NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Emma Taylor terpaksa harus melunasi hutang pamannya kepada seorang pria asing kaya raya yang tinggal di rumah besar Anggrek Residen.

Jatuh tempo pembayaran sudah sangat dekat bagi paman Broeri untuk membayar hutang tersebut namun dia tidak mempunyai uang sepeser pun saat dia ditagih oleh pria asing kaya raya itu yang bernama Noah Jones.

Terpaksa Emma yang harus menanggung hutang tersebut kepada Noah Jones pemilik rumah Anggrek Residen.

Karena Emma Taylor juga tidak mempunyai uang buat melunasi hutang paman Broeri maka dia dipaksa membayar dengan rahimnya.

Bagaimana nasib Emma Taylor selanjutnya, sanggupkah dia melunasi hutang milik paman Broeri Goldman atau dia memilih melarikan diri.

Mari kita simak kelanjutan kisah ini dalam novel berjudul Rahim Bayaran Milik Emma.

Salam buat semua pemirsa 🎂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Hermione

Emma Taylor buru-buru membetulkan letak gaun Dioriviera-nya berwarna putih biru yang acak-acakan. Tak lupa juga ia menyisir rambutnya dengan jari jemari tangannya.

Wanita bergaun hitam beludru itu terus memperhatikan Emma dari sudut matanya yang dingin.

"Hermione... Untuk apa kau datang kemari, tidak ada yang mengharapkanmu di sini." ucap Noah Jones.

Noah Jones berdiri di depan Emma, mencoba melindunginya.

"Apa penjaga tidak melarangmu masuk ?" tanya Noah.

"Siapa perempuan itu ?" tanya Hermione dingin.

Noah Jones melirik ke arah Emma Taylor di belakangnya lalu menoleh pada Hermione.

"Dia putri Wilhelmina berasal dari luar negeri." sahut Noah tak kalah dinginnya.

"Apa yang kalian barusan lakukan, sepertinya hubungan kalian tidak biasa ?" sahut Hermione.

"Kami bersenang-senang saja tadi." kata Noah Jones tersenyum tipis.

"Bersenang-senang kau bilang ?" Hermione melotot tak terima akan penjelasan Noah. "Jelas-jelas ku lihat kalian bermesraan, tapi kau bilang kalian cuma bersenang-senan !?"

Hermione melirik sinis ke arah Emma Taylor, ia mencoba menarik rambut Emma.

"Dasar perempuan sialan kau ! Berani-beraninya kau dekati Noah Jones !" teriaknya kesal. Namun usahanya untuk menyakiti Emma Taylor langsung dihalangi Noah Jones.

"Berhenti, Hermione !" teriak Noah berusaha menghalangi gerakan tangan Hermione ke arah Emma Taylor yang bersembunyi di balik punggung Noah.

"Jangan halangi aku, Noah ! Biar kucabik-cabik pelakor hina itu !" bentak Hermione kalap.

"Hentikan ini, Hermione !" kata Noah Jones sembari memegangi dua tangan Hermione agar ia tidak menyakiti Emma.

"Lepaskan aku, Noah ! Biarkan aku menghukumnya sebab ia pengganggu bagi kita !" teriak Hermione marah.

"Cukup, Hermione !" sahut Noah Jones. "Hentikan semua ini !"

Noah menjauhkan Hermione darinya agar tidak menyerang Emma, tindakan Noah mengejutkan Hermione sebab ia tidak sekalipun pernah kasar padanya.

Hermione menatap sayu pada Noah Jones sembari memijat pergelangan tangannya akibat cengkraman keras Noah.

"Kau kasar sekali, Noah." keluh Hermione.

"Sudah kukatakan padamu berulang kali agar tidak lagi datang kemari, Hermione. Tapi kau tetap memaksa kesini." kata Noah.

"Ta-tapi aku memikirkanmu, aku ini calon tunanganmu, Noah Jones." sahut Hermione dengan tatapan iba.

"Enyahkan pikiranmu itu, Hermione. Kita tahu perjodohan yang ada di antara kita karena aliansi semata, tidak lebih." kata Noah menjelaskan.

Noah menatap dingin Hermione, rahangnya keras serta emosinya naik turun.

"Ingat aku bahkan tidak menyetujui aliansi ini yang kuanggap cuma buang-buang waktu percuma." kata Noah datar.

"Apa ?" ucap Hermione tak percaya. Ia masih merasakan pergelangan tangannya kesakitan.

Hermione tertawa pendek lalu membuang muka. Di tatapnya Noah Jones dengan sorot mata menyipit.

"Apa kau gila, Noah Jones ?" tanyanya.

"Tidak, Hermione. Aku masih waras serta pikiranku normal." sahut Noah Jones dengan tangan menyaku.

"Kau berani menolakku..." kata Hermione.

"Aku tidak menginginkan pertunangan ini, kau dan aku hanya robot dari ambisi keluarga untuk bertahan kuat, keluargamu menginginkan keuntungan dari Lucent Gem maka kami memberikannya." sahut Noah.

"Apa???" gerutu Hermione tak percaya.

"Ayolah, Hermione. Akuilah itu, kita sudah sama-sama dewasa dan tahu bahwa perjodohan ini bukan keinginan kita berdua. Dan kau juga mengakuinya jika kau terpaksa, bukan." kata Noah Jones.

"Kau berani menerima konsekuensinya setelah kau bicara seperti ini. Aku bisa mengadukan semua yang kau katakan pada keluargaku bahkan Lucent Gem bisa kehilangan pemilik sahamnya." kata Hermione dengan nada ancaman.

Noah Jones tersenyum tipis, ia membalas ucapan Hermione dengan tatapan dingin lalu melanjutkan ucapannya.

"Ancamanmu tidak berlaku bagi kami. Kami kuat bukan karena sokongan uang keluargamu melainkan dengan kerja keras kami. Lucent Gem besar karena kami mempunyai keunikan tersendiri dari produk-produk kami dan pelanggan tahu kualitas Lucent Gem selalu di atas."

Noah Jones bergerak pelan, memandang menghina ke arah Hermione.

"Kau salah Hermione jika kami hidup dengan belas kasihan keluargamu namun kami kuat karena kami layak menjadi hebat." ucapnya.

Hermione tercekat diam dengan kata-kata Noah Jones, ia mematung tanpa suara.

"Dan asal kau pahami, Hermione. Pelanggan tahu akan selera mereka karena itulah mereka memilih Lucent Gem yang mengerti selera mereka." lanjut Noah.

"Kau..." sahut Hermione gemetar. "Berani betul kau bicara begitu tentang kami."

"Untuk apa kami takut padamu, kami bukan bawahanmu, Hermione. Kita partner, tak seharusnya keluargamu menekan kami dengan alasan Lucent Gem." sahut Noah.

"Kau... !" ucap Hermione bertambah kesal. Ia mengepalkan tangan hingga kukunya pucat.

Noah Jones mengangkat alisnya, menatap dingin pada Hermione lalu tersenyum tipis.

"Bisakah kau menyingkir dari hadapan kami sebab kehadiranmu membuat jalan terasa sempit bagi kami berdua." ucapnya tajam.

"Kauuu !!!" pekik Hermione kesal. Ia melirik tajam ke Emma Taylor, rasanya ia ingin menghajar perempuan hina itu namun ditahannya sampai ada waktu tepat untuk melakukannya.

Hermione mengalah, ia menyingkir ke samping, memberi jalan bagi Noah Jones serta Emma.

Terdiam ketika Noah Jones melewati bersama Emma Taylor.

"Tap...Tap...Tap..."

Suara langkah kaki mereka menggema di area jalan yang mereka lewati.

Noah Jones menggandeng tangan Emma saat mereka meninggalkan tempat itu, sedangkan Hermione berdiri terpaku membisu.

Tampak wajah Hermione berubah merah padam, ditahannya gejolak luapan emosi di dadanya, sorot matanya tajam saat ia mengawasi langkah Emma Taylor.

"Sialan kau Wilhelmina !" geram Hermione dengan tatapan dingin sembari mengangkat sedikit dagunya naik. " Akan kupastikan kau mendapatkan balasannya karena merebut Noah Jones."

Hermione mengeratkan kepalan tangannya, bahunya berguncang.

"Tunggu saja, Wilhelmina ! Akan kubuat hidupmu seperti di neraka, menderita tanpa sempat kau menghindari musibah yang akan kubuat untukmu !"

Hermione meraih ponsel selulernya, lalu menelpon.

"Hallo, bekukan saham di Lucent Gem !" ucapnya tegas kemudian menutup telepon.

Hermione tersenyum sinis, menatap dingin ke ujung jalan di depannya lalu berbalik pergi.

Langkahnya tegak saat ia tinggalkan jalan sepi itu.

Seseorang memperhatikan kepergian Hermione dari ujung seberang ruangan, berbisik pelan kepada orang di sebelahnya.

"Akan ada perang besar, dan kita pasti terkena imbasnya dari peperangan yang akan terjadi nanti." ucapnya saat ia mengawasi Hermione yang berjalan ke pintu utama.

"Yah, bagaimana lagi. Api telah dinyalakan, kita hanya bisa pasrah. Dan sebaiknya saja kita tidak ikut campur dalam permainan mereka, Tasya." sahut pria itu.

"Alfred, kita memang tidak ikut campur tapi kita harus bisa mencegahnya." sahut Tasya.

"Bagaimana cara kita harus mencegahnya sedangkan kita hanya pelayan di rumah ini, Tasya ?" tanya Alfred. "Suara kita tidak didengarkan di tempat ini karena kita bukan siapa-siapa untuk didengar."

"Setidaknya kita berusaha menyelamatkan Tuan Noah Jones dari kehancuran besar. Seandainya keluarga Nona Hermione mencabut saham besar mereka di Lucent Gem maka kita makan apa nanti."

Tasya menjawab tegas, ia mulai merasa cemas.

"Kita juga memikirkan nasib kita jika perpecahan terjadi di Lucent Gem. Pastinya kita turut terkena imbasnya dan terlunta-lunta di jalanan kota, Alfred." lanjutnya.

"Apa yang kita harus lakukan ?" tanya Alfred.

''Kita cegah Nona Hermione." sahut Tasya.

Tasya hendak maju namun Alfred segera mencegahnya.

"Tunggu, Tasya !" ucap Alfred.

"Apa, Alfred ?" tanya Tasya sembari menoleh ke Alfred.

"Jangan lakukan apa-apa, kita tidak turut campur urusan keluarga ini. Bisa-bisa kita kena marah Tuan Noah Joned dan mungkin saja kita dipecat dari pekerjaan." tegas Alfred.

"Tapi kita tidak bisa diam saja melihat masalah ini. Dan harus segera bertindak cepat, Alfred." kata Tasya.

"Disini aku ucapanku adalah perintah maka kau harus mendengarkannya, Tasya !" ucap Alfred dengan tatapan dingin.

Tasya beringsut pelan, ia melangkah mundur lalu berdiri diam.

"Kembalilah bekerja sekarang ! Aku akan laporkan rencana Nona Hermione kepada Tuan Noah Jones setelah ini." lanjut Alfred.

"Benarkah, kau akan lakukan itu ?" tanya Tasya senang.

"Yah, tentu saja. Jadi segeralah bekerja kembali." sahut Alfred dengan anggukkan kepala pelan lalu tersenyum lembut.

"Kau memang pahlawan, Alfred. Tidak salah jika kau dipilih sebagai Kepala Pelayan di Anggrek Resident ini." ucap Tasya lalu melangkah pergi dari hadapan Alfred.

Alfred terdiam sejenak seperti berpikir sesuatu lalu menarik nafas pelan seraya menatap serius ke depan. Kemudian berbalik pergi.

1
kura kura ninja
rival sendiri ternyata keponakannya sendiri
kura kura ninja
ya dah... ada penyakitnya juga nih PL nya...
kura kura ninja
wah... dibayar segitu pun saya mau, gak kerja alias pensiun dini nih👍
kura kura ninja
napa gak lari saja kan ada kesempatan tuh🙏
kura kura ninja
luar biasa
kura kura ninja
dari judulnya dah bikin penasaran
Yuniar Farah
seru nih ceritanya
Yuniar Farah
waduh waduh em🤭
Yuniar Farah
mantap
Yuniar Farah
nunggu endingnya nih gimana rahimnya dipakai sama noh
Yuniar Farah
cie cie cie...kan gak jadi kepaksa em
Yuniar Farah
makanya emma jangan kebanyakan minuman jadinya mabuk deh 🍾🥂
Yuniar Farah
gak jadi kepaksa lagi nih ceritanya🤭
Yuniar Farah
ada juga nih pemeran watak antagonis
Yuniar Farah
gak kebayang deh 🤭
Yuniar Farah
dih yang lagi kasmaran 🌷🌷🌷🤭
Yuniar Farah
ini edisi terbatas dan paling saya sukai dari thor adalah detail busana tiap karakter pemeran-pemerannya di tiap novel thor🌷🌷
Yuniar Farah
namanya tawanan pasti gaka ada enaknya 🌷
Yuniar Farah
pesaing baru nih
Tina Andara
woe riset 👍next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!