NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 KERAGUAN DI BALIK SENYUM

Setelah kepergian Layla, Sofia memang menjadi selir favorit Jabez Ezaz dan dia tampaknya bahagia dengan posisinya di istana. Jabez Ezaz memberikan perhatian dan kasih sayang yang besar kepada Sofia, dan dia menjadi salah satu wanita yang paling berpengaruh di istana.

Sofia menikmati kemewahan dan kekuasaan yang datang dengan menjadi selir Jabez Ezaz, dan dia tampaknya telah melupakan kehidupan sebelumnya. Dia menjadi sangat setia kepada Jabez Ezaz dan melakukan segala yang dia bisa untuk memuaskan keinginannya.

Namun, di balik penampilan luarnya yang bahagia, mungkin ada perasaan lain yang tersembunyi di dalam hati Sofia. Mungkin dia memiliki perasaan yang kompleks dan tidak sepenuhnya bahagia dengan posisinya sebagai selir kedua, atau mungkin dia memiliki rencana lain untuk dirinya sendiri...

"Apa yang aku lakukan ini benar-benar? Apakah aku benar-benar bahagia dengan posisiku sebagai gundik Jabez Ezaz? Atau aku hanya menipu diri sendiri dengan kemewahan dan kekuasaan yang aku miliki?"

Selir Sofia memandang sendu arah depannya lalu berkata pada dirinya sendiri.

"Aku tidak tahu lagi apa yang aku inginkan... Aku hanya tahu bahwa aku tidak bisa kembali ke kehidupan sebelumnya. Aku harus terus maju dan memanfaatkan kesempatan yang aku miliki... Tapi, apakah aku bisa mempercayai Jabez Ezaz?"

Selir Sofia lama terpaku diam sembari menatap gelisah.

"Apakah dia benar-benar peduli dengan aku, atau aku hanya alat untuk memuaskan keinginannya?"

Sofia terdiam sejenak, memandang cermin di depannya. Dia melihat wajah cantik yang terpancar dari cermin, tapi dia tidak bisa melihat apa yang ada di dalam hatinya sendiri.

Apakah dia benar-benar bahagia, atau hanya pura-pura? Sofia tidak tahu lagi...

Sofia mengambil napas dalam-dalam dan mencoba untuk memfokuskan pikirannya. Dia berpikir, "Aku harus berhenti bertanya-tanya dan mulai mencari jawaban. Aku harus tahu apa yang aku inginkan dan apa yang aku butuhkan. Apakah itu berarti aku harus mengambil risiko dan mencoba untuk mengubah keadaan, atau aku harus menerima apa yang ada dan menjalani hidup sebagai selir Jabez Ezaz?"

Sofia memandang dirinya sendiri di cermin lagi, dan kali ini dia melihat seorang wanita yang kuat dan berani. Dia tersenyum, dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama, dia merasa ada harapan. "Aku akan mencari jawaban, tidak peduli apa yang terjadi," dia berkata kepada dirinya sendiri. "Aku akan menemukan kebahagiaan yang sebenarnya, atau aku akan menciptakan kebahagiaan itu sendiri."

Terdengar suara langkah masuk ke dalam ruangan kamar pribadi selir Sofia lalu seseorang menyapanya lembut.

"Sofia..."

Jabez Ezaz tersenyum dan mendekati Sofia. "Aku ingin anak ini menjadi penerusku yang kuat dan bijak," katanya dengan suara yang penuh harapan. "Aku ingin dia memiliki semua yang terbaik dan tidak pernah mengalami kesulitan seperti yang aku alami."

Sofia merasa sedikit terharu dengan kata-kata Jabez Ezaz. Dia tidak pernah melihat sisi lembut dari Jabez Ezaz sebelumnya, dan itu membuatnya merasa sedikit lebih dekat dengan suaminya.

"Tentu, Tuanku," Sofia berkata dengan lembut. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk membesarkan anak kita dengan baik."

Jabez Ezaz tersenyum dan memegang tangan Sofia. "Aku percaya padamu, Sofia. Kamu akan menjadi ibu yang baik."

Jabez Ezaz mengeluarkan cincin emas dengan batu permata yang berharga di hadapan Sofia.

Jabez Ezaz: "Sofia, aku ingin kamu memiliki ini. Aku harap kamu suka."

Sofia: "Oh, Tuanku, apa ini? Cincin ini sangat indah!"

Jabez Ezaz: "Ya, ini adalah cincin emas dengan batu permata yang sangat berharga. Aku ingin kamu mengenakannya sebagai tanda bahwa kamu sangat berarti bagiku."

Sofia: "Terima kasih, Tuanku. Aku sangat menyukai cincin ini. Tapi, apakah ini tidak terlalu mahal?"

Jabez Ezaz: "Tidak ada yang terlalu mahal untukmu, Sofia. Kamu adalah yang paling berharga bagiku."

Sofia: "Terima kasih, Tuanku. Aku akan selalu mengenakan cincin ini sebagai tanda cintamu."

Cincin emas dengan batu permata yang berharga yang diberikan Jabez Ezaz kepada Sofia adalah sebuah karya seni yang sangat indah dan mewah. Cincin ini terbuat dari emas 24 karat yang dipadukan dengan batu permata yang sangat langka dan berharga, seperti berlian, rubi, atau zamrud.

Cincin ini memiliki desain yang sangat unik dan elegan, dengan ukiran yang sangat halus dan detail. Batu permata yang digunakan memiliki warna yang sangat indah dan berkilauan, sehingga membuat cincin ini sangat menarik perhatian.

Cincin ini juga memiliki ukuran yang pas untuk jari Sofia, sehingga membuatnya terlihat sangat cantik dan sesuai dengan tangan Sofia. Dengan cincin ini, Sofia merasa seperti seorang ratu yang sangat dihormati dan disayang.

Sofia: "Tuanku, aku ingin tahu, apa yang membuat kamu memilih cincin ini untukku?"

Jabez Ezaz: "Aku melihatnya di toko perhiasan dan langsung teringat padamu. Aku ingin kamu memiliki sesuatu yang seindah dirimu."

Sofia: "Terima kasih, Tuanku. Aku merasa sangat dihargai."

Jabez Ezaz: "Kamu memang sangat berharga bagiku, Sofia. Aku ingin kamu tahu bahwa aku akan selalu ada untukmu."

Sofia: "Aku juga, Tuanku. Aku akan selalu setia padamu."

Jabez Ezaz tersenyum dan memegang tangan Sofia. "Aku senang mendengarnya, Sofia. Aku akan selalu melakukan yang terbaik untukmu dan anak kita."

Sofia tersenyum kembali dan memandang cincin di jarinya. "Aku sangat menyukai cincin ini, Tuanku. Aku akan selalu mengenakannya sebagai tanda cintamu."

Jabez Ezaz memeluk Sofia dan membisikkan, "Aku cinta padamu, Sofia. Kamu adalah segalanya bagiku."

Sofia merasa bahagia dan nyaman dalam pelukan Jabez Ezaz. "Aku juga cinta padamu, Tuanku," katanya dengan lembut.

Setelah pelukan yang hangat, Jabez Ezaz dan Sofia duduk bersama di sofa, menikmati waktu bersama. Mereka berbicara tentang rencana masa depan, tentang anak mereka yang akan lahir, dan tentang kehidupan mereka di istana.

Sofia merasa sangat bahagia dan puas dengan kehidupan yang sedang dijalani. Dia memiliki suami yang mencintainya, anak yang akan lahir, dan kehidupan yang mewah di istana.

Tiba-tiba, pelayan istana masuk dan membisikkan sesuatu kepada Jabez Ezaz. Jabez Ezaz mendengarkan dengan serius, lalu berpaling kepada Sofia.

"Sofia, aku harus pergi sekarang. Ada urusan penting yang harus aku tangani," katanya dengan suara yang serius.

Sofia mengangguk, meskipun dia sedikit khawatir. "Baiklah, Tuanku. Aku akan baik-baik saja di sini."

Jabez Ezaz berdiri dan memandang Sofia dengan serius. "Aku akan kembali secepat mungkin, Sofia. Jangan khawatir, aku akan selalu ada untukmu."

Sofia mengangguk dan memaksakan senyum. "Aku tidak khawatir, Tuanku. Aku tahu kamu akan kembali."

Jabez Ezaz memandang Sofia sejenak, lalu membungkuk dan mencium keningnya. "Aku cinta padamu, Sofia."

Sofia merasa jantungnya berdebar ketika Jabez Ezaz menciumnya. "Aku juga cinta padamu, Tuanku," katanya dengan lembut.

Setelah itu, Jabez Ezaz berbalik dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Sofia yang sendirian dengan pikiran yang berputar-putar.

Sofia duduk kembali di sofa dan memandang cincin yang diberikan Jabez Ezaz kepadanya. Dia merasa bahagia dan cinta, tapi juga sedikit khawatir tentang apa yang sedang terjadi.

Tiba-tiba, dia mendengar suara pintu terbuka. Apakah itu Jabez Ezaz yang kembali? Atau ada orang lain yang datang?

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!