“Menikahlah denganku, Jia.”
“Berhentilah memikirkan masa lalu!! Kita tidak hidup di sana!!”
“Jadi kamu menolakku?”
“Apa yang kamu harapkan?? Aku sudah menikah!!!!”
Liel terdiam, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Sorot matanya yang tajam itu kembali lagi. “Aku tahu kamu sudah bercerai. Pernikahan macam apa yang sehari setelah menikah sudah tidak tinggal satu atap?”
Sebelas tahun lebih, mereka memutuskan untuk menyerah dan melupakan satu sama lain. Namun, secara ajaib, mereka dipertemukan lagi melalui peristiwa tidak terduga.
Akan kah mereka merajut kembali tali cinta yang sudah kusut tak berbentuk, meski harus melawan Ravindra dan anaknya Kay, wanita yang penuh kekuasaan dan obsesi kepada Liel, atau justru memilih untuk menyerah akibat rasa trauma yang tidak pernah sirna.
Notes : Kalau bingung sama alurnya, bisa baca dari Season 1 dulu ya, Judulnya Beauty in the Struggle
Happy Reading ☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avalee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Tanpa Batas
Liel menaruh gelas kacanya di meja. “Datang? Siapa yang datang?”
Doris tersentak. Dia lupa mengatakannya kepada Liel. “Ah, itu … setelah menelponmu, aku segera menelpon Nata dan mengajaknya ke sini, tidak apa-apa kan?”
“Oh benarkah? Wanita perkasa itu?”
“Jangan sebut wanitaku seperti itu Liel!” balas Doris seraya mengambil cemilan yang ada di atas meja.
“Jatuh cinta sendirian itu tidak nyaman Dory.” Ucap Liel seraya tertawa tipis.
“Apa bedanya denganmu? Jia saja belum mampu kamu raih bertahun-tahun lamanya?!”
“Aku memang menyukainya, namun, kamu pun tahu bahwa fokusku saat ini bukan percintaan, aku dan Jia hanya berteman. Dia hanya masa lalu bagiku, jadi, tolong jangan kaitkan Jia dalam hidupku.”
Kemudian, tiba-tiba Doris berhenti berbicara, tidak membalas perkataan Liel. Dia seperti melihat sesuatu yang mengerikan, melebihi film horor.
“Yaaah kamu tahu? Jia itu sangat keras kepala!! Entah kepalanya terbuat dari batu atau semacamnya!! Heii …wajahmu kenapa pucat Dory? Seperti habis melihat hantu saja! Dan juga berhenti menepuk bahuku dengan keras!!”
“Berhenti bicara bodoh!! Berbaliklah sekarang, ada mereka di belakangmu!!!” balas Doris geram seraya berbisik.
Liel bertanya dengan polos, seperti bayi yang baru lahir. “Mereka? Siapa?”
“Berbaliklah, sekarang!!” sahut Doris panik seraya menundukkan kepalanya.
Rupanya, Jia dengan rambut yang di ikat seperti Ariana Grande dan Nata dengan wajah cemberutnya, tengah berdiri di belakang Liel dan tidak sengaja mendengar perkataan Liel.
Segera Liel berbalik dan mendapati Jia dengan wajah yang masam, menatapnya dengan tajam. Liel segera memalingkan wajahnya dan menyalahkan Doris.
Doris yang kewalahan dengan kesalahpahaman yang baru saja terjadi, segera memberi kode kepada Nata untuk melihat ponselnya, dia mengirim pesan.
Doris : “Mengapa kamu tidak mengatakan padaku jika membawa Jia?”
Nata : “Jangan b0d0h!! Kamu sendiri juga tidak mengatakan bahwa ada Liel datang!! Jadi, berhenti menyalahkanku!!!”
Sementara itu, Jia mengambil gelas yang berisi whisky dari tangan Liel dan meminumnya, “Siapa yang tempo hari mengatakan masih mencintaiku, bahkan mengajakku menikah? Liel … mengapa berkata seperti itu, jika tidak ingin dikaitkan padaku?? Jujur saja, aku juga tidak sudi jika dikaitkan denganmu lagi!!! Aku pergi, bersenang-senanglah kalian tanpaku!”
Liel mengernyitkan dahinya, perasaan bersalah seketika muncul akibat mulut bodohnya,” Jia, tunggu, aku tidak serius berbi…”
“Diam, aku tidak suka pria plin plan seperti dirimu!! Balas Jia seraya pergi meninggalkan mereka.
Doris luar biasa terkejut. Dia hampir tidak percaya bahwa semua perkataan yang dikeluarkan dari mulut Jia adalah kenyataan. Nata yang pada awalnya masih membisu kemudian segera menyusul Jia.
“Hei Babe, mengapa kamu pergi juga!!” ucap Doris dengan perasaan kecewa.
“Doris, biarkan mereka tenang dulu.”
“Hei, karena ulahmu, aku tidak bisa melihat Nata!! Seharusnya kamu jujur saja jika masih menyukai Jia, jangan berdalih tidak menyukainya!!! Itu hanya akan melukai perasaannya!!”
“Aku hanya bingung Dory. Kamu jelas tahu tujuanku ke Indonesia bukan hanya untuk masalah percintaan?”
Doris menasehati Liel seraya menuangkan sedikit minuman Whisky ke gelasnya, “Kalau begitu, jangan memulai! Mengapa setiap bertemu Jia, kamu tidak dapat mengontrol perasaan cintamu dan terus berbuat hal bodoh?!”
Liel seketika terdiam, tidak berkutik. Dia bahkan tidak berani membantah perkataan Doris. Apa yang disampaikan Doris adalah fakta dan itu sedikit menyentuh ego Liel yang sangat tinggi.
...****************...
Nata mengikuti kemana Jia menyusuri jalanan. Kemudian dia berhenti di ujung jalan, tidak jauh dari tempat Our Nights Lounge. Tampak sebuah Club malam mewah yang kokoh berdiri dengan tegak, menyihir Jia untuk masuk ke dalamnya. Nata yang masih bingung dan cemas dengan tingkah laku Jia , segera ikut masuk menemaninya.
Mereka disambut dengan musik yang keras, membuat Jia menutup telinga. Lampu yang berkedip-kedip, baik lampu ambiance maupun lampu sorot, menciptakan sesuatu yang energik dan kegembiraan. Suasana yang cukup gelap seketika membangkitkan atmosfer yang intim dan memicu imajinasi.
Namun tidak bagi Jia, dia bahkan mulai pusing dengan hiruk pikuk dunia malam. Meski begitu, dia tetap memaksakan diri untuk menerima situasi yang baru dia lihat untuk pertama kalinya.
“Jia lebih baik kita pulang saja, aku tahu kamu tidak menyukai situasi seperti ini!!” ucap Nata seraya berteriak.
“Tidak apa-apa, aku penasaran! Hidup cuma sekali, setidaknya aku harus menikmati ini setidaknya satu kali,” balas Jia seraya tersenyum puas.
Kemudian Jia segera menghampiri bartender dan memesan Whisky. Bahkan dia menyuruh bartender tersebut untuk open tab. Ini pertama kalinya Nata melihat Jia menjadi orang yang berbeda, setelah sebelumnya selalu menghindari keramaian.
“Kamu akan mabuk berat, jadi biarkan aku membantumu. Aku cukup kuat terhadap alkohol. Hm … Jadi, Liel benar melamarmu?” ujar Nata penasaran.
Jia menghela napas panjang. Perasaannya campur aduk antara rasa senang dan sedih, “Entahlah, dia serius atau hanya bercanda! Namun kamu dengar saja apa perkataannya tadi? Tidak ingin hidupnya dikaitkan denganku?? Persetan, pria itu memang bajingan!”
“Aku rasa dia hanya malu mengakui yang sebenarnya pada Doris, makanya dia berkata seperti itu.”
“ Kurasa tidak!!”
“Lalu mengapa kamu merasa marah jika Liel tidak serius? Jujur saja, kamu masih mengharapkan Liel bukan??”
“Apa sekarang kamu ada di pihaknya? hanya karena kalian sudah berteman lagi?”
“Hahaha Maaf Jia, aku tidak akan bicara lagi.” Ucap Nata tertawa puas.
Tidak berselang lama, Jia berdiri lalu turun ke lantai dansa untuk menari. Tariannya unik dan kaku, karena sebelumnya dia tidak pernah melakukannya, dan itu cukup untuk membuat Nata tertawa terbahak-bahak. Pada akhirnya, Nata pun juga ikut serta dan menari bersama Jia.
“Selain buku, ternyata ini seru juga ya Nat!” Teriak Jia seraya menggoyang-goyangkan kepalanya, mencoba mengikuti irama.
“Itu benar, nikmatilah, pengalaman pertamamu seru bukan? Tetapi ingat, kita tidak boleh sering-sering ke klub, kamu mengerti?”
“Baaaaa … iiiiiiik nonaaaaaa Nataaaaaa, kamu seperti orang tua saja, selalu menasehati!!!” Teriak Jia seraya memegang kedua tangan Nata.
Hampir 27 menit berlalu, mereka berdua yang sudah berhenti berdansa, kini duduk kembali dengan napas yang tersengal-sengal. Sementara Jia seperti kehilangan kesadaran dan sulit untuk berdiri. Dia hanya tertawa seraya ingin meminum Whisky kembali.
Nata pun segera menghentikan tindakan Jia yang selalu ingin menuangkan whisky ke dalam gelasnya. Nata yang kewalahan dengan tingkah lakunya, segera menelpon Doris, meminta bantuan darinya.
“Ada apa babe? Maaf tadi aku tidak mendengar teleponmu, musik disini cukup keras”
“Berhenti memanggilku seperti itu!! Cepat datang ke Lamp Beats dan bantu aku! Jia mabuk berat dan aku kewalahan menanganinya sendirian!!!” teriak Nata seraya menghentikan Jia untuk ingin minum lagi.
“WHAT!!! UNTUK APA KALIAN PERGI KE SANA?! AKU PIKIR KALIAN SUDAH PULANG KE RUMAH!!!” sahut Doris terkejut, diikuti dengan Liel yang segera berdiri.
uhh pesta ambil minum pasti ini
semangat berkarya!!
,, untunglah papany super duper lovely papa~