NovelToon NovelToon
Bucin, Suami CEO

Bucin, Suami CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga / CEO / Persahabatan / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:648
Nilai: 5
Nama Author: Ika Nanda

kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.

yuk ikuti cerita nya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

pagi itu nyonya Haeri pun sudah boleh pulang, namun dokter berpesan agar tidak ada tekanan pekerjaan atau hal-hal yg membuat nya stress. dokter juga memberi beberapa resep obat untuk nyonya Haeri.

"ibu, kau dengar kan yg di katakan dokter. ayolah bu, kita bekerja sama. kau tidak boleh menyerah dengan penyakit mu, atau memang kau sudah perduli lagi dengan ku. " ucapan Hana terdengar sedikit kesal

"hemm, maaf kan ibu ya. ibu sudah membuat mu dalam kesusahan. "

"berhenti lah minta maaf bu... aku akan buatkan sarapan, ibu tetap lah istirahat. "

"kau istirahat lah sayang, biar kan bibi Ju yg membuatkan sarapan. ibu tau, kau juga pasti sangat lelah. "

Hana pun menghela nafas panjang, dan menuruti kata ibu nya.

Hari itu di habiskan Hana untuk merawat ibu nya di rumah. ibu nya pun sudah membaik karena rutin minum obat. namun tidak bisa di pungkiri, wajahnya terlihat pucat karena sakit yg di derita nya.

"ibu... hari ini aku mau ke toserba, ada beberapa barang elektronik yg harus di ganti karena sudah tidak berfungsi. ibu tidak apa-apa kan jika harus di rumah sendiri" ucap Hana sembari makan

"sayang, kau tidak perlu merepotkan diri seperti ini. kau akan menikah"

"apa bibi Min Seo sudah mendapatkan tanggal nya bu??? "

"hemm, ibu lupa memberitahu mu. pernikahan mu akan di langsung kan 10 hari lagi dari sekarang... "

Hana pun langsung tersedak "10 hari lagi!?? " ulang nya lagi

"benar, kalian akan sering pergi bersama untuk mempersiapkan pernikahan kalian. "

Hana pun menghela nafas panjang "dia akan datang jika dia membutuhkan ku... aku berangkat sekarang ya bu"

"Hana... " nyonya Haeri pun memegang tangan putri nya

"tenang saja bu, aku akan bersikap baik pada nya. " Hana pun melepaskan pegangan tangan ibu nya dengan lembut

"ambil ini, pergunakan untuk membeli barang elektronik yg di butuhkan di toko. jika kau menolak, maka biarkan ibu membantu mu"

Hana pun mengambil kartu yg di berikan ibu nya. "aku pergi sekarang... " Hana pun mulai berjalan meninggal kan ibu nya

"ingat, ibu akan tau jika kau tidak menggunakan nya"

"iya.... " teriak Hana karena sudah menjauh

******

"aku harus pergi menemui pendeta untuk acara pernikahan mereka. tolong kau berikan ini pada Jimin, dan katakan pada nya untuk melihat nya bersama dengan calon istri nya. besok aku mau hasil nya. " ucap nyonya Min Seo memberikan majalah gedung resepsi kepada ketua pelayan di rumah itu

"baik nyonya... " jawab kepala pelayan laki-laki yg bernama Seong Hoo

kepala pelayan itu pun langsung menuju kamar Jimin, mengetuk pintu kamar Jimin dan masuk. Jimin yg masih menelfon seseorang itu pun langsung melihat ke arah pintu.

"maaf mengganggu tuan, boleh saya masuk. "

Jimin pun mengangguk dan menutup telfon nya.

"pesan nyonya besar, agar tuan melihat nya dengan calon istri tuan. dan memilih nya bersama-sama. nyonya juga bilang, besok pagi sudah harus ada pilihan nya" ucap kepala pelayan itu sembari memberikan majalah nya

"hemm, baiklah paman boleh pergi" ucap Jimin menerima majalah itu

ia pun melihat lembar demi lembar. saat beberapa lembar di buka, terselip sebuah nomor ponsel di sana. Jimin pun mengambil nya "mungkin ini nomor nya Hana... " ucap nya sembari mencoba menelfon nya. telfon nya tersambung, namun tidak di angkat. "bagus sekali, sekarang aku harus mencari nya kan. hemm, baiklah mari bergerak.... "

******

Hana yg sibuk di toko pun tidak sempat melihat ponsel nya, ia masih menata barang-barang elektronik yg baru saja ia beli. cukup lama ia menyusun nya, Hana pun akhirnya duduk sembari melihat hasil susunan nya. saat itu, ponsel nya pun terdengar berbunyi.

Hana meraih nya dan melihat itu nomor baru "halo.... "

"Hana... " suara seorang pria di telfon

"hemm, ini aku. maaf.... "

"ini aku, Jey... "

"aah Jey... "

"bagaimana ibu mu!?? apa baik-baik saja!!? "

"ouh benar, ibu ku... dia baik-baik saja. kemarin aku tidak mendengarkan ucapan nya sampai selesai, jadi aku terburu-buru dan meninggal kan mu makan sendirian. maaf ya"

"tidak apa-apa, aku senang ibu mu baik-baik saja. "

"hemm, aku masih punya hutang traktir makan pada mu. "

"benar, aku akan menagih nya nanti. "

"tentu saja, aku akan menunggu"

mereka pun mengobrol cukup santai di telfon, pada saat itu ibu nya Hana pun menelfon. "ouh Jey, aku tutup dulu ya. seperti nya ibu ku menelfon barusan"

"ooh baiklah... "

"emm, nikmati liburan mu. " ucap Hana di akhir telfon

Hana pun melihat log panggilan di ponsel nya, ada nomor baru dan nomor ibu nya yg tidak terjawab. Hana pun menyimpan nomor Jey terlebih dahulu, lalu ia menelfon ibu nya.

"ya ibu... "

"sayang, kau masih di toserba!?? "

"emmm, aku masih di sini. aku baru selesai menyusun barang elektronik, dan tadi juga teman ku menelfon jadi tidak bisa mengangkat panggilan dari ibu. "

"tidak apa-apa sayang.... "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!