"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AUDISI
"Cantik," gumam Gesta sengaja berbisik saat berjalan di sebelah Niar. Tim Talent, Gesta, dan juga Jaka sang asisten mulai memasuki ruang audisi, setelah deadline pendaftaran model ditutup, saatnya Audisi. Jurinya selain Aji, Gesta, dan Jaka, juga ada Bang Anton, dan Bu Seli, HRD.
Sistem audisi yang diminta Gesta berbeda dengan audisi sebelum-sebelumnya, Gesta tak mau membuang waktu. Jadi audisi dilakukan dua tahap, administrasi dan juga audisi langsung. Pada tahap administrasi, hanya tim talent dan jaka yang berkontribusi, menyesuaikan dengan kriteria untuk masuk ke audisi langsung, misalnya portofolio model sebagai penilaian utama.
Saat audisi langsung hanya ada 10 calon model perempuan dan 10 calon laki-laki yang berhasil dihubungi oleh tim talent. Tim talent menyediakan beberapa produk perusahaan, dan meminta model untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mempromosikan sebuah produk lewat video promosi, maupun foto katalog.
"Kamu gak berniat menjadi model sekalian, Cay?" bisik Gesta yang sengaja duduk di samping Niar. Gadis itu mendengus kesal, tadi bilang cantik, sekarang menawarkan menjadi model, entah sebentar lagi bos ganteng itu akan berkata apalagi, yang jelas Gesta sedang menunjukkan kejahilannya pada Niar.
"Model apa ini? Bikini?" balas Niar jahil, dan wajah Gesta langsung mendengus kesal.
"Gak lucu," jawab Gesta kesal. Barulah Niar bernafas lega, karena Gesta tak jahil lagi. Fokus pada audisi.
Semua bagian audisi, fokus dalam pemberian nilai. Nanti yang mendapat nilai paling tinggi akan bergabung dengan perusahaan dengan kontrak eksklusif. Audisi berakhir sebelum makan siang. Masing-masing juri sudah memberikan penilaian, giliran tim talent yang mengolah seluruh nilai, baru disetorkan pada Jaka untuk minta acc Gesta.
"Zifa wajahnya cantik banget ya," puji Aji saat mereka menunggu orderan makan siang di kantin kantor.
"Ih, aku juga suka dengan wajah Zifa, katanya blasteran tapi tak terlalu bule," tambah Niar yang memang memberikan nilai tinggi untuk Zifa.
"Tapi kasihan kalau nanti diteror Wilo!" sahut Meta, ddan diangguki Niar. Sebagai perempuan keduanya bisa menebak apa yang akan dilakukan Wilo saat mengetahui model baru yang lebih cantik dan tinggi daripada Wilona, jelas panas dan sangat bisa membuat model baru tak betah di perusahaan.
Belum ada audisi saja, Niar diajak bertemu demi mengamankan posisinya, apalagi tahu saingannya lebih wah dari segi look dan tinggi badan, ditambah background pendidikan Zifa seorang mahasiswa komunikasi, jelas public speakingnya lebih bagus. Ditambah portofolio Zifa yang menjadi duta kampus sekaligus pernah bekerja di EO sebagai MC, tentu saja menambah nilai plus.
Dilihat dari penilaian berbagai juri memang Zifa mendapatkan skor paling tinggi. Kemungkinan besar dia yang akan menjadi model prioritas, selain Wilona. Eh, tapi tak tahu lagi, kalau setelah ini ada regulasi baru terkait kontrak Wilona, apakah akan diperpanjang oleh Pak Gesta, feeling Niar sih enggak. Gesta terlihat tak suka dengan cara kerja Wilona, apalagi sampai main belakang dengan setor tubuh.
Sebelum penerimaan hasil akhir, ternyata Gesta meminta tim talent presentasi terkait model pilihan dengan skor tertinggi dari berbagai aspek, khususnya attitude. Memang menilai karakter dan attitude seseorang tidak bisa dinilai sekali lihat, hanya saja mereka bisa melacak melalui postingan di media social. Tim talent mendapat tugas untuk menelusuri kebiasaan postingan di media social baik feed maupun story.
“Bisa gak sih, kasih tugas tuh gak mepet jam pulang. Kalau ada jobdesk gini, kasih tahu sejak tadi, memyebalkan memang!” gerutu Niar kesal, tapi dilakukan juga. Mana si bos maunya tim talent kerja di dalam ruangannya lagi. Niar mengambil laptop dan menuju ruangan Gesta cemberut, disusul dengan Meta dan Aji yang tertawa ngakak melihat respon Niar.
Tapi siapa sangka, Gesta menunjukkan kalau di abos yang memanusiakan manusia. Begitu tim talent bekerja, Jaka tiba-tiba masuk ruangan dengan membawa beberapa kantong kresek berisi berbagai camilan dan minuman manis, tak hanya satu jenis banyak banget. Tim talent melongo saat Jaka meletakkan kresek itu di meja mereka. “Jangan sampai kelaparan ya,” pesan Jaka dengan senyum penuh arti.
Aji langsung mengucap terimakasih, dan segera membongkar isi kresek itu. Bagian Gesta sudah diberikan Jaka sendiri, berarti di meja mereka memang untuk tim talent semua. “Churros cokelat dan juga pempek pasti untuk Niar,” ujar Aji dengan mengeraskan suara dan memberikan dua pack jenis makanan itu pada mantan si bos. Meta menahan tawa, pasti yang memesankan ini Gesta, karena sudah tahu camilan kesukaan Niar.
Aji sempat melirik Gesta, namun tampang bos itu lempeng sekali. Niar hanya berdecak sebal, “Makan bareng aja sih,” jelas Niar tak mau diistimewakan secara tidak langsung oleh Gesta. Tapi Meta dan Aji paham, dia pun membiarkan saja Niar yang beberapa kali mencomot churros dan pempek, sampai habis. Barulah Aji tertawa ngakak.
“Dapat berapa penelusuran? Camilannya sudah habis dulu,” ledek Aji dan imutnya Niar hanya nyengir saja. Interaksi tim talent terlihat oleh Gesta, ada senyum tipis melihatnya. Tepat setelah maghrib, satu per satu tim talent melaporkan hasil penelusuran melalui media social calon model. Memang terkesan subyektif, tapi setidaknya tim talent mendadak jadi netizen bila melihat postingan yang diupload oleh calon model tersebut.
Gesta memperhatikan analisis mereka, dan memberikan komentar menambahi presentasi tim talent. Beruntung sebagian besar yang dipaparkan tim talent sesuai dengan penilaian Gesta. “Baik, calon yang memilik skor tertinggi saya rasa memiliki good attitude, dan kita lihat di lapangan nanti. Mulai besok silahkan dihubungi dan pastikan hari senin minggu depan sudah penanda tanganan kontrak kerja sama. Untuk Aji, pastikan dalam surat perjanjian terdapat pasal dilarang selingkuh dengan rekan kerja satu perusahaan beserta konsekuensinya, oh satu lagi hubungi model lama juga, untuk pembaruan pasal kontrak tersebut, mengerti?” pinta Gesta tegas. Aji mengangguk.
Niar dan Meta yang mendengar langsung setuju dengan aturan Gesta tersebut, karena melihat kelakuan Bang Anton dan Wilona bisa jadi akan menjadi bom waktu dan merugikan perusahaan. Tim bubar sekitar pukul 9 malam, Gesta juga meminta Aji membuat laporan pada tim keuangan terkait fee lembur malam ini.
“Kakak kamu sudah otw?” tanya Meta yang sudah mau pamit, dijemput sang kekasih. Kalau Aji mah langsung cus pulang setelah dari ruangan Pak Gesta. Sedangkan Niar menunggu jemputan sang kakak ditemani Meta yang menunggu jemputan sang kekasih sedang lembur juga.
“Sudah 10 menit lalu, palingan 20 menit lagi sampai. Kamu mau balik aja dulu, aku tunggu di lobi saja nanti,” ucap Niar sembari mencangklong tasnya. Meta mengangguk, dan keduanya turun bersama. Meta pamit, Niar menunggu di lobi sembari menghubungi sang kakak. “Kayaknya aku harus nabung buat beli mobil deh, biar gak merepotkan Kak Rafly,” gumam Niar, dan tangannya mengulik mbah google mencari referensi mobil yang sesuai dengan budgetnya.
“Belum pulang, Cay?” tanya Gesta sudah berdiri bersama Jaka di depan Niar. Gadis itu hanya mendongak, sedikit kaget dengan kedatangan dua pria ganteng tersebut.
lanjotkan kak🤭
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭
i
cowo kaya gini nih...sat set...
ngajakin nikah...bukan pacaran...apalagi balikan...