NovelToon NovelToon
Negosiasi Di Ranjang Musuh

Negosiasi Di Ranjang Musuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Romansa
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: chrisytells

​Alicia Valero adalah ratu properti Madrid yang tak tersentuh—hingga ia mencium aroma pengkhianatan di balik kemeja suaminya, Santiago. Alih-alih meratap, Alicia memilih jalur yang lebih panas: balas dendam total. Ia akan merebut kerajaan Solera Luxury Homes dan menghancurkan Santiago.
​Namun, demi memenangkan perang ini, Alicia harus bersekutu dengan iblis: Rafael Montenegro.
​Rafael, pesaing suaminya yang kejam dan memikat, adalah bayangan gelap yang selalu mengincar kehancuran Solera. Ia memiliki tatapan yang menjanjikan dosa dan sentuhan yang bisa membakar segalanya.
​Alicia Valero kini menari di antara dewan direksi yang kejam dan pelukan rahasia yang terlarang. Persekutuan berbahaya ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang gairah yang menyala di atas tumpukan pengkhianatan.
​Dalam permainan kekuasaan, siapa yang akan menjadi korban? Apakah Alicia bisa mengendalikan serigala itu, ataukah ia akan menjadi mangsa berikutnya dalam kehancuran yang paling manis dan mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chrisytells, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Diantara Nama dan Takhta

Angin laut Ibiza malam itu terasa seperti sembilu yang menyayat kulit. Sejenak, keheningan menyelimuti mereka. Di tengah kekacauan data dan ancaman massa di luar, ada getaran emosional yang tak terucapkan.

"Kenapa kau masih membantuku, Rafael?" bisik Alicia. "Ayahmu baru saja tewas. Kau seharusnya berada di Madrid, mengurus jenazahnya dan mengamankan takhtamu. Bukan di sini, di pulau terkutuk ini, menyelamatkan namaku."

Rafael meraih tangan Alicia, memaksa wanita itu berhenti mengetik. "Takhtaku tidak ada artinya jika kau hancur, Alicia. Ayahku tewas karena ambisi dan egonya sendiri. Aku tidak akan membiarkan ambisi pria lain—entah itu ayahku atau Santiago—merenggutmu dariku lagi."

Alicia menarik tangannya perlahan. Matanya berkaca-kaca. "Kau tidak mengerti. Aku sudah tidak punya nama lagi untuk diselamatkan. Nama 'Valero' adalah kutukan."

...****************...

Pagi harinya, saat matahari terbit di atas perairan Ibiza yang tenang namun terluka, Alicia memanggil pengacara pribadinya melalui sambungan video terenkripsi. Rafael berdiri di ambang pintu, mengamati dengan tatapan penuh tanya.

"Urus semua dokumennya sekarang," perintah Alicia tegas. "Aku ingin setiap aset, setiap surat saham, dan setiap identitas resmiku diubah."

"Tapi Nyonya Valero, nama itu adalah merek dagang Solera—"

"Jangan panggil aku dengan nama itu lagi!" potong Alicia, suaranya menggelegar di ruangan kecil itu. "Valero adalah nama Santiago. Nama yang dia berikan padaku untuk menjadikanku miliknya, untuk menjadikanku bonekanya. Aku muak hidup di bawah bayang-bayang pria pengkhianat yang ingin menghancurkanku."

Ia menarik napas panjang, menoleh ke arah Rafael yang tampak terkejut.

"Nama keluargaku adalah Fernández. Sebelum aku bertemu Santiago, sebelum hidupku menjadi sandiwara korporat yang kotor ini, aku adalah Alicia Fernández," ucapnya dengan nada yang bergetar namun penuh tekad. "Mulai hari ini, Alicia Valero sudah mati. Aku kembali ke akarku. Aku adalah Alicia Fernández."

Rafael mendekat, menatapnya dengan pandangan yang dalam. "Alicia... kau tahu apa artinya ini? Kau membuang perlindungan hukum dari nama besar Valero di tengah gugatan Isabel."

"Aku tidak butuh perlindungan dari nama seorang pengkhianat, Rafael," balas Alicia, matanya menantang. "Jika aku harus jatuh, aku akan jatuh sebagai diriku sendiri. Bukan sebagai istri dari seorang sosiopat."

Belum sempat mereka bernapas lega, ponsel Rafael meledak dengan notifikasi. Sebuah panggilan dari dewan direksi Montenegro Group.

"Tuan Rafael, Anda harus segera kembali!" suara di seberang sana terdengar panik. "Begitu berita kematian Tuan Hector tersebar, paman Anda, Mateo, telah memanggil rapat darurat. Mereka mengklaim Anda tidak layak memimpin karena keterlibatan Anda dalam skandal Ibiza. Ada upaya kudeta... mereka bahkan mengirim tim keamanan untuk mengambil alih kantor Anda secara paksa!"

Wajah Rafael memucat. "Mateo... pria tua itu selalu menunggu saat aku lemah."

"Pergilah," ucap Alicia, ia berdiri dan merapikan kemeja Rafael yang kotor. "Keluargamu sedang saling mencabik. Jika kau tidak di sana, mereka akan melenyapkanmu."

"Aku tidak bisa meninggalkanmu di sini," bantah Rafael, ia memegang pipi Alicia. "Isabel baru saja mengajukan gugatan dari penjara untuk menyita aset Solera. Dia mengklaim bahwa sebagai 'mantan istri' Santiago, dia punya hak lebih atas aset keluarga Valero daripada kau."

"Biarkan dia mencoba," Alicia tersenyum dingin, sebuah senyum yang belum pernah Rafael lihat sebelumnya. "Dia akan melawan Alicia Fernández sekarang, bukan Alicia Valero yang lemah. Aku akan menghadapi Isabel di pengadilan, dan kau akan menghadapi keluargamu di ruang direksi. Kita bertempur di medan yang berbeda, Rafael, tapi musuh kita sama—masa lalu yang busuk."

...****************...

Saat jet pribadi bersiap lepas landas untuk membawa Rafael kembali ke Madrid, mereka berdiri di landasan pacu yang berangin.

"Kau yakin bisa menangani Isabel?" tanya Rafael, matanya penuh kekhawatiran. "Dia punya pengacara licik yang bisa memutarbalikkan fakta tentang pernikahanmu dengan Santiago."

Alicia menggenggam kerah jas Rafael, menariknya mendekat. "Dengar, Rafael. Selama ini aku selalu bergantung pada kekuatan pria di sekitarku. Santiago, ayahku, dan bahkan kau. Tapi saat aku memutuskan menggunakan kembali nama orang tuaku, aku menyadari satu hal: aku adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan diriku sendiri."

Rafael menatapnya, merasa ada jarak yang tercipta—bukan jarak kebencian, melainkan jarak kemandirian yang menakutkan. "Apa ada tempat untukku di hidup Alicia Fernández? Atau kau juga akan membuangku bersama nama Valero itu?"

Alicia terdiam sejenak. Ia menyentuh bekas luka di dahi Rafael yang ia dapat saat melindunginya di gedung pengadilan. "Rafael Montenegro adalah pria yang kucintai. Tapi Alicia Fernández adalah wanita yang belum tentu bisa memaafkan semua kebohongan Montenegro. Kembalilah ke Madrid. Amankan takhtamu. Dan jika kita berdua masih selamat setelah badai ini... temui aku sebagai pria biasa, bukan sebagai penguasa yang ingin menjagaku."

Rafael mencium kening Alicia dengan lembut, sebuah perpisahan yang terasa seperti janji yang rapuh. "Aku akan kembali. Dan aku akan pastikan tidak ada seorang pun yang berani menyebut nama Valero di depanmu lagi."

...****************...

Dua hari kemudian, Alicia berdiri di ruang kunjungan penjara yang dingin. Di seberang kaca, Isabel duduk dengan pakaian penjara namun tetap berusaha terlihat anggun.

"Aku dengar kau baru saja membuang sesuatu yang paling berharga dan menggantinya?" ejek Isabel, ia menekankan nama baru itu dengan nada menghina. "Kalau begitu selamat pagi, Alicia Fernández. Nama yang sangat menarik. Tetapi sangat... rakyat jelata. Apa kau pikir dengan mengganti nama, kau bisa menghapus hutang-hutang Santiago yang kini jatuh ke pundakmu?"

"Aku di sini bukan untuk berdebat soal nama, Isabel," Alicia duduk dengan tenang, menatap Isabel lurus-lurus. "Aku dengar kau mencoba menggugat aset Solera. Kau mengklaim Santiago memberimu surat kuasa atas saham-sahamnya sebelum dia gila?"

Isabel tersenyum kemenangan. "Dia memberikannya padaku saat kami masih berhubungan rahasia di belakangmu. Dia tahu kau tidak akan pernah bisa mengelola perusahaan itu. Solera adalah milikku, Alicia. Kau hanyalah mantan istri yang malang."

Alicia mengeluarkan sebuah map dari tasnya dan menempelkannya ke kaca pembatas. "Ini adalah akta kelahiran asliku dan surat wasiat Ayahku. Santiago tidak pernah memiliki Solera secara penuh, Isabel. Dia hanya mengelola aset yang secara hukum milik kedua orang tuaku, Hugo Fernández dan Maria Gárcia Fernández. Dan karena aku sekarang menggunakan nama sah orang tuaku, seluruh klaim Santiago atas Solera menjadi batal demi hukum."

Wajah Isabel berubah drastis. Senyumnya menghilang, digantikan oleh gurat kemarahan yang liar. "Kau berbohong! Santiago bilang—"

"Nyonya Santiago Valero... sayangnya suamimu tercinta berbohong padamu, sama seperti dia membohongiku dengan membawamu masuk ke pernikahan kami," potong Alicia dengan nada rendah yang menusuk tajam. "Kau sedang berjuang memperebutkan tulang yang sudah tidak ada dagingnya, Isabel. Kau akan membusuk di sini tanpa satu sen pun dari harta Fernández. Dan besok, aku akan memastikan pengacaramu mencabut gugatan itu, atau aku akan merilis rekaman percakapanmu dengan Santiago tentang rencana pembakaran gedung itu ke publik."

"Kau wanita iblis!" teriak Isabel, ia memukul kaca pembatas dengan kepalan tangannya hingga petugas keamanan harus menahannya.

Alicia berdiri, merapikan mantelnya. "Aku bukan iblis, Isabel. Aku hanya seorang anak yang sedang mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik orang tuanya. Selamat menikmati masa tuamu di sini dan..."

Alicia tidak langsung pergi. Ia melangkah maju satu inci lagi, hingga napasnya yang dingin nyaris menyentuh permukaan kaca yang membatasi mereka. Ia menatap Isabel dengan pandangan menghina, seolah wanita di depannya itu tak lebih dari noda kotor di lantai marmer Solera.

​"Kau pikir kau spesial, Isabel?" Alicia bertanya dengan suara yang sangat rendah, namun setiap katanya tajam seperti belati. "Kau hanya satu dari sekian banyak distraksi dalam hidup Santiago. Dia tidak mencintaimu. Baginya, kau hanyalah objek yang mudah dibeli. Kau adalah perempuan murahan yang tidak punya harga diri, yang rela merusak rumah tangga orang lain hanya demi posisi yang tak pernah menjadi milikmu."

​Isabel terengah-engah, wajahnya mulai berkedut hebat.

​"Kau hanyalah pelacur yang haus belaian, Isabel," lanjut Alicia tanpa ampun. "Kau mendambakan gairah dari pria kaya hanya untuk menutupi kekosongan jiwamu yang menyedihkan. Kau menjual tubuhmu untuk mimpi yang dibangun di atas penderitaan orang lain. Tapi lihat dirimu sekarang—pria kaya itu sudah gila, hartanya ternyata milik orang tuaku, dan kau? Kau membusuk di sini, sendirian, tanpa belaian siapa pun selain dinginnya dinding penjara."

​Kalimat terakhir Alicia seolah memutus urat saraf terakhir yang menjaga kewarasan Isabel.

Alicia melangkah menjauh dari kaca pembatas, suara ketukan tumit sepatunya di lantai beton terdengar ritmis dan dingin, kontras dengan kekacauan yang meledak di belakangnya.

​"KAU TIDAK BISA MELAKUKAN INI PADAKU!" raungan Isabel menggema, memantul di dinding-dinding ruang kunjungan yang sempit. Suaranya bukan lagi suara wanita sosialita yang anggun, melainkan pekikan parau penuh keputusasaan. "AKU SUDAH MEMBERIKAN SEGALANYA UNTUK SANTIAGO! AKU MENGORBANKAN HIDUPKU UNTUK SOLERA!"

​Isabel terus menghantamkan tubuhnya ke kaca pembatas, seolah-olah kekuatan kemarahannya bisa menghancurkan sekat tebal itu. Wajahnya merah padam, urat-urat di lehernya menonjol tegang, dan matanya membelalak liar menatap punggung Alicia yang kian menjauh.

​"ALICIA! KEMBALI KAU, WANITA JALANG!" teriaknya lagi, kini disertai tawa histeris yang terdengar menyakitkan. "KAU PIKIR KAU MENANG? KAU TIDAK PUNYA SIAPA-SIAPA! KAU HANYA SEBATANG KARA DENGAN NAMA SAMPAH ITU! FERNÁNDEZ ADALAH NAMA PECUNDANG!"

​Dua petugas keamanan berusaha meringkus lengan Isabel, namun wanita itu meronta bak orang kesetanan. Ia jatuh tersungkur ke lantai, namun tetap menyeret tubuhnya ke arah kaca, kuku-kukunya mencakar permukaan lantai hingga menimbulkan suara sreeet yang memilukan.

​"Semua itu milikku... harta itu, kemewahan itu... SEMUANYA MILIKKU! AKU ADALAH PEMILIK SAH SOLERA!! KAU TIDAK BISA MENGAMBILNYA DARIKU!!!" Isabel menjerit ke langit-langit penjara, air mata kemarahan mengalir merusak riasannya yang tersisa, membuatnya tampak seperti hantu yang berduka. "KAU MENCURI HIDUPKU, ALICIA! KAU MENCURI SEGALANYA!"

​Alicia berhenti sejenak di ambang pintu besi yang berat. Ia tidak menoleh. Ia hanya memejamkan mata, membiarkan teriakan histeris Isabel menjadi melodi penutup dari bab kelam hidupnya sebagai seorang Valero. Di balik pintu itu, angin Madrid yang keras menunggu, namun untuk pertama kalinya, Alicia tidak merasa kedinginan.

​Di dalam ruangan, suara Isabel perlahan berubah menjadi tangisan tersedu-sedu yang tidak terkendali, diselingi sumpah serapah yang semakin tidak jelas saat petugas menyeretnya paksa kembali ke selnya. Keangkuhan Solera telah runtuh, menyisakan hanya puing-puing kewarasan seorang wanita yang terobsesi pada takhta palsu.

​Alicia Fernández melangkah keluar menuju cahaya matahari yang menyilaukan, meninggalkan badai dan jeritan itu terkunci rapat di belakang dinding batu yang dingin.

...****************...

Di Madrid, Rafael berdiri di balkon kantor pusat Montenegro Group. Di bawahnya, kerumunan wartawan masih menantikan berita tentang kematian Hector. Di dalam ruangan, paman dan sepupunya sedang berteriak, menuntut bagian mereka dari warisan yang berdarah.

Rafael menatap cincin pertunangan di tangannya. Ia tahu bahwa ia harus bertindak kasar untuk mempertahankan kekuasaannya. Ia harus menjadi monster yang lebih besar dari pamannya untuk menjaga kerajaan ini tetap berdiri.

Namun, di dalam hatinya, ia hanya memikirkan Alicia. Alicia yang kini bukan lagi miliknya sepenuhnya. Alicia yang telah merobek kulit "Valero" dan lahir kembali dari abu masa lalu.

"Badai ini belum berakhir," bisik Rafael pada kegelapan malam.

1
YukiLuffy
💪
🦊 Ara Aurora 🦊
Kk mampir yuk 😁
🦊 Ara Aurora 🦊
Alicia kasihnya 😢😢
Panda%Sya(🐼)
Semangat terus ya thor💪
Nadinta
oh my god, Alicia. Perempuan mahallll
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
cerita bagus gini yg nge like kok cm sdkt ya. minim typo, aq suka. semangat thor 💪💪💪
chrisytells: Makasih, kakak🙏
Harapan aku, makin banyak lagi yg baca karya aku🤗
Kalau boleh aku minta bantu promosi juga, wkwk 🤭😄
Rajin² tinggalkan komentar ya, kak😍
total 1 replies
BiruLotus
lanjut thor
d_midah
Rafael, pilis jangan jadi pria jahat😭
d_midah
jangan gitu dong Rel🥲
Tulisan_nic
Pembalasan yang elegan sekali Alicia,aku suka tipe wanita sepertimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!