NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Sementara sorotan lampu kilat media di Jakarta siap menyambut kemunculan perdana Alvaro dan Alyssa, suasana yang kontras justru terjadi di belahan kota lain. Di dalam sebuah kamar mewah salah satu hotel bintang lima di Surabaya, atmosfer ruangan itu mendadak berubah mencekam, dipenuhi oleh aura kemarahan yang pekat.

Televisi layar datar yang terpasang di dinding sedang menayangkan berita kilas korporasi. Suara pembawa acara wanita terdengar nyaring, menggema di dalam ruangan yang sunyi:

"...Spekulasi mengenai ketidakstabilan takhta pewaris Maheswara Group akhirnya patah malam ini. Alvaro Regantara Maheswara dikabarkan telah meresmikan hubungannya dengan Alyssa Carissa Pradipta. Aliansi strategis ini disebut-sebut sebagai langkah mutlak sang Pewaris Berbahaya untuk mengunci posisi saham utamanya dari incaran rival internal..."

Brak!

Sebuah gelas kristal berisi sampanye mahal dilempar dengan sentakan kasar, hancur berkeping-keping setelah menghantam lantai marmer di bawah televisi. Cairan emasnya memercik ke segala arah, namun sang pelaku sama sekali tidak memedulikan kekacauan tersebut.

Vanessa Hartono berdiri dengan napas yang memburu hebat. Dada wanita itu naik-turun menahan pasokan amarah yang membakar seluruh akal sehatnya. Jemarinya yang dihiasi cat kuku berwarna merah darah mencengkeram pinggiran meja rias hingga kukunya memutih. Sepasang matanya yang indah kini melebar, memancarkan kilat kebencian yang amat sangat menatap foto Alyssa Pradipta yang terpampang di layar televisi.

"Alyssa Pradipta... Siapa wanita jalang ini?!" desis Vanessa, suaranya melengking tajam, sarat akan racun yang mematikan.

Bagi Vanessa, kabar ini adalah sebuah tamparan keras yang menguliti harga dirinya sebagai seorang sosialita papan atas sekaligus mantan tunangan Alvaro. Di dalam kamus hidup seorang Vanessa Hartono, Alvaro Regantara Maheswara adalah miliknya yang mutlak. Status kepemilikan itu telah ia tancapkan sejak bertahun-tahun lalu, dan baginya, tidak ada satu pun wanita lain di dunia ini yang berhak menduduki posisi sebagai pendamping sang Pewaris Berbahaya.

Hubungan mereka yang kandas di masa lalu akibat manipulasi dan ambisinya sendiri sama sekali tidak menyurutkan obsesi Vanessa. Ia selalu percaya bahwa cepat atau lambat, ia akan menemukan cara untuk kembali ke dalam pelukan Alvaro dan menguasai takhta Maheswara Group. Namun malam ini, kenyataan pahit justru menghantam wajahnya: seorang gadis dari keluarga Pradipta yang hampir bangkrut tiba-tiba melompati barisan, merenggut posisi yang seharusnya menjadi miliknya.

"Kamu pikir kamu bisa membuangku begitu saja, Alvaro? Dan memilih tikus kecil dari keluarga miskin itu?" Vanessa tertawa sinis, sebuah tawa getir yang terdengar mengerikan di dalam kesunyian kamar hotel.

Sifatnya yang manipulatif, egois, dan menghalalkan segala cara langsung bekerja menyusun rencana-rencana busuk di dalam kepalanya. Rasa cinta yang telah lama bergeser menjadi obsesi kegelapan membuatnya tidak akan membiarkan pernikahan kontrak itu berjalan dengan tenang.

Vanessa melangkah mendekati meja rias, meraih ponsel pintarnya dengan gerakan taktis. Ia mencari sebuah nomor kontak yang sudah lama tidak ia hubungi seseorang yang memiliki kepentingan yang sama dengannya di dalam lingkaran internal Maheswara Group.

Arsen Maheswara.

Panggilan itu tersambung hanya dalam tiga kali nada tunggu. Vanessa menempelkan ponsel ke telinganya, menipiskan bibir indahnya hingga membentuk segaris senyuman kejam yang penuh dengan bisa.

"Arsen," ucap Vanessa, suaranya mendadak berubah menjadi sangat tenang namun dingin menusuk. "Aku tahu kamu sedang menonton berita malam ini. Dan aku tahu kita sama-sama membenci pengantin wanita baru pilihan sepupumu itu."

"Vanessa? Wah, kejutan yang menarik," suara ramah penuh intrik milik Arsen terdengar dari seberang sambungan, terkekeh pelan. "Jadi, sang mantan tunangan akhirnya merasa terusik?"

"Aku tidak sedang ingin bercanda, Arsen. Aku akan kembali ke Jakarta besok pagi," tegas Vanessa, matanya menyipit tajam menatap pantulan dirinya sendiri di cermin rias. "Bantu aku masuk ke dalam lingkaran mereka, dan aku akan membantumu menjatuhkan Alvaro dari takhtanya. Kita hancurkan jalang kecil bernama Alyssa itu bersama-sama."

Sejak detik itu, di bawah kegelapan malam kota lain, Vanessa Hartono telah menetapkan sumpahnya. Ia berjanji dengan seluruh jiwa dan ambisinya akan menghancurkan pernikahan yang bahkan belum resmi dimulai di hadapan publik itu. Bagi Vanessa, jika ia tidak bisa memiliki Alvaro, maka tidak boleh ada satu orang pun yang boleh memilikinya termasuk Alyssa Pradipta yang siap ia kuliti hidup-hidup begitu ia menginjakkan kaki kembali di Jakarta. Badai baru yang jauh lebih manipulatif telah resmi bergerak menuju sangkar emas Maheswara.

...****************...

Arsen terdiam sejenak di seberang telepon, membiarkan keheningan malam berputar di antara mereka sebelum tawa rendahnya kembali terdengar, kali ini terdengar lebih pekat dan berbahaya.

"Rencana yang sangat menggoda, Vanessa. Kebetulan sekali, aku memang sedang mencari pion tambahan yang cukup nekat untuk mengobrak-abrik ketenangan sepupuku yang tercinta itu," sahut Arsen, nada suaranya berubah menjadi bisikan taktis yang sarat akan konspirasi. "Datanglah ke Jakarta besok pagi. Seseorang dari timku akan menjemputmu di bandara. Kita buat sambutan selamat datang yang tidak akan pernah dilupakan oleh pengantin baru kita."

"Pastikan informasimu tidak meleset, Arsen. Aku tidak suka membuang waktu untuk rencana setengah matang," potong Vanessa kejam sebelum akhirnya memutus sambungan telepon secara sepihak.

Vanessa menurunkan ponselnya, lalu mencengkeram benda pipih itu kuat-kuat. Amarahnya yang tadinya meledak-ledak kini telah mengkristal menjadi sebuah tekad yang dingin dan terhitung. Sifatnya yang manipulatif membuatnya tahu betul bahwa kemarahan yang tidak terkontrol hanya akan membuatnya kalah sebelum bertanding di lingkaran Maheswara yang kejam.

Ia melangkah menuju cermin besar di sudut kamar hotel, menatap pantulan dirinya yang mengenakan gaun sutra merah malam yang kontras dengan latar belakang ruangan. Dengan gerakan lambat namun pasti, Vanessa menyisir rambut panjangnya yang bergelombang, menata penampilannya agar kembali terlihat tanpa cela layaknya seorang ratu yang siap merebut kembali takhtanya.

"Alyssa Carissa Pradipta..." Vanessa mengeja nama itu kata demi kata dengan nada merendahkan yang sangat pekat. "Kamu pikir dengan selembar kertas kontrak dan blazer putih tulismu itu, kamu bisa menjadi nyonya di rumah Alvaro? Kita lihat saja, seberapa cepat kamu akan merangkak keluar dari rumah itu sambil menangis darah setelah aku selesai denganmu."

Vanessa sangat mengenal Alvaro. Ia tahu betul bahwa pria berumur 28 tahun itu memiliki benteng pertahanan yang sangat tebal terhadap wanita akibat luka masa lalu yang secara ironis sebagian besar disebabkan oleh dirinya sendiri. Kenyataan bahwa Alvaro memilih Alyssa murni karena alasan bisnis adalah celah terbesar yang akan Vanessa manfaatkan untuk menghancurkan pernikahan sandiwara tersebut dari dalam.

Ia berjalan menuju tempat tidur, meraih tablet digitalnya untuk memesan tiket penerbangan paling awal menuju Jakarta besok pagi. Tidak ada rasa lelah di wajahnya; yang ada hanyalah adrenalin yang terpacu oleh rasa benci dan obsesi yang membakar warasnya.

Malam kian larut di Surabaya, dan saat jet pribadi yang dipesannya dikonfirmasi untuk lepas landas esok subuh, Vanessa tersenyum puas. Sebuah senyuman manipulatif yang sarat akan bisa. Badai destruktif dari masa lalu Alvaro kini telah resmi bergerak mendekat, siap bergabung dengan intrik Arsen untuk menggulung Alyssa ke dalam pusaran eksekusi yang paling mengerikan. Dan di dalam sangkar emas Menara Maheswara di Jakarta, baik Alvaro maupun Alyssa sama sekali belum menyadari bahwa aliansi musuh baru telah terbentuk untuk menguliti takdir mereka berdua.

...****************...

Vanessa melemparkan tablet digitalnya ke atas kasur empuk berseprai satin. Ia melangkah menuju jendela besar kamar-nya, menatap kerlip lampu kota Surabaya yang membentang luas di bawah sana. Pikirannya terbang jauh ke masa beberapa tahun lalu, saat dirinya masih mengenakan cincin pertunangan dari Alvaro.

Ia ingat betul bagaimana pria itu dulu menggenggam jemarinya meski dingin, namun ada sisa-sisa kepedulian yang kini telah mati total. Vanessa tahu dialah yang telah membunuh kemampuan Alvaro untuk percaya pada ketulusan seorang wanita, dan ironisnya, ia sama sekali tidak menyesal. Baginya, kelemahan Alvaro di masa lalu adalah kesempatannya, dan kekerasan hati Alvaro saat ini adalah tantangan yang harus ia taklukkan kembali.

"Kamu mengira sudah membuangku sepenuhnya, Al?" gumam Vanessa dengan senyuman miring yang tampak mengerikan dalam remang cahaya kamar. "Kita lihat, apakah istrimu yang sekarang sanggup menahan badai yang kubawa."

Vanessa bergerak taktis menuju lemari pakaian besar di sudut ruangan. Ia menarik sebuak koper jinjing bermerek mewah, lalu mulai melempar beberapa potong pakaian terbaiknya ke dalam sana tanpa bantuan pelayan hotel. Setiap helai gaun yang ia kemas adalah persiapan amunisi untuk panggung peperangan baru di Jakarta. Ia tidak boleh terlihat gagal, tidak boleh terlihat goyah, dan yang terpenting: ia harus langsung menusuk di titik terlemah aliansi Alvaro-Alyssa.

Sifatnya yang jeli dan licik membuatnya langsung menyusun daftar sekutu potensial selain Arsen. Di dalam kepalanya, nama beberapa sosialita Jakarta yang dulu menjadi pengikutnya mulai berputar. Ia akan memanfaatkan jaringan gosip elite ibu kota untuk menyebarkan rumor tentang ketidakharmonisan pengantin baru tersebut, merusak citra publik yang mati-matian dibangun oleh tim humas Maheswara Group.

Setelah selesai berkemas, Vanessa menjatuhkan diri di atas ranjang. Ia meraih kembali ponselnya, membuka mesin pencari untuk meneliti profil lengkap Alyssa Carissa Pradipta yang kini banyak muncul di artikel berita daring. Matanya memicing tajam saat membaca deretan prestasi akademis dan latar belakang Alyssa.

"Mahasiswi jurusan bisnis internasional dengan predikat sempurna?" Vanessa mendengus merendahkan, melempar ponselnya ke samping bantal. "Gadis rumahan yang naif. Dunia nyata Maheswara bukan tentang teori di atas kertas, Sayang. Di sana, kamu tidak bersaing dengan angka, tapi dengan monster yang siap menelanmu hidup-hidup."

Dengan pikiran yang dipenuhi oleh skenario balas dendam dan obsesi yang pekat, Vanessa mematikan lampu kamar-nya. Kegelapan seketika menyelimuti ruangan, menyisakan pendar tipis dari luar jendela yang menerangi senyum kemenangan prematur di wajahnya.

Malam itu, di bawah langit kota yang berbeda, sumbu ledak dari masa lalu Alvaro telah dinyalakan. Vanessa siap lepas landas menuju Jakarta dalam beberapa jam ke depan, membawa serta seluruh bisa dan kelicikannya untuk memastikan bahwa sangkar emas tempat Alyssa berlindung akan berubah menjadi neraka jangka panjang yang menghancurkan mereka semua tanpa sisa.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!