seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Harapan Pak Priyo
Setelah proses pembagian daging babi selesai Yuda langsung pulang ke rumah nya, karena waktu sudah hampir malam, dan Yuda ingin memasak daging babi untuk istri nya.
Sedangkan pak kades juga setelah membagikan semua bagian warga desa dengan adik, walau hanya sedikit tapi daging ini begitu berarti di era zaman yang sedang kelangkaan sumber daya.
Pak kades mengambil bagian nya kemudian masuk ke dalam rumah ia juga ingin makan bersama keluarga nya. “Akhirnya selesai juga, aku harap para warga bisa lebih lama bertahan sebelum datang belakang kaleng.”
“Udah selesai pah?” tanya seorang gadis dengan wajah cantik nan manis serta pipi chubby.
“Iya Zara, baru aja selesai!”
“Ini pah minum dulu, pasti cape kan bagi-bagi tadi,” ucap Zara sambil menyerahkan gelas berisi air dingin untuk papah nya.
Pak kades hanya tersenyum lalu mengambil meminum dengan b gitu nikmat karena memang tenggorokan nya sudah sangat kering. “Terimakasih! Ini kamu bawa ke belakang lalu cuci dulu, nanti kita masak buat makan malam.”
Zara menerima dengan senang hati karena memang mereka sudah lama tidak makan daging, jadi Zara merasa kalau sekarang mereka akan makan daging lagi. “Sebenarnya siapa orang baik yang bagi-bagi daging babi pah, di saat keadaan seperti ini, sumber daya yang sangat langka, tapi orang ini justru malah dengan dermawan membagi daging.”
Pak kades Priyo hanya tersenyum lalu berkata. “Seseorang kamu kamu kenak juga, dia adalah salah satu yang dulu brandal yang menjadi anak buah bagas.”
Zara tampak berpikir siapa orang itu. “Siapa pah! Kak Jabran? Atau kak Yuda?”
“Yuda, pemuda itu sekarang sudah berubah, bahkan kemarin di gerbang desa dia bawa ayam hutan dan di minta oleh Bagas, jelas Yuda menolak bahkan hendak berkelahi di sana, dan sekarang dia mendapatkan buruan babi hutan, dan langsung membagi nya kepada warga desa,” terang pak kades Priyo dengan panjang lebar.
Bagaimana tidak, pemuda yang dulu nya hanya pemuda brandal yang suka berjudi tapi secara tiba-tiba menjadi pemuda baik dan juga memiliki rasa kemanusiaan untuk saling membantu.
mendengar jawab papah nya senyum tipis terbit di wajah Zara, gadis itu seakan malu, seakan tak percaya dengan apa yang di dengar nya, Yuda memang pemuda brengsek yang pernah ia kenal.
“Sudahlah sana kamu cuci dulu! Keburu sore nanti kita masak nya,” ucap Pak Priyo.
Zara pun mengangguk lalu mengambil wadah yang berisi daging babi, pergi ke belakang untuk membersihkan daging itu sesuai perintah papah nya.
Sedangkan pak Priyo di tinggal oleh putri nya malah melamun sambil memikirkan sesuatu yang sangat berat, yaitu keluarga dan warga nya. “Kenapa papah malah berharap kamu bisa menjadi istri Yuda ya Zara,” tanya pak Priyo pada diri sendiri.
Bukan tanpa alasan, karena putri nya sudah mulai dewasa dan sudah banyak pria yang menginginkan putri nya, bahkan pemuda dari kampung sebelah pun siap memberikan mahar yang mahal untuk menikahi Zara. kelas banyak pemuda yang mau, dengan Zara, wajah cantik tubuh bagus siapapun akan tergiur dengan gadis itu.
Tapi pak Priyo tidak menerima nya, tentu saja di era zaman yang sedang kacau wanita hanya di anggap sebagai alat dan hiburan oleh pria, tapi setelah melihat perubahan Yuda pak kades merasa yakin dengan pemuda itu.
“Walau jadi istri ke dua nya, papah rasa kamu masih beruntung, pemuda seperti Yuda sudah hampir tidak ada di zaman sekarang,” gumam pak Priyo.
Ya, pak kades tentu sudah tahu kalau Yuda adalah pemuda yang sudah beristri bahakn sudah hampir 3 tahun lebih, tapi ia sendiri tak ingin putri nya jatuh ke tangan pria salah yang hanya di anggap awal setelah merasa bosan lalu di buang.
Kejadian seperti itu sudah sering seperti gadis paling cantik di desa waktu lalu yaitu Yeti, yang di nikahi oleh Bagas dan sekarang terlihat jelas hidup wanita itu menderita.
awal nya pak kades juga kira kalau Leni mengalami nasib sama, namun melihat Yuda sekarang justru tebakan pak kades sangat melesat jauh karena Yuda sudah terlihat dari cara bicara dan bersikap sekarang.
~
Berpindah ke sisi lain di mana pemeran utama kita baru saja tuan di rumah nya, dengan menenteng plastik hitam pemuda itu masuk ke pekarangan rumah nya.
“Sayang...aku pulang!”
Leni yang sedang berada di dapur memasak nasi begitu mendengar suara suami nya langsung meninggalkan masakan nya, untuk menemui suami nya, yang barusaja datang setelah pergi berburu.
“Eh, kamu udah pulang mas, gimana buruan nya?” tanya Leni sambil meletakan air untuk suami nya minum.
Yuda tersenyum menatap istri nya, yang langsung datang begitu ia panggil, dengan senyuman di wajah nya membuat rasa lelah yang di rasakan oleh Yuda langsung menghilang setelah melihat wajah istri nya.
“hehe! Dapet lah buat kita makan malam ini,” ucap Yuda sambil menunjukan plastik di tangan nya.
Leni pun tersenyum merasa senang dengan suami nya, ternyata mendapat buruan hari ini. “Kok kamu pulang nya sore mas, aku sempat khawatir kamu kenapa napa.”
“Aku baik kok sayang, tadi tuh aku ke sorean karena ke rumah pak kades dulu sebentar karena ada keperluan,” ujar Yuda menjelaskan.
Alis Leni mengkerut penasaran keperluan apa yang di maksud suami nya. “Keperluan apa mas, kamu gak buat masalah kan!”
Yuda terkekeh mendengar istri nya mengira kalau ia ke rumah kades karena membuat masalah. “Kamu ini mikir apaan sih! Aku ke rumah pak kades karena tadi saat berburu kebetulan aku mendapatkan babi hutan yang lumayan besar, nah karena pas datang ke gerbang desa banyak orang melihat dan aku kasian kepada mereka yang juga kelaparan..”
“Aku memutus buat membagi daging babi, jadi aku ambil satu bagian dua nya aku suruh pak kades buat di bagiin ke orang-orang desa kita,” ucap Yuda sambil menatap serius istri nya.
“Tapi kamu gak kenapa-napa kan kan, gak ada yang luka? Di mana yang sakit biar Leni obatin," ucap gadis itu jelas khawatir dengan Yuda. Di hati nya juga merasa kagum dengan suami nya, karena akibat peperangan di mana-mana tidak berhenti, membuat kelangkaan sumber daya, justru suami nya malah berbagi daging untuk warga desa.
“Aku aman sayang,” bagaiman Yuda tidak terharu, istri nya sama sekali tidak bertanya tentang daging itu malah menanyakan keadaan nya, yang padahal terlihat jelas baik-baik saja.
“Begitu bodoh nya pemilik tubuh ini menyia-nyiakan istri setulus dan sebaik ini,” gumam Yuda di dalam hati, namun begitu menatap wajah istri nya kembali Yuda melihat gelagat aneh, seperti istri nya ingin menyampaikan sesuatu tapi ragu.
“Kita keluarga sayang, kalau kamu ada yang ingin di sampaikan ngomong aja, siapa tahu aku bisa bantu,” Tutur Yuda sambil merangkul istri nya.
Leni awal nya terdiam karena tak menyangka kalau suami nya sangat peka. Tapi kemudian Leni menangis sambil memeluk Yuda kemudian berkata pilu. “Hiks...! Mas aku baru dapat kabar kalau adik ku, mau di jual oleh ibu ke rumah bordil, karena mereka kehabisan uang untuk makan,,, tolongin adik aku mas... Hiks..!”
Degh.!!,