NovelToon NovelToon
Istri Shalihah Athalla

Istri Shalihah Athalla

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikahmuda / Cintamanis / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

Seharusnya pernikahan dilangsungkan bersama pria matang yang sedari kecil digadang-gadang menjadi jodoh Khadijah.

Namun, takdir berkenan lain hingga masa lajang Khadijah harus berakhir dengan pemuda asing yang menabraknya hingga lumpuh.

Kedatangan Athalla di Kalimantan Barat untuk memenuhi panggilan balap liar, justru disambut dengan jodoh tidak terduga-duga.

Pasalnya, kecelakaan malam itu membuat calon suami Khadijah lebih memilih menikahi adik kandungnya; Nayya.

Khadijah dibuat remuk oleh pengkhianatan calon suami dan adiknya. Lantas, di waktu yang sama, Athalla menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Romantis/Komedi/Sangat mendekati keseharian. Thanks buat yg sudah mampir ya💋❤️🫂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTALLA TIGA PULUH

      Dapur telah ramai, hampir seluruh tetangga dan kerabat dekat berkumpul demi membantu menyiapkan masakan-masakan sesuai dengan tradisi warga Kalbar.

Di kamar, Andre dan Nayya masih beristirahat setelah sebelumnya mereka menempuh perjalanan dari Jawa Tengah. Andre sendiri yang menjemput Nayya dari Jogjakarta.

Sesuai rencana sebelumnya, Athalla dan keluarganya akan tiba hari ini. Rombongan sudah ada di Kalbar sedari sore tadi, dan kini keluarga besannya masih beristirahat di hotel kota yang paling dekat dengan bandara.

Tenda sederhana terbentang di depan rumah, sudah ditata pula meja-meja prasmanan khas yang dijajar rapi, tinggal menunggu isinya.

Pagi tadi, Khadijah sudah menghubungi Dewi, dan sesuai kesepakatannya, keluarga mertua Khadijah beserta rombongan 60 orang akan tiba di sore hari.

Walau harus menjadikan satu-satunya sertifikat rumah sebagai jaminan pinjam uang ke Bank, Dewi dan Hariman tetap merasa bahagia bisa mengadakan sambutan.

"Jadi, kamu bela-belain hutang buat belanja daging sebanyak ini, Dewi?!" Marina berkipas kipas di dapur sederhana yang sangat panas.

"Iya, Kak Mar. Ya mau gimana lagi, tabungan kami sudah habis buat keperluan kuliah Nayya kemarin. Terpaksa, Dewi gadai sertifikat supaya bisa belanja acaranya, lagian ini kan hanya sesekali. Kemarin pas nikahan Khadijah juga nggak ada acara apa-apa."

Marina sempat menyesap teh sebelum fokus pada besannya. "Bersyukur, Dewi. Untung Nayya sudah dibiayai Andre. Coba kalau tidak, kamu pasti nggak akan bisa menyambut kedatangan besan kamu dari Jakarta."

Dewi, sembari menata buah di atas tempat prasmanan. "Alhamdulillah, makanya saya bersyukur punya menantu seperti Nak Andre."

"Sayangnya, Khadijah harus lumpuh, kalau nggak, mungkin Khadijah yang akan Andre biayai kuliahnya." Murni adik Marina bicara.

Satu tetangga lainnya menyeletuk bersamaan dengan keluarnya Nayya. "Rezekinya Nayya bagus. Makanya Allah putar balikkan keadaan, jodoh yang seharusnya buat Dijah malah jadinya buat Nayya. Iya kan Nay?!"

"Bisa saja Mak Cik!" Nayya tersenyum, lalu ikut duduk membantu ibunya menata buah.

"Rezeki Khadijah kecil. Bahkan uang asap saja tidak diberinya. Yang sabar ya Dewi."

..."**"--__--"**"...

Senja menyemburat jingga nan mempesona seolah Tuhan tengah menunjukan mahakarya indahnya lewat langit yang diibaratkan kanvas, dan awan salah satu coretan-Nya.

Dewi sudah rapi nan cantik dengan dress muslimah terbaiknya. Begitu juga dengan para tetangga yang ikut-ikutan menyambut kedatangan keluarga mertua Khadijah.

Agaknya kedatangan akan terlambat. Hati Dewi mulai cemas jujur saja, ia takut terjadi apa-apa pada rombongan selama perjalanan.

"Mereka datang pakai bus, ya?" Wanita baju biru memastikan. Kalau dari bandara, bisa jadi dengan travel atau mungkin dengan bus.

"Apa mobil itu?" Di tengah gundah Dewi, semarak ekspresi tetangga mulai bereaksi.

"Dijah datang!!" Pria tua di sana memberi kabar dan semua tetangga segera berdiri demi memastikan benar atau tidak info itu.

"Itu suaminya, kan?! Mobilnya bagus."

Dewi tak memikirkan apa pun selain keselamatan Khadijah. Dan di depan sana, sang menantu turun dari mobil lantas berlari memutar demi mengangkat putrinya.

Haru, rindu, syahdu. "Masya Allah, akhirnya Khadijah pulang dengan selamat," ia terisak.

Hariman tersenyum, ia yang lebih dulu turun dari rumah. Berlari menyambut kedatangan menantu dan putri kesayangannya.

Sebelumnya, cuap-cuap menakutkan tersebar, di mana beberapa orang bahkan menyuruh Hariman mengikhlaskan Khadijah. Karena mungkin Khadijah tidak akan bisa pulang lagi.

Hari ini, Hariman membuktikan bahwa Khadijah bisa pulang. Dan menunjukkan jika Athalla bukan laki-laki yang jahat seperti penilaian tetangga-tetangganya.

"Nak Athalla." Hariman memeluk putri dan menantunya sekaligus. "Bapak kangen, rumah sepi tanpa Nayya dan kamu."

Khadijah tertawa, sedikit haru. Ujung dari tawa itu menjadi tangisan Khadijah yang juga merasakan sesak secara tiba-tiba.

"Dijah juga kangen."

"Pa, ini mertua Athalla." Athalla menatap ayahnya. Hariman langsung membalas Gantara yang sontak memeluknya.

"Masya Allah, kita menjadi besan sudah beberapa bulan. Dan saya baru ada niat datang ke sini menemui Abang."

Hariman antusias ramah. "Saya maklumi, Mas besan. Saya maklumi."

Di saat satu persatu keluarga memasuki area prasmanan, Murni dan Marina masih mengamati mobil-mobil yang diparkir di jalanan bahkan hingga ujung gank.

"Banyak sekali mobilnya. 60 orang, bawa mobil sendiri-sendiri apa gimana ini?"

Marina tarik sudut bibirnya. "Ya maklum lah, mungkin memang semua saudara suami Khadijah montir. Jadi bawa mobil pelanggan masing-masing dulu biar ada kendaraan."

Wanita baju hitam menyela. "Nggak masuk akal sepertinya, Kak Marina ini. Bawa mobil dari Jakarta ke sini juga nggak murah loh, kalau hanya hasil montir kayak suami saya, mana bisa sewa jasa paket mobil!"

"Itu Bapaknya?" Murni menatap Gantara, di mana pria itu cukup menjadi pusat perhatian ibu-ibu berkerudung di sisi Marina.

"Yang tersenyum itu, memang paling mirip sama suaminya, Dijah. Katanya montir, tapi nggak ada tampang montirnya sama sekali."

"Montir Jakarta nggak bau oli, ya ternyata."

"Ganteng-ganteng." Wanita berambut pirang dengan sulam alis itu terkikik. "Ini Dijah bawa rombongan besan apa bawa penghuni surga sih, kok nggak ada yang sumbing mulutnya?!"

"Oo ... Bang!"

Wanita itu tak segan bertanya pada pria matang yang melintasinya. Abrar tersenyum kecil seraya memberi anggukan kepala sopan.

"Saya."

"Kalian ini keluarga suaminya Khadijah?"

Abrar mengangguk. "Benar, saya Abang suaminya Dijah. Dan, yang ini adik bungsu kami. Di depan sana ibu dan ayah kami."

Shakira di sisi Abrar merasa tumben, biasanya Mas Abrar jarang sekali bicara tapi di sini mau bicara dengan wanita. Mungkin, Mas Abrar tengah menunjukan kesan etika.

"Kalian beneran manusia semua?" Wanita bernama Ela yang menyerobot tanya.

"Mmh, maaf, maksudnya?" Abrar berusaha sopan, sebab di sini mereka pendatang, tapi, sungguh, Abrar masih belum paham ke mana arah pembicaraan para wanita-wanita ini.

"Minimal kalau manusia tuh punya kudis lah sikit, atau enggak, punya pori-pori lah kulitnya, masa bekas digigit nyamuk saja nggak ada?"

Shakira yang tertawa geli. "Kakak mau tahu rahasia kulit mulus kami?" tanyanya.

Abrar meraih tangan adeknya. Sedikit takut jika ceplas-ceplos Shakira membuat warga di sini tersinggung.

"Boleh-boleh, apa skin care-nya?"

"Wudhu solusinya."

Wanita pirang ber-alah ringan. "Dek, Ustadz Rokib kurang wudhu apa coba? Dari pagi sampai malam kerjanya itu Ustadz ya cuma shalat sama wudhu. Tapi tetep aja bolong- bolong mukanya! Kalau mau kasih solusi yang realistis sedikit dong!"

"Berarti waktunya bersyukurlah. Banyakin kata Alhamdulillah, ternyata Allah nggak kasih Kakak muka bolong-bolong biar pun kurang wudhu kayak Ustadz Rokib," jawab Shakira.

Abrar sedikit menahan tawa karena ternyata di mana pun tempatnya, Shakira benar-benar bisa bicara secara lantang. Setidaknya, bukan jago kandang.

Keduanya berlanjut berjalan, membiarkan orang yang bertanya begitu saja. Di depan sana, masih ada sambutan dari warga lain.

Disaat yang lain mulai meraih piring yang diulurkan pramu saji, Shakira cengengesan setelah celingukan. "Mas, ternyata bener kata Papa, cowok di sini cakep-cakep, ya."

"Matanya dijaga." Abrar menegur.

"Hehe-" Azha baru tiba setelah sepatunya terbelit rumput panjang.

Sejujurnya, Azha merasakan petualangan yang menantang di desa ini. Dan satu lagi, Azha cukup terpana pada satu orang wanita bertubuh gemuk dengan pakaian mencolok.

"Emasnya banyak banget." Azha berbisik di telinga Shakira yang lantas mengikuti arah pandangannya. "Harusnya surat tanah sama mobilnya juga dikalungin di leher biar orang tahu dia kaya."

...Terima kasih Vote-nya...💋❤️🫂🫶...

1
Matchamatcha
queen size itu uk 160 bukan sih,, aku loh dipake berempat🤣🤣🤣
sultan emang beda yaa🤣🤣🤣
Matchamatcha
baru ngeh,, ternyata mas atha dapet perawan kalimantan ya mas😄😄😄
Matchamatcha
ibu mulutnya kek petasan banting ya buuu
Sugianti Bhe
Bagus
Sulianty Uyat
sukakkk
It's me💓💓
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
It's me💓💓
pal tarno prok prok jadi ap🤣🤣🤣
Cak Alfi
apa GK ada kelanjutannya ya thor soalnya sdah di tunggu" dari kemarin kok blm muncul"
HIATUS: Sudah tamat di KBM akak
total 1 replies
Cak Alfi
sangat bagus dan luar biasa, seakan bisa menghipnotis pembaca
Ratna Tiara
bagus bangettttttt,,,
q suka bacax ndak bertele2 ceritanya,
ada komedix juga, suka suka suka🥰🥰🥰
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑙𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟 𝑠𝑎𝑦𝑛𝑔 𝑏𝑛𝑒𝑟 𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑙𝑒 𝑑𝑖 𝑙𝑒𝑤𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑎2𝑘𝑎𝑛 𝑔𝑡𝑢 𝑎𝑗ℎ𝑎 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑜𝑘 𝑗𝑑 𝑖𝑘𝑙𝑎𝑛 𝑜𝑟𝑒𝑜 𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑙𝑒 𝑛𝑒 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑝𝑜𝑣 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟 : ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙𝑖𝑛 𝑎𝑑𝑘 𝑑𝑜𝑛𝑘 𝑏𝑛𝑔 🤣🤣🤣
𝑝𝑜𝑣 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 : 🤒🤒🤒
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑎𝑚𝑝𝑢𝑛 𝑏𝑎𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑦𝑔 𝑢𝑛𝑦𝑢2 𝑘𝑎𝑦𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑟𝑚𝑢𝑡 🤣🤣🤣 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢 𝑏𝑖𝑛𝑖𝑘 𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑛𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑗𝑖2𝑎𝑛😂😂😂
Eli Elieboy Eboy
𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑑𝑖 𝑗𝑜𝑑𝑜ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑜𝑘2𝑎𝑛 𝑛𝑜𝑙𝑎𝑘 🤣 𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑑ℎ 𝑙𝑒𝑝𝑎𝑠 𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑛𝑔𝑒𝑛 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡 𝑚𝑜𝑐ℎ𝑖 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑘𝑟𝑛𝑎 𝑑𝑜𝑎 𝑚𝑢 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑎𝑏𝑢𝑙 𝑦𝑔 𝑚𝑎𝑢 𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ 2 𝑏𝑙𝑛 𝑙𝑔 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑎 𝑒𝑙𝑎 𝑎𝑛𝑘 𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑎𝑘 𝑚𝑜𝑛𝑡𝑖𝑟 𝑚𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑘 𝑔𝑡𝑢....
𝑑𝑖𝑗𝑎ℎ 𝑙𝑔 𝑢𝑛𝑔𝑘𝑎𝑝𝑖𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑑𝑖 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑔𝑜𝑚𝑏𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 ℎ𝑟𝑢𝑠 𝑑𝑖 𝑔𝑎𝑛𝑡𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑒𝑠𝑎ℎ 𝑝𝑢𝑙𝑎 𝑖𝑡𝑢 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑎𝑛 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑙𝑒𝑏ℎ 𝑗𝑎ℎ𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑢𝑠𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑎𝑖𝑛𝑦𝑎 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑦𝑔 𝑠𝑎𝑏𝑎𝑟 𝑦𝑎 𝑙𝑢𝑐𝑘𝑦 𝑠𝑜𝑎𝑙𝑛𝑦𝑎 𝑗𝑜𝑑𝑜ℎ𝑚𝑢 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑑𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑜𝑡ℎ𝑜𝑟 😂
Eli Elieboy Eboy
𝑠𝑘𝑚𝑎𝑘𝑚𝑎𝑡 𝑔𝑎𝑘 𝑔𝑢 𝑘𝑎𝑡𝑎2 𝑑𝑖𝑗𝑎ℎ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!