NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

"Essa!"

"Essa!"

Alex berlari keluar mengejar Essa yang sudah pergi. Entah apa yang dipikirkannya saat ini, Alex merasa cemas akan perginya Essa.

Sementara Essa, dia sedang tidak baik-baik saja sekarang, bayangan, lamunan, harapan semua itu tidak sesuai ekspetasi. Di bioskop dia melihat adegan itu, mereka selalu terenyuh dan terbuai ketika melihat siapa saja yang bermesraan di depan mereka.

Tapi tidak dengan Essa, rasanya sangat sakit, sedih, bimbang, semua jadi satu. Essa, tidak bisa memikirkan hal apapun kecuali lari. Bagaimana bisa, Alex, membawa seorang wanita ke rumah dan menciumnya. Ini sungguh mengejutkan baginya.

Namun, kejadian sebenarnya tidaklah seperti itu.

Alex terus menunggu, menatap layar ponsel yang sesekali berbunyi menandakan ada panggilan. Tapi bukan nama Vanessa yang muncul membuat Alex sedikit kecewa. Perasaannya gelisah yang tidak karuan, Alex tidak bisa lagi menunggu, ia langsung bangkit dari sofa berjalan ke dalam kamar, meraih kunci mobil yang siap menyusul istri kecilnya.

Tapi siapa sangka, pintu apartemen berbunyi dan terbuka, Alex, pikir itu Essa tapi dugaannya salah. Alex tertegun, matanya terbelalak menatap Heyra yang masuk ke apartemennya. Heyra tidak tahu seperti apa perasaan Alex , wanita itu hanya tersenyum, sambil menggenggam tas miliknya.

Ia melangkah pelan ke arah Alex, netranya terus bergerak memindai sekeliling yang nampak tidak berubah. Apartemen itu bukan tempat asing baginya, Heyra sudah pernah mengunjungi tempat itu selama menjalin kasih dengan Alex, bahkan kenangan indah masih terlintas di dalamnya.

"Sama sekali tidak berubah," ucapnya lantas berbalik menghadap Alex.

"Kamu mau pergi Alex?" tanyanya melirik kunci mobil digenggaman Alex.

"Ya," jawab Alex singkat. Alex yang sedari tadi menunduk kini mendongak, memberanikan diri menatap Heyra. "Sebaiknya kamu juga pergi," ujarnya penuh penekanan.

Heyra, tersenyum kecut lantas menatap Alex. "Jika aku tidak mau?" Mata Alex melotot, tapi Heyra begitu santai, yang berjalan ke arah dapur.

"Aku akan tetap di sini, jika kamu ingin pergi-pergillah." Katanya sambil membuka pintu kulkas.

"Kamu ingin tetap di sini, sedangkan pemilik rumah ini akan keluar," singgung Alex tapi sayangnya Heyra tidak tersinggung.

"Kenapa? Dulu aku sering menunggumu di sini sendirian, kan?"

Pernyataan Heyra semakin menantang. Netranya menurun melirik ke arah meja makan. Dua kursi yang saling berhadapan, dua gelas couple sebagai pelengkap, dan sepasang piring kosong yang tampak rapih dengan sempurna. Heyra, merasa aneh—adakah orang lain di rumah itu.

"Alex, kamu selalu rapih, tidak akan ada yang menyangka jika ini rumah seorang lelaki. Aku jadi penasaran seperti apa suasana kamarmu sekarang."

"Jangan lancang Heyra!"

Alex menatap Heyra tajam, rahangnya mengeras ketika Heyra hendak memasuki kamarnya. Tentu saja Alex tidak akan mengizinkan siapapun memasuki kamarnya, di dalamnya terdapat beberapa barang milik Essa, dan foto-foto gadis itu, siapa lagi jika bukan Essa yang melakukannya.

Kamar itu sudah dikuasai olehnya, hampir semua barang gadis itu memenuhi seisi kamar. Dan Alex tidak bisa melarangnya dan ada sebuah foto penting yang tidak boleh diketahui yaitu foto pernikahannya.

"Alex, aku sudah menduga apa kamu punya pacar?

Dia bukan pacarku Heyra, tapi istriku. Dan Alex, hanya bisa mengucapkannya dalam hati.

"Itu bukan urusanmu. Sekarang lebih baik kamu pergi."

"Sudah aku bilang aku tidak akan pergi, kamu menghindariku Alex. Apa kamu sudah benar-benar tidak mencintaiku? Tatap aku Alex."

Jarak keduanya sudah sangat intim, hembusan nafas saling menerpa, Alex hanya diam detak jantungnya sudah tidak dikendalikan. Ia tidak bisa menatap Heyra, tapi wanita itu seolah ingin ditatapnya lebih lekat, deruan nafas yang naik turun membuat Alex, semakin gelisah.

Alex masih menundukkan wajahnya, memejamkan mata lantas mendongak. Ia membuang kasar nafasnya sambil menatap atap langit yang tampak kosong. Kedua tangannya berkacak pinggang, Alex mendengus lalu berkata.

"Tidak, aku tidak mencintaimu lagi Heyra."

"Katakan sekali lagi Alex, dan tatap mataku."

Kenapa Alex tidak bisa menatapnya, dan itu yang membuatnya bingung.

"Heyra cukup!"

"Katakan sekali lagi Alex, aku ingin kamu menatapku dan mengatakannya."

Alex mendengus kesal, kelakuan Heyra membuatnya gila.

"Baiklah, sekarang dengarkan baik-baik. AKU TIDAK MENCINTAIMU LAGI HEYRA."

"Tapi aku akan tetap mencintaimu Alex, dan membuatmu kembali mencintaiku."

Sontak bola mata Alex, terbelalak seketika. tubuhnya membeku kala Heyra, mengecup bibirnya. Namun, siapa sangka momen itu harus terlihat oleh Essa.

Brukk

Sebuah tas kecil jatuh tepat dibawah sepatu Vans berwarna biru. Essa, membeku matanya melotot dengan mulut yang menganga. Sedetik Alex dan Heyra menoleh, Alex sungguh terkejut yang langsung menjauhkan tubuh mantan kekasihnya itu. Tapi Heyra, dia menatap heran ke arah Essa yang baginya masih terlalu muda.

Penuh tanda tanya, siapakah wanita itu tapi sebelum pertanyaan itu terlontarkan dari mulutnya Alex benar-benar sudah menghilang dari pandangannya. Mengejar Essa, yang sudah lebih dulu pergi.

*

*

Essa, menghentikan langkahnya setelah cukup jauh, tubuhnya melorot terduduk di atas tanah. Essa, tidak mengerti kenapa dia jadi seperti ini, apa yang salah? Om nya lebih tepatnya suaminya mau berciuman, tidur bersama dengan wanita, tidak ada haknya untuk marah. Dari awal Essa tidak menginginkan pernikahan ini, dia tidak mencintai Alex, mungkin Alex juga, tetapi dadanya terasa sesak, nyeri tak tertahan.

"Kenapa, kenapa dadaku rasanya sakit." Tanpa diinginkan butiran bening luruh begitu saja. Essa terisak yang tersedu-sedu. Dia bingung harus berbuat apa dan pergi kemana, dia sangat kesal dengan perasaannya. Seharusnya Essa tidak boleh menangisi mereka berdua, tidak seharusnya.

Sementara di tempat lain, Alex sudah kembali ke apartemen. Ia tidak berhasil menemukan Essa, Alex hanya bisa menunggu gadis itu kembali.

Ceklek

Pintu terbuka lebar, Heyra yang masih menunggu langsung bangun dari kursi, menatap Alex yang baru saja pulang.

"Kau menemukannya?"

Pertanyaan itu membuat Alex, tercekat. Pandangannya tidak bisa diartikan, mata merah menyala yang penuh kemarahan. Alex, tidak menyangka jika Heyra masih berada di apartemennya.

"Kamu masih di sini Heyra?"

"Siapa gadis itu Alex? Kenapa tiba-tiba dia masuk ke rumahmu?"

"Tiba-tiba kamu bilang? Kamulah yang tiba-tiba masuk ke rumah ini tanpa seizin ku."

"Kamu marah Alex, kamu marah hanya karena gadis itu. Alex, aku lihat gadis itu masih bocah maksudku dia lebih cocok jadi pelajar apa itu pacarmu?"

"Pacar atau bukan itu bukan urusanmu Heyra."

"Kenapa? Aku berhak tahu Alex."

"Kamu tidak berhak tahu semua tentangku Heyra. Kamu pergi sekarang juga dan jangan pernah lagi masuk seenaknya ke rumah ini. Aku benci itu."

"Alex dengarkan aku dulu, kita butuh bicara Alex!"

Heyra hanya pasrah didorong Alex keluar. Wanita itu seperti tidak punya harga diri yang diusir paksa setelah bertemu kekasihnya. Matanya mulai sembab, ingin menangis. Heyra, tidak habis pikir Alex menjalin hubungan dengan bocah alias gadis remaja. Tapi Heyra, tetap berusaha tenang niatnya kembali untuk membawa Alex, dan dia akan lakukan itu apapun tantangannya.

"Alex aku tidak akan menyerah, aku tidak yakin kamu melupakanku secepat itu."

Heyra mengusap wajahnya yang basah. Ia melirik sesaat pintu apartemen milik Alex, lalu pergi dari sana.

Sementara Alex, ia berusaha terus menghubungi Essa. Hatinya semakin cemas dan gelisah ketika Essa tidak menjawabnya, apalagi di luar sudah terdengar segelintir petir yang mengejutkan bumi. Sepertinya hujan akan turun tetapi Essa, belum juga kembali.

...----------------...

Kalian di tim mana nih Essa atau Heyra ?

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!