NovelToon NovelToon
Rahasia Milyuner Amnesia

Rahasia Milyuner Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 Ingatan Fathan

Fathan akhirnya mendekati keduanya. Putrinya dan calon menantunya bersama Nidya. Dia sudah sangat penasaran dan ingin lebih dekat melihat wajah Kael.

Pemuda itu membuatnya penasaran.

Adelia berusaha tampak tenang ketika kedua orang tuanya mendekatinya. Tapi tidak dengan jantungnya. Ada perasaan takut yang membuatnya kalut.

Adelia yakin orang tuanya sudah salah paham dengannya.

"Tamunya diajak minum teh, sayang," ucap Nidya dengan senyum ramahnya.

Nathalia sudah menikah, sekarang Adelia akan berjalan ke arah sana.

Sementara Fathan memperhatikan Kael sambil berusaha tetap untuk mengingat.

Kael tersenyum santun. Dia segera menyalim tangan papi dan maminya Adelia.

"Dia baik, kan. Ngga menyebalkan," bisik Nidya setelah Kael menyalimi mereka.

Fathan hanya tersenyum.

"Kita minum teh dulu," ajak Fathan sambil merangkul Kael yang nampak rikuh.

Ketika Adelia akan ikut melangkah, maminya menahan dirinya.

"Kata papi, wajah Kael mirip dengan orang yang dia kenal. Tapi papi belum ingat," bisik maminya.

Adelia menatap maminya dengan binar di matanya.

"Sungguh, mam?"

"Iya. Tapi kabar buruknya, sepertinya orang yang mirip Kael itu menyebalkan."

"Loh, kok, bisa mam?" Adelia jadi memperhatikan kedua laki laki yang tingginya hampir sama itu.

"Mami juga ngga tau. Tapi kata papi, kalo dia sulit mengingat siapa orang yang mirip dengan Kael, karena itu orang itu menyebalkan."

Adelia hampir saja menyemburkan tawanya. Dia bahkan sampai menutup mulutnya. Maminya juga sudah tertawa tanpa suara.

"Papi ada ada aja, mam."

"Iya, tuh."

*

*

*

"Jadi kamu benar benar ngga bisa ingat siapa kamu dan darimana kamu berasal?" tanya Nidya setelah mereka meneguk teh manis masing masing.

"Iya, tante."

"Om sepertinya pernah melihat garis muka seperti punya kamu." Fathan menyandarkan punggungnya.

"Oh iya, om?" Kael merespon antusias.

"Nanti om ingat ingat lagi," ujar Fathan yang diangguki Kael.

"Terima kasih, om." Kael tersenyum senang.

"Levi memperlakukan kamu dengan sangat baik, ya," ucap Fathan.

"Benar, om. Padahal dia ngga kenal siapa saya. Belum tentu saya orang kaya raya. Mungkin saja mobil mahal yang saya kendarai itu mobil sewaan," sahut Kael panjang lebar.

Dia pernah menanyakan hal ini pada Levi, tapi jawaban Levi ngga masalah. Saat itu dia merasa punya keluarga.

"Ya, mungkin saja," senyum Fathan. Tapi dalam hati dia yakin Kael bukan dari kalangan biasa.

Adelia dan maminya saling tatap.

"Levi merawat saya, bahkan mau mencari tau asal usul saya. Tapi memang belum bisa menemukan keluarga saya."

Fathan tersenyum.

"Mungkin keluarga kamu bukan berasal dari Jakarta."

"Saya juga mengiranya begitu. Tapi entahlah, om. Jakarta juga sangat luas."

"Iya. Mungkin keluargamu juga sudah mencarimu. Tapi belum saatnya saja bertemu," ucap Fathan bijak.

"Tapi kalo bertemu sementara kamu belum ingat apa pun, ngga akan ada masalah?" cuit Adelia.

Kael menahan senyumnya mendengar sindiran Adelia.

"Masih kontrol ke dokter, kan?" tanya Nidya sambil melihat Kael.

Fathan juga serius menatap Kael.

"Katanya udah ngga, mam," lapor Adelia.

Kael mengekalkan senyumnya karena lagi lagi mendengar sindiran Adelia.

Fathan dan Nidya tersenyum sambil saling tatap.

"Saya akan kontrol lagi, tante. Kemarin kemarin saya hanya lelah saja, jadi break dulu ke dokternya," sangkal Kael yang mendapat cibiran Adelia.

"Ya, sudah. Adelia, sesekali temani Kael kontrol. Bisa juga ke rumah sakit kita," usul Nidya dengan sorot mata penuh arti.

Adelia menghembuskan nafas pelan.

Fathan tersenyum mendengar ucapan istrinya.

"Kalo tante dan om tidak keberatan, saya memang minta Adelia sesekali menemani saya ke dokter," ucap Kael memberanikan diri. Masa bodoh dengan masa lalunya. Walaupun dalam hati sangat berharap dia belum menikah.

"Tante tidak keberatan."

"Om juga."

Adelia menghembuskan nafas lagi.

Kelihatan banget orang tuanya sudah ngebet dia menikah dengan Kael.

*

*

*

Adelia mengantarkan Kael hingga ke depan mobilnya.

"Kalo besok malam, bisa antarin aku menemui dokternya?" tawar Kael sambil memegang gagang pintu mobil. Siap untuk membukanya.

"Ke dokternya malam hari? Kok, ngga pagi hari aja?" Adelia mulai curiga kalo ini modus Kael aja mau ngajak dia pergi malam hari.

'Jadwal prakteknya memang malam hari. Pulangnya aku akan bawa kamu ke tempat angkringan yang pernah aku katakan."

Tuh, benerkan, batin Adelia.

Kael membuka pintu mobil kemudian menahannya.

"Mau, kan?" tanyanya sambil menatap Adelia.

Adelia mengalihkan tatapnya karena tatapan Kael seakan ada bintangnya.

"Ya," sahut Adelia ngga bisa menolak.

"Besok aku telpon. Sekarang aku pulang dulu, ya," pamitnya sambil masuk.ke dalam mobil.

"Hati hati," pesan Adelia agak membungkukkan tubuhnya.

"Ya. Terima kasih, ya. Aku beruntung bertemu dengan kamu dan keluarga kamu. Seperti Levi, kalian sama baiknya."

Adelia.tersenyum. Dia menyadari pasti jadi Kael.sulit sekali.

"Adelia.....," ucapnya ragu.

"Ya?"

"Kalo ingatanku sudah pulih dan aku ternyata tidak seperti yang kamu duga..... Aku harap kamu ngga meninggalkan aku," katanya terus terang.di tengah rasa takut yang muncul tiba tiba.

"Tergantung."

"Tergantung apa?"

Adelia menghembuskan nafas perlahan.

"Kalo.... kamu sudah menikah, mungkin kita lebih ngga saling kenal."

Kael terdiam. Ini yang dia takutkan. Harus bagaimana lagi. Dalam hati dia hanay bisa berharap, agar semua usaha pencarian jati dirinya gagal.

"Baiklah. Aku setuju."

*

*

*

Latifa-maminya Arsa terkejut bukan kepalang mendapat kabar dari Arsa. Putranya malam ini sedang menelponnya dan memberinya kabar buruk.

"Kael di Jakarta?"

"Iya, mam."

Terdengar hembusan nafas panik Latifa.

"Kakek nenekmu sekarang berada di Jakarta."

"Yang benar, mam?" Kali ini suara Arsa terdengar kaget.

Gawat, batinnya. Pantasan suara mamanya terdengar sangat panik dan kalut.

Kenapa kakek dan neneknya malah ke Jakarta? Ada urusan apa? Ngga mungkin sudah tau tentang Kael, kan?

Dia juga yakin kalo kakek dan neneknya Kael dari pihak keluarga maminya juga pasti ada di Jakarta.

"Apa mereka sudah tau kalo Kael di Jakarta?" tanya mamanya dengan nada penuh curiga dan khawatir.

"Mungkin juga, mam."

Hening.

"Aku akan cari tau juga, mam, dimana dia tinggal. Tadi Nafa hanya melihatnya sekilas."

"Nafa?"

"Iya, mam. Nafa yang melihatnya, tapi Kael ngga melihat Nafa."

"Mereka bertemu?" kaget Latifa.

"Iya, mam. Tapi Nafa kaget, jadinya dia pingsan."

"Berlebihan banget," cibir Latifa.

Arsa ngga menjawab. Dia tau mamanya ngga pernah menyukai Nafa.

"Mama akan kirim orang ke Jakarta. Posisimu ngga akan aman selama masih ada Kael."

Arsa tau. Mamanya akan melakukan apa saja untuknya. Memang semuanya salahnya yang sudah merusak rencana mamanya. Apalagi kalo Kael nantinya akan menceritakan apa yang sudah terjadi pada malam itu. Kakek dan neneknya akan makin membencinya karena tau dia punya hubungan dengan Nafa.

Juga papanya yang pasti akan kehilangan respek padanya. Padahal beliau sudah mulai mempercayainya.

"Kamu tenang saja, Arsa. Posisimu ngga akan pernah digantikan Kael."

"Ya, mam."

Kata kata mamanya salah. Bukan Kael yang menggantikannya, tapi dia yang seharusnya tidak mengganggu kedudukan Kael.

1
Lusi Hariyani
kael ksh cctv y aja biar ingat knp dl kecelakaan
Tri Handayani
g cuma opa dan oma yg mendukung kael dan adelia kita juga opa mendukung seribu persen.
Diyah Saja
istri nya Agra tuh
Tri Handayani
keputusan yg tepat opa jangan biarin si'latifa maupun nafa masuk'terlalu berbahaya.
Tri Handayani
jangan ngeledek adel'ayra,,nanti juga kalau kamu lgi jatuh cinta merasakan hal yg sama kya adelia.
sleepyhead
Puzzle 🤭 tor 😁🙏
Rahma AR: hehe.....
total 1 replies
Riana Efendi
Akhirnya yg ditunggu up juga😁
Rahmawati
pokoknya jgn latifa masuk ke kamar rawat kael, biarin aja nenek sihir itu nunggu di luar
Mega Ega
ko makin kesini makin lama up nya
Ariany Sudjana
ga rela, selama Kael amnesia, terus si jalang Nafa pura-pura tulus merawat Kael, supaya bisa menikah dengan Kael dan menikmati jadi nyonya besar, kalau itu terjadi, aku ga rela
Yana Phung
aduh.. geramnya aku dg ayah kael ini
begonya nggak tertolong lagi
Yana Phung
eh.. si mak lampir mau masuk pasti utk mempelajari keadaan dan melihat kesempatan utk kembali memburu nyawa kael
Ariany Sudjana
setuju sama opa, kalau Kael sama Adelia, didukung seribu persen, sama-sama kaya, cerdas, dan Adelia perempuan mandiri. kalau Nafa, ga ada yang bisa dibanggakan, selain jadi jalang murahan kemana-mana 🤭🤭🤣🤣
Aisyah: aku brharap jgn smpai niat x nafa trjadi 😤😤😤😤
total 1 replies
Ernaaaaa
nafa..s kematian tuh orang .. jahatnya
Rahmawati
ya gitu kl orang bermental kismin pasti serakah
Diyah Saja
biar nyusul Renata trus mampus bundir😄
Diyah Saja
🤣🤣🤣 deg deg an levi
Susma Wati
latifa dan nafa cocok, sama-sama gila harta,
sleepyhead
Kalau kael mati, udahan dong ceritanya 🤭😁
hansen
kasihan juga jadi arsa hidup ditentukan oleh mama nya punya kekasih sampah seperti nafa..emang si lalat tempat nya disampah doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!