NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:179
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari di Tengah Keramaian

“Cari di semua tempat! Jangan ada satu ruangan pun yang terlewat!”

Suara keras dan bising dari luar ruangan tiba-tiba terdengar jelas, membuat Yanfei yang sedari tadi menikmati camilan dengan tenang langsung meletakkan piringnya di atas meja. Ia mengangkat wajahnya, tatapannya menjadi lebih waspada namun tetap tenang.

“Li Xia, apa yang terjadi di luar sana? Mengapa suaranya begitu riuh?” tanya Yanfei dengan nada datar.

“Entahlah, Nona. Sepertinya ada sekelompok orang yang sedang sibuk mencari sesuatu atau seseorang. Suasana di luar terasa agak kacau,” jawab Li Xia sambil mendekati pintu, siap untuk melihat keadaan.

“Kalau begitu, bukalah sedikit dan periksa situasinya,” perintah Yanfei pelan.

“Baik, Nona.”

Li Xia membuka daun pintu selebar beberapa jari saja. Dari celah itu, ia melihat sekelompok pria berpakaian rapi namun tegas sedang bergerak cepat. Mereka memasuki setiap ruangan di sepanjang lorong, memeriksa setiap sudut dengan sangat teliti seolah sedang mencari barang berharga yang hilang. Beberapa orang terlihat membawa catatan, sementara yang lain mengawasi setiap gerakan.

Sementara itu, dari bawah meja tempat anak kecil itu bersembunyi, terdengar suara kecil yang gemetar namun tetap berani.

“Tuan Muda kecil, kau seharusnya tidak melakukan hal yang melanggar hukum, bukan?” tanya Yanfei seolah berbicara pada ruang kosong, matanya tetap menatap ke arah luar jendela.

“Tidak! Sama sekali tidak melanggar hukum!” jawab suara itu segera, sedikit meninggi namun tetap berusaha agar tidak terdengar orang luar. “Mereka hanya ingin mengganggu waktu bermainku. Aku tidak suka terus-menerus diawasi dan dilarang ini itu. Aku bukan orang jahat, justru merekalah yang bertindak seolah-olah aku ini barang yang harus dikunci rapat!”

Mendengar jawaban polos namun penuh protes itu, sudut bibir Yanfei terangkat sedikit membentuk senyum tipis. Tanpa sadar, ketegangan yang tadinya terasa di udara sedikit berkurang.

Namun, keramaian di luar semakin mendekat. Beberapa langkah kaki berhenti tepat di depan pintu ruangan mereka. Li Xia segera berdiri tegak, menghadap ke luar dengan sikap tegas dan menjaga kehormatan majikannya.

“Siapa yang berani mengganggu ketenangan di sini? Ketahuilah, Nona kami adalah putri muda dari Kediaman Perdana Menteri Duan!” seru Li Xia dengan suara lantang dan jelas, berusaha memberi batasan pada orang-orang di luar.

Yanfei menghela napas panjang, lalu menyesap tehnya perlahan sambil tetap duduk tenang. Ia sudah bisa menebak bahwa keributan ini pasti berkaitan dengan anak kecil yang bersembunyi di bawah kakinya.

Dari balik pintu, terdengar suara berat dan dalam milik seorang pemuda dewasa. “Jika ruangan ini begitu tenang dan tuan putri begitu melarang kami masuk, bukankah itu justru menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di dalamnya?”

Mendengar nada bicara yang menantang itu, wajah Li Xia memerah menahan amarah. “Kau—!”

“Li Xia, jangan bertindak tidak sopan. Mundurlah dan biarkan mereka melihat,” potong Yanfei dengan nada lembut namun penuh wibawa.

Li Xia segera menelan kata-katanya, melangkah mundur beberapa langkah sambil tetap waspada. Hatinya merasa cemas: Nona muda mereka baru saja kembali ke ibu kota setelah sekian lama pergi, dan jika ruangan pribadinya diperiksa sembarangan oleh orang asing, bukankah hal itu bisa menimbulkan gosip yang merusak nama baik keluarga?

Tak lama kemudian, pintu didorong terbuka. Tiga orang pria berpakaian seragam layaknya pengawal tinggi masuk dengan sikap hormat namun tetap tegas. Salah satu dari mereka yang tampak sebagai pemimpin melangkah sedikit ke depan dan membungkuk sopan.

“Mohon maaf atas gangguan yang tidak disengaja ini, Nona. Kami sedang mencari seseorang yang melarikan diri dari pengawasan. Kami berharap Nona tidak mempersulit tugas kami,” ucapnya dengan nada santun namun tegas.

Ia lalu menjelaskan secara singkat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Tuan Muda yang kami cari ini telah menghilang selama dua hari penuh. Tadi pagi ia sempat ditemukan di sebuah penginapan di ujung kota, namun saat kami hendak membawanya pulang, ia begitu cerdik dan licik sehingga berhasil menghilang lagi dalam sekejap mata. Kami menduga ia masuk ke bangunan ini.”

Yanfei menatap mereka satu per satu dengan tatapan tenang dan tajam, seolah bisa melihat ke dalam hati setiap orang di hadapannya. Ia berbicara dengan suara yang jelas dan berwibawa.

“Tuan-tuan sekalian, aku sebenarnya tidak keberatan jika kalian ingin memeriksa tempat ini. Namun, ingatlah siapa diriku. Aku hanyalah seorang wanita muda yang belum menikah. Jika kabar bahwa ruangan pribadiku digeledah oleh sekelompok pria asing tersebar ke telinga orang luar, maka nama baik keluarga Duan akan tercoreng. Jika hal itu terjadi, satu-satunya jalan yang bisa kami tempuh hanyalah membawa masalah ini langsung ke hadapan Yang Mulia Kaisar.”

Ia berhenti sejenak, melihat reaksi mereka, lalu melanjutkan dengan nada lebih lembut namun tetap tegas. “Kalian pasti tahu betapa dekatnya hubungan keluarga kami dengan istana. Semasa muda, selama aku tidak melanggar hukum dan norma kesusilaan, Yang Mulia selalu menutup matanya dan melindungi kebebasanku. Jadi, apakah kalian yakin ingin melanjutkan pemeriksaan ini hingga menimbulkan masalah yang lebih besar?”

Ketiga pria itu saling pandang, ragu mulai terlihat di wajah mereka. Sebelum sempat menjawab, Yanfei melambaikan tangan santai.

“Namun, jika Tuan sekalian masih tidak percaya pada kata-kataku, silakan saja periksa seluruh ruangan ini dari ujung ke ujung. Aku tidak menyembunyikan apa pun yang melanggar hukum,” ujarnya sambil menghela napas pelan, lalu kembali duduk bersandar seolah tidak peduli apa pun keputusan mereka.

Pemimpin rombongan itu mengerutkan kening, berpikir keras. Ia tahu benar siapa sosok di hadapannya ini. Putri ketiga dari Menteri Duan, Mentri bijaksana yang dikenal adil, jujur, dan sangat dihormati serta disayangi oleh Kaisar sendiri. Memaksa masuk ke ruangan wanita muda yang belum menikah hanya karena kecurigaan semata adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana.

Akhirnya, ia melambaikan tangan pada kedua pengawal di belakangnya dan berkata dengan nada tegas, “Cukup! Jika hanya mencari seseorang yang hilang, lebih baik kita cari ke tempat lain yang lebih terbuka dan masuk akal.”

Ia tahu betul batasannya. Gadis muda ini bukan orang sembarangan. Jika ia bersikeras, bukan hanya reputasi Yanfei yang akan rusak, tetapi juga nama baik keluarga yang memerintahnya. Di ibu kota ini, seorang wanita yang reputasinya ternoda akan sangat sulit melangkah ke mana pun, dan pihak yang menjadi penyebabnya justru akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih berat.

Setelah mengambil keputusan itu, ia kembali membungkuk dalam-dalam kepada Yanfei.

“Mohon maaf sekali atas gangguan dan kekhawatiran yang kami timbulkan, Nona. Silakan lanjutkan menikmati makanan dan ketenangan di ruangan ini,” ucapnya dengan nada penuh rasa hormat.

Yanfei hanya tersenyum anggun, senyum yang terlihat tulus namun tetap menjaga jarak. “Terima kasih atas pengertian dan kehati-hatian Tuan-tuan sekalian. Semoga kalian segera menemukan orang yang dicari.”

Senyuman itu membuat ketiga pria itu semakin yakin bahwa keputusan mereka sudah benar. Bagaimana mungkin wanita sehalus, seanggun, dan bijaksana seperti ini bersedia menyembunyikan orang yang berbuat salah? Jika mereka tetap memaksakan diri masuk, mereka akan terlihat sebagai orang yang kejam dan tidak tahu aturan, bahkan berani merusak masa depan seorang gadis terhormat tanpa alasan yang jelas.

Mereka pun segera mundur dan menutup pintu dengan lembut, melanjutkan pencarian ke ruangan-ruangan lain yang lebih aman dan tidak menimbulkan risiko.

Begitu suara langkah kaki mereka benar-benar menghilang, keheningan kembali menyelimuti ruangan. Suara hembusan napas lega segera terdengar dari bawah meja, diikuti oleh gerakan kecil saat si bocah perlahan merangkak keluar dari tempat persembunyiannya. Wajahnya masih sedikit pucat karena ketakutan, namun matanya kini memandang Yanfei dengan pandangan kagum yang mendalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!