NovelToon NovelToon
Sentuhan Panas Sang Dokter

Sentuhan Panas Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Dokter / Dark Romance
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: dhya_cha7

"Jangan menghindar, Alana..."

dr. Raden Ganendra Adicandra adalah dokter bedah jenius yang dingin dan terhormat. Namun di balik pintu yang terkunci, ia adalah pria posesif yang menuntut kepatuhan mutlak.

Alana terjebak di antara rasa takut dan pesona berbahaya sang dokter. Bagi pewaris Adicandra itu, Alana adalah milik pribadi yang tak akan pernah ia lepaskan.

"Satu langkah lagi kau menjauh, Sayang... maka kau tak akan pernah keluar dari sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Bukan Sekadar Perselingkuhan

Sorot lampu terang dari deretan mobil di depan rumah Alana seolah memberikan tekanan yang luar biasa.

Ketakutan mulai merasuk; bayangan mobil hitam di parkiran Grand Diamond tadi kini benar-benar mengepung rumahnya.

Cahaya putih itu menembus celah gorden, menciptakan bayangan panjang yang menyeramkan di dinding ruang tamu.

Namun, Raden bereaksi cepat. Ia berdiri tegap, menyembunyikan foto pamannya ke dalam saku jas.

"Alana, masuk kamar! Sekarang juga!" perintah Raden dengan nada tegas di tengah situasi darurat ini.

"Tidak! Aku tidak mau! Ayah, aku mohon... siapa pria di foto itu? Kenapa wajahnya mirip sekali denganmu, Raden?"

Alana berteriak histeris, suaranya pecah di antara isak tangis. Ia berniat menarik jas Raden, menuntut jawaban saat itu juga.

Tapi tanpa diduga, ayahnya justru menarik tangan Alana dengan kasar hingga gadis itu meringis kesakitan.

"Sudah cukup Alana! Jangan banyak tanya! Apa kamu tahu mereka datang untuk menghabisi kita, hah?"

Ayah Alana kalap, berteriak begitu keras hingga urat lehernya menonjol. "Gara-gara kamu lancang menanyakan soal ibumu tadi, sekarang mereka tahu kita masih hidup!"

Wajah pria itu yang tadi pucat kini dipenuhi amarah dan trauma. Setelah tersadar, ia melepaskan cengkeramannya. "Maafkan Ayah, Alana."

Tanpa aba-aba, Ayah Alana berlari ke arah kamar belakang secepat kilat. Ia tidak memedulikan dasternya yang tersangkut di kaki meja hingga sedikit robek.

Brak! Brak!

Suara pintu depan didobrak paksa dari luar terdengar memekakkan telinga.

"Buka pintunya sekarang! Kami tahu kalian ada di dalam!" teriak suara berat penuh intimidasi dari halaman rumah.

"Om, jangan bertingkah konyol! Kita harus pergi lewat pintu samping sekarang!" Raden mencoba menghadang Ayah Alana.

Namun, langkah Raden terhenti saat melihat apa yang dibawa pria itu. Sebuah kotak kayu kecil yang tampak tua, kusam, dan penuh debu.

"Tidak! Sebelum membawa ini, saya tidak akan keluar!" tegas Ayah Alana.

"Asal kamu tahu Alana, ini kenangan terakhir ibumu yang harus saya jaga. Kita semua dalam bahaya jika kotak ini jatuh ke tangan mereka!"

Ayah Alana mendekap kotak itu penuh kasih sayang, seolah benda kusam itu adalah nyawanya sendiri.

"Raden bagaimana ini? Mereka mendobrak pintunya!" Alana menjerit saat melihat pintu depan mulai goyang akibat hantaman kuat.

Raden refleks menarik tangan Alana dan merangkul pinggangnya. Tangan lainnya mendorong bahu Ayah Alana menuju pintu dapur.

"Ikuti instruksiku. Jangan bersuara jika kalian masih ingin melihat matahari besok!"

Tepat setelah mereka keluar, suara dentuman keras terdengar—pintu depan rumah Alana sudah jebol hancur berkeping-keping.

Raden tidak menoleh. Ia menuntun mereka berlari melewati kegelapan gang yang sempit dan pengap menuju mobil SUV hitamnya.

Tit! Tit! Tit!

Raden menekan remote. Ia hampir melempar Alana serta ayahnya ke kursi penumpang demi kecepatan waktu.

Mobil itu melesat, menginjak pedal gas sedalam-dalamnya hingga ban berdecit keras, membelah keheningan malam yang mencekam.

Di dalam mobil, suasananya jauh lebih berat. Napas Alana memburu, bahunya naik turun dengan air mata yang terus membanjir.

Di sampingnya, sang ayah masih memegang kotak kayu itu dengan tatapan kosong, mengabaikan daster bunganya yang robek besar.

"Kenapa Yah? Kenapa Ayah bilang Ibu selingkuh?" bisik Alana lirih. "Pria itu... dia bagian dari keluarga Adicandra, kan?"

Ayah Alana hanya bisa tertawa sumbang. Suara tawanya terdengar menyakitkan, penuh luka lama yang belum mengering.

"Selingkuh itu kata yang terlalu halus, Alana. Ibumu membuang kita demi pria itu! Pria kaya yang katanya bisa memenuhi semua kebutuhannya!"

"Ibumu pergi saat badanmu menggigil sekarat karena demam tinggi. Dia pergi menemui pria itu di taman rumah sakit!"

Raden mencengkeram setir sangat kuat hingga buku jarinya memutih. Rahangnya mengeras mendengar pamannya dituduh serendah itu.

"Cukup Om, jangan mengada-ada. Paman Alex itu orang baik. Beliau sudah meninggal dua belas tahun lalu, tidak mungkin berselingkuh."

"Meninggal? Apa katamu?" Ayah Alana berteriak marah sambil menatap spion tengah, beradu pandang dengan mata tajam Raden.

"Hahaha... kalian keluarga Adicandra memang ahlinya memalsukan segala hal! Termasuk memalsukan kematian hanya untuk menutupi skandal!"

Raden menahan emosi agar tidak memukul pria itu. Ia terus memacu mobilnya menuju apartemen mewah miliknya yang memiliki keamanan berlapis.

Mobil itu meluncur masuk ke basement khusus yang tertutup rapat. Begitu mesin mati, keheningan kembali menyelimuti mereka.

Raden menoleh ke belakang, menatap kotak kayu di pangkuan Ayah Alana dengan tatapan tajam.

"Sekarang kita sudah sampai di tempatku. Tidak ada yang bisa menyentuh kalian di sini."

Raden membukakan pintu untuk Alana dan menyuruh ayahnya segera keluar dengan suara rendah yang tak terbantahkan.

"Turun, Om. Siapkan mental Anda. Karena malam ini juga kita akan membuka kotak itu."

"Aku ingin tahu apa isinya hingga Om menuduh paman saya. Kita harus tahu malam ini juga supaya tidak ada kesalahpahaman lagi."

Tubuh Alana gemetar hebat. Tangannya yang dingin menyentuh permukaan kayu kotak tua itu dengan perasaan campur aduk.

Inilah rahasia dua belas tahun lalu yang menghancurkan masa kecilnya. Kotak itu kini siap membuktikan segalanya.

Apakah ibunya seorang pengkhianat, atau justru korban dari konspirasi yang jauh lebih besar dari sekadar perselingkuhan?

******

Catatan Penulis:

Gimana? Sudah jantungan belum? 😭 Ayah Alana kalau sudah mode serius seram ya, dasternya saja sampai robek-robek begitu!

Kira-kira isi kotaknya beneran bukti selingkuh atau justru plot twist yang lebih gila lagi? Siapakah Paman Alex sebenarnya?

Jangan lupa Klik Like, Vote, dan tulis teori kalian di kolom komentar ya! Dukungan kalian sangat berarti untuk mengungkap rahasia di bab selanjutnya! ✨🔥

1
Rikawaii San
ceritanya bagusss
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
lawan mereka Alana jangan takit💪🤗
julid banget jadi perawat
bagus Alana 😍lawan suster julid itu
mangkanya jangan mabuk alana😍🤣
😄🤭
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
jadi makin penasaran sama kelanjutannya thorrr😭😭🤗🤗💪, semangat Alana💪💪💪,semoga Raden benar benar penempati janji nya yaa
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
jadi makin penasaran sama kelanjutannya thorrr😭😭🤗🤗💪, semangat Alana💪💪💪,semoga Raden benar benar penempati janji nya nyaa
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
wow sangat plot twist ygu
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
plisss uppp lagiii
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
wow sangat sangat plot twist sekali yaa😍
muna aprilia
lanjut
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
suster Mia gak ada kapok kapok nya yaa😤😤😤
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ku pikir ibu nya benaran meninggal ternyata oh ternyata 😤
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
hahahaahhahah😄😄😄😄
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
suster Mia benar benar menyebalkan😤😏
dhya_cha7: "Hahhaha.. iya bener banget nih, Suster Mia emang hobinya jadi obat nyamuk ya! 😂 Eh iya, aku juga mau ngucapin terima kasih banyak buat gift kopinya, hehehe lumayan banget buat asupan tenaga buat ngadepin dr. Raden yang makin nakal di bab depan. Stay tune terus ya, Kak!! ❤️🔥"
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
ceritanya bagus seru lagi
dhya_cha7: "Makasih ya sudah baca! Itu baru pemanasan loh, bab ke depannya bakal makin seru dan panas. Jadi, stay tune terus ya bareng dr. Raden! 🔥❤️"
total 1 replies
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!