NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Setelah semua karyawan keluar satu per satu ketika lift berhenti di lantai dua puluh, hanya menyisakan Michelle dan David di dalamnya.

Pintu lift sudah terbuka di depan ruangan CEO, namun Michelle tidak berani keluar terlebih dahulu dan malah mengikuti David yang berjalan keluar dengan langkah santai.

Dia mengikuti sang CEO dengan hati-hati sampai mereka sampai tepat di depan pintu ruangan kerja yang megah.

Baru saat itu David berhenti dan menoleh ke belakang, melihat Michelle yang masih berdiri dengan wajahnya sebagian disembunyikan oleh rambutnya.

"Ada apa denganmu? Kenapa kamu mengikuti saya namun tidak berkata-kata sama sekali?" tanya David.

Dengan suara yang tenang dan sedikit bingung, menatap Michelle dengan tatapan yang penuh rasa ingin tahu.

"Begini Pak... ini laporan yang kemarin Bapak minta untuk diperiksa ulang. Sudah saya perbaiki semua dan pastikan tidak ada kesalahan lagi," jawab Michelle.

Dengan suara yang lembut namun jelas, sambil mengulurkan tangan untuk memberikan tumpukan berkas laporan yang sudah dia susun rapi. Dia tetap memalingkan wajahnya sedikit agar tidak terlalu terlihat oleh David.

"Apa? Coba saya lihat dulu," David mengambil berkas tersebut dan mulai membacanya dengan cepat.

Setelah beberapa saat membaca beberapa halaman penting, dia menatap Michelle dengan ekspresi wajah yang tidak berubah tetap serius seperti biasanya.

"Kapan saya meminta kamu untuk memberikan laporan ini secara langsung kepada saya?" ucapnya dengan suara yang datar, membuat Michelle langsung terkejut.

"Apa dia kemarin yang marah-marah memerintahkan saya untuk memperbaiki dan menyerahkan laporan ini? Apakah dia benar-benar tidak ingat sama sekali?",pikir Michelle dalam hati dengan wajah yang semakin bingung.

Namun dia tidak berani mengatakan apa-apa dan hanya menunduk dengan diam.

"Permisi Pak... apa wajah dan hidung Bapak baik-baik saja sekarang?" tanya Michelle dengan sedikit keberanian, mengingat kejadian kemarin.

David sedikit mengerutkan kening dan menyentuh wajahnya dengan refleks, merasa bahwa bagian hidung dan dagunya memang terasa sedikit sakit.

Dia melihat Michelle dengan tatapan yang lebih curiga.

"Ada apa dengan pertanyaanmu itu? Mengapa kamu tiba-tiba bertanya tentang wajahku?"

"Tidak ada apa-apa Pak! Saya hanya bertanya saja karena melihat Bapak sepertinya sedikit tidak nyaman," jawab Michelle dengan cepat.

Takut David akan menyadari bahwa dia adalah orang yang membuatnya terluka beberapa kali.

David kemudian mengembalikan berkas laporan tersebut ke tangan Michelle dengan cepat.

"Saya sudah melihat isinya. Semua terlihat baik-baik saja. Silahkan kembali ke tempatmu dan lanjutkan pekerjaanmu seperti biasa," ucapnya dengan tanpa menunjukkan ekspresi apapun, sebelum berpaling dan mulai berjalan masuk ke dalam ruangannya.

Michelle tercengang mendengar kata-kata sang CEO.

"Apa yang dia lakukan? Aku sudah semalaman tidak tidur nyenyak hanya untuk memeriksa dan memperbaiki laporan ini dari awal sampai akhir, tapi dia hanya berkata begitu saja? ", pikirnya dengan rasa kesal yang mulai muncul di dalam hati.

Tanpa berkata-kata lagi, dia mengambil berkas tersebut dan berjalan meninggalkan depan ruangan CEO dengan langkah yang sedikit lambat dengan perasaan kesalnya.

Setelah sampai di ruangannya dan duduk di mejanya, dia mulai menggerutu dengan suara pelan.

"Apa dia sudah benar-benar gila ya?! Aku sudah capek-capek bekerja keras hanya untuk menyelesaikan laporan itu, tapi dia hanya bilang begitu saja!" ucapnya dengan suara yang penuh kesal.

Menepuk meja kerjanya dengan lembut agar tidak mengganggu rekan kerja lain yang sedang fokus.

"Apa dia benar-benar tidak ingat kemarin dia marah-marah kepadaku dan menyuruhku memperbaiki semua dokumen? Apa dia juga tidak ingat saat aku ada di ruangannya dan sembunyi di bawah mejanya?" tambahnya dengan semakin bingung, mengingat semua kejadian yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Michelle menghela nafas panjang dan menutup matanya sebentar.

"Baguslah kalau memang dia tidak ingat sama sekali. Kalau tidak, mungkin aku sudah langsung dipecat saja dari perusahaan ini," ucapnya dengan suara yang sedikit lega.

Namun tetap merasa aneh dengan sikap David yang sangat berbeda dari kemarin.

"Tapi sungguh aneh... apa dia benar-benar tidak ingat semua kejadian itu? Atau ada sesuatu yang tidak saya ketahui tentang dia?" gumamnya pelan.

Menatap berkas laporan di mejanya dengan ekspresi wajah yang penuh kebingungan dan sedikit rasa tidak suka.

...----------------...

Di ruangan CEO yang luas dan megah, David sedang duduk di mejanya sambil memeriksa berbagai dokumen penting perusahaan.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Yuda masuk dengan wajah yang terlihat sangat kesal dan tidak nyaman.

"Boss, aku sudah memeriksa semua fasilitas di mall seperti yang Bapak perintahkan. Semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah besar yang perlu diperhatikan segera," ucap Yuda dengan suara yang sedikit datar, tidak seperti biasanya yang selalu ceria dan penuh semangat.

David melihat wajah Yuda dengan cermat dan langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan asistennya yang setia ini.

"Ada apa denganmu, Yuda? Apakah kamu tidak suka aku menyuruhmu pergi ke mall? Kalau kamu merasa terbebani, kamu bisa bilang saja ya," katanya dengan suara yang penuh perhatian, menaruh dokumen yang sedang dia baca ke atas meja.

"Tidak, bukan itu masalahnya Boss! Apa boleh saya bilang, saya sudah bekerja dengan Bos' selama bertahun-tahun kan? Saya tidak akan pernah merasa kesal dengan apa saja yang Bos' perintahkan kepada saya," jawab Yuda dengan cepat, menggelengkan kepalanya untuk menolak dugaan David.

Dia merasa sangat tidak nyaman untuk memberitahu kejadian yang dialaminya di mall tadi pagi.

"Lalu ada masalah apa denganmu? Kamu terlihat sangat tidak senang dan kesal sekali," tanya David dengan semakin penasaran, karena dia jarang sekali melihat Yuda dengan ekspresi wajah seperti ini.

Yuda hanya bisa menghela nafas panjang dan mengangguk dengan lembut.

"Tidak apa-apa Boss... memang tidak ada masalah penting kok. Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu ya, masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan," ucapnya.

Dengan cepat sebelum berjalan keluar dari ruangan CEO dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa.

Setelah keluar dari ruangan, Yuda menghela nafas lega dan menyentuh bagian pinggangnya dengan wajah yang masih penuh kesal.

Dia tidak bisa menghapus dari pikirannya kejadian memalukan di mall tadi, saat seorang wanita secara tidak sengaja menarik celananya hingga robek dan membuat dia menjadi pusat perhatian banyak orang.

Bersambung....

1
Ali Official
Di luar logika flot nya 🤣🤣
Dian Imut
no komen 🗿🗿
ryu
lagi² cuma gue 🗿
Dian Imut: wkwkw
total 1 replies
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
Dian Imut: gue temenin 🤣
total 1 replies
ryu
udah di kasih, 🗿
Melda Melda: kasih apa bang🗿
total 1 replies
ryu
🗿🗿🗿
Dian Imut: Lo² lagi²
total 2 replies
ryu
gabut Thor 🤣
Dian Imut: bakar rumah biar rame 🤣
total 1 replies
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
Melda Melda: wkkw🤣
total 2 replies
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Melda Melda: wkwkw,🤣
total 2 replies
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!