NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:820
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 - Dungeon

Dorong!

"Eh?"

Bagian paling mencolok tiba-tiba terdorong ke dalam.

Irene dibelakang Clae juga melihat dengan penasaran. Dia tanpa sadar turun dari tempatnya.

Clae tidak peduli, lagipula dia sudah berhasil menemukan cara untuk membuka pintu rahasia lain.

Clae mendorong balok bata itu semakin ke dalam.

Dia tiba-tiba mundur karena mendengar mekanisme bergerak.

Irene juga dengan cepat berdiri di depan Clae untuk melindunginya.

"???"

'Ada apa dengan orang ini.'

"Rene, jangan khawatir."

"Mungkin ada bahaya. Saya hanya melakukan tugas saya untuk melindungi anda."

'Yo, bukankah kamu seorang pelayan. Kenapa kamu terdengar seperti kesatria sekarang.'

Clae menyentuh pundak Irene sebelum menghela nafas.

"Tenang, jika ada bahaya, kita lari. Apa yang kamu lakukan dengan menghalangi di depanku."

"Tapi Nona..."

"Menyingkirlah, tidak ada bahaya sekarang."

Irene tetap tidak bergerak. Clae menggelengkan kepala dan mengabaikannya.

Klik, Klik

Satu persatu balok di langit-langit berubah menjadi granit. Clae dan Irene memandang ke atas karena suara mekanisme keluar dari sana.

Saat mereka terpukau, beberapa lantai di dekat dinding tiba-tiba terbuka dan mengeluarkan cawan tinggi dengan api menyala.

"Wow."

Akhirnya, tempat yang disentuh Clae membuat lubang besar menyerupai pintu.

Tempat rahasia menara ini terbuka.

Clae melewati Irene dan masuk. Pandangannya disambut oleh Senjata. Pisau, belati, pedang pendek dua tangan, sebuah pedang sebesar kaki orang dewasa, tombak, perisai, cambuk, panah, tongkat sihir, dan masih banyak lagi.

"Banyak sekali, apa bisa di jual..."

Tapi benda-benda ini terlihat kusam dan tidak berkarat.

"... Lebih baik digunakan sendiri."

Irene memandang Clae dengan rumit. Namun wajahnya segera berubah menjadi tabah.

"Irene, panggil Gailian."

"Nona, saya disini untuk..."

"Tidak ada bahaya disini. Panggil saja dengan cepat."

"... Baik, Nona."

Setelah Irene menghilang, Clae mulai menjelajahi ruangan tersebut. Dia berhenti di sudut ruangan yang tidak mencolok.

Sebuah meja dengan buku diatasnya. Ada kunci yang di gantung diatas meja itu.

"Tsk."

Clae mendecakkan lidahnya.

Dia tidak segera mengambil kunci. Dia membuka buku terlebih dulu. Buku ini berisi tentang informasi senjata yang ada di dalamnya. Clae tersenyum saat melihat halaman terakhir.

"Menemukan mu."

Di halaman terakhir, terdapat sebuah kunci kecil yang cocok dengan benda di tengah perpustakaan. Kegunaan kunci itu juga ditulis dalam buku.

Kunci Galvala.

Tapi Clae juga mengambil kunci yang menempel pada dinding diatas meja. Kunci itu merupakan Kunci Harta. Kunci yang bisa membuka segala macam peti harta karun.

Dia lebih menyukai kunci Harta daripada kunci Galvala. Jujur saja, orang yang menciptakan Kunci Harta benar-benar jenius.

"Aku mungkin menemukan panen yang cukup besar dengan benda ini."

Clae tidak melupakan batu bersinar ditengah-tengah perpustakaan. Batu itu merupakan pintu masuk dungeon. Dia hanya tidak tau dimana menemukan kunci.

Jika bukan karena lukisan yang ada di kamar, dia mungkin harus menghancurkan batu itu untuk masuk ke dungeon.

Dia hanya memiliki satu harapan kecil.

"Kuharap ini tidak akan terlalu sulit."

Saat Gailian datang bersama Irene, Clae sudah menyembunyikan kedua kunci di dalam bajunya. Dia juga merobek kertas mengenai kedua kunci itu.

Clae menyerahkan buku dan melihat senyum kejam di wajah pria tua itu, dia tanpa sadar mengepalkan cek uang di sakunya yang masih tersisa 1 juta koin emas.

"Ini, gunakan untuk perawatan mereka. Jika bisa, minta seseorang untuk meningkatkannya."

Clae memberi cek 1 juta koin emas ke Gailian sebelum pergi dengan Irene kembali ke kamarnya. Clae tertidur sampai Irene datang membawa tanaman yang dia inginkan.

Meskipun hanya dua jam singkat, tidur itu membantu menyegarkan kepalanya.

Malam itu juga Clae mengunakan seluruh obat-obatan yang sudah dia pesan. Dia melarang siapapun masuk ke kamarnya.

...****************...

Pagi berikutnya, Clae dengan Tas Sihir Ruang berisi segala obat-obatan yang sudah dia racik berniat pergi ke perpustakaan. Karena Irene belum muncul di ruangannya, Clae dengan senang hati pergi sendiri.

"Nona."

Brak

"... Sial."

"Maaf?"

Clae terkejut hingga hampir jatuh terpeleset karena mendengar sapaan dari suara familiar itu.

Dia melihat Benjamin berdiri di belakang pintu yang menuju lorong perpustakaan rahasia.

Seorang bangsawan, khususnya bangsawan wanita tidak diperbolehkan bersikap kasar dan menggunakan kata-kata umpatan. Dan apa yang baru saja dilakukan Clae menentang semua hal tersebut.

Clae sendiri sebenarnya tidak pernah mengumpat diluar kediaman. Dia juga hanya melakukannya didalam kamar seorang diri. Dia tidak pernah menunjukkannya pada orang luar.

Tunggu, tidak apa-apa. Meskipun dia mengumpat sekarang, tidak ada yang merasa aneh. Dia adalah penjahat.

Clae mendapatkan kepercayaan dirinya. Dia dengan tenang menatap Benjamin.

"Benjamin, ada apa?"

"Kenapa anda disini sendirian, Nona?"

"Hm..."

Clae mengerutkan kening.

Dia tidak ingin berbagi rahasia mengenai dungeon dengan orang ini. Bukan karena dia tidak percaya, tapi dia takut bahaya yang belum di ketahui.

Sebagai salah satu pahlawan, Benjamin, Irene dan Gailian kuat. Tapi, mereka manusia biasa. Mereka akan terluka dan mati. Mereka belum bertemu pahlawan dan tidak bisa mati.

Untuk dirinya....

Orang yang bahkan tidak akan muncul setelah dua bab, sepertinya tidak masalah jika mengalami sesuatu.

Selain itu, seharusnya Lucas dan Rara sudah sampai di kota ini. Karena tidak memiliki identitas, mereka akan pergi melompati tembok kota saat malam.

Jadi Clae hanya memiliki waktu sampai malam ini!

Benjamin bisa melihat keraguan Clae. Dia mengerutkan kening tanpa sadar.

Clae yang melihatnya merinding, dia tidak tau apa yang dipikirkan Benjamin. Tapi, dia harus segera pergi..

"Itu.... Aku hanya akan jalan-jalan."

"Sendirian?"

"Kalau tidak? Jaga saja tempat ini. Jangan biarkan tikus... Ehem, yah, apapun itu masuk."

"... Saya mengerti."

Clae segera mengeluarkan senyum senang.

"Jangan ikuti aku, aku akan kembali sebelum malam."

Benjamin dalam sekejap mengeluarkan aura membunuh dalam dirinya.

"Apa yang ingin anda lakukan?!"

'Aih, kenapa cerewet sekali. Di novel tidak begitu!'

Clae merasa bingung menemukan alasan.

"Hanya jalan-jalan, apa kamu tidak percaya? Aku janji tidak akan menyakiti siapapun."

Benjamin tiba-tiba menahan niat membunuhnya mendengar kalimat terakhir Clae.

Dia selalu percaya. Dia mengenal Clae sejak kecil. Alasan konyol Clae diasingkan, pasti membuat Clae berhati-hati seperti ini dengan mereka.

Bagaimana Clae yang hanya mengganggu dalam pesta meracuni Diana. Sama sekali tidak mungkin!

Yang membuat Benjamin kesal adalah bagaimana tuannya mengatakan bahwa dia tidak akan menyakiti siapapun.

Hal ini biasanya akan membuat tuannya sendiri terluka.

Clae memandang wajah kejam Benjamin.

'Apa yang terjadi pada bajingan ini.'

Clae bernafas dengan susah payah. Mata Benjamin mungkin bisa membunuh orang lemah sepertinya.

Clae bernafas lebih pelan. Dia mencoba menjadi transparan. Jika sesuatu terjadi, menjadi transparan mungkin menyelamatkannya.

'Ayolah, mengapa semua orang kuat di tempat ini sangat menakutkan.'

Benjamin mungkin sadar. Dia menarik paksaan dari dirinya dan bertanya dengan hormat.

"Saya percaya. Tetapi, apa anda akan baik-baik saja pergi sendiri?"

"Ya... memang apa yang bisa terjadi padaku disekitar sini."

"Begitu."

Merasa berhasil lolos dari Benjamin, Clae kembali mengeluarkan senyum cerah. Clae segera berbalik dan melambaikan tangan.

"Aku serahkan tempat ini pada kalian."

Kalian, Benjamin langsung menerjemahkannya sebagai Gailian, Irene dan dirinya, orang-orang paling kuat di kediaman.

Sudah lama.

Benjamin merasa sudah lama sejak Clae, nona muda mereka memberi kepercayaan pada orang disekitarnya. Benjamin menghembuskan nafas dan membungkuk.

"Tentu, Nona."

Benjamin memberikan sebuah tas sihir ruang dengan wajah datar.

"Pastikan anda makan dengan benar selama bermain."

"Oh, terimakasih."

'Aku tidak menyangka orang ini sangat peka.'

Tapi ini sangat membantunya.

Clae memasukan tas makanan yang baru diberikan ke tas obat-obatannya.

Clae melewati Benjamin dan berhenti setelah 300 meter.

Dari tempatnya, dia masih bisa melihat Benjamin.

Uh, haruskah dia masuk sekarang.

Tapi dia tidak punya banyak waktu.

Pasti akan baik-baik saja, kan. Hasil terburuk mungkin Benjamin mengikuti atau menjawab pertanyaannya nanti.

Baik, begitu saja.

Bukan seperti dia ingin menyembunyikan perpustakaan ini.

Clae hampir membuka pintu saat dia melihat Irene bertemu Benjamin. Entah apa yang mereka katakan, Irene terlihat marah. Untung Gailian muncul tidak lama. Orang tua licik itu selalu bisa meredam masalah. Clae melihat Gailian mengawasinya.

Ini sangat jauh, tapi Clae merasa kedinginan di belakang lehernya.

'Hick!!!! Aneh, sangat aneh.'

Apakah yang mereka pikirkan. Apa akhirnya mereka tidak bisa menahan diri dan memutuskan untuk membunuhnya.

Jika tidak, mengapa mereka bertiga memandangnya dengan wajah itu.

Dia harus segera menemukan item penyelamat jiwa!

Clae menggeser sebuah bata dan membentuk denah. Tidak seperti sebelumnya, pintu terbuka dalam beberapa detik. Setelah Clae masuk, 10 detik kemudian pintu itu tertutup.

Clae tidak menyadari, Gailian berlari begitu melihat dia tiba-tiba menghilang dibalik dinding.

Tapi jarak membuang waktu Gailian. Gailian tidak melihat apapun. Pintu sudah tertutup. Dia bahkan tidak tahu bagaimana Clae tiba-tiba menghilang.

"Hancurkan dinding ini. Aku ingin melihat Nona sekarang."

Banyak bayangan tiba-tiba melompat di sekeliling Villa. Benjamin dan Irene juga tidak diam, mereka mengambil beliung (kapak dengan dua ujung runcing). Gailian, Benjamin dan Irene mulai mencoba menghancurkan dinding.

Clank, Clank, Clank..

Seperti besi yang kokoh, tidak ada kerusakan pada dinding.

Benjamin berubah pucat. Namun dia tidak berhenti. Bahkan jika Clae memberinya kepercayaan, dia tidak bisa tenang jika Clae tiba-tiba menghilang.

"Ayah..."

Irene bicara saat melihat usaha mereka sia-sia.

Benjamin juga berhenti.

"Teruskan."

Ketika perintah itu turun, semua orang di lingkup kediaman merasakan tekanan sihir kuat dari balik dinding tempat Clae menghilang.

Villa mereka tiba-tiba ditutupi kubah transparan. Dinding yang tidak bisa dihancurkan runtuh sendiri dan memperlihatkan sebuah batu bercahaya yang mengeluarkan kekuatan medan sihir cukup kuat. Mereka tiga tidak bisa mendekati medan itu. Dan Clae tidak ada disana.

"Cari, temukan Nona."

Mereka semua berpencar. Irene mendekati pelindung dan melemparkan belati di balik bajunya hanya untuk menyadari ketebalan kubah transparan itu.

"Ayah... Ini Holly Shield."

Gailian setuju dengan kata-kata Irene. Dia tidak bisa tidak menyebut nama anak kecil yang selalu baik padanya.

"Clae, apa yang kamu lakukan?"

...****************...

Kembali ke beberapa saat sebelumnya, tepat sebelum kubah dibuka.

Saat Clae masuk, semua buku di perpustakaan berubah menjadi debu. Clae tidak ingat dia membakar tempat ini. Dia tidak tau bagaimana semua buku itu tiba-tiba menjadi tumpukan debu. Seolah-olah termakan usia.

Saat Clae sedang berpikir. Kunci di sakunya bergetar.

Kunci dan batu di perpustakaan mengeluarkan resonansi. Clae mengeluarkan kunci yang menyala seperti cahaya pada batu.

"Eh???"

Kunci itu melayang menuju batu. Setelah kunci itu masuk, dia berputar sebanyak 5 kali sebelum berhenti.

[Kunci Galvala

Kunci untuk membuka ruang yang beliau ciptakan. Semua ruang peristirahatan memiliki kunci yang sama. Putar 360 derajat sebanyak 5 kali. 10 gembok akan terbuka. Saya harap anda yang akan membukanya. Sehingga saya bisa mengucapkan "Selamat Datang Kembali, Her Majesty"]

Klik, klik, klik

Clae mendengarkan 10 suara kunci terbuka sambil tersenyum.

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!