silahkan baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Sebut saja Adrian Raka Wijaya.Biasa dipanggil Drian.Cowok dingin dengan tatapan kosong pewaris satu satunya perkebunan Teh Malabar di Bandung.Salah satu perkebunan yang sudah lama berdiri dengan teh yang cita rasanya khas dan membuat orang rindu akan rasa dan suasananya.
"Adrian sayang.Kamu harus jadi anak yang berguna di masa depan ya nak."Kecup sayang mama carlise.
"Owek..Owek..."Suara Drian yang masih baru lahir.
"Adrian.Nanti kalau kamu sudah dewasa kamu akan memegang seluruh perkebunan kita dan toko antik keluarga kita."Peluk mama carlise.
"Owek...Owekk..."suara tangisan adrian saat bayi mengema di rumah pemilik perkebunan teh malbar.
5tahun berlalu.Adrian menjadi anak yang cerdas dan ceria namun dia memiliki kelemahan fisik.Dia sering sakit sakitan.
"Adrian mama sama papa pergi dulu ke kota untuk persiapan sekolah kamu."mama carlise mengengam tangan Adrian.
"Ma..ma..Mama cepat pulang ya."Tatap Drian.
"Iya sayang baik baik sama oma ya."Menatap mata drian dan membelai wajahnya.
"Iya ma.."
"Papa pergi dahulu ya sayang.Jaga diri kamu."Papa alexander mencium pipi dan kening Drian.
"Mama sayang adrian."Mama carlise memeluk erat Drian dan mencium kening Drian.
"Hati hati di jalan ya nak.Pulanglah dengan selamat."Dengan khawatir oma melihat anaknya pergi.
"Iya ma.Mama aku pergi dahulu ya dah.."Mama Carlise melambaikan tangan.
Drian dan Oma melihat kepergian papa dan mama drian dari kaca rumah mereka.Tidak disangka itulah hari terakhir pertemuan mama dan papa Drian.Karena mereka mengalami kecelakaan di daerah lembang bandung.Sebelum kecelakaan mama drian sempat menelepon oma(Ibu dari mama drian).
Mama carmise:Ma drian gimana?Sudah makan?..
Oma:Sudah.Kalian hati hati di jalan ya.
Mama Carlise:Ma kalau nanti tiba tiba aku gak bisa didik ian dan terus melihat perkembangan ian sampai dewasa.Aku titip ian ya ma.
Oma:Hussttt.Jangan bilang gitu kalian harus pulang dengam selamat.
Mama Carlise:Ma alexander mau bicara.
Papa Alexander:Ma.Kalau nanti kita gak bisa berada disamping drian mama pakai ya asuransi kita dan tabungan kita untuk kehidupan ian.Semua buku tabungan aku ada di laci sebelah kasur kamar Drian.
Oma:Hussst..Jangan berbicara seperti itu.
Papa Alexander:Kita sayang adrian..Ma,mobilnya tidak bisa direm..
Mama Carlise:Ya Tuhan.Drian..Mama sayang kamu.(Berteriak kencang dan terdengar suara hantaman mobil kencang).
Oma:Carlise...Alexander..Anakku..(Teriak oma sambil bercucuran air mata).
Terdengar suara berita tentang mobil yang tergelincir masuk ke jurang dengan nomor polisi D****AN.Saat ini korban telah dibawa ke RS Garuda Bandung.
Jurnalis Velove:Saya berada di TKP melaporkan berita terbaru.Telah terjadi kecelakaan mobil masuk ke jurang didaerah Lembang Bandung.dengan plat nomor D1211AN.Saat ini supir dan penumpang sudah dibawa ke RS garuda.Bagi keluarga yang akan menemui mereka silahkan datang ke RS garuda Bandung.Sekian laporan dari saya di TKP tetap pantau perkembangan terbaru di Breaking news TVRI setiap pagi pukul 07.00WIB,Siang pukul 12.00WIB dan petang pukul 19.00WIB.Kami seluruh petugas dan Kerabat kerja acara mohon untuk mengudurkan diri.Terimakasih.
Oma yang panik menjemput Adrian dari TK tempat dia bersekolah dan meminta ijin agar adrian ikut dengannya.
Bu Jeje(Kepala sekolah):Ada apa oma kok tumben panik?
Oma:Ada hal emergency Mama Papa Adrian kecelakaan.
Bu jeje(Kepala sekolah):Oma yang sabar ya.Semoga mereka tidak apa apa.
Oma:Saya harap begitu.
Bu jeje(Kepala sekolah):Mari saya antarkan ke kelas Adrian.
Oma:Baik bu.
Adrian yang sedang bermain ceria dengan guru dipanggil oleh oma.Seketika suasana menjadi senduh dan sedih.
Bu lola:Anak anak kalian lanjut mengambarnya ya.Ibu mau keluar sebentar.
Murid murid Tk:Iya ibu guru.
Bu Jeje(kepala sekolah):Bu Lola bisa kesini?
Bu lola:Bagaimana ya ibu?
Bu jeje(Kepala sekolah):Tolong panggilkan Drian bu.Orang tua Drian kecelakaan.
Bu lola:Apa ibu.Ya Tuhan kasihan Adrian.Saya panggilkan dahulu ya bu.(Dengan muka murung bu lola masuk ke kelas)
Dengan muka tidak enak campur aduk dengan kesedihan.Melihat Adrian yang sedang tersenyun bermain dengan gembira.Tiba tiba harus merasakan sakit yang teramat mendalam.
Bu lola:Adrian sayang..Kemari sebentar.
Drian:Iya ibu(sambil tersenyum)
Bu lola:Kamu kalau ada apa apa bilang ke ibu ya.Angap ibu mama kedua kamu.(Memeluk Adrian)
Drian:Ibu kenapa nangis?..
Bu lola:Gak apa apa drian.Ibu gak nangis.Oma kamu jemput kamu didepan.Kamu pulang gih sana.
Drian:Kan sekolah belum selesai ibu.(sambil tersenyum pada bu lola)
Bu lola:Adrian sayang.Kamu tahu kan kalau dunia itu indah.Adrian gak boleh nyerah ya.Adrian harus semangat.Adrian kalau sedih selalu lihat ke langit ya.Karena bintang itu cerah dan terang.Secerah dan seterang mata kamu.
Drian:Iya ibu.(Memeluk bu lola)
Bu lola:Ibu sayang drian.
Drian:Drian juga sayang ibu.Drian pulang dulu ya bu.(Berpamitan dengab bu Lola)
Oma yang berada di depan kelas Adrian memeluk drian dengan erat.Oma menangis sambil memeluk drian.
Drian:Oma kenapa nangis?
Oma:Drian,Ayo ke rumah sakit.(menyeka air mata)
Drian:Ada apa oma.
Oma:Udah drian diem ikut aja.
Drian:Iya oma.
Oma memacu mobil dia dengan kecepatan tinggi menuju RS Garuda.Putri semata wayang serta menantunya berada di ruang ICU.Oma lemas melihat anaknya tak berdaya diatas kasur pesakitan.Adrian yang masih kecil bingung terhadap situasi itu.Ruang yang sunyi menjadi makin sunyi diiringi dengan kemurungan dan penuh air mata.
Drian:Oma..Papa mama kenapa?(Bingung sambil bertanya tanya)
Oma:Papa mama lagi sakit sayang.(menahan air mata)
Drian:Oma..ian kangen main sama papa..
Oma:Sssttt sayang papa sama mama lagi bobok.(Menahan tangisan)
"Ma..Ma..To..long..jagain adrian ya..Ma aku udah gak kuat.."Dengan terbatah batah papa alexander berbisik ke telinga oma"
"Pergilah nak,Mama ikhlas..Mama akan menjaga drian dengan sepenuh hati."Berbisik ke telinga Alexander sambil mengengam tangannya.

Tut...tut..EKG menunjukan satu garis lurus.
"Makasih ma.."Alat denyut jantung berhenti berbunyi.
Dokter datang terdengar tangisan dari oma.Drian yang masih kecil tidak tahu kalau orang tuanya telah dipanggil Tuhan.
"Alat untuk kejut jantung sus."
"Baik dok."Suster Greta menyalakan alat kejut jantung disamping tempat tidur pasien.
"1,2,3 Dertttt...Derttt...Maaf,Alexander telah berpulang ke sisi Tuhan.Kita sudah melakukan penyelamatan semaksimal mungkin."Suara listrik kejut jantung.
"Iya dok..Saya ikhlas.Bagaimana putri saya?.Apa bisa dislamatkan?."
"Hanya mujizat yang bisa menyelamatkannya.Karena benturan keras membuat gumpalan darah diotaknya berhenti seketika.Sus tolong catatkan tanggal kematian jam meninggal pak alexander ya."
"Baik dok."Suster Greta mencatat dalam buku catatan medis kematian.
Drian yang berada disamping mama Carlise belum tahu kalau papa nya telah tiada.

"Ma,Cepat sembuh ya.Ma aku sayang mama.Mama pulang ya sama drian."Drian mengengam tangan mama carlise.
Mama Drian hanya bisa mengeluarkan airmata.Sambil membelai lembut rambut Drian.
"Mama disamping drian ya sampai drian nikah.Drian pingin punya istri kaya mama."Tatap drian sambil menangis.
"Driannn..Drian..maafin mama gak bisa jagain kamu.Mama gak kuat drian..Drian jangan nakal ya sama oma.Mama bakal jagain drian diatas sana."Menunjuk Bintang.
"Mama kalau capek tidur ya ma."Polos menatap mama carlise.
"Mama tidur ya drian.Mama sayang banget sama drian."mengecup pipi drian untuk terakhir kalinya.

Alat denyut jantung berbunyi dan menunjukan 1 garis lurus menandakan bahwa Carlise sudah tiada.Drian yang polos memangil nama mamanya dokter yang berada disitu mulai melakukan penyelamatan.
"Suster kita check kamar sebelah sepertinya ada yang tidak beres."Dokter Julian yang bercakap cakap dengan oma segera ke ruang sebelahnya.
"Baik dok."
"Dokter mama kenapa?."Menitihkan air mata
"Nak minggir dulu ya dokter priksa mama adek."
"Ma...ma...Aku pegang tangan mama ya dok.Mama bangun.."Mengoyangkan tubuh mamanya seraya membangunkan carlise yang sudah dingin tangannya.
Oma menghampiri adrian..Oma mengendong adrian dan memeluknya.Dengan sedih melihat wajah Drian kecil.
"Oma mama kenapa?.."Menatap oma polos.
"Drian mama baik baik aja.Mama udah tenang sekarang gak sakit lagi."
"Oma kenapa nangis.oma mama kemana?"Menangis merengek digendongan oma.
"Mama udah pergi ketempat yang jauh dan indah disana."Menunjuk langit yang terlihat dari kaca jendela kamar carlise
"Mama pulang kan oma?"Polos bertanya
"S..sa..sayang gak akan kembali lagi."Mengecup Drian.
"Mama....mama..."Berteriak kencang sambil menangis sampai pingsan.
"Maaf kita sudah melakukan semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain.Yang tabah ya drian dan oma."Dokter Julian menepuk pundak oma.
"Iya dok."Oma berusaha tegar.
Setelah hari pemakaman kedua orang tua Adrian Raka Wijaya.Oma membawa Adrian pergi ke Jakarta untuk mengobati depresi Adrian.Karena syok kedua orang tuanya telah tiada selama lamanya.Adrian yang dulunya penuh kegembiraan dan periang berubah menjadi anak pendiam dan murung.
Oma memutuskan untuk menyekolahkan drian ke homeschooling agar drian dapat selalu dipantau oleh dokter kejiwaannya.Drian berusaha menghilangkan rasa trauma dan depresi dia.Hingga akhirnya dia menjadi lelaki kuat yang sulit menangis.
Yuk dukung terus author carany like❣
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*