Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIDUR BERSAMA HANTU
Malam ini Arin kembali tidur di rumah Lintang setelah mereka pulang dari rumah sakit.
Di dalam kamar lintang, ke duannya sedang rebahan di atas tempat tidur setelah mereka membersihkan diri.
" Lin, kamu sadar nggak kalau tadi Dokter Rain terus memperhatikan kamu, dia sering mencuri pandang ke arahmu " ucap Arin.
" Benarkah " Sahut Lintang.
" Hemm...kamu sih terlalu serius "
" Bukankah kamu yang nyuruh aku untuk fokus pada penjelasan Dokter Rain dan tidak menghiraukan penampakan makhluk astral yang hilir mudik di sekitarku " ucap Lintang.
" Iya sih, tapi nggak seserius itu juga kali " ucap Arin.
" Aku rasa Dokter Rain menyukaimu, tatapannya begitu berbeda " kata Arin kembali.
" Kemarin kamu juga bilang tatapan Ivan padaku juga berbeda, sekarang Dokter Rain, semua orang Yang metatapku kamu selalu bilang tatapan mereka lain, lain gimana sih, apa mereka melihat ku seperti melihat hantu "
" Bukan begitu, kamu ini terlalu cuek Lin, yang kamu urus in hanya para hantu, mereka itu menyukaimu, makanya sekali-kali perhatikanlah mereka, apa kamu nggak ingin punya pacar, Ivan juga cakep, tajir juga " ucap Arin sambil memiringkan badannya kearah Lintang yang terlentang.
" Malas Rin, belum ada yang cocok juga, lagian kamu tahu bagaimana dengan papa, bagaimana protektifnya papa padaku, bisa-bisa aku akan di antar kemanapun sama papa seperti dulu, bahkan papa akan mengantarkan aku sampai masuk kelas lagi seperti dulu, kamu tahu itu kan, papa tak akan membiarkan aku dekat Sama sembarang pria " ucap Lintang sambil matanya menatap ke atas langit-langit.
Lintang mengingat tahun-tahun yang lalu, sejak beranjak dewasa papanya selalu menjaganya dengan ketat, bahkan papanya sendiri yang turun tangan langsung untuk mengawasi dirinya.
Tapi lintang tidak pernah merasa keberatan, hanya saja jika ada pria yang mencoba mendekatinya maka pria itu akan mundur alon-alon setelah di datangi oleh Papanya dan langsung di intrograsi, dan setelah itu semua pria tak ada yang berani mendekatinya dan dari situlah Lintang menjauh dari teman prianya.
Dan Lintang tak marah dengan sikap papanya itu, Lintang tahu apa yang di lakukan papanya hanya untuk menjaganya dari pria hidung belang, Lintang juga malas berurusan dengan percintaan, untuk saat ini ia ingin fokus pada dirinya sendiri.
Lintang juga tak ingin seperti kebanyakan temannya yang sering berpacaran dan ujung-ujungnya putus, dan meraka harus menangis-nangis karena merasa sakit hati.
Lintang lebih nyaman dengan hidupnya saat ini.
" Tapi Ivan sepertinya benar-benar mencintaimu Lin, ia pernah bilang padaku kalau ia ingin mengungkapkan perasaannya dan ia minta bantuanku " ucap Arin.
" Awas saja kalau kamu bersengkongkol dengan Ivan, bilang saja apa adanya pada Ivan dari pada ia nanti kecewa karena aku memang tak ada perasaan apa pun pada dia " ucap Lintang.
" Terus bagaimana dengan Dokter Rain, sepertinya ia juga menyukaimu ?" tanya Arin.
" Dia melihatku seperti tadi, mungkin ia ingin memastikan sesuatu" ucap Lintang.
" Sesuatu, sesuatu apa, apa aku ketinggalan berita nih " ucap Arin Sambil mengubah tidur miring nya menjadi tengkurap dan siap mendengarkan cerita Lintang.
" ck ..kepo sekali " ucap Lintang Sambil berdecak kesal.
" Cepat katakan, ada apa kamu dengan Dokter Rain, apa kalian sudah pernah bertemu ?" tanya Arin serius.
" Nanti akan aku ceritakan.....Masuklah jangan mengintip, aku tahu kamu ada diluar jendela " seru Lintang sambil bangun dari tidurnya.
Melihat dan mendengar itu Arin juga ikut terbangun terbangun, Arin tahu pasti ada hantu di luar jendela.
" Ada yang datang Lin, siapa Lin ?" tanya Arin.
Lintang langsung menutup mata Arin dengan telapak tangannya dan setelah beberapa detik Lintang melepaskan telapak tangannya dari mata Arin.
" Misya !!!" seru Arin saat melihat sosok Misya yang berdiri di depannya.
Arin memang tak bisa melihat atau merasakan kehadiran makhluk ghaib, tapi jika Lintang sudah mentransfer energi nya maka Arin akan bisa melihat hantu.
Misya tersenyum lebar dan kemudian melambaikan tangannya ke arah keduannya.
" Ada apa kamu ke sini ?" ucap Lintang.
" Aku ingin mengucapkan terimakasih, kini aku sudah terbebas dari kurungan itu dan aku bisa kembali ke desa, dan kini tubuh ku sudah di makamkan dengan layak, mereka sudah mendapatkan hukumannya " ucap Misya sambil melayang mendekati mereka berdua.
Lintang dan Arin sudah mengetahui semuanya, mereka sudah melihat berita tentang Misya, ke empat orang yang melakukan kejahatan itu kini sudah mendapatkan hukumannya.
Harjo dan timan meninggal di tempat saat kecelakaan itu, sedangkan Ari yang menceritakan semua kejahatan mereka, Ari memang tidak ikut melakukan pemerkosaan itu, ia hanya melihat tapi karena ketakutannya, jadi ia ikut menguburkan jasad Misya di ruko itu, sedangkan Adit masih belum sadar dari komanya,
Kini Ari sudah di tahan setelah memberi kesaksian tentang pembunuhan itu.
" tidak usah berterimakasih padaku, bukan aku yang membebaskanmu dari ruko itu, berterima kasihlah pada bapak hafid dan aku yakin kamu sudah bertemu dengannya kan " ucap Lintang.
" iya aku sudah bertemu dengannya, dan sudah berterima kasih padanya, dia tampan sekali, dan masih sangat muda, kenapa kamu memanggilnya Bapak" kata Misya.
" Ya karena dia bapakku, Ya sudah sekarang pergilah ke alammu, jangan lagi gentayangan gangguin para ojek online lagi" ucap Lintang.
" Bolehkah aku malam ini tidur di sini bersama kalian "
" What ..." Seru Arin saat mendengar Misya ingin tidur di sini malam ini.
Kini tubuh Misya sudah tiduran di antara Lintang dan Arin, senyum Misya terus menggembang, sedangkan wajah Arin terlihat kesal, Lintang hanya memasang wajah datar.
" Ingat jangan berubah jelek, dan jangan banyak bergerak " ucap Arin yang sebenarnya jantungnya berdetak kencang, ada rasa takut dalam dirinya, karena baru pertama kali ini ia harus tidur seranjang dengan Hantu.
" Lin..apa kamu bisa menutup mataku kembali "
" Besok pagi saja, sudah ayo tidur ini sudah malam, besok kita harus ke Kampus dulu sebelum ke rumah sakit, Misya matikan lampunya" ucap Lintang.
" Siap ..." seru Misya lantas ia menepuk tangan dan seketika kamar itu menjadi remang-remang karena hanya ada cahaya kuning yang ada di dinding di atas meja belaja Lintang.
#####
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran
Semoga Darren baik2 saja dan bisa sembuh..., Halalkan segera Lintang & Rain agar biasa sepenuhnya membantu keluarga besar Papa Ken... 💙💛💙💛😘😘😘😘
tebakan ku benar Rain jumpa dg Dio ,, mu kira stlh jumpa dg Dio , Rain bisa dpt izin , tp ttp saja TDK bisa ,,,, Dio terlalu posesif bgt 🤣🤣
apa indukan dari wolfin dan belang msh hidup , kak Mia ❓🤔
secara kn indukan nya dari zaman papa Dio msh muda 🤣
untung Rain gak sampai terkencing di celana Krn sangkin ketakutannya 🤣🤣🤣🤣
semoga Rain bertemu dengan Dion ,, psti mereka saling kenal 🤣
kini Ken dan Keyla yg TDK paham akan perkataan Lintang 🤣🤣
beruntung lintang datang tepat waktu ,,, JK Rain terlambat sampai di rumah mgk Daren sdh metong.
Alhamdulillah kakek Aswin dan pak Hafid datang membantu Lintang.
kmna yaaa kakek buyut Lintang ( kakek nya Hanifah ,,, aku lupa nama nya ) ❓🤔