dan diam-diam bantuin istri, ejek Lia dalam hati sambil berjalan anggun kembali ke sisi suaminya.

​Di singgasana tinggi, Permaisuri Isadora berbisik lembut kepada Raja Iskan.

"Yang Mulia, sepertinya Putri Aurellia sangat berbeda hari ini. Selain terlihat luar biasa cantik, dia tampak sangat menghargai dan menghormati suaminya," ucap sang Permaisuri dengan nada haru.

Sebagai bibi, ia tahu betul betapa Alistair sering kali harus menelan harga dirinya demi melindungi tingkah ajaib Aurellia selama ini.

​Raja mengangguk setuju, matanya memancarkan kepuasan. Acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan tarian tradisional Ivalice.

Para penari dengan selendang sutra yang ringan meliuk-liuk di tengah aula, menciptakan harmoni gerakan yang seolah bercerita tentang sejarah kejayaan kerajaan. Musik dari petikan harpa dan tabuhan gendang kecil memenuhi ruangan, membawa suasana magis sebelum akhirnya seluruh anggota kerajaan diarahkan menuju ruang makan khusus.

​Di meja panjang keagungan yang terbuat dari kayu jati berlapis emas, Lia kembali dibuat takjub.

Gila, ini meja makan apa landasan pacu? Panjang bener!

Saat memasuki ruangan, Lia melewati Pangeran Yovan yang sengaja mengosongkan kursi di sebelahnya, kursi yang menurut sejarah "cinta terlarang" mereka selalu diduduki oleh Aurellia. Biasanya, di momen seperti ini, Aurellia asli akan membuat keributan dengan membentak Ibu Suri karena menolak duduk di samping Alistair.

​Lia mendadak teringat potongan dialog di novel saat Ibu Suri menegur Aurellia,

"Aurellia, duduklah di samping suamimu!" dan jawaban ketus Aurellia.

"Aku tidak sudi duduk di samping orang cacat!"

​Lia reflex menepuk jidatnya pelan.

Aduh, Lia... pemilik tubuh ini mulutnya pedes bener, kayak nggak pernah dapet pendidikan karakter pas sekolah! Kasihan Alistair gue, batinnya miris.

​Melihat ekspresi Lia yang mendadak aneh, Alistair secara spontan meraih tangan Lia di bawah meja.

"Ada apa? Apa kepala kamu sakit lagi?" tanyanya dengan nada rendah yang terdengar cemas.

​Lia tersentak, wajahnya memanas saat merasakan genggaman tangan Alistair yang besar dan hangat.

"Ah, eh... nggak apa-apa, Pangeran. Aku cuma... lapar banget! Hehe," jawab Lia kelabakan dengan tawa canggung.

​Hidangan mulai disajikan. Ketika seorang pelayan hendak menaruh piring berisi potongan daging ke depan Alistair, Lia langsung menahannya. Pelayan itu gemetar hebat, menyangka ia akan kena semprot atau piringnya akan dibanting.

​"Biar aku saja," ucap Lia kalem.

​Bukan hanya pelayan itu yang kaget, tapi seisi meja makan mendadak sunyi. Raja, Permaisuri, hingga para selir berhenti menyuap makanan. Mereka melihat pemandangan langka, Putri Aurellia dengan telaten memilihkan potongan daging terbaik, sayuran segar, dan menuangkan saus ke piring suaminya dengan penuh perhatian.

​Setelah piring Alistair penuh, Lia tersenyum manis ke arah suaminya.

"Ayo makan, Pangeran. Kamu butuh tenaga untuk menghadapi istri sehebat aku," ujarnya riang.

​Lia kemudian sadar bahwa semua orang sedang menatapnya seperti melihat alien.

"Maaf... apakah aku melakukan kesalahan? Apa aku mengambil bagian daging milik Raja?" tanya Lia hati-hati.

​Ibu Suri Indira adalah yang pertama kali memecah keheningan dengan tawa bahagia.

"Ah, tidak nak! Kamu bersikap sangat baik hari ini. Nenek sangat senang melihatnya. Besok, nenek akan mengirimkan hadiah lagi ke kamarmu!"

​Mata Lia langsung berbinar-binar.

Emas batangan! Emas batangan datang lagi! batinnya bersenandung riang. Nikmatnya jadi istri penurut, dompet aman, perhiasan makin banyak!

​Semua orang kembali melanjutkan makan dengan suasana yang jauh lebih santai, kecuali Selir Yasmin dan Pangeran Yovan. Wajah mereka terlihat mendung, seolah-olah baru saja menelan jeruk purut mentah-mentah.

​Perubahan secepat ini? Aneh sekali! Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Aurellia? Apa kamu sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar untuk menghancurkan Pangeran cacat itu? batin Yovan dengan amarah yang tertahan.

​Sementara itu, Alistair mulai memakan hidangan di piringnya dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Makanan itu terasa jauh lebih nikmat dari biasanya, mungkin karena ada bumbu "perhatian" yang tidak pernah ia rasakan selama bertahun-tahun ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!