NovelToon NovelToon
HATI YANG DITULIS DENDAM & CINTA

HATI YANG DITULIS DENDAM & CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:51
Nilai: 5
Nama Author: E'Ngador Together

Ketika usia tujuh tahun, Qinara kehilangan segalanya. Ayahnya, pengusaha pertambangan yang penuh cinta, meninggal dalam kecelakaan yang mencurigakan. Tak lama setelah itu, ibunya yang sudah lama dia curigai berselingkuh, dengan terang-terangan membawa pria cinta pertamanya dan anak hasil hubungan lama ke rumah—dan menguasai semua harta ayahnya.

Perlakuan tidak adil menjadi bagian sehari-hari. Ibunya lebih membela anak tiri daripada dia, dan ketika Qinara mencoba membicarakan kecurigaan bahwa ayahnya dibunuh, dia diusir dengan kasar. Hanya membawa pakaian di tubuh dan kotak kecil yang diberikan ayahnya, dia meninggalkan rumah dengan hati hancur dan janji terukir dalam benak: aku akan mengambil kembali hak ayah dan aku.

Melalui perjalanan yang penuh kesusahan, Qinara bertahan di panti asuhan, menemukan bakatnya di bidang hukum, dan berjuang untuk pendidikan. Setiap langkahnya dipacu oleh dendam—butuh waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan bukti, menghadapi ancaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JARINGAN KEJARAN YANG MAKIN KETAT

 Mentari pagi menyinari kamar Qinara dengan cahaya yang terasa dingin dan tidak ramah. Dia telah bekerja sepanjang malam untuk mengumpulkan lebih banyak bukti dari berkas-berkas yang ditemukannya. Dia menemukan bahwa perusahaan konstruksi yang menangani pembangunan sekolah-sekolah baru dimiliki oleh orang yang dekat dengan salah satu anggota dewan pengawas yayasan. Selain itu, catatan rahasia yang ditemukannya menunjukkan bahwa ayahnya telah mulai menyelidiki kecurangan di dalam yayasan beberapa bulan sebelum kematiannya, dan dia telah menerima ancaman dari orang yang tidak dikenal.

Qinara mulai menyusun bukti-bukti tersebut dengan hati-hati, membuat salinan digital dan fisik yang dia sembunyikan di tempat yang aman. Dia juga mulai menghubungi beberapa teman di polisi dan kejaksaan untuk meminta bantuan, tapi tanggapan yang dia dapatkan sangat minim—mereka mengatakan bahwa mereka membutuhkan bukti yang lebih kuat dan bahwa kasus ini sangat kompleks karena melibatkan orang-orang berpengaruh.

Saat dia sedang sibuk bekerja di kamarnya, pintu kamar tiba-tiba dibuka dengan keras. Bu Laras masuk dengan wajah kemerah-merahan marah, diikuti oleh dua orang pria yang tidak dikenal dengan wajah serius.

"Qinara, apa yang kamu pikirkan sedang kamu lakukan?" tanya Bu Laras dengan suara yang dingin dan penuh kemarahan. "Kamu telah menghubungi polisi dan kejaksaan tanpa seizin dewan pengawas. Kamu telah menyebarkan tuduhan yang tidak berdasar dan membuat nama baik yayasan tercoreng!"

"Aku hanya mencari kebenaran, Bu Laras! Ayahku dibunuh, dan ada orang di dalam yayasan yang telah mencuri uang untuk anak-anak! Kamu harus percaya padaku!" jawab Qinara dengan suara penuh tekad.

Tetapi Bu Laras hanya tertawa sinis. "Kebenaran? Apa yang kamu sebut kebenaran hanyalah khayalan dari seorang gadis yang terlalu banyak membaca buku detektif! Kamu telah melupakan tujuan utama yayasan—membantu anak-anak. Daripada fokus pada hal itu, kamu lebih suka mencari masalah yang tidak ada!"

"Saya tidak salah, Bu Laras! Ini adalah buktinya!" kata Qinara sambil menunjukkan berkas-berkas yang dia susun.

Namun, salah satu pria yang tidak dikenal itu segera mengambil berkas dari tangannya dan memecahnya menjadi beberapa bagian. "Ini bukan bukti—ini hanya omong kosong yang tidak berharga!" ucapnya dengan suara kasar.

Bu Laras kemudian mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pintu. "Qinara, kamu telah menyebabkan terlalu banyak masalah. Dewan pengawas telah memutuskan bahwa kamu harus berhenti dari semua jabatan di yayasan dan tidak boleh lagi datang ke kompleks universitas atau sekolah-sekolah yayasan. Kami tidak bisa membiarkan kamu merusak semua yang telah kita bangun bersama!"

Hati Qinara retak saat mendengar kata-kata itu. "Tapi Bu Laras, ini adalah yayasan ayahku! Aku telah membangunnya bersama kalian selama bertahun-tahun! Bagaimana bisa kamu melakukan hal ini padaku?"

"Kamu telah memilih jalan yang salah, Qinara. Kamu telah melupakan nilai-nilai yang kita junjung tinggi—kesatuan dan kerja sama. Jika kamu terus seperti ini, kamu akan hanya menyakiti dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu," jawab Bu Laras dengan suara yang tidak lagi penuh kasih sayang seperti dulu.

Setelah Bu Laras dan dua pria itu pergi, Qinara merasa sangat hancur dan sendirian. Dia segera mengemas barang-barang pentingnya, termasuk kotak pemberian ayahnya yang selalu dia bawa kemana-mana. Dia tahu bahwa dia tidak bisa tinggal di sini lagi—dia telah dikeluarkan dari yayasan yang telah menjadi rumahnya selama bertahun-tahun.

Sebelum pergi, dia mencoba sekali lagi menghubungi Pak Santoso yang sekarang sudah berusia 99 tahun dan sedang sakit di rumah sakit. Tapi petugas rumah sakit mengatakan bahwa Pak Santoso dalam kondisi tidak stabil dan tidak bisa menerima kunjungan atau panggilan telepon. Qinara merasa sangat sedih karena tidak bisa bertemu dengan orang yang telah menjadi bapak angkatnya dan selalu ada di sisinya selama perjalanan panjangnya membangun yayasan.

Saat malam tiba, Qinara keluar dari kamar yang telah menjadi rumahnya selama bertahun-tahun. Dia membawa tas yang penuh dengan barang-barangnya dan kotak pemberian ayahnya yang selalu dia sayangi. Dia melihat ke belakang ke kompleks Universitas Hadian yang indah, tempat di mana dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dan membangun impian ayahnya. Hatinya penuh kesedihan dan kemarahan, tapi dia juga merasa tekad yang kuat untuk menemukan kebenaran dan menyelamatkan yayasan dari orang-orang yang telah mencuri uang dan membunuh ayahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!